
Akashi menatap tajam Kyo, bahkan sepasang bola matanya seakan hampir saja melompat dari tempatnya. Karena ucapan Kyo benar-benar sudah sangat menyinggungnya.
"Kamu bahkan hanya seorang karyawan cabang yang sudah dipecat oleh putraku! Berani sekali kamu berkata seperti itu kepadaku!" ucap Akashi tersulut api amarahnya.
"Apa yang sudah kamu lakukan, Akashi? Kamu ini masih muda dan berasal dari keluarga terhormat. Lalu mengapa sikapmu seperti ini? Bahkan kamu bisa mengucapkan semua itu di hadapanku? Kamu juga berniat untuk menahanku yang ingin menemui besanku?" ucap nenek Yu tak habis pikir jika kini Akashi akan melakukan semua hal yang sangat mencolok seperti ini.
"Ny-nyonya besar Yu Natsuhiko. Maksudku bukanlah seperti itu. Tolong jangan salah sangka! Lagipula aku hanya menjalankan apa yang telah ibu perintahkan padaku." ucap Akashi yang sebenarnya terlihat sangat gusar dan cemas.
"Kamu tenang saja. Ibumu tak akan marah padamu mengenai hal ini. Aku yang yang menanggungnya. Ayo, Kyo! Kita harus segera menemui besanku!" ucap nenek Yu kembali memerintahkan Kyo.
"Baik, Nenek." sahut Kyo dengan patuh dan segera mendorong kursi roda itu.
Namun lagi-lagi Akashi kembali menghadangnya. Dan hal ini sungguh membuat nenek Yu dan yang lainnya cukup merasa kesal namun aneh.
"Kalian tetap diijinkan untuk menemui ibuku! Sebaiknya kalian segera pulang saja! Atau aku akan benar-benar akan memanggil keamanan untuk menyeret kalian dari sini!!" tandas Akashi mulai kehilangan kendali dan semankin melampaui batasannya hingga membuat nenek Yu dan bibi Kaguya terkejut bukan main.
"Akashi. Aku sungguh tidak mengira jika kamu adalah orang yang seperti ini." ucap menek Yu masih menatap Akasi penuh keheranan.
"Aku hanya menjalankan tugasku saja! Tidak peduli siapa yang sedang aku hadapi saat ini! Sekalipun anda nyonya besar Yu Natsuhiko!" tandas Akashi menatap nenek Yu dengan aura yang mulai berubah.
Sejak dari tadi Kyo masih selalu menahan diri. Namun kali ini dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia segera melenggang mendekati Akashi dan memberikan tatapan tajamnya.
"Aku tidak mempermasalahkan jika kamu ingin menindas, berteriak ataupun apapun yang kamu lakukan padaku. Namun aku tak akan tinggal diam jika kamu berani berbuat dan berbicara kasar untuk orang yang yang aku sayangi! Dan disaat itulah aku akan terbangun untuk membalasnya!" tandas Kyo tak lagi mempedulikan apapun di sekitarnya.
Bahkan saat ini Kyo sudah meraih kerah pakaian Akashi dan bersiap untuk menghantamnya. Nenek Yu, Kagura, Kana maupun Ellios tak ada yang berusaha untuk menghentikannya.
"Dasar bocah tak tau diri!! Keamanan!! Keamanan!! Cepat tangkap mereka!!" teriak Akashi.
__ADS_1
Dan hanya dalam hitungan detik saja beberapa pria dengan seragan keamanan mulai mendekati mereka dan berusaha untuk menarik Kyo.
"Papa! Ada apa ini?"
Seorang pria yang masih cukup tiba-tiba datang dan membantu Akashi untuk berdiri dengan tegap. Dia juga datang bersama dengan seorang pria yang juga masih cukup muda. Mereka adalah Ryuma yang datang bersama dengan pria yang mengatasnamakan dirinya adalah Renji Aizen.
"Mereka semua datang dan membuat masalah disini! Papa hanya berusaha untuk mengusirnya, namun mereka malah melawan!" jawab Akashi masih menatap Kyo penuh dengan kebencian.
Ryuma merasa cukup terkejut saat dia mulai menatap Kyo. Dia sungguh tidak menyangka Kyo akan mendatangi perusahaan pusat Aizen Group yang berada di Ginza.
Apakah Kyo akan melakukan protes karena tidak terima saat Ryuma memberhentikannya dari kantor cabang? Ataukah ada urusan lainnya yang membuatnya hingga tiba di Ginza? Lalu mengapa Kyo datang bersama beberapa orang? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Mungkin saat ini semua pertanyaan itu sedang memenuhi isi kepala Ryuma hingga dia hanya bisa terdiam selama beberapa waktu dan hanya memandangi Kyo.
"Kembalilah, Kyo! Aku bahkan sudah memecatmu bukan? Untuk apa lagi kamu datang mencariku?" ucap Ryuma akhirnya.
"Aku datang bukan untuk mencari atau bertemu denganmu! Tapi aku datang untuk mengantarkan nenekku yang ingin menjenguk besannya. Lagipula aku juga sudah ingin sekali bertemu dengan nenek Mamo Aizen. Jadi jangan berusaha menghalangi kami lagi! Karena nenek Mamo Aizen sendiri juga sudah meminta kami untuk datang ke ruangannya."
Jawab Kyo dengan nada bersahabat. Bahkan sebuah senyuman manis juga terukir menghiasi wajah tampannya.
"Apa katamu? Nenek? Apa aku tidak salah dengar?!" ucap Akashi tertawa meremehkan.
"Jangan sembarangan! Nenek hanya memiliki 2 cucu laki-laki! Dan itu adalah Renji Aizen dan aku seorang! Kamu ini siapa?! Berani sekali mengatakan hal itu!"
Geram Ryuma yang juga sudah mulai dipenuhi amarah. Namun sebenarnya dia cukup merasa khawatir karena tiba-tiba saja Kyo melakukan hal nekat seperti ini. Bahkan Kyo datang bersama dengan keluaga Natsuhiko yang merupakan besan dari keluarga Aizen.
"Keamanan! Cepat seret para perusuh ini!!" titah Ryuma dengan suara menggelegar.
__ADS_1
"Baik, Tuan!" sahut beberapa staff keamanan berusaha untuk mencekal mereka semua dan berniat untuk membawanya ke luar perusahaan.
Kyo dan Ellios bisa memberontak. Namun tidak untu Kana, nenek Yu dan bibi Kaguya yang hanya wanita lemah jika dibanding dengan para pria keamanan itu.
"Lepaskan aku!" Kana berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman seorang pria keamanan namun tetap saja dia tidak bisa terlepas darinya.
"Lepaskan istriku! Jangan berani menyentuhnya!"
BUAKK ...
Kyo benar-benar tak bisa lagi menahan diri, hingga dia melayangkan tinju kuatnya untuk menyerang pria keamanan yang sedang mencengkeram tangan Kana. Pria keamanan itu seketika terhuyung dan ambruk di atas lantai dengan hidung yang mengeluarkan darah segar.
"Kurang ajar!! Berani sekali dia!! Cepat seret mereka dan keluarkan mereka dari perusahaan ini!!" Akashi kembali memberikan perintah karena sudah merasa sangat marah.
Suasana di perusahaan pusat Aizen Group sudah semakin kacau karena hal ini. Bahkan tak sedikit para pekerja yang sudah mulai berdatangan dan menyaksikan semua kejadian ricuh itu.
"Ada apa ini? Siapa yang membuat keributan di pagi seperti ini?"
Namun tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang wanita paruh baya yang semakin mendekati mereka. Hampir semua mata kini mulai tertuju pada sang pemilik suara.
Para pekerja yang pada awalnya sibuk dangan asumsi masing-masing kini seketika terdiam dan menunduk tidak berani menatap sosok itu. Bahkan Ryuma, Akashi dan Kyo juga sudah mulai mematung saat melihat sosok yang baru datang itu.
Seorang wanita paruh baya dengan pakaian formalnya masih menatap tajam satu persatu dari mereka dan akhirnya berhenti saat menatap nenek Yu.
"Maafkan atas keributan yang terjadi di tempat ini, Nyonya besar Yu." ucapnya penuh penyesalan.
Bersambung ...
__ADS_1