
...'Bala bantuan musuh datang, namun tidak ada yang berubah. Arslan selalu punya rencana.'...
...*****...
"An, berhenti."
Sofia menyuruh An berhenti. Dia kaget saat melihat pasukan Lunar Orchis datang dan lantas meminta An bersembunyi di semak-semak belukar.
Sofia sudah membuat kesalahan sebelumnya dan melibatkan Arslan dan Natur ke dalam bahaya, dia merasa harus melakukan sesuatu untuk membantu teman-temannya.
"An mempunyai kekuatan yang besar, tapi para kesatria sihir Lunar Orchis adalah orang-orang yang sangat kuat. Apalagi wanita yang memiliki keseimbangan berdiri di atas sapu terbangnya itu. Harus bagaimana? Ehm... Harus bagaimana ini?"
Sofia terus berpikir dan menjadi panik. Andai saja sihirnya tidak cacat, dia pasti akan membantu Arslan.
"Uh, ini karena Arslan pelit sekali mengajar. Bagaimana ya? Apa kuminta An melawan mereka? Tapi jika An terluka, Arslan pasti akan.... " Sofia menggigit jarinya. Dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.
"Oh!" Sofia mengeluarkan busurnya dan kemudian menariknya ke atas. Dia pernah melakukan hal yang sama untuk membantu Arslan dan Natur di lembah waktu itu, jadi dia mungkin bisa melakukannya lagi sekarang. Paling tidak ia dapat mencegah para kesatria sihir ini datang ke tempat Arslan.
Wanita yang memegang kuas dan berdiri di atas sapu terbang itu bernama Megan Miller. Dia adalah perempuan berpakaian warna merah dengan bagian bawah gaun yang terbelah. Rambutnya berwarna biru gelap dan sosok itu berasal dari ras manusia.
!!
Para kesatria sihir dari Lunar Orchis tersebut terlihat kaget saat hujaman anak panah datang ke arah mereka. Megan Miller dengan cepat mengayunkan kuasnya dan mengucapkan mantra sihir.
"Lineavor Selivia..!"
Puluhan anak panah itu lenyap menjadi butiran cahaya dalam sekejap. Sofia yang melihatnya nampak tercengang sebab apa yang dilakukannya berhasil dihentikan oleh wanita berpakaian merah tersebut.
"Harus cari cara lain," Sofia berusaha berpikir, "Jika aku melesatkan anak panah sekali lagi... Mereka kemungkinan akan tahu keberadaanku dan An. Ini sangat gawat, tapi jika dibiarkan..."
__ADS_1
"Seseorang sepertinya sedang bermain-main dengan kita," Megan Miller buka suara. Dia pun menoleh ke arah kesatria sihir di sampingnya dan kemudian berkata, "Kau bawa orang dan terus maju. Aku akan tetap di sini untuk melihat tikus mana yang berani bertindak senekat ini,"
Kesatria sihir yang menatap Megan Miller pun mengangguk. Dia memberi isyarat agar para rekannya mengikut di belakang. Mereka baru akan pergi saat melihat sebuah lesatan cahaya datang dan nyaris saja mengenai dada mereka.
Megan Miller tersentak dan kemudian langsung memberi tatapan tajam ke arah di mana asal lesatan itu berada. Pandangannya tertuju pada rimbunan hutan pinus di depan. Serangannya yang sebelumnya ini jelas diarahkan pada mereka, apalagi kekuatan serangan tersebut juga cukup besar.
Semua kesatria sihir yang ada di tempat itu pun tentu saja kaget dengan serangan yang tiba-tiba ini. Mereka segera memegang erat tongkat sihir masing-masing dan fokus menahan serangan yang datang. Namun kekuatan dari serangan yang entah dibuat oleh siapa itu membuat para kesatria sihir terpental cukup jauh.
Sofia dan An yang masih bersembunyi juga terlihat sangat kaget. Serangan yang dialami para kesatria sihir rupanya dibuat oleh Natur. Remaja berusia 14 Tahun itu terlihat menapak di sebuah dahan kecil dari pohon pinus sebelum nampak tersenyum.
Natur meledek, "Kalian ini sangat payah. Kesatria sihir ternyata tidak berguna,"
"Kau..!"
Natur tertawa dan kemudian melempar busurnya untuk dinaiki. Dia pun terbang menjauh dan membuat beberapa kesatria sihir mengejarnya. Megan Miller pun juga ikut pergi.
Remaja berambut pirang itu berkata, "Coba saja kalian kejar aku. Ha ha, tapi tidak kujamin kesatria sihir mempunyai bakat terbang yang baik. Kalian hanya tahu malas-malasan saja,"
"Sialan! Aku tidak akan mengampunimu,"
Natur terus bergerak. Tindakannya ini memang memancing Megan Miller dan para kesatria sihir yang lain untuk mengejarnya. Natur sebenarnya sedang merencanakan sesuatu bersama Arslan dan saat ini rekannya itu mungkin telah selesai mengatur semuanya.
Arslan sendiri tahu bahwa tidak mungkin gedung seperti Lunar Orchis hanya mengirim sembilan orang kesatria untuk melakukan penangkapan pada penyusup sepertinya. Tempat itu pasti akan mengirim bala bantuan yang merepotkan dan karenanya dia telah membuat rencana.
Pertama-tama, Arslan tentu saja perlu untuk mengalahkan para kesatria sihir di tempat ini dan karena bantuan Natur dengan busur panahnya---dia pun berhasil melumpuhkan mereka hingga menjadi tidak sadarkan diri.
Arslan tidak melakukan pembunuh sebab itu adalah tindakan kurang manusiawi. Lagipula orang-orang ini sama sekali tidak bersalah dan mereka hanya melakukan apa yang diperintahkan. Sama sepertinya yang sedang menyuruh Natur untuk memancing para kesatria sihir itu datang kemari.
"Arslan!" seruan Natur bagaikan pertanda bagi Arslan. Dia baru akan buka suara ketika sebuah lintasan cahaya dengan garis lurus terbentuk hingga mampu menciptakan suara yang keras saat menghantam tanah.
__ADS_1
Serangan itu berasal dari Megan Miller yang berhasil menggunakan kuasnya dengan cara yang tidak biasa. Megan Miller pun kembali mengayunkan kuas itu dan lintasan cahaya terbentuk.
Natur dengan cepat mengelak. Serangan itu mengenai tanah dan bahkan beberapa pohon pinus hingga membuatnya meledak sampai terbakar. Dia sejujurnya sangat tegang, apalagi tidak hanya dikejar oleh satu orang.
Arslan yang berada di tanah pun nampak berdiri tanpa nada. Beberapa kesatria sihir yang melihatnya pun menggeram. Mereka mengucapkan mantra pengikat yang berhasil ditepis oleh Arslan menggunakan ayunan belati miliknya.
Tanpa nada, Arslan pun menggunakan mantra sihir yang efeknya tidak hanya bisa membuat para kesatria sihir itu jatuh, tetapi juga mampu melumpuhkan mereka. Mantra sihirnya yang langka ini membuat Megan Miller terbelalak.
!!!
Ada sekitar enam orang kesatria sihir yang jatuh dari sapu terbang mereka. Megan Miller dan kesatria sihir yang lain nampak sangat terkejut. Seorang kesatria sihir kemudian melakukan serangan pada Arslan, namun itu hanya sia-sia belaka.
Serangan Arslan mempunyai jangkauan yang luas dan kekuatannya pun sangat besar. Dia memang pendek, namun pengalamannya sama sekali tidak bisa dibandingkan oleh siapa pun. Dia telah cukup banyak merasakan pahit dan manisnya perjalanan hidup.
Megan Miller dan para kesatria sihir yang bersamanya belum ada yang mencapai usia 50 Tahun, jadi mereka memiliki kekurangan walau mempunyai sihir yang unik sekali pun. Arslan sama sekali tidak gentar menghadapi orang-orang ini walau kalah dari segi jumlah.
!!!
Arslan kembali melakukan serangan, kali ini bersamaan dengan serangan balasan yang dibuat oleh Megan Miller. Natur yang berada di tempat kejadian hanya bisa melotot dan tercengang. Serangan dahsyat itu membuat ledakan besar di udara hingga percikan api.
Namun memanfaatkan kondisi tersebut, Arslan kembali melakukan serangan dan kali ini secara beruntun. Dia membuat Megan Miller dan para kesatria dari Lunar Orchis jatuh dari sapu terbang mereka.
Saat itu Megan Miller bertemu pandang dengan Arslan dan dia pun terbelalak. Keterkejutan jelas menghampirinya, padahal seharusnya mereka tidak mudah kalah secepat ini. Namun yang dia hadapi sekarang memang bukanlah orang sembarangan, melainkan....
"Hobbit..." Megan Miller sampai menahan napas saking terkejutnya. Dia bertemu dengan makhluk dari ras yang seharusnya sudah punah di Dunia Tengah.
Dia bertemu seorang Hobbit!!
******
__ADS_1