THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
45 - Perpisahan dengan Helena


__ADS_3

Setelah pertemuan malam itu dengan Helena Vennamous, Arslan dan An tidak lagi tidur di dalam penjara. Mereka diberikan sebuah kamar yang besar dan dijamu dengan makanan yang lebih baik.


Arslan mempunyai satu hari waktu luang sebelum melanjutkan perjalanan dengan An. Dia dan makhluk dari giant veridis itu saat ini sedang berjalan-jalan di kota.


Mereka sudah terlambat menyaksikan pemilihan kesatria sihir, apalagi melihat pertandingan Natur dan Sofia. Arslan mendengar kabar bahwa tahap kedua dari pemilihan kesatria sihir akan berlangsung 5 hari lagi dan ini jelas dilewatkannya lagi.


Sambil menatap tulisan pada kertas yang tertempel di papan, Arslan pun menghela napas. Dia lantas berujar, "Kurasa kita tidak punya keberuntungan melihat Natur dan Sofia."


"Ayo, An." Arslan memegang tudung pada jubah hitam yang dipakainya. Dia dan An pun kembali ke Lunar Orchis untuk mempersiapkan diri pada keberangkatan mereka esok hari.


*


*


Di depan bangunan Lunar Orchis.


Arslan diberikan sebuah peta oleh Helena Vennamous meskipun ia sudah memilikinya. Ia tidak menolak dan mengambil peta tersebut. Gadis cantik itu juga menyediakan sebuah token perak yang diselimuti sihir, token ini tidak hanya membuat Arslan dan menyeberangi perbatasan, tetapi juga mempunyai fungsi penyimpanan.


"Ada beberapa koin emas, pakaian, makanan, dan juga ramuan herbal di dalam token itu." Helena Vennamous menoleh dan tiga prajurit miliknya mendekat dengan sebuah benda di tangan masing-masing.

__ADS_1


Helena Vennamous berkata, "Aku sendiri yang memilihkan kedua sapu terbang ini. Itu yang terbaik dan bisa terbang lebih cepat dengan hanya sedikit energi sihir. Lalu tongkat sihir ini... Kulihat kau tidak memilikinya, jadi aku juga memberikannya untukmu."


"Mn, terima kasih." Arslan menyimpan dengan baik token pemberian Helena Vennamous dan kemudian mulai mengambil sapu terbang serta tongkat sihir tersebut. Sudah lama dia tidak memegang benda-benda semacam ini dan rasanya sedikit aneh, namun juga familiar.


An menatap sapu terbang yang diberikan padanya, ukurannya lebih besar dari milik Arslan dan dia nampak tersenyum lembut. Dia juga terlihat memain-mainkan tongkat sihir pemberian kesatria pribadi Helena Vennamous, dan sikapnya yang begitu polos ini membuat kesatria sihir serta Helena sendiri tidak yakin dirinya mampu menggunakan sihir.


"Perjalananmu akan sangat panjang dan berbahaya, aku juga sudah menyiapkan beberapa kesatria sihir yang akan menemani kalian." Helena Vennamous kembali buka suara, namun kali ini Arslan menolaknya.


"Apa yang sudah Nona Helena berikan lebih dari cukup," Arslan berkata. "Aku hanya akan pergi berdua saja dengan An,"


"Tapi..."


"Kesatria sihir Nona Helena sangat kuat dan tentu akan begitu membantu, tapi aku harus menolak yang satu ini." Arslan berujar. "Apa yang akan kuhadapi hanya mempunyai satu akhir yaitu kematian. Karena aku tidak punya keluarga, aku sama sekali tidak takut. Tetapi kesatria sihir Nona Helena... Masih memiliki keluarga yang menunggu mereka. Jadi meski seberapa setia-nya para kesatria yang hebat ini, mereka tidak boleh sampai melibatkan diri dari apa yang akan kulakukan."


"Terima kasih. Jika demikian, kami pamit dulu. Ayo, An." Arslan mulai menaiki sapu terbang miliknya dan melihat An yang juga melakukan hal serupa.


"An, apa kau bisa melakukannya?" Arslan bertanya dan menyaksikan bahwa tubuh An mulai terangkat ke udara menjadi jawaban atas pertanyaannya barusan.


Arslan pun menarik napas dan mengalirkan energi sihir pada sapu terbangnya. Tubuhnya mulai terangkat dan ia pun melayang, rasanya cukup canggung saat pertama kali melakukan dengan tangannya sendiri, namun ia cukup bisa mengendalikannya.

__ADS_1


"Arslan..! Jaga dirimu baik-baik,"


Arslan menatap ke bawah saat mendengar suara Helena Vennamous. Dia mengangguk dan kemudian mulai pergi. An mengikut di belakangnya.


Pemandangan Kerajaan Elmora dari atas memang sangat mengagumkan. Dengan token perak yang ada padanya, Arslan bisa keluar dari wilayah ini tanpa melalui pintu gerbang. Sihir yang menyelimuti Kerajaan Elmora tidak akan menahannya karena token tersebut.


Kelebihan lain dari token ini adalah bahwa hanya cukup Arslan yang memilikinya, maka pemuda itu dapat membawa paling banyak 10 orang untuk ikut mendapat izin menyeberangi sihir penghalang wilayah dari udara. An tentu saja juga tidak akan terhambat dalam perjalanannya.


"Kau sepertinya bersenang-senang, An." Arslan melihat bagaimana An begitu senang dengan sapu terbang miliknya.


"Siapa yang mengajarimu?" Arslan buka suara, dia memang adalah orang yang selalu mengajak An bicara lebih dahulu.


"Ibu..."


Arslan tahu siapa yang disebut ibu oleh An. Itu adalah Nyonya Germina Bunt yang merupakan ras dwarf dan juga seseorang yang cukup dekat dengannya.


"Ibumu mengajarkan hal yang baik," Arslan tersenyum dan berkata, "An. Apa kau bisa terbang lebih cepat? Ayo bertaruh!"


"Arslan.." An tersentak saat Arslan terbang sangat cepat dan bahkan sudah berada begitu jauh. Dia pun segera mengejar pemuda itu.

__ADS_1


Keduanya terbang melintasi hutan dan padang rumput, serta wilayah perbukitan. An terus mengejar Arslan dan sepertinya tidak ada yang tahu bahwa sejak mereka meninggalkan wilayah Kerajaan Elmora... Ada sosok hitam yang selalu mengikuti keduanya.


******


__ADS_2