THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
39 - Negosiasi


__ADS_3

...'Sebagai jaminan atas keselamatan nyawaku, gadis cantik itu memberikanku tantangan yang tidak masuk akal.'...


...*****...


Kain yang menutupi mata Arslan kini mulai dilepas. Sekarang dalam cahaya yang cukup terang, sosok berwajah cantik terlihat. Bahkan subjek ini pun benar-benar mempesona dengan tatapan matanya yang dingin.


Arslan tidak bisa memperhatikan sekitarnya sebab rahangnya diraih dan ia dipaksa untuk menatap sosok cantik yang berdiri di depannya saat ini. Helena Vennamous terlihat dalam balutan pakaian biru muda dan memakai sebuah jubah putih dengan tudung di kepala.


"Tuan Muda yang sangat arogan. Kau tidak hanya mencuri, tetapi juga mengacaukan dan membuatku sangat malu. Aku sungguh ingin menghabisimu sekarang,"


Ekspresi Arslan tidak berubah. Dia pun dengan tenang berkata, "Aku memang sudah bertindak kelewatan pada wanita secantik Nona Helena. Tapi kurasa... Nona Helena tidak akan mau menerima permintaan maafku,"


"Kau pikir aku membutuhkan permintaan maaf darimu? Kau hanya bisa menebus semua kesalahanmu dengan mati."


"Baiklah, tapi Nona Helena akan kehilangan sesuatu yang sangat menguntungkan jika sampai membunuhku." Arslan tersenyum dan membuat Helena Vennamous mengerutkan keningnya.


"Kau pikir aku akan tertipu dengan ucapanmu?"


"Ini bukan penipuan," Arslan dengan serius berkata. "Batu Bintang yang kuambil dari Lunar Orchis... Aku akan menempanya menjadi sebuah pedang."


!!

__ADS_1


Helena Vennamous tersentak sebelum akhirnya mendengus. Nadanya meledek saat berkata, "Kau pikir aku bodoh? Sudah banyak penempa senjata terhebat yang kupanggil untuk menempa batu bintang itu. Namun tidak satu pun dari mereka yang menyanggupinya. Dan kau... Justru dengan percaya diri berkata akan menempa pedang itu. Hah, kau-"


"Pedang Penakluk Naga," Arslan menyela dan ucapannya ini memperlihatkan reaksi kaget dari subjek di hadapannya.


Arslan kembali berkata, "Apa Nona Helena tidak pernah penasaran dengan sosok yang sudah membuat Pedang Penakluk Naga yang melegenda itu?"


!!!


Napas Helena naik turun saat sedang menahan amarah. Gadis cantik itu menatap sosok di depannya dan berkata, "Tidak mungkin orang sepertimu mempunyai hubungan dengan Pedang Penakluk Naga. Kau-"


"Kenapa bisa tidak mungkin?" Arslan menyela, "Apakah Nona Helena mengenal penempa pedang itu?"


Helena Vennamous mengambil langkah mundur. Dia memperhatikan subjek di depannya dan dengan dingin berkata, "Lalu bagaimana kau bisa membuktikan bahwa kau mempunyai hubungan dengan Pedang Penakluk Naga?"


Arslan berkata, "Pedang Penakluk Naga dibuat di tempat Trian Shimmer Brown. Ada yang menganggap bahwa dialah yang sudah menempa pedang itu, tetapi Trian Shimmer Brown sama sekali tidak mengakuinya. Itu bukan penyangkalan, tetapi dia memang bukan orang yang menempa pedang itu."


"Lalu apa kau pikir itu adalah dirimu?" Helena Vennamous, "Kau mengatakan omong kosong seperti ini hanya untuk menghindari kematian dan aku tidak akan mempercayainya."


Melihat bahwa Helena Vennamous mengeluarkan sebuah belati membuat Arslan mendengus. Ekspresi wajahnya tenang saat ia berkata, "Kenapa kau begitu terburu-buru. Aku sudah terikat dengan kuat dan tidak bisa melarikan diri. Kau dapat membunuhku sesuka hatimu, tapi aku akan mengatakan bahwa itu akan menjadi kesalahan yang besar."


"Apa kau sungguh tidak ingin melihat isi bungkusan yang kubawa, Nona Helena?" Arslan kembali buka suara. Sikapnya yang begitu tenang dan sama sekali tidak panik dengan keadaannya sekarang membuat Helena Vennamous terganggu.

__ADS_1


"................." Helena Vennamous pun menoleh dan kemudia mulai buka suara, "Bawa masuk benda itu..!"


Arslan melihat ada seorang kesatria sihir yang berasal dari Lunar Orchis. Sosok itu berjalan dengan bungkusan kainnya dan kemudian mulai membuka bungkusan tersebut sesuai perintah dari Helena Vennamous.


"Ini..." Kesatria sihir itu mengeluarkan pakaian dan sejenis roti kering. Dia tersentak saat mulai mengeluarkan sebuah palu berwarna hitam dengan ukiran yang aneh.


Helena Vennamous mengenali benda tersebut. Itu adalah Palu Petir yang mempunyai sejarah bahwa hanya orang tertentu yang dapat mengeluarkan kekuatan asli dari benda tersebut.


Helena Vennamous menatap Arslan dan berkata, "Ini hanya ada di tempat Penempa Trian. Bagaimana senjata ini bisa ada padamu?"


"Trian Shimmer Brown sendiri yang memberikannya padaku," Arslan menjawab. "Sejak awal pusaka itu bukanlah milik dari Trian Shimmer Brown. Apa Nona Helena masih belum percaya?"


Kesatria sihir yang ada di ruangan itu nampak memperhatikan Arslan sebelum saling menatap dengan Helena Vennamous. Dia pun mendapat isyarat dari gadis cantik tersebut dan kemudian mengangguk pelan.


Arslan melihat sosok itu berjalan pergi dan Helena Vennamous nampak menyilangkan tangannya. Tidak butuh waktu lama sampai kesatria sihir itu datang dengan sesuatu di tangannya.


Arslan mengerutkan kening saat sesuatu di lemparkan di tanah. Ada dua benda yang satu di antaranya adalah batu biasa seukuran kepalan tangan dan lainnya merupakan potongan kayu. Dia pun menatap ke arah Helena Vennamous seolah mengetahui maksud wanita cantik ini.


"Nyawa kecilmu Ada di tanganku sekarang," Helena Vennamous buka suara, "Aku bukanlah orang yang kejam. Jadi kuberi kau satu kesempatan, jika kau bisa menempa kedua benda itu menjadi senjata--maka aku akan mempertimbangkan untuk mengampuni nyawamu."


"Gawat. Tantangannya tidak masuk akal," Arslan tersenyum dan kemudian menarik napas. Dia menatap Helena Vennamous dan kemudian mengangguk pelan, "Baiklah. Jika itu yang Nona Helena inginkan, maka itu yang akan Nona dapatkan."

__ADS_1


******


__ADS_2