THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
29 - Raja Gladius


__ADS_3

Sofia menatap pemuda berjubah hitam yang merupakan kepala prajurit tempat ini. Ucapan Raegon Lugner barusan seolah mengungkapkan bahwa para kesatria sihir di bawah pimpinan pria ini justru hendak memasukkan Arslan dan Natur ke dalam penjara.


Sofia lantas menatap Raja Henry Nelius Sulla II dan berkata, "Apa maksud Ayah? Bagaimana bisa Ayah memasukkan teman-temanku ke dalam penjara?!"


!!


Raja Henry Nelius Sulla II tersentak dengan ucapan yang dilontarkan oleh Sofia, begitu pula dengan Arslan dan Natur. Padahal sebelumnya, Arslan sempat mengira bahwa ini adalah ulah Sofia yang hendak membalas perbuatan kasarnya selama ini.


"Sofia, apa maksudmu? Ayah tidak melakukan apa pun." Raja Henry Nelius Sulla II buka suara dan ini membuat Arslan dan Natur terbelalak.


Raja Henry menatap pria berjubah hitam itu dan berkata, "Raegon! Apa maksud dari tindakanmu ini? Bukankah aku memintamu untuk menjamu mereka dengan baik?"


"Maafkan saya, Yang Mulia. Tapi merekalah yang tidak mau diajak bekerjasama." Raegon Lugner menjawab dan membuat Natur segera bereaksi.


Remaja berambut pirang itu berkata, "Apanya yang 'dijamu dengan baik'? Kalian justru mengirim kami ke penjara dan bukan hanya itu... Kalian juga hendak menghabisi nyawa kami..!"


Natur menunjuk pria berjubah hitam itu dan segera berkata pada Raja Henry Nelius Sulla II, "Yang Mulia! Orang ini sangat jahat dan dia bahkan sudah merancang kudeta untuk mengambil tahtamu. Aku mendengarnya sendiri."


"Raegon Lugner...!!" Raja Henry Nelius Sulla II berseru dan bertepatan dengan hal itu sebuah lesatan sihir yang besar mengarah padanya.

__ADS_1


!!!


Tidak ada yang bisa menghindari serangan mematikan itu, bahkan termasuk Raja Henry. Namun yang paling mengejutkan adalah bahwa seseorang sudah berdiri di hadapannya dan menahan serangan yang luar biasa itu.


Sofia, Natur, keluarga kerajaan, termasuk Raegon Lugner dan para kesatria sihir yang ada di ruangan itu terkejut. Sosok yang menghentikan serangan tersebut tidak lain adalah makhluk pendek yang hanya setinggi 1,3 meter ini.


"Dwarf sepertinya hanya sedikit kuat. Bunuh mereka," Raegon Lugner memberi perintah yang mengejutkan keluarga kerajaan.


"Apa-apaan ini sebenarnya?" Raja Henry Nelius Sulla II menggunakan sihir miliknya untuk menahan serangan yang datang. Dia menatap Raegon Lugner dengan sangat dingin.


"Beraninya kau melakukan hal semacam ini tepat di hadapanku, Raegon!" Raja Henry berseru. Kedua anaknya yang mempunyai bakat sihir alami pun juga tidak tinggal diam dan masing-masing dari mereka lantas mengeluarkan sebuah senjata sihir.


"Aku juga tidak mengharapkan Yang Mulia akan tahu hal ini dengan sangat cepat." Raegon Lugner buka suara, "Padahal ini seharusnya terjadi bertepatan dengan pemilihan kesatria sihir. Tempat di mana orang-orang bisa melihat kerajaan kecil ini menemui akhir riwayatnya,"


!!


Raja Henry Nelius Sulla II dan yang lainnya tersentak saat menyaksikan tamu dari Kerajaan Gladius datang. Dia pun meminta agar raja dari kerajaan Galius tersebut pergi dari tempat ini.


Masalahnya, raja kerajaan Gladius sama sekali tidak mengindahkan ucapan Raja Henry Nelius Sulla II. Tidak hanya itu, dia bahkan berdiri di tempat Raegon Lugner seolah mendukung tindakan pria itu.

__ADS_1


"Raja Gavierra Bernand? Apa kau... Juga terlibat dalam hal ini?" Raja Henry Nelius Sulla II menatap sosok berpakaian ungu dan sedang dikelilingi oleh para kesatria sihir terbaiknya.


!!!


Meskipun Raja Nellius Sulla II mempunyai kekuatan sihir yang besar, namun lawannya jelas terlalu banyak dan dia mempunyai kewajiban untuk melindungi kedua istri dan ketiga anaknya. Dia sampai berkata pada anak-anaknya bahwa dia tidak akan kalah dari orang-orang yang berani merebut kekuasaan darinya.


"Yang Mulia, sulit untuk membedakan kesatria sihir mana yang masih mendukungmu." Arslan buka suara, "Tapi kurasa akan lebih sulit jika kita terus menunggu. Bantuan kemungkinan akan terlambat datang atau bisa saja... Mereka justru tidak pernah datang."


Arslan sama sekali tidak menakut-nakuti, tetapi apa yang dia ucapkan sejalan dengan situasi saat ini. Sekarang, bahkan para kesatria sihir yang ada di dalam istana tidak ada yang mendukung apalagi membela Sofia dan keluarganya.


"Kau pergilah dan bawa mereka semua keluar." Raja Henry Nileus Sulla II buka suara. Dirinya memegang bahu Arslan dan kembali berkata, "Tolong lindungi istri dan anak-anakku."


"Yang Mulia, bukan Anda yang seharusnya turun tangan." Arslan berujar, "Yang Mulia masih sangat dibutuhkan oleh Kerajaan Elmora ini. Jadi yang bisa kubilang adalah bahwa Anda masih belum boleh turun tangan bahkan dalam keadaan yang seperti ini."


Arslan melanjutkan, "Natur. An. Kalian bahwa Yang Mulia dan yang lainnya keluar. Aku akan menghentikan mereka,"


!!


"Arslan," Natur terkejut. "Itu tidak mungkin bisa kau lakukan, apalagi sendirian-!!"

__ADS_1


Belum sempat bagi Natur melanjutkan ucapannya, sebuah serangan datang. Arslan kembali melesat dan bahkan berusaha membuat jalan agar An dan Natur bisa membawa Sofia berserta Raja Henry Nielus Sulla II, dan yang lainnya ke tempat yang lebih aman.


******


__ADS_2