
...'Mereka menghabiskan malam bersama. Kemungkinan dapat menjadi dekat,"...
...*****...
Helena terkejut dan langsung menatap subjek di hadapannya. Dia bertemu pandang dengan tatapan mata Arslan dan itu membuatnya tertegun selama beberapa saat.
"Kau..."
"Aku seharusnya bisa datang secara baik-baik dan menjelaskan semuanya padamu," Arslan menurunkan pandangan dan melanjutkan. "Kau dan Lunar Orchis tidak seharusnya mengalami kerugian sebesar ini, tapi aku tidak punya banyak waktu."
"Ti-tidak... Itu tidak benar," Helena berujar, "Jika kau menemuiku dan memberikan penjelasan pun... Mustahil aku akan mempercayainya,"
Helena menurunkan pandangan dan berkata, "Kau... Sudah lama menghilang dan namamu nyaris tidak pernah terdengar lagi. Sementara aku... Adalah orang yang sangat sulit untuk mempercayai orang lain. Jadi..."
"Meskipun begitu aku tidak seharusnya membuat keributan di tempatmu. Aku minta maaf," Arslan menarik napas dan kemudian menatap gadis cantik di hadapannya.
"Nona Helena," Arslan buka suara. "Kau bisa menganggapku tidak tahu malu karena bahkan setelah perbuatanku padamu dan Lunar Orchis... Aku masih ingin meminta bantuan darimu."
"A-apa yang kau inginkan?"
"Aku harus pergi mencari bahan pembuatan pedang, sekaligus mencari lokasi Pedang Penakluk Naga berada. Bantuan yang kuperlukan darimu ada hubungannya dengan perjalananku ke sana."
Helena Vennamous menatap Arslan. Suaranya pelan saat berkata, "Apa... Kau sungguh akan menempa batu Bintang itu?"
__ADS_1
"Mn, lagipula bukankah selama ini tidak ada yang bisa menempa batu itu? Tapi jika Nona Helena tidak mengizinkannya, kau dapat mengambilnya kembali. Aku akan mencari bahan-"
"Tidak, bu-bukan begitu." Helena Vennamous mengusap-usap lengannya dan dengan gugup berkata, "Ka-kau bisa mengambilnya. Aku juga akan menyiapkan kebutuhanmu. Ehm... Kapan kau akan berangkat?"
"Jika memungkinkan, aku akan pergi besok. Waktuku memang tidak banyak karena aku harus mengunjungi beberapa tempat,"
"Besok... Sepertinya terlalu sulit untuk menyiapkan semuanya. Apa.. Kau bisa menunggu satu hari lagi?"
"Tentu, aku akan menunggu."
Helena Vennamous memperhatikan saat Arslan mulai meminum teh miliknya. Sosok ini memang mempunyai postur tubuh yang pendek karena berasal dari ras hobbit, tetapi meski pernah mendengar bahwa ras ini lebih lemah daripada dwarf---subjek di hadapannya jelas memiliki wibawa yang lain.
"Apa.. Aku boleh menanyakan sesuatu?" Helena Vennamous buka suara. Nadanya masih terdengar gugup dan itu dapat disadari oleh Arslan.
"Kenapa... Kau menghilang waktu itu?"
Arslan menatap gadis cantik di hadapannya saat mendengar pertanyaan tersebut. Helena Vennamous jelas sedang membicarakan tentang kejadian 50 Tahun yang lalu dan sepertinya gadis ini sangat menantikan jawaban darinya.
Arslan bernapas pelan. Tanpa nada, ia pun berkata. "Alasannya... Mungkin karena aku merasa sudah tidak memiliki apa pun lagi, bahkan aku kehilangan tempatku untuk pulang."
"Kau... Kehilangan tempat tinggalmu?"
"Ras hobbit sudah tidak ada, jadi tanpa ras... Aku kehilangan rumah dan jati diri. Kurasa begitu," Arslan kembali mengisi gelas miliknya dengan teh. Ekspresi wajahnya tidak berubah, sangat berbeda dengan Helena Vennamous.
__ADS_1
"Aku... Mungkin agak keterlaluan jika harus menanyakan ini. Tapi..."
"Tidak masalah. Aku tidak keberatan,"
Helena Vennamous menarik napas. Dia berujar pelan dan berkata, "Aku pernah mendengar ini dari kakekku. Beliau mengatakan bahwa ras hobbit sebenarnya tidak dimusnahkan oleh naga, tapi... Dihabisi oleh ras elf dan ma-manusia. Apa... Ini benar?"
Arslan bertemu pandangan dengan Helena dan ia pun menjawab, "Entahlah. Aku tidak begitu ingat,"
"A-apa? Tapi..."
"Mungkin ada beberapa kejadian di mana karena terlalu pahit hingga aku melupakannya. Tapi hal yang teringat jelas adalah bahwa karena Pedang Penakluk Naga itulah hingga para ras berselisih. Lalu korban perselisihan itu merupakan ras yang paling lemah di antara semuanya,"
"Bukankah jika demikian... Ini membuktikan bahwa para ras di kala itu... Merekalah yang sudah membunuh keluargamu?"
"Aku tidak memiliki pemikiran seperti itu," Arslan berujar. "Bagiku... Karena akulah hingga mereka menemui riwayat yang menyedihkan. Penyesalanku... Membuatku memutuskan menjauh dari dunia,"
Helena Vennamous memandang Arslan dan merasa agak sedih. Dia menarik napas dan lalu buka suara, "Kau... Setelah sekian lama kau akhirnya keluar. Kenapa begitu? Bukankah... Tidak ada lagi keluarga yang harus kau lindungi? Lantas kenapa... Kau memutuskan untuk terlibat dengan dunia luar lagi?"
"Pedang Penakluk Naga yang sedang para ras perebutkan merupakan noda dari kejadian masa lalu yang tidak sempat kuhapus. Jadi tentu... Aku merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang belum sempat kulakukan."
"Tapi kenapa... Dia terlihat seperti... Orang yang sangat putus asa. Seakan tidak mempunyai semangat apa pun lagi, bahkan untuk hidup?" Helena Vennamous menggigit bibir bawahnya dan menurunkan pandangan.
******
__ADS_1