THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
41 - Ketidakpercayaan


__ADS_3

Helena Vennamous terkejut mendengar ucapan pemuda di hadapannya. Nama 'Arslan Galie' bukanlah nama yang asing bagi mereka yang mempunyai hubungan langsung dengan Lunar Orchis. Helena Vennamous banyak mendengar tentang sejarah pemilik nama ini dari ayah, termasuk mendiang kakeknya.


"Arslan... Galie..." Helena Vennamous menggeleng pelan, "Tidak mungkin. Apa kau sedang menipuku?"


"Apakah bukti yang kuberikan padamu masih belum cukup?" suara Arslan datar dan tatapan matanya yang sama sekali sulit diartikan itu membuat Helena Vennamous merasa tidak nyaman.


"Kau tidak mungkin orang yang sama..." Helena Vennamous memperhatikan Arslan dan dilihat baik-baik pun, subjek ini nampak seperti pemuda berusia 20 Tahunan.


"Sudah lebih dari 50 Tahun sejak tragedi itu..." Helena Vennamous buka suara, "Bagaimana kau bisa... Tidak berubah?"


Arslan tahu bahwa Helena Vennamous bicara tentang penampilannya. 50 Tahun yang lalu, usianya berada di 18 Tahun. Gadis cantik ini jelas belum ada waktu itu, jadi tentu saja dia tidak akan percaya setelah melihat wajahnya yang benar-benar tidak mengendur seperti orang biasa pada umumnya.


"Apa kakekmu tidak pernah menceritakan bahwa usia Ras Hobbit lebih lama dari manusia?" Arslan buka suara. "Kami dapat hidup hingga usia 200 Tahun dan 68 Tahun... Masih belum banyak perubahan yang akan kau lihat secara kasat mata seperti ini."


Arslan memikirkan ucapannya dan tahu satu hal tentang sesuatu yang berubah dari dirinya setelah 50 Tahun berlalu. Dia yang sekarang... Dipenuhi banyak penyesalan atas ras-nya yang sudah menghilang.


"Nona Helena, bagaimana sekarang?" kesatria sihir dari Lunar Orchis yang bersama Helena Vennamous juga pernah mendengar tentang ras hobbit dan nama 'Arslan Galie'. Di masa lalu, dia tidak pernah melihat sosok Arslan Galie secara langsung... Namun subjek ini memang tidak terlihat asing baginya.

__ADS_1


Kesatria sihir itu mencoba mengingat-ingat sambil terus memperhatikan pemuda bertubuh pendek di hadapannya. Dia hanya tidak tahu kapan ia pernah melihat subjek dengan serupa.


"Garis wajah dan penampilannya memang berbeda dari kaum dwarf. Kau juga bukan dari jenis goblin dan bukan berasal dari ras manusia," kesatria sihir itu berkata. "Dia mungkin berkata benar,"


Helena Vennamous menatap kesatria yang ada bersamanya. Situasi ini benar-benar tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Pikirannya berkata bahwa ini tidak dapat dipercaya, namun hatinya berkata bahwa subjek ini tidak boleh sampai dibunuh.


"Kau akan berada di bawah pengawasanku selama aku mencari tahu identitasmu. Jika sampai satu keterangan saja di mana kau ini bukanlah seorang hobbit dan juga bukan bernama 'Arslan Galie', maka aku tidak akan pernah mengampunimu."


"Satu hal," Arslan berkata. "Aku tidak ingin diikat, pindahkan aku ke tempat lain dan sediakan makanan untukku 9 kali sehari. Juga... Teman yang diculik bersamaku, An. Perlakukan ia dengan baik."


Helena Vennamous mengepalkan tangannya sebelum kemudian mendengus. Dia pun berjalan pergi sambil diperhatikan oleh Arslan. Hari itu, tanpa perlawanan... Arslan pun dibawa ke Lunar Orchis dan itu artinya ia kembali masuk ke wilayah Kerajaan Elmora.


*


*


Arslan memperhatikan sekitarnya. Ia memang tidak diikat seperti permintaannya, tetapi tempat ini masih terlihat seperti berada di dalam penjara bawah tanah yang tidak hanya dingin, tetapi juga di pagari besi.

__ADS_1


An terlihat baik-baik saja dan sedang merapikan tumpukan jerami. Ras dari giant veridis itu masih memperlihatkan senyuman. Kemungkinan besar hanya dia sendiri yang menganggap situasi ini seperti gua tempat tinggalnya.


Arslan menarik napas, Helena Vennamous memang memberinya makan---tetapi itu hanya beberapa lima buah kentang bakar dan segelas air. Arslan menggeleng pelan dan beberapa kali memijat-mijat keningnya.


"Arslan... Makan?" An buka suara sebab Arslan tidak terlihat menyentuh kentang yang diberikan oleh penjaga. Ia pun berjalan dan mengambil satu kentang, lalu mengupasnya dengan hati-hati.


"Gadis itu benar-benar cantik. Benar kan, An?" Arslan memperhatikan sosok yang lebih besar dari dirinya ini dan An terlihat mengangguk pelan.


"Cantik... Sofia.."


"Dia bukan Sofia, namanya Helena."


"Helena... Cantik,"


"Tapi dia sangat kasar," Arslan menatap langit-langit yang ada di atasnya dan seperti memikirkan sesuatu. Dia bergumam, "Aku memang bisa mengeluarkan kita dari sini... Tapi aku butuh bantuan gadis itu. Jika apa yang kupikirkan benar, maka tidak lama lagi dia akan datang sambil tertunduk malu."


"Baik-baik saja..." An memberikan kentang yang kulitnya sudah ia kupas untuk Arslan. Ucapan subjek ini mempunyai arti bahwa Arslan tidak perlu mengkhawatirkan apa pun karena semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Aku tahu, terima kasih." Arslan mulai memakan kentang pemberian An. Dia jadi ingat dengan Natur dan Sofia. Kemungkinan besar kedua orang itu sedang mempersiapkan diri untuk ikut dalam pemilihan kesatria sihir.


******


__ADS_2