
Sampai kapan pun Arslan tidak akan pernah mengakui tentang dia yang berasal dari ras Hobbit. Kecurigaan Raja Henry Nelius Sulla II tidak akan membuktikan identitasnya selama subjek ini tidak yakin dengan kecurigaan tersebut.
Raja Henry Nelius Sulla II baru akan meminta pada pelayannya agar disiapkan kamar istirahat untuk Arslan dan teman-temannya, namun pemuda setinggi 1,3 meter itu menolak.
Arslan mengatakan bahwa dia mempunyai sebuah misi dan tidak boleh menunda-nunda lagi. Kedatangannya ke Istana Elmora ini hanya sebagai bentuk memulangkan Sofia. Arslan berkata ia sama sekali tidak berniat untuk tinggal lebih lama di tempat ini.
Raja Henry Nelius Sulla II sendiri masih ingin bicara lebih banyak dengan Arslan, tetapi dia juga tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal. Dia pun hanya berharap agar perjalanan Arslan lancar dan dapat pulang dengan selamat. Sebagai hadiah, Raja Henry Nelius Sulla II memberi Arslan perbekalan.
Sofia mengantar Arslan dan An keluar dari hutan hijau. Ekspresi wajahnya cemberut saat dia berkata, "Apa kalian benar-benar akan pergi?"
"Tentu, apa kau pikir ini candaan?"
"Arslan, kau menyebalkan." pipi Sofia bergelembung saat berkata, "Seharusnya kau dan An tinggal lebih lama di sini. Aku dan Natur akan ikut dalam pemilihan kesatria sihir, bukankah seharusnya kalian juga ikut menyaksikan dan menyemangati kami?"
"Benar, setidaknya datanglah dan lihat pertandinganku." Natur juga buka suara. Dia memperhatikan Arslan yang tetap berjalan dengan ekspresi yang tenang.
__ADS_1
Arslan bernapas pelan dan tanpa nada berkata, "Aku.... Tidak memiliki hubungan dengan tempat itu. Kalian... Berusahalah dan lakukan yang terbaik,"
"Kau dan An tinggal tiga hari saja apa susahnya?" Sofia berkata, "Apa hal ini bahkan tidak bisa kau lakukan?"
"Aku punya pekerjaan yang penting dan itu tidak bisa ditunda,"
"Apa kau tidak akan merindukanku dan Natur?" Sofia kembali buka suara. "Meski hubungan ini belum bertahun-tahun, tapi bukankah kita sudah melalui banyak hal. Apa kau tidak akan merindukannya?"
Arslan menatap gadis elf berambut merah yang berjalan di sampingnya. Dia pun menjawab, "Aku memang cukup banyak terlibat masalah karenamu. Jadi jika kau bertanya tentang apa aku akan merindukannya atau tidak... Aku hanya bisa mengatakan bahwa saat ini aku lega,"
Sofia tersentak. Dia menatap Arslan dan berkata, "Jangan bilang kau merasa lega karena sekarang tidak ada aku yang bersamamu."
"Kau pendek bau menyebalkan!" Sofia mendengus. Dia menyilangkan tangan dan memalingkan wajahnya, seolah tidak ingin menatap Arslan.
Pemuda setinggi 1,3 meter tersebut berkata, "Saat ini kau sudah pulang ke rumahmu dan kulihat... Yang Mulia Raja Henry adalah sosok yang baik dan bijaksana. Kau juga bersama dengan Natur, jadi kupikir tidak akan ada masalah."
__ADS_1
"Tapi meskipun begitu, tetap saja..."
"Dan lagi," Arslan menyela. Ekspresi wajahnya serius saat menatap Sofia. Dia berkata, "Kau adalah seorang Putri sebuah kerajaan. Hidupmu berbeda dengan hidup orang lain. Apalagi sejak awal... Tidak ada hubungan apa pun antara kau denganku, jadi kau jalani hidupmu sendiri dan aku juga akan menjalani hidupku sendiri."
Saat Arslan mengatakan hal semacam itu, tak disangka dirinya dan An kini sudah berada di luar wilayah hutan hijau. Pemandangan yang jauh di hadapan mereka adalah sebuah padang rumput hijau dengan bebatuan.
"Kau akan ke mana setelah ini?" Natur buka suara. Dia sebenarnya tidak ingin Arslan pergi, namun sepertinya sosok di depannya ini merupakan seseorang yang berkomitmen.
Jika Arslan sudah memutuskan sesuatu, maka sangat sulit untuk mengubah pandangannya. Bahkan dibujuk beberapa kali pun agar subjek ini mau tinggal bersama dengannya... Arslan tetap tidak akan tinggal.
Arslan bernapas pelan. "Ada yang ingin aku cari. Kalian... jaga diri baik-baik,"
Natur, "Kau bahkan tidak mau mengatakannya. Apa itu sesuatu yang sangat rahasia?"
"Bisa dibilang begitu. Baiklah, kami pergi dulu. Ayo An,"
__ADS_1
!
******