
Arslan bertarung dengan para kesatria sihir yang tidak hanya merupakan bawahan Raegon Lugner, tetapi juga pengawal dari Raja Gavierra Bernand dari Gladius. Dia pun memperhatikan dengan saksama para kesatria sihir yang dari kalangan elf mempunyai tanda aneh di leher bagian kanannya.
"Sihir boneka?" Arslan mengerutkan kening. Tanda seperti tiga titik daun berwarna hitam yang ada di leher para kesatria sihir Kerajaan Elmora membuatnya ingat dengan salah satu jenis sihir. Sebuah sihir boneka yang dapat mengendalikan kesatria yang levelnya lebih lemah dari orang yang menggunakan sihir tersebut.
Raegon Lugner jelas sekali menggunakan sihir ini untuk mengendalikan kesatria dari ras elf yang berada di bawah level kekuatannya. Dan karena ia merupakan sosok yang bekerja sama dengan Raja Gavierra Bernand dari Gladius, maka sihir boneka ini pun juga mencakup para kesatria sihir di tingkatan yang lebih tinggi.
"Aku tidak percaya," Raja Gavierra Bernand dari Gladius terbelalak saat menyaksikan Arslan sama sekali tidak terluka dengan serangan yang dilesatkan para kesatria sihirnya.
"Kenapa tidak ada satu pun dari serangan kalian yang bisa mengenainya?!" Raja Gavierra Bernand dari Gladius meradang. Dia bahkan menunjuk Arslan dan berkata, "Makhluk itu hanya dwarf lemah yang bahkan tidak sebanding dengan kalian. Jadi kalahkan dia segera..!"
"CRESION LUX..!"
"Lubrianza!" Arslan berseru di detik yang sama dengan para kesatria sihir Raja Gavierra Bernand juga menyerukan mantra sihir mereka.
!!
Jika mantra sihir diucapkan bersamaan, maka mantra paling singkat-lah yang serangannya akan lebih dulu keluar dan karena itulah Arslan menang dengan perbedaan yang benar-benar sepersekian detik.
__ADS_1
Dia membuat lantai yang dipijak para kesatria sihir menjadi licin dan mereka semua terjatuh, bahkan tidak terkecuali Raja Gavierra Bernand dan Raegon Lugner. Arslan pun memakai mantra pengikat dan hendak mengikat orang-orang jahat ini ketika Raegon Lugner menggunakan sihirnya.
!!
Itu adalah sihir yang tidak terucap, namun mempunyai serangan yang besar. Arslan bahkan sampai terpental sangat jauh dan nyaris menghantam dinding andai dia tidak menggunakan belati yang ditancapkan di lantai sebagai penahan tubuh.
Arslan menatap tajam ke arah Raegon Lugner dan melihat pria itu mulai berdiri. Dia jujur saja terkejut dengan adanya mantra sihir yang tidak terucap. Ini berarti Raegon Lugner sudah sangat melampaui orang lain.
Arslan memegang kuat belati miliknya. Subjek di hadapannya ini akan menjadi lawan yang paling menyulitkan dan bahkan situasi pun tidak membiarkannya berkonsentrasi hanya dengan satu orang. Dia perlu memperhatikan semua yang ada di sekelilingnya.
*
*
"Kalian akan baik-baik saja di sini. An, kau jaga mereka. Aku akan membantu Arslan," Natur baru akan melesat pergi saat mendengar suara dan langsung berbalik.
!!
__ADS_1
Semua orang syok, termasuk Natur. Mereka menyaksikan ada beberapa kesatria sihir istana yang berasal dari ras elf sedang mendekat dengan tongkat sihir yang dihunuskan di depan mereka.
"Lancang sekali kalian melakukan ini..!" Sofia berseru. Energi sihir menyelimuti tangannya dan memadat, sebelum membentuk sebuah busur.
Kedua saudara Sofia yang masih sangat kecil itu juga tidak tinggal diam. Mereka juga terlihat menghunuskan tongkat sihir masing-masing dan seolah bersiap jika harus bertarung.
"Para ras elf harusnya saling membantu," Sofia buka suara, "Tetapi apa yang terlihat ini adalah mereka berada di pihak musuh dan benar-benar telah berpaling dari kesetiaannya pada Yang Mulia Raja."
Sofia sama sekali tidak mengerti bagaimana dia dan keluarganya bisa sampai tidak mendapat dukungan dari siapa pun di istana ini. Padahal dirinya sangat yakin bahwa ayahnya, yaitu Raja Henry Nelius Sulla II adalah raja yang dihormati dan dicintai.
Sofia merasa heran. Dia baru akan buka suara kembali saat para kesatria sihir itu tiba-tiba saja merapalkan mantra. Hanya saja tepat sebelum serangan sihir datang... sebuah lintasan cahaya lebih dulu hadir dan menghantam tanah di depan para kesatria sihir itu hingga meledak. Mereka bahkan terlempar dan menghantam tanah.
Sofia sama sekali tidak tahu siapa yang melakukan hal tersebut, namun dia merasakan ada sesuatu yang terbang di atasnya dan dirinya pun menengadah.
Sofia menyaksikan ada banyak kesatria sihir yang menaiki sebuah sapu terbang. Dia mengenali jubah putih berlambang matahari yang tidak lain adalah kesatria sihir dari kelompok Matahari Emas. Kedua adiknya juga melihat kelompok kesatria sihir itu dan tersenyum senang. Mereka jelas telah kedatangan bantuan yang tidak pernah disangka-sangka.
!!!
__ADS_1
******