THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
31 - Kesatria Matahari Emas


__ADS_3

Kesatria Sihir dari Kelompok Matahari Emas tidak lain adalah Pangeran Edgar Lorillis Sulla dan enam orang rekan-rekannya. Dia adalah pangeran tertua Kerajaan Elmora yang memiliki rambut putih dengan mata biru cerah seperti Raja Henry.


Pangeran Edgar Lorillis Sulla terlihat berdiri di atas sapu terbangnya. Dia hanya menatap ke bawah di mana keluarganya berada dan tanpa mengatakan apa pun---dirinya pun melesat masuk ke dalam istana.


Rekan-rekan Pangeran Edgar menyebar dan melawan setiap kesatria sihir kerajaan. Bahkan salah satu teman Pangeran Edgar melesatkan serangan sihir ke langit yang memberikan tanda permintaan bantuan.


"Yang Mulia, mari saya antar ke tempat yang lebih aman." salah satu kesatria sihir yang merupakan rekan Pangeran Edgar terlihat menghampiri Raja Henry Nelius Sulla II. Dia berkata, "Kami akan selalu melindungi Anda. Yang Mulia,"


"Aku baik-baik saja, sama sekali tidak butuh perlindungan." Raja Nelius Sulla II berujar, "Dibandingkan denganku.. Ada seseorang di dalam sana yang membutuhkan bantuan kalian."


"Kami mengerti, tapi Yang Mulia jangan cemas. Pangeran Edgar sudah masuk ke dalam dan dia akan menolong orang yang anda maksudkan,"


Natur menyaksikan kesatria sihir ini dengan saksama dan tahu bahwa sosok di depannya dapat diandalkan. Dia pun menjadi tanpa ragu untuk masuk ke dalam ruangan, bahkan tidak disadari oleh orang-orang di tempat ini.


Para kesatria sihir kerajaan yang sebelumnya hendak menyakiti Natur dan Raja Henry Nelius Sulla II tidak akan tinggal diam. Mereka melawan, namun usaha itu sia-sia sebab kekuatan sihir kelompok Matahari Emas jauh lebih besar.


*


*

__ADS_1


Arslan sendiri belum tahu tentang bala bantuan yang datang ke istana, tapi jika melihat kondisi ruangan tempatnya berada sekarang.... Dia sungguh berada dalam situasi yang berbahaya.


Raegon Lugner menyerangnya dengan sangat kuat. Pertukaran sihir antara Raegon Lugner dan Arslan membuat kondisi di aula utama itu semakin kacau. Bahkan sebuah pilar terkena serangan nyasar dari energi sihir yang mereka lepaskan.


Kekuatan Raegon Lugner dan Arslan sama-sama besar. Hal yang paling tidak terduga adalah bahwa hanya Raegon Lugner yang dapat sebanding serta mampu memberi serangan balasan pada Arslan. Tidak dengan kesatria sihir yang menjadi pengawal Raja Gavierra Bernand.


"Siapa kau sebenarnya?" Raegon Lugner buka suara. Dia akhirnya mulai penasaran dengan sosok yang menjadi lawannya. Subjek ini tidak mungkin berasal dari ras dwarf dengan kekuatan sihir yang luar biasa.


"Hmph, aku tidak yakin kau pantas untuk mengetahui identitasku."


"Angkuh sekali." Raegon Lugner bersuara dingin. Dia pun melesatkan sihir secara bertubi-tubi dan Arslan berhasil menghindarinya.


Arslan tahu benar batasan dari kemampuan sihirnya. Dia memang hampir mencapai batas sebab harus menghadapi cukup banyak orang sendirian dan sepertinya para musuhnya ini mulai mengatur rencana yang baru.


!!


Di saat para lawan mulai membuat jarak dan hendak menggunakan sihir tertentu---seketika itu juga sesuatu melesat ke dalam dan sebuah serangan menghantam beberapa kesatria sihir. Arslan sampai terkejut dan nyaris ikut terkena serangan tersebut.


Seseorang melompat turun dari sapu terbang miliknya dan langsung menggunakan mantra sihir tidak terucap kepada Raegon Lugner. Dia berhasil membuat pria berjubah hitam itu terlempar hingga menghantam dinding dengan keras.

__ADS_1


Arslan berkedip. Sosok yang sekarang ini tengah berdiri di hadapannya memakai jubah berwarna putih dengan corak matahari berwarna kuning. Subjek di hadapannya pun nampak seperti pemuda tampan dan luar biasa dari ras elf.


"Pertama, terima kasih karena sudah melindungi Raja dan anggota keluarga kerajaan."


!!


Suara jantan dan penuh pesona itu membuat Arslan tertegun beberapa saat. Pemuda yang tinggi tubuhnya hanya 1,3 meter tersebut itu pun menjawab tanpa nada. "Aku hanya kebetulan menolong karena dibuat terlibat dalam situasi ini,"


"Apa kau bisa membantuku?" pemuda itu bertanya tanpa menoleh. Dia berkata, "Aku ingin kau mengatasi para kesatria sihir dari Kerajaan Gladius. Sisanya serahkan padaku,"


"Mn, baiklah. Tapi kurasa kau butuh informasi ini," Arslan tetap waspada pada sekitarnya dan lantas berkata, "Kesatria kerajaan ini dalam pengaruh sihir boneka. Kau perlu lepaskan dulu mantra sihir yang mengikat mereka,"


"Itu hanya akan bisa dilakukan oleh penggunanya," pemuda berjubah putih itu pun melesat dan kemudian menargetkan Raegon Lugner. Pertarungan yang sengit terjadi tanpa membutuhkan waktu lama.


Di sisi lain, Arslan juga mulai bertarung. Raja Gavierra Bernand entah berada di mana sekarang ini, padahal sebelumnya subjek itu masih ada dalam ruangan dan berusaha memerintahkan para kesatria sihir agar dapat menghabisinya.


Meskipun Arslan tidak mengenal pemuda elf ini, namun dari penampilan dan warna mata---dia bisa melihat ada persamaan antara subjek menawan itu dengan Raja Henry Nelius Sulla II. Dia yakin sosok ini adalah Pangeran Edgar Lorillis Sulla yang namanya seringkali didengungkan.


*****

__ADS_1


__ADS_2