The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB IV Keinginan


__ADS_3

Setelah situasi tenang, Yuno lalu mengajak Shiina, Aegis dan Wulan ke rumahnya. Dahlia juga mengikuti dari belakang, dia menjaga jarak dengan Yuno. Meskipun dia merasa sakit setelah mendengar pengakuan Yuno yang juga mewakili perasaan Yudha. Namun Dahlia tidak ingin hubungannya dengan Yuno renggang akibat penolakan cinta tersebut.


"Hey, Kak! Bukankah Kak Rin terlalu dekat dengan pria itu?" bisik Wulan pada Aegis.


"Wulan, bukankah aku sudah bilang untuk jangan memanggilnya dengan nama itu? Panggil dia dengan Shiina," sahut Aegis.


"Tapi aku rasa kamu benar," ujar Aegis yang melihat Shiina merangkul tangan Yuno.


Yuno sendiri sedikit terkejut dengan sifat Shiina yang begitu manja padanya. Tapi ada satu hal yang membuatnya sedikit khawatir. Yaitu sebuah notifikasi yang menunjukkan kalau Dahlia ingin memutuskan ikatan Partner mereka. Yuno melirik Dahlia yang dibalas dengan sebuah senyuman penuh kesedihan.


"Hey, Yuno. Kenapa kamu masih memperhatikan gadis lain?" tanya Shiina yang sadar dengan apa yang Yuno lakukan.


"Maaf, Shiina. Tapi aku tidak bisa mengabaikan Dahlia begitu saja, terlepas dari apa yang kamu inginkan," jawab Yuno.


"Baiklah, aku mengerti," balas Shiina.


Tidak perlu waktu yang lama, mereka telah sampai di rumah Yuno. Mereka lalu masuk ke dalam rumah untuk membicarakan beberapa hal. Salah satunya adalah identitas mereka di dunia nyata.


"Kalau begitu, dari aku lebih dulu," kata Aegis.


"Namaku adalah Reynaldi Ardiansyah, kakak dari Shiina dan juga Wulan," lanjut Aegis memperkenalkan diri.


"Icha Wulandari," ketus Wulan.


"Diana Amelia, rekan kerja Yuno," sahut Dahlia.


Mendengar nama yang tidak asing, Shiina mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah mendengarnya. Tapi dia mengabaikan hal itu sementara dan melanjutkan perkenalan diri.


"Rini Sulistiani," ucap Shiina.


Yuno dan Diana memasang raut wajah terkejut ketika mendengarnya. Mereka berdua tidak menyangka kalau Shiina adalah Rini yang merupakan junior mereka di Restoran Keluarga yang menjadi tempat bekerja mereka berdua. Yuno sendiri tidak menduga kalau Shiina telah berada di dekatnya selama dua tahun terakhir.


"Kenapa kalian berdua memasang ekspresi itu?" tanya Shiina.


"Bagaimana cara menjelaskannya yah? Aku yakin kamu sudah mengenalku di dunia nyata secara tidak sadar," jawab Yuno.


"Ya, setelah mendengar nama asli Dahlia. Aku bisa menebak apa yang kamu maksud," balas Shiina.


Yuno menggaruk pipinya yang tidak gatal, sebelum bangun dan memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Yudha Pramono. Aegis lalu menanyakan apa yang akan dia lakukan terhadap adiknya. Namun jawaban Yuno membuatnya kesal dan sekaligus paham dengan yang Yuno rasakan.


"Jadi apa yang akan kau lakukan? Berpacaran dengan adikku?" tanya Aegis dengan serius.

__ADS_1


"Tidak, aku belum berniat melakukannya untuk sekarang," jawab Yuno menggelengkan kepalanya dan membuat Shiina terkejut mendengarnya.


"Selain itu, masih ada hal lain yang harus aku lakukan," lanjutnya menatap Dahlia.


Aegis menghela nafasnya dan berkata, "Aku mengerti. Pastikan kau tidak menggantung adikku terlalu lama."


"Ayo pergi dari sini, Shiina! Wulan!" ajak Aegis.


"Eh? Tapi aku--"


"Kau mengerti, kan?" potong Aegis.


Shiina yang tadi ingin menolak ajakan kakaknya itu, segera terdiam dan melirik kearah Dahlia yang tengah termenung. Shiina paham apa yang dimaksud kakaknya, dia lalu pamit meninggalkan Yuno dan Dahlia disana. Suasana menjadi hening tanpa suara, hingga Yuno memutuskan untuk bicara.


"Hey, Dahlia. Kau tahu, aku.."


"Tidak perlu berkata lebih dari itu, Yuno. Aku mengerti apa yang ingin kamu jelaskan," ujar Dahlia.


"Begitu yah? Maaf karena telah mengecewakan dirimu," jelas Yuno.


Dahlia tidak mengatakan apapun lagi setelahnya. Yuno meminta Dahlia untuk tetap tinggal di rumahnya. Tapi Dahlia menolaknya dengan bilang kalau dia akan pindah kembali ke penginapan. Dahlia juga meminta pada Yuno untuk menerima ajakan Break Partner. Dengan begitu, Yuno tidak akan terganggu dengan kehadiran Dahlia.


"Apa setelah ini kamu tidak akan menggodaku lagi?" tanya Yuno.


"Tapi bukan berarti kita tidak akan bertemu ataupun bermain game bersama lagi. Lagipula aku tidak ingin mementingkan egoku untuk menahan kamu dari kebahagiaan yang ada di depanmu," lanjut Dahlia.


Mendengar hal itu, entah kenapa Yuno merasa lega. Dia lalu menerima permintaan Break Partner dari Dahlia. Membuat Yuno dan Dahlia kini tidak bisa lagi berbagi lokasi dan Inventory. Tanpa mereka sadari, Shiina mendengar hal itu. Membuatnya merasa iba kepada Dahlia, sebelum ketahuan oleh Dahlia yang keluar dari rumah.


"Kamu mendengarnya?" tanya Dahlia.


Shiina mengangguk pelan dan berkata, "Maaf karena membuatmu harus seperti ini. Hanya demi keinginan egoisku sendiri, aku.."


"Aku tidak masalah. Jadi bisakah aku menitipkan dia padamu?" sahut Dahlia.


Shiina mengangguk dan Dahlia pun tersenyum sebelum pergi ke penginapan untuk melakukan logout. Sementara itu Shiina juga pergi menemui Aegis dan Wulan yang telah menunggunya di Penginapan. Membiarkan Yuno termenung sendirian dan menikmati waktunya.


***


"Ingin menantang diriku lagi, Manusia?" tanya Raja Serigala saat melihat seseorang datang.


"Yo! Lama tidak bertemu yah, Raja Serigala! Bagaimana kabarmu?" sapa pria tersebut yang ternyata adalah Yuno.

__ADS_1


"Rupanya itu kau, Pendekar Tombak Naga Bulan, Yuno!" sahut Raja Serigala.


Yuno berjalan santai ke tempat Raja Serigala tengah beristirahat. Dia mengeluarkan sebuah makanan berukuran besar yang hampir dipenuhi dengan daging kepada Raja Serigala.


"Apa maksudmu memberikan ini padaku?" tanya Raja Serigala.


"Tidak ada. Aku hanya ingin memberikannya saja padamu," jawab Yuno.


"Benar juga, jika kau ragu untuk memakannya. Maka biarkan aku menggunakanmu sebagai bantal!" lanjut Yuno yang telah berdiri di sebelah Raja Serigala.


"Hmph! Aku adalah seorang Raja! Mana mungkin aku akan memakan masakan buatan manusia!" balas Raja Serigala yang menggoyangkan ekornya.


"Haha, tapi kelihatannya ekormu berkata lain," ujar Yuno yang menjadikan Raja Serigala sebagai bantal tidurnya.


"Apa kau sedang mengalami masalah?" tanya Raja Serigala yang mencoba masakan buatan Yuno.


"Begitulah," jawab Yuno singkat.


"Jika kau butuh bantuan dalam hal kekuatan, maka aku bisa meminjamkan anak-anakku padamu," balas Raja Serigala.


"Haha, sudah jelas aku tidak memerlukannya bukan?" sahut Yuno.


"Apa ini ada hubungannya dengan wanita?" tanya Raja Serigala tapi tidak dibalas sama sekali oleh Yuno.


"Hmph! Kau layak mendapatkannya saat bermain-main dengan mereka!" umpat Raja Serigala yang memakan daging dengan sekali makan.


Yuno tidak membalasnya dan hanya menatap langit hutan yang memperlihatkan cahaya bulan ditemani dengan bintang-bintang. Beberapa ekor anak serigala datang setelah mencium bau yang sangat enak. Raja Serigala lalu mendorong piring yang berisi daging ke mereka.


"Kau cukup baik terhadap yang lemah yah?" ujar Yuno.


"Memangnya apa yang salah dari seorang ibu yang memberikan makanan pada anak-anaknya?" sahut Raja Serigala.


"Tunggu, kau betina?" ucap Yuno terkejut.


"Kau baru sadar sekarang?" sahut Raja Serigala.


"Bagaimana caraku bisa tahu kau betina, jika kau menyebut dirimu sebagai Raja Serigala?!" balas Yuno.


Tidak ada balasan dari Raja Serigala, Yuno juga perlahan-lahan tertidur lelap. Melihat itu, Raja Serigala mengubah wujudnya menjadi seorang wanita serigala dan membiarkan Yuno tertidur di pangkuannya.


"Kau benar-benar pria yang aneh, Yuno," gumam Raja Serigala mengusap rambut Yuno dengan lembut.

__ADS_1



__ADS_2