The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB VI Tantangan Dunia Bawah


__ADS_3

"Yup, seperti biasa. Ini sama sekali tidak seperti tidur, haha," ujar Yuno yang langsung terbangun setelah memejamkan matanya.


Yuno ingin segera bergegas ke Tantangan Dunia Bawah. Tetapi sebelum itu, dia mengambil Fire Magic, Wind Magic dan Lighting Magic yang telah terbuka di Skill Shop dengan biaya masing-masing 50 EXP untuk Fire dan Wind Magic berada di kondisi sebelum Evolusi. Serta 100 EXP untuk Lighting Magic pada kondisi sebelum Evolusi.


Pada Update Mingguan kedua RYLO, tepatnya setelah Event Goblin King selesai. RYLO menambahkan fitur baru untuk Skill, yaitu pembelian Skill lama dalam kondisi sebelum Evolusi. Basic Skill membutuhkan 50 EXP, Advance Skill 100 EXP dan jika ditambahkan dengan Master Skill maka diperlukan 250 EXP.


Fitur ini benar-benar sangat membantu para Player. Memudahkan mereka bisa menggunakan Arts sebelum Evolusi Skill dilakukan. Meskipun mengeluarkan banyak EXP agar bisa menggunakan fitur ini, tapi itu tidak masalah bagi Yuno sekarang.


"Kugh.. aku tidak bisa mengevolusikan Fire Magic dan Wind Magic yah?" gumam Yuno yang menyadari kalau dirinya kekurangan EXP untuk melakukan Evolusi Skill.


"Yah, aku bisa melakukannya nanti. Jadi ayo pergi ke Tantangan Dunia Bawah sekali lagi!" lanjutnya bergegas ke Tantangan Dunia Bawah.


***


"Hmm? Disini jauh lebih ramai dari sebelumnya?" pikir Yuno saat melihat begitu banyak orang di Tantangan Dunia Bawah.


"Sudah aku bilang! Kau harusnya menghindari hantaman palu itu!" ungkap gadis berambut merah panjang yang mengenakan zirah berat dan membawa palu besar.


"Tapi Stella, kau bilang bisa menahan serangan palu itu kan?" balas gadis pengguna pedang.


"Aku memang mengatakannya, tapi itu hanya serangan pertamanya saja! Selain itu, aku telah memperingatkan dirimu untuk mundur sebelumnya kan, Roze!" sahut Stella.



"Benarkah? Tapi kenapa aku tidak mendengarnya sama sekali?" bingung Roze.



"Hey, Roze. Mungkinkah kamu lupa mengaktifkan Party Voice lagi?" tanya gadis berambut biru ponytail.


Mendengar pertanyaan itu, membuat Roze seketika berteriak. Membuat kelima gadis lain yang bersama dengan menghela nafas dan memijat kepala mereka.


"Maaf, aku melupakannya lagi," ucap Roze.


"Ya ampun, ini sudah berapa kali terjadi? Aku harap ini akan jadi yang terakhir kalinya," sahut gadis berambut perak.


"Ya, sudah-sudah. Lagipula ini hanya kesalahan komunikasi saja. Jadi bisakah kalian memaafkannya?" pinta gadis yang berpakaian sepert Sister.

__ADS_1


"Kamu terlalu lembut, Cynthia," sahut Stella.


"Haha, mungkin itu benar?" balas Cynthia.



"Ya, lagipula kita bisa mencobanya lagi nanti, kan Sylvie?" ujar gadis berambut biru ponytail.



"Kamu benar, Aoi. Jadi apa rencana kita selanjutnya?" tanya Sylvie.



"Bagaimana kalau kita berburu Rusa Tanduk Emas? Aku dengar tanduk mereka sangat dicari oleh Blacksmith dan Alchemist," saran gadis berambut hijau yang membawa busur.



"Ide yang bagus, Sarina. Aku juga ingin sekali memakan dagingnya. Nanti tolong masakkan yah, Roze!" sahut Aoi.


"Urusan memasak, serahkan saja padaku!" balas Roze bangga.


"Maaf mengganggu waktu kalian. Apa aku bisa meminta sebagian dagingnya nanti? Tentu aku tidak memintanya secara gratis," ujar Yuno yang menunjukkan sebuah item kepada para gadis.


"Itu kan?! Bagaimana caramu bisa mendapatkannya?" tanya Stella terkejut.


"Hanya kebetulan saja! Lagipula aku tidak terlalu membutuhkannya. Jadi aku pikir akan bagus jika menukarnya dengan daging Rusa Tanduk Emas itu," jelas Yuno.


"Kau bukan Scammer kan? Maaf saja, tapi kami tidak mudah untuk ditipu," ungkap Aoi waspada.


"Jangan khawatir! Kalau perlu aku bisa menyerahkan barang ini lebih dulu. Setelah selesai, malam nanti kita bisa bertemu di Penginapan Pasir Emas. Bagaimana, tertarik?" jelas Yuno.


"Bisa beri kami waktu sebentar?" pinta Stella yang lalu mengaktifkan Party Voice dan mulai berdiskusi dengan teman-temannya.


Yuno tidak mempermasalahkannya dan mempersilahkan para gadis tersebut untuk berdiskusi. Bahkan Yuno memuji sikap waspada Aoi yang tinggi. Membuat Yuno tenang sekaligus yakin kalau mereka tidak akan mudah terkena Scam dari Player menyebalkan.


"Baiklah! Kami akan menerimanya. Berapa banyak daging yang kau butuhkan?" tanya Stella setelah selesai berdiskusi.

__ADS_1


"Tidak perlu terlalu banyak, mungkin sekitar 50 dari mereka?" jawab Yuno.


"Itu diluar dugaan. Bahkan kami jauh lebih diuntungkan dalam pertukaran ini. Apa kau yakin dengan keputusan itu?" tanya Stella memastikan.


"Yakin sekali!" jelas Yuno tersenyum.


Melihat senyuman keyakinan dari Yuno, membuat Stella sedikit menaruh kepercayaan pada Yuno. Begitu juga dengan gadis-gadis lainnya yang mulai menaruh rasa percaya padanya.


"Aku mengerti. Tetapi jika seperti itu akan membuat kami merasa tidak enak. Bagaimana kalau 100 dari mereka? Meski aku pikir itu masih belum cukup sih?" tawar Stella.


"Tawaran diterima!" balas Yuno membuka menu trade dan memasukkan Red Core yang dia dapatkan dari Giant Skeleton.


Benar, apa yang menjadi alat pertukaran untuk daging Rusa Tanduk Emas adalah Red Core yang sangat dicari oleh Blacksmith. Bahkan jika Yuno menjualnya di Market, harganya bisa menembus 800 Emas.


Alasan Yuno melakukannya tidak lain dan bukan adalah karena ingin mencoba memasak daging Rusa Tanduk Emas tersebut. Jika Yuno menjual masakan yang terbuat dari bahan tersebut, ada kemungkinan dia bisa mendapatkan untung ribuan emas. Itulah penyebab Yuno berani untuk melepaskan Red Core.


"Baiklah, aku sudah menerima barangnya. Kami akan pergi sekarang, akan aku kabari jika sudah selesai," ujar Stella mengirim permintaan teman pada Yuno.


"Aku mengerti! Karena aku juga ada hal lain yang harus dilakukan, aku pergi dulu! Sampai jumpa di Penginapan Pasir Emas!" pamit Yuno meninggalkan Party Stella setelah menerima permintaan pertemanan dari Stella.


Yuno bergegas masuk ke dalam Tantangan Dunia Bawah setelah membayar 5 Emas sebagai biaya masuknya. Sementara Stella dan Party-nya pergi keluar untuk mengambil Request yang ada di Balai Ibukota.


"Baiklah, mari kita lakukan!" ujar Yuno yang langsung menerobos rombongan Slime.


Yuno menyerang Slime yang menghalangi jalannya menuju ke ruangan Bos berada. Itupun jika perkiraan tentang tata letak ruangannya masih sama seperti sebelumnya.


"Cih! Sudah aku duga ini akan terjadi," umpat Yuno kesal.


"Kalian benar-benar mengganggu!" ungkap Yuno saat menyadari gerombolan Slime dalam jumlah banyak menghalangi jalannya.


Yuno mulai melantunkan mantra pendek dan melepaskan sebuah Sambaran Petir yang membunuh gerombolan Slime dalam jarak 3 meter didepannya.


"Lighting Strike!"


BZZT!


Yuno segera berlari keluar melewati jalan yang terbuka setelah mengaktifkan auto pick. Dia memutuskan untuk mengabaikan Slime Agresif yang mengejarnya dibelakang. Lalu setelah beberapa lama berlari mencari jalan, Yuno menemukan sebuah pintu besar yang akan mengarahkannya ke Ruangan Bos Lantai Pertama.

__ADS_1


"Baiklah, mari lakukan dengan serius!" ujar Yuno membuka pintu besar itu dan berjalan memasukinya.


Tidak lama setelah itu, pintu besar tersebut perlahan-lahan tertutup. Membuat Yuno tidak bisa kembali ke ruangan sebelumnya, kecuali berhasil mengalahkan Giant Slime, Bos Lantai Pertama.


__ADS_2