The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB IV Keinginan


__ADS_3

"Sungguh? Apa hanya segini saja kemampuan Goblin? Mengecewakan," ketus seorang pria menggenggam sebuah kepala Goblin yang tak lama menjatuhkannya.


"Ini bahkan masih lebih lemah dari Game Goblin yang aku mainkan dulu," lanjut pria itu sebelum menginjak kepala Goblin tadi dan menghancurkannya.


Pria tersebut mengenakan tudungnya kembali dan melanjutkan perjalanannya menuju sebuah perkampungan dimana Goblin King berada. Meninggalkan ribuan jasad Goblin yang hancur berantakan disana.


***


"Aneh?" bingung Yuno yang saat ini sedang memasak.


"Apa yang aneh?" tanya Mike yang muncul disebelahnya.


"Tidak kah kau sadar? Seharusnya sudah lewat waktu dimana mereka datang dan menyerang kita untuk gelombang berikutnya. Tapi tidak ada kabar sama sekali dari tim pengintai," jelas Yuno.


"Jika dipikir lagi, itu benar," sahut Aegis yang tengah duduk dan memakan sarapannya.


Benar, setelah gelombang kedua berakhir. Semua orang menantikan gelombang berikutnya yang mungkin akan datang. Tapi setelah menanti hingga pagi, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari dalam hutan. Seolah-olah telah terjadi sesuatu disana tanpa sepengetahuan mereka.


"Yuno! Kau mendengarku?" panggil seseorang yang menghubungi melalu Private Voice.


"Suara ini, Dahlia? Ada apa?" tanya Yuno bingung.


"Begini, aku berada dalam tim pengintai yang masuk ke dalam hutan. Lalu untuk memastikan lebih baik lagi, aku berpisah dengan mereka dan memeriksa lebih dalam dan kau tahu apa yang aku temukan?" jelas Dahlia.


Yuno yang mendengar penjelasan dari Dahlia, membuka matanya lebar-lebar. Kemudian setelah pembicaraan mereka berakhir. Yuno menghentikan aksi memasaknya dan mengeluarkan tombak di Inventory miliknya.


"SEGERA TARIK TIM PENGINTAI KALIAN UNTUK MUNDUR!!" teriak Yuno yang mengejutkan semua orang.


"Yuno! Aku baru saja menerima informasi dari Daisy. Apakah itu sama dengan yang kau terima?" tanya Silver menghampiri.


"Apa Daisy bersamanya?" balas Yuno balik bertanya.


Silver hanya mengangguk tanpa menjelaskan apapun. Mike baru saja ingin bertanya, tapi sebelum melakukannya. Yuno meminta Party Mike dan Aegis untuk bersiap-siap pergi mengikutinya masuk ke dalam hutan. Meninggalkan banyak Player kebingungan yang segera meminta anggota mereka di tim pengintai untuk mundur.


***


"Eh?! Ribuan jasad Goblin kau bilang? Yuno, kau sedang tidak bercanda kan?" tanya Mike.


"Apa situasi ini adalah candaan bagimu?" balas Yuno.


Mike terdiam setelah mendengar balasan tersebut. Dia tidak menyangka Yuno akan seserius itu menanggapi pertanyaannya. Sementara itu Shiina yang mendengar kalau Yuno mendapat informasi ini dari Dahlia, membuat wajah cemberut yang disadari oleh sang kakak.


"Shiina, bisa jangan mencampurkan hal ini dengan urusan pribadi milikmu? Alasan kenapa Party kita dipilih, itu karena kita diperlukan," jelas Aegis dalam Party Voice.


"Aku tahu kok!" sahut Shiina.


Setelah memasuki hutan lebih dalam, mereka menemukan Daisy dan Dahlia yang tengah menanti kedatangan mereka. Pada saat yang sama juga, para gadis kecuali Shiina dan Sakura terkejut bukan main dengan banyak jasad Goblin disekitar sana.


"Semua ini dikalahkan oleh satu orang?" tanya Sakura.


"Dari info yang diberikan oleh Yuno, itu benar," balas Luke.

__ADS_1


"Sungguh, hal ini benar-benar tidak bisa dipercaya!" ujar Mike.


"Ugh, meski sudah terbiasa melihat darah. Tapi entah kenapa aku merasa mual," ucap Wulan yang ingin muntah.


"Wulan, lebih baik kamu matikan fitur berdarahnya untuk sementara!" pinta Aegis.


Yuno dan Silver berjalan mendekati Daisy dan Dahlia. Yuno juga mengecek salah satu jasad Goblin disana dan menemukan bekas tebasan pada bagian tubuhnya. Membuat Yuno semakin yakin ini dilakukan oleh satu orang saja.


"Apa kalian menemukan jejaknya?" tanya Yuno yang melihat jasad Goblin lainnya.


"Tidak juga. Malahan kalau menurutku, dia sendiri yang meninggalkan jejaknya," jelas Daisy menunjuk beberapa bekas tebasan di pohon.


"Kamu benar! Bahkan aku sama sekali tidak menyadarinya," sahut Dahlia kagum dengan pengamatan Daisy.


"Nampaknya kemampuan pengintaian milikmu semakin tajam yah, Daisy?" puji Silver.


"Y-Ya! Tentu saja begitu! Jadi bisa berhenti mengusap rambutku?" mohon Daisy.


"Ah, maaf. Aku pikir kau menyukainya, jadi tanpa sadar aku.." sahut Silver.


"Bisa kalian lakukan itu nanti? Sekarang ada hal yang lebih penting dari ini, kan Yuno?" balas Shiina menghampiri.


Shiina menatap sinis Dahlia, membuat Dahlia sedikit risih dan menanyakannya pada Shiina.


"Apa?" tanya Dahlia.


"Tidak ada," jawab Shiina singkat.


Menyadari akan terjadi hal yang buruk, Yuno segera mengajak semua orang pergi mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh pelaku pembantaian Goblin ini. Tapi saat ditengah perjalanan, apa yang Yuno pikirkan benar-benar terjadi.


Seseorang telah membuat Raja Goblin marah karena melepaskan budak-budak miliknya! Pergi ke Desa Krion dan lakukan Evakuasi warga sebelum Goblin King sampai disana! Kalahkan 1/1 Goblin King sebagai syarat mengakhiri Event ini!


Hadiah 20 Perak untuk semua Player yang berpartisipasi, 10 Emas untuk mengalahkan Goblin King!


Pinalti Kehancuran Desa Krion dan Invasi terhadap Kota Efraim!


Batas Waktu Tidak Ada!


Event Telah Diselesaikan!


Mendapatkan notifikasi seperti itu tidak membuat mereka semua lega. Malah hal ini membuat mereka penasaran dan bergegas masuk lebih dalam lagi untuk menemukan sebuah perkampungan besar yang dipenuhi dengan jasad para Goblin.


"Bukan hanya Goblin saja, Elite, Knight, bahkan Champion bisa dikalahkan olehnya?" pikir Yuno saat melihat jasad para Goblin.


Ketika masuk ke dalam perkampungan tersebut, mereka disambut oleh lebih banyak jasad Goblin. Selain itu, ada seorang pria yang tengah duduk di tahta Goblin King dengan jasad Goblin King berada tepat dibawah kakinya. Pria itu nampak sedang menanti kedatangan mereka, membuat Yuno memasang sikap waspada terhadap pria tersebut.


"Ah, setelah menunggu lama akhirnya sampai juga yah? Tidak sia-sia aku meninggalkan jejak disana," ujar pria berambut coklat tersebut



"Jika kalian berniat membunuh Goblin King, maaf saja tapi kalian sudah terlambat," lanjut pria tersebut.

__ADS_1


"Hmm? Aku pikir siapa, ternyata orang yang mengalahkan Raja Serigala itu yah?" tanyanya saat mengenali Yuno.


"Maaf saja, tapi aku sama sekali tidak mengenali dirimu," jawab Yuno.


"Hahaha! Tentu saja kau tidak kenal padaku!" balas pria tersebut yang berdiri dari duduknya.


Namun baru saja melangkah, pria tersebut hilang dari pandangan semua orang. Beberapa detik kemudian, dia telah berada dihadapan Yuno tanpa disadari oleh mereka. Jika saja dia tidak angkat bicara dan menendang Yuno dengan kuat.


"Biarkan aku mengatakan ini, kau adalah seorang pencuri!" umpat pria tersebut.


"Cepat! Aku bahkan tidak--"


Wush! Brak!


Yuno terhempas menabrak sebuah pondok kayu disana. Dia sama sekali tidak bisa merespon serangan mendadak itu. Bahkan Dahlia yang memiliki Agility diatas Yuno sekalipun tidak bisa menyadari apa yang terjadi barusan.


Mike yang sadar lebih dulu dari semua orang, berniat membantu Yuno untuk menghadapi pria tersebut. Namun pria berambut coklat itu melemparkan belati miliknya ke tanah tempat Mike berada. Seolah memberi peringatan untuk tidak ikut campur.


"Bisa jangan ikut campur? Jika kau tidak ingin mati, maka diam dan lihat saja dari sana," peringat pria tersebut.


"Cih! Apa kau pikir aku takut dengan ancam--"


Zraassh!


"Aku sudah bilang padamu bukan? Untuk diam dan melihat saja," ujar pria tersebut yang memberikan luka fatal pada Mike.


"Mike?!" panggil Sakura panik.


Duk!


Aegis menopang tubuh Mike agar tidak jatuh dan menerima damage tambahan yang mungkin bisa membuatnya mati. Dengan cepat, Fina memberikan Heal pada tubuh Mike. Namun Heal saja belum cukup untuk menyembuhkan semua HP milik Mike. Membuat Fina terpaksa menggunakan Advance Heal untuk menyembuhkan HP sekaligus menghilangkan Debuff Bleed yang dialami oleh Mike.


Wush!


"Tehnik Tombak Bulan, Tebasan Bulan Sabit!"


Yuno mengayunkan tombaknya dan menciptakan after image bulan sabit di hadapannya. Namun pria tersebut telah melompat di udara, seolah telah menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aku tahu kau akan melakukannya! Makanya aku melompat sebelum kau mengayunkan tombak itu!" ungkap pria tersebut.


"Taring Kembar, Putaran Ganda!!"


Zraassh! Zraassh!


Dua buah tebasan diterima oleh Yuno tepat pada bagian punggungnya. Membuat Yuno segera melakukan Rolling ke depan untuk menghindari serangan tambahan. Dia juga mengeluarkan HP Potion untuk mengembalikan HP miliknya yang telah hilang, sembari waspada terhadap pria tersebut.


"Tenang saja, aku tidak selemah itu sampai harus tidak membiarkan lawanku berisitirahat," ucap pria itu membiarkan Yuno meneguk habis HP Potion.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Yuno bingung.


"Tidak ada? Aku hanya ingin hiburan yang memuaskan diriku, Yuno the Moon Knight," jawab pria tersebut.

__ADS_1


Mendengar nama itu, membuat Yuno memicingkan matanya. Mencoba mengingat kenalan yang dia ketahui di Game sebelum dia memainkan RYLO. Meski mendapatkan bayangannya, Yuno masih tidak mengingat siapa dan dimana dia pernah bertemu.


"Berhenti memikirkan masa lalu dan hadapi aku, Yuno!!" umpat pria tersebut yang kembali menerjang Yuno.


__ADS_2