
Dalam perjalanan menuju Kota Efraim, mereka beberapa kali diganggu oleh Monster yang mencoba untuk menyerang. Meskipun ketika telah keluar dari Howard Valley, mereka tetap diserang. Namun yang menyerang kali ini adalah Bandit dan beberapa Player Killer. Walaupun Yuno dan Party-nya bisa mengatasi hal seperti itu.
Kini mereka tengah mendirikan tenda di depan Kota Efraim. Karena beberapa alasan, Kota Efraim tidak bisa menerima mereka di dalam kota. Bukan karena menolak kedatangan mereka, hanya saja saat ini pihak kota tengah menyiapkan tempat khusus untuk mereka nantinya.
"Maafkan saya, Tuan Yuno. Tapi hanya itu yang bisa kami lakukan," jelas Walikota Rimsey pada Yuno.
"Tak apa, Pak Walikota Rimsey! Lagipula kami datang juga secara tiba-tiba," balas Yuno.
"Jangan khawatirkan itu. Lagipula hal ini sudah termasuk pekerjaanku sebagai Walikota," sahut Walikota Rimsey mendengar balasan tersebut.
"Kalau begitu, karena aku memiliki hal lain yang harus dilakukan. Aku permisi," pamit Yuno karena merasa tugasnya telah selesai.
Yuno kemudian keluar meninggalkan ruangan Walikota, tanpa menyadari kehadiran seseorang yang telah menguping pembicaraan mereka tadi.
"Jadi bagaimana menurut Anda, Nona Lustess?" tanya Walikota Rimsey.
Pintu yang berada dibelakangnya terbuka perlahan, menunjukkan seorang wanita berambut merah dengan gaun putih. Wanita itu berjalan mendekati Walikota Rimsey dan duduk di sofa yang tersedia. Pelayan yang berada disampingnya kemudian menuangkan teh ke salah satu cangkir disana.
"Sesuai dengan rumor yang berkeliaran. Selain memiliki aura yang luar biasa, karisma miliknya jauh melampaui dugaanku," jelas wanita yang dipanggil Lustess atau lebih tepatnya, Viscountess Carmilla Lustess.
"Apakah dia benar-benar sosok Guardian God yang Keluarga Kerajaan cari?" tanya Walikota Rimsey lagi.
"Untuk saat ini, aku masih belum bisa memastikan hal itu. Jadi aku minta padamu untuk terus mengawasinya, Rimsey," pinta Carmilla.
"Baik! Akan segera saya lakukan!" jawab Walikota Rimsey.
"Yuno, kah? Jika kamu benar-benar orang yang kami cari, maka tolong lindungi Kerajaan Ecclesia ini," batin Carmilla menyeruput tehnya.
***
"Apa mereka semua sudah disini?" tanya Yuno pada Aoi.
"Ya! Kesembilan Legion Master bersama dengan wakil mereka telah tiba beberapa saat yang lalu," jawab Aoi.
"Bagus! Kalau begitu, ayo kita masuk juga!" ajak Yuno.
Yuno membuka pintu yang menjadi tempat dimana rapat Kesepuluh Legion dilakukan. Di dalamnya telah ada 18 Player yang merupakan Legion Master dan Legion Vice Master. Aoi pun segera memperkenalkan mereka kepada Yuno yang kini telah ikut duduk di salah satu kursi tersisa.
"Izinkan aku memperkenalkan, Master! Pria berambut hitam dengan zirah pelindung dada hitam itu adalah Legion Master Rebellion, Kuro the Night Warrior!"
"Jadi kau yang namanya Yuno kah?" sahut Kuro dengan wajah seriusnya.
"Berikutnya ada seorang Pendekar Pedang Wanita kenalan Master! Legion Master Sunshine, Shiina the Golden Sun!"
"Lama tidak bertemu, Yuno," sapa Shiina tersenyum palsu.
"Penyihir Wanita disana adalah Legion Master Witch Society, Luna the Frostmoon Wizard!"
__ADS_1
"Hello?" sapa Luna memiringkan kepalanya bingung.
"Pria Oni disana adalah Legion Master Warlords, Yamato the Bloody Oni!"
"Aku sudah menunggu cukup lama, jadi bisa tolong dipercepat?" ungkap Yamato.
"Pria Samurai disebelahnya adalah Legion Master Sengoku no Basara, Ieyashu the Great Shogun!"
"Tidak perlu terlalu buru-buru, Yamato. Jika Kerajaan Ecclesia ini hancur, kita yang akan repot," sahut Ieyashu.
"Wanita yang mengenakan mantel hitam disana adalah Legion Master Black Ops, Yuki the Shadow Master!"
"..."
"Pria berambut merah disana adalah Legion Master Collosus, Edgard the Gladiator!"
"Heh~ Kau juga pengguna tombak rupanya yah?" ujar Edgard.
"Pria berambut biru disana adalah Legion Master Champion, Drago the Brawl Master!"
"Terakhir adalah Paladin Wanita yang memiliki hubungan baik dengan gereja. Legion Master Temple of Divinity, Aria the Saint Knight!"
"Terimakasih telah memperkenalkan diriku," balasnya tersenyum.
"Lalu izinkan saya memperkenalkan Legion Master Age of Revolution, Yuno the Moon Knight!" ujar Aoi memperkenalkan Yuno terakhir.
"Terimakasih, Aoi! Kerja yang bagus! Sisanya serahkan saja padaku," balas Yuno tersenyum.
"Saya mengerti," sahut Aoi yang berjalan mundur ke dinding.
"Anoo~ Boleh aku bertanya?" ucap Luna mengangkat tangannya.
"Tentu! Silahkan bertanya, Luna!" balas Yuno mempersilahkan Luna.
"Dimana Gerbang Neraka itu berada?" tanya Luna yang berhasil menarik perhatian seluruh Legion Master.
Mereka semua menatap Yuno, seolah meminta penjelasan terhadap hal tersebut. Menanggapinya, Yuno memejamkan matanya sebelum memasuki mode seriusnya.
__ADS_1
"Kami belum mengetahui letak pastinya. Tapi dugaan kuat saat ini adalah di Golura Mountain, tepatnya disebuah tambang yang ada disana," jelas Yuno serius.
"Dalam tambang yah? Ini sedikit sulit mengingat ruang gerak kita mungkin terbatas," sahut Shiina.
"Masih dugaan kau bilang? Berarti kau benar-benar tidak memeriksanya dengan benar?" ungkap Yamato.
"Sayangnya, itu adalah kebenarannya. Ketika kami pergi memeriksanya, telah banyak sekali Monster yang keluar dari sana. Goblin, Orc, Minotaur, bahkan Arachne juga ada di gerombolan tersebut," jelas Yuno.
"Hah! Perkataanmu itu sulit untuk aku percayai!" sahut Drago.
"Tidak, apa yang dikatakannya itu bukanlah kebohongan. Baru saja aku mendapatkan informasi tentang itu," balas Yuki menunjukkan sebuah gambar melalui proyeksi dan berhasil membuat semua orang terkejut.
"Oy! Bukankah kau bilang hanya ada Goblin, Orc, Minotaur dan Arachne saja? Kenapa sekarang ada Lesser Dragon disana!" ungkap Kuro tidak percaya.
"Ini gawat! Menghadapi satu Arachne saja butuh banyak usaha, apalagi Lesser Dragon?!" sahut Ieyashu.
"Hey, bisa beritahu aku? Berapa lama tembok es itu bisa bertahan sebelum cair oleh Lesser Dragon?" tanya Aria memastikan.
"Seharusnya itu bisa bertahan hingga siang, tapi dengan jumlah Lesser Dragon sebanyak itu. Aku pikir itu akan bertahan sampai besok pagi saja," jawab Yuno mengira-ngira.
"Ini gawat, jika kita membiarkan para warga yang memilih tinggal tetap berada disana. Mereka akan mati," pikir Yuno.
"Yuki! Bisa aku minta bantuan padamu?" tanya Yuno.
"Apa itu? Jika aku bisa melakukannya, maka aku tidak keberatan," jawab Yuki.
"Tentunya, kau tahu itu tidak gratis kan?" lanjutnya.
"Ya! Aku akan membayar kalian 500 Koin Emas per warga yang kalian selamatkan!" ujar Yuno yang membuat beberapa orang terkejut dibuatnya.
"Tunggu sebentar! Bukankah para warga telah dievakuasi?!" tanya Aria memastikan.
"Itu benar! Tapi ada beberapa dari mereka yang memutuskan untuk menetap disana!" jawab Yuno.
"Selain itu, jika aku memaksa mereka yang ada hanya akan membuat lebih banyak dari mereka tetap tinggal disana," lanjut Yuno menyesal dengan mengepalkan tangannya.
"Berapa jumlah dari mereka?" tanya Yuki.
"20 Orang dan mereka semua kebanyakan adalah petani," jawab Yuno.
"1000 Koin Emas," ujar Yuki datar.
BRAK!
"Bukankah itu pemerasan?! Jika kau tidak mau, aku akan meminta memberku untuk melaku--"
"Tidak apa, Edgard! Aku masih bisa menanganinya," potong Yuno.
Edgard yang menggebrak meja sebelumnya menjadi kesal dan kembali duduk. Sementara itu, Yuno menghela nafasnya saat mendengarkan tawaran Yuki barusan.
"Apa kau yakin? Bukankah itu terlalu rendah?" tanya Yuno memastikan.
"20 Orang itu jauh lebih berharga dari uang. Selain itu, karena ini bisnis aku juga tidak ingin meninggalkannya begitu saja, kan?" jawab Yuki.
__ADS_1
"Aku mengerti! Tetapi bisakah kau jangan terlalu sering memberikan kalimat ambigu seperti itu?" sahut Yuno.
Yuki hanya tersenyum, sementara Yuno menghela nafas. Dia tidak percaya kalau Yuki akan menerimanya hanya demi 1000 Koin Emas saja.