
Yuno kali ini pergi sendiri dengan menyewa kereta kuda. Dia membayar sekitar 500 Emas hanya untuk kembali ke Kota Efraim. Butuh 3 Hari perjalanan untuk bisa kembali ke Kota Efraim.
Beberapakali kereta kudanya sempat berhenti karena sergapan Bandit dan Monster. Tetapi dengan kekuatan Yuno yang sekarang, mereka sama sekali bukan halangan. Lalu dalam waktu 3 Hari tersebut, Yuno telah sampai di Kota Efraim dan disambut baik oleh para warga.
"Oh! Lihat, Tuan Pahlawan telah kembali!"
"Tuan Pahlawan! Bagaimana kabarmu?"
"Tuan Pahlawan, bagaimana dengan beberapa sate kelinci?"
Yuno hanya membalas semua itu dengan senyuman. Meskipun saat ini, perasaannya tengah campur aduk. Yuno pun memutuskan untuk ke Balai Kota untuk mengambil Request disana.
"Hmm, sudah aku duga tidak ada yang menarik minatku sama sekali," gumam Yuno.
"Bagaimana dengan penyelidikan Reruntuhan Kuno?" saran seorang gadis yang berdiri dibelakang Yuno.
"Oh, Mia?! Kau membuatku terkejut! Tapi apa maksudmu dengan Reruntuhan Kuno?" tanya Yuno bingung.
Mia lalu menjelaskan kepada Yuno, kalau beberapa hari lalu terdapat laporan tentang penemuan Reruntuhan Kuno yang ditemukan di kedalaman Hutan Selatan. Yuno teringat dengan informasi beredar tentang Reruntuhan Kuno yang ditemukannya di Forum.
Beberapa Player menjelaskan kalau ketika menginjakkan kaki disebuah Altar, mereka akan mati seketika dengan notifikasi berupa "Anda Bukan yang Terpilih!" sebelum dikirim kembali ke Kota Efraim. Bahkan kini para Player mengabaikan Altar tersebut dan lebih memilih mencari harta yang berada disana.
"Hmm, kebetulan sekali. Aku juga sedang penasaran dengan tempat itu," gumam Yuno.
"Jadi bagaimana, Tuan Pahlawan? Tertarik menyelidikinya?" tanya Mia.
"Aku mengerti! Aku akan pergi sekarang, jadi bisa tolong urus izinnya?" balas Yuno.
"Baik! Serahkan padaku!" sahut Mia dengan penuh semangat.
***
"Seharusnya ada disekitar sini," ujar Yuno yang masih terus mencari lokasi dimana Reruntuhan Kuno tersebut berada.
Setelah mengurus izin penjelajahan, Yuno segera pergi ke dalam Hutan Selatan. Terkadang dia bertemu dengan Gray Wolf, tapi Yuno tidak menyerangnya sama sekali. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mencoba mendekatinya, walau tidak menyerang Yuno sama sekali.
Kemudian karena merasa muak tidak menemukan tempatnya, Yuno meminta salah satu Serigala untuk mendekat. Hanya dengan sebuah daging Rusa Tanduk Emas, Yuno mendapatkan tumpangan sekaligus pemandu yang membawanya ke Reruntuhan Kuno berada.
"Terimakasih, ini berikan untuk teman-temanmu yang lain, oke?!" ungkap Yuno mengelus kepala Gray Wolf tersebut dan memberikan tas kain berukuran besar padanya.
"Woof!" sahut Gray Wolf tersebut yang langsung kembali ke dalam hutan.
"Mengendarai seekor serigala? Kau nampaknya bukan pemain biasa yah?" panggil seorang pria yang tengah bersama dengan banyak Player lain.
"Maaf, tapi aku tidak punya keperluan dengan kalian," balas Yuno mengabaikan pria tersebut.
__ADS_1
"Ups! Maaf, tapi kau tidak boleh lewat sebelum membayar pajak masuk!" sahut pria tadi mengacungkan pedangnya untuk menghalangi Yuno.
"Kalian tidak pernah bosan membuat masalah yah?" ujar Yuno menghela nafas.
"Jadi bagaimana? Kau mau membayarnya atau tidak?!" tanya pria tersebut.
"Aku mendengar kalau akan di PK saat sampai disini. Tetapi siapa sangka malah mereka lagi yang melakukannya," pikir Yuno.
"Kalau aku jawab tidak. Kalian mau apa?" tantang Yuno.
"Kalau begitu, matilah!!" kesal pria tersebut mengayunkan pedangnya.
Tetapi Yuno segera menunduk dan meletakkan tangan kanannya di perut pria tersebut. Sebelum melepaskan Firebolt dan membuatnya terhempas jauh ke belakang.
BLAR!
"Jika kalian tidak ingin bernasib sama dengannya, maju dan hadapi aku!" ungkap Yuno dengan serius.
"Cih! Jangan pikir kami akan menahan diri! Serang!!" perintah pria yang baru saja terhempas oleh Firebolt.
Beberapa penyihir segera melantunkan mantra mereka, para pemanah membidik kearahnya, sementara petarung jarak dekat menerjangnya dari segala arah.
Pada dasarnya, Yuno tengah terhimpit. Tetapi dengan ketenangannya, Yuno menghirup nafas dan mulai fokus terhadap pertarungan dihadapannya.
"Moon Spear Technique, Dancing in the Moonlight!!"
"Sialan! Apa-apaan dia ini!"
"Tidak hanya kuat, tapi dia juga sangat lihai memainkan tombaknya!"
"Kalian para pemanah! Tembak lagi cepat!!"
"Mustahil! Skill pengunci kami masih Cooldown!"
"Cih! Tidak bisa diharapkan! Kalau begitu serang dia dengan kekuatan!!"
Kehebohan tersebut sama sekali tidak mengganggu konsentrasi Yuno. Meskipun kalah jumlah, tapi dari segi pengalaman Yuno sangatlah unggul. Inilah kenapa Yuno terus menempa Skill miliknya tanpa henti.
Bola mata Yuno terus bergerak kesana-kemari, melihat jumlah serangan dan jumlah orang yang semakin banyak. Membuatnya memutuskan untuk menyiapkan serangan kejutan dengan mengangkat tombaknya cukup tinggi.
"Oy! Tanker! Tahan serangan itu!!" pinta seorang pria pengguna pedang.
Seorang pria yang mengenakan perisai besar segera maju dan bersiap dengan perisainya. Tetapi itu jika Yuno memang berniat untuk membelah tubuhnya.
"Moon Spear Technique, Moonfall Crash!!"
__ADS_1
Yuno menghantamkan tombaknya ke tanah, membuat area sekitarnya berguncang hebat dan menyebabkan Dizzy pada lawan sekitarnya.
"Gawat! Serangan tadi hanya gertakan!!" umpat salah seorang pengguna belati.
"Moon Spear Technique, Full Moon Rotation!!"
Hanya dalam satu tarikan nafas, Yuno melakukan putaran 360° dan menciptakan after image berupa Bulan Purnama yang mengitari dirinya dengan cepat. Membuat semua Player disekitarnya terbelah menjadi dua dan berhasil memberikan teror pada Player yang tersisa.
"Hii!! A-Aku tidak mau mati disini!!"
"Ryuzen! Kau pembohong! Kau bilang kita bisa mendapatkan banyak uang dengan cara ini!!"
"Sialan! Kalau tahu dibantai seperti ini, lebih baik aku mati oleh Altar tua disana!!"
"Hey! Kemana kalian akan pergi! Dasar tidak berguna!" umpat pria yang bernama Ryuzen tersebut.
"Benar! Penyihir, kalian sudah bisa melepaskannya sekarang!!" perintah Ryuzen yang teringat dengan para penyihir.
"Hell Flare!!"
Swoosh! Burn!
Api besar segera dilepaskan oleh banyak penyihir kearah Yuno. Membakar area tempat Yuno berdiri. Ryuzen yang menyaksikan itu tertawa puas, sembari memaki-maki Yuno.
"Hahaha! Aku yakin kali ini kau akan mati!" umpat Ryuzen tertawa puas.
"Kau tahu, terlalu percaya diri itu bukanlah hal yang bagus," sahut Yuno yang telah berada tepat di belakangnya..
"A-Apa?! Bagaimana ka--"
Zraassh!
Belum menyelesaikan kalimatnya, Yuno menebas punggung Ryuzen. Membuatnya terhempas ke depan di dekat api yang masih membakar daerah tersebut.
"Jika kalian tidak ingin mati, pergilah!" ancam Yuno terhadap para penyihir.
Setelah menerima ancaman tersebut, mereka ketakutan bukan main dan meninggalkan Ryuzen disana bersama Yuno. Menyadari dirinya ditinggalkan dengan sebuah mimpi buruk, membuat Ryuzen meminta ampun.
"Kau tahu? Kau sangat beruntung karena bertarung denganku daripada diburu oleh para Veteran Player," jelas Yuno.
Tidak menerima balasan apapun, Yuno mengangkat tubuh Ryuzen dan mendorongnya masuk ke api yang masih membara tersebut. Membuatnya mati terbakar oleh api besar disana.
"Jika dibiarkan, api ini mungkin bisa merambat ke hutan," gumam Yuno.
Yuno memanipulasi api tersebut dan mencoba mematikannya. Beberapakali dia harus meneguk MP Potion demi mengembalikan MP yang telah hilang.
__ADS_1
Lalu setelah berjuang begitu lama, api itu padam dan meninggalkan Drop Item dari Ryuzen disana berupa sebuah pedang dan 3.000 lebih Emas.
Yuno mengambil Emas itu dan mengabaikan pedang tersebut. Sebelum pergi mencari tempat dimana Altar yang dimaksud oleh Player lain berada.