The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB IV Keinginan


__ADS_3

Yuno terbangun dari tidurnya, tapi bukan didekat Raja Serigala. Melainkan dibawah pohon dan di kelilingi serigala kecil disekitarnya. Dia juga mendapatkan beberapa pesan dari Shiina yang mencari keberadaannya.


Yuno mengabaikan pesan itu, dia lalu melakukan peregangan otot-otot miliknya. Seekor serigala yang juga menemaninya saat tidur melakukan hal yang sama. Membuat Yuno tersenyum sebelum mengelus-elusnya dan memberikan sepotong daging pada Serigala tersebut.


"Baiklah, mungkin aku akan kembali ke Kota dan mengambil Request?" ungkap Yuno yang segera pergi dari Hutan Selatan.


***


"Ah? Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu," ujar Yuno meminta maaf saat tidak sengaja menabrak seseorang.


"A-Aku juga, minya mwaaf!" sahut seorang gadis yang baru saja menggigit lidahnya.


"Tunggu, Fina? Kenapa kau sendirian?" tanya Yuno saat mengetahui gadis tersebut adalah Fina.


"Oh, Yuno? Syukurlah, aku pikir orang yang tidak aku kenal!" balas Fina bernafas lega.


"Hey! Aku menemukannya!!" panggil seorang pria menunjuk ke Fina dan membuat Fina panik.


Menyadari ada yang salah, Yuno menarik tangan Fina dan pergi ke rumahnya untuk bersembunyi. Fina sedikit terkejut diawal, tapi dia mengabaikannya dan mengikuti tarikan tangan Yuno.


***


"Jadi, apa kau bisa jelaskan padaku yang sebenarnya terjadi sekarang, Fina?" tanya Yuno yang telah berhasil bersembunyi di rumahnya bersama Fina.


Fina lalu menjelaskan alasan kenapa dia dikejar-kejar adalah karena Unique Skill miliknya. Yuno yang mendengar itu mendengus kesal, hanya karena hal sepele itu saja bisa membuat Fina dikejar-kejar oleh para Player.


"Apa kau tidak bersama dengan anggota party yang lain, seperti Sakura?" tanya Yuno penasaran.


"Tentang itu, aku saat ini sedang bertengkar dengan Sakura. Meskipun aku pikir dia terlalu protektif padaku, tapi aku paham apa yang dia katakan saat itu," jawab Fina.


"Ya, untuk sekarang aku telah menghubungi Sakura, Mike dan Luke. Mereka akan datang dalam 1 jam lagi. Untuk saat ini, duduklah dimana kau suka selagi aku menyiapkan sesuatu di dapur," jelas Yuno.


Yuno memasak berbagai masakan dengan mudah dan cepat. Dia juga menyiapkan teh pada saat yang sama untuk menenangkan Fina. Selesai dengan urusannya, Yuno menghampiri Fina dan memberikan teh padanya.


Setelah satu jam, Mike, Luke dan Sakura datang ke rumah Yuno. Baru saja membuka pintu, Sakura menerobos masuk dan langsung memeluk Fina karena terlalu khawatir dengannya. Mike meminta maaf karenanya, tapi Yuno tidak mempermasalahkan hal seperti itu.


"Sakura, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu," ujar Fina.


"Tidak, aku juga salah karena terlalu protektif padamu," balas Sakura.


"Tapi kamu melakukan itu untukku bukan?" tanya Fina yang melepaskan diri dari pelukan Sakura.


Sakura hanya tersenyum sebagai balasan, membuat Fina juga ikut tersenyum. Mike menghela nafas lega dan melepaskan rasa kekhawatiran miliknya terhadap Fina. Bahkan Luke yang tidak terlalu banyak bicara, masih memiliki rasa peduli terhadap Fina.


"Sungguh, aku tidak habis pikir kenapa mereka mengincarnya?" tanya Mike bingung.


"Dari apa yang aku dengar, mereka memaksa Fina untuk masuk Party mereka," jelas Yuno.


"Memaksa seorang gadis itu adalah tindakan buruk! Mungkin aku akan membekukan mereka sekarang," kesal Luke.

__ADS_1


"Tentu saja kamu akan melakukannya demi Fina bukan?" ledek Sakura.


"Be-Berisik!!" kesal Luke.


Melihat ekspresi Fina yang wajahnya memerah dan Luke yang menjadi salah tingkah, membuat Yuno menyadari apa yang terjadi pada mereka berdua. Namun pada saat yang sama, dia teringat oleh Shiina dan juga Dahlia karenanya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Mike menepuk pundak Yuno.


"Ah, tidak ada. Hanya masalah hidup biasa, haha," jawab Yuno tertawa hambar.


Mike menatap Yuno dan merasakan ada sesuatu yang salah dengannya. Pada saat yang sama, sebuah lonceng berbunyi dan sebuah panel muncul dihadapan Yuno, Mike dan Party-nya.


Sebuah Event Telah Terpicu!


Event - Goblin King Enrage!!


Seseorang telah membuat Raja Goblin marah karena melepaskan budak-budak miliknya! Pergi ke Desa Krion dan lakukan Evakuasi warga sebelum Goblin King sampai disana! Kalahkan 0/1 Goblin King sebagai syarat mengakhiri Event ini!


Hadiah 20 Perak untuk semua Player yang berpartisipasi, 10 Emas untuk mengalahkan Goblin King!


Pinalti Kehancuran Desa Krion dan Invasi terhadap Kota Efraim!


Batas Waktu Tidak Ada!


"Setelah Raja Serigala, kini Raja Goblin yah?" ujar Mike.


"Maaf, Mike. Tapi untuk yang ini, aku pass dulu," balas Yuno.


"Begitu yah? Sangat disayangkan," ujar Mike sedikit kecewa.


Mike dan Party-nya pun pergi setelah berpamitan dengannya. Yuno lalu membuka Market dan menjual semua masakan yang telah dibuatnya. Sebelum memutuskan untuk Logout dari RYLO dan kembali ke dunia nyata.


***


Yudha melepaskan perangkat RISE miliknya dan meraih ponsel yang ada didekatnya. Terdapat banyak panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya. Namun Yudha mengabaikan itu dan mencoba menghubungi Manajer Restoran tempat dia bekerja dan meminta libur besok Tapi balasan yang diterima olehnya benar-benar sedikit tidak terduga.


"Oh, apa kau tidak membaca pesan yang aku kirim di Grup Chat?" tanya Manajer melalui telepon.


"Pesan?" bingung Yudha.


"Restoran kita ditutup untuk sementara waktu. Aku sendiri yang menutupnya," jelas Manajer.


"Tutup?! Tapi kenapa?" tanya Yudha semakin pusing.


"Maaf, tapi informasi itu bersifat pribadi. Jadi aku tidak bisa memberitahukannya padamu," jawab Manajer.


"Oh, benar. Aku telah mengirim pesangon dan gaji milikmu! Meskipun begitu, bukan berarti aku memecat dirimu. Jadi jika aku membuka Restoran kembali, aku harap kau mau menerima pekerjaan sebagai koki lagi," lanjut Manajer menjelaskan.


"Aku mengerti, terimakasih karena telah mempekerjakan aku hingga saat ini, Bang Agung!" balas Yudha yang menyebut nama Manajer.

__ADS_1


"Haha, sudah sangat lama aku tidak mendengar panggilan itu. Kalau begitu, aku tutup yah!" ujar Agung mematikan telepon miliknya.


Yudha segera mengecek akun miliknya dan mendapatkan gaji, serta pesangon miliknya dari Manajer Restoran atau Agung yang merupakan bosnya. Dia mengirimkan 3/4 gajinya ke keluarganya yang tinggal di tempat jauh dari kos miliknya. Sementara itu, pesangon miliknya akan disimpan sebagai uang darurat jika dibutuhkan.


Knock! Knock!


"Yudha, apa kamu didalam?" panggil seseorang yang dikenal oleh Yudha.


Yudha lalu berjalan menuju depan pintu dan ingin membukanya. Tapi saat ingin dibuka, pintu itu ditarik lagi oleh orang yang mengetuk pintunya.


"Maaf, tapi bisa jangan dibuka pintunya?" pinta orang tersebut.


"Baiklah. Jadi ada apa, Diana?" tanya Yudha memanggil nama orang tersebut.


"Aku telah memikirkannya semalaman. Tapi sudah aku duga, mustahil bagiku melupakan kamu begitu saja," jawab Diana.


Yudha yang mendengarnya hanya terdiam dan membiarkan Diana bicara.


"Namun aku tidak ingin mengganggu hubungan kalian, karena itulah aku datang dan ingin memberitahukan ini padamu," lanjut Diana.


"Aku mohon, lupakan aku. Dengan begitu, kamu bisa menggapai kebahagiaanmu," pinta Diana yang membuat Yudha berdecak kesal dan menarik pintu kamarnya.


Bruk!


Yudha terjatuh ditimpa oleh Diana akibat kejadian tersebut. Keduanya terdiam cukup lama, sebelum Yudha angkat bicara.


"Melupakanmu? Mana mungkin aku bisa melakukannya?!" ungkap Yudha.


"Aku memang memiliki perasaan terhadap Shiina yang merupakan Rini di dunia nyata. Tetapi pada kenyataannya, kami sama sekali belum pernah mengobrol satu sama lain," jelas Yudha.


"Tapi hanya itu satu-satunya yang bisa kamu lakukan! Lupakan aku dan pergilah kencan dengan Rini!" ujar Diana yang mencoba bangun, tapi dia segera dipeluk Yudha.


"Kamu pikir aku bisa melakukannya? Jelas tidak! Jika aku memaksakan diri melakukannya, maka Rini yang akan sakit hati karena aku mencari dirimu dalam dirinya!" balas Yudha.


"Aku akan mencoba mencari cara untuk keluar dari kebingungan ini. Jadi aku mohon, tetaplah disisiku hingga waktunya tiba, Diana," lanjut Yudha memohon.


"Kamu benar-benar curang yah!" ujar Diana yang menyambar bibir Yudha.


Yudha agak terkejut, tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan mengikuti permainan Diana. Setelah merasa puas, Diana bangun dengan senyuman diwajahnya.


"Hey, Yudha. Bisa beritahu aku, apakah kamu memiliki perasaan padaku meski sedikit?" tanya Diana.


"Entahlah? Tapi setelah merasakan hal tadi, aku pikir itu mungkin?" jawab Yudha.


"Diana, apakah pernyataan waktu kencan pertama kita masih berlaku?" lanjut Yudha bertanya.


"Ya! Aku akan menunggu kamu untuk menemukan jawaban dari kebingungan itu. Meski butuh waktu lama untuk menemukannya," jawab Diana.


Mendengar hal itu, Yudha merasa sedikit lega. Diana lalu berpamitan karena ada hal lain yang harus dia urus. Jadi setelah kepergian Diana, Yudha dengan segera menguatkan tekadnya dan kembali login ke RYLO. Tujuannya kali ini? Tentu saja membantu mengalahkan Raja Goblin.

__ADS_1


__ADS_2