
"Akhirnya, kita kembali!" ucap Roze lega.
"Oh, selamat datang kembali! Bagaimana perburuan kalian?" sapa Mia dengan ramah.
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya keempatnya berhasil kembali ke Markas Legion mereka. Roze segera menceritakan pengalaman mereka disana kepada Mia. Sementara itu, Luke dan Silver duduk di ruang tunggu sembari meminum jus.
"Kalau begitu, aku akan ke lantai dua untuk membuat senjata baru milikmu, Roze!" ungkap Stella berjalan menaiki tangga.
"Oh! Semangat yah, Stella! Buatkan aku pedang yang bagus, hehe," sahut Roze.
Stella tidak membalasnya, dia hanya melanjutkan langkahnya untuk naik ke lantai dua. Dimana fasilitas Blacksmith disediakan dari Legion atau melalui uang Legion yang diberikan Yuno.
Berkat kerja keras semua orang, Legion mereka telah mencapai level 3 dalam satu bulan di game. Tidak hanya itu, Legion Age of Revolution sendiri berada di Rank 4 dalam game.
Semua itu terjadi karena beberapa Legion Kuat menyerang mereka. Meskipun semuanya berhasil dikalahkan oleh mereka, tetapi pada saat yang sama setelahnya membuat Aoi benar-benar sibuk.
Karena berkat kejadian itu, banyak sekali Player yang ingin bergabung. Meskipun semuanya ditolak oleh Aoi dengan berkata kalau dia tidak bisa mengambil keputusan menerima Player lain tanpa izin Yuno.
Beberapa Investor yang belum kapok karena ditolak, mulai meneror Aoi di dunia nyata. Hal ini membuat semua orang di Legion Age of Revolution, termasuk Yudha naik pitam. Tapi karena dia masih harus menyelesaikan ujian, akhirnya Yudha hanya meminta bantuan Kelvin untuk mengawasi.
Berkat hal itu, Legion Age of Revolution memutuskan untuk tidak menerima Investor apapun. Semenjak kejadian tersebut, Aoi memutuskan untuk tinggal bersama orangtuanya lagi demi keamanan dan kenyamanannya.
"Hey, tidakkah kau sadar kalau kita kekurangan Player pria?" tanya Luke.
"Yah, aku sudah memberitahukan hal ini pada Yuno sih. Dia bilang kalau kebanyakan dari teman-temannya telah bergabung dengan Legion atau bahkan membuat Legion. Jadi agak sulit untuk meminta mereka bergabung," jelas Silver.
"Itu masuk akal sih. Tapi kalau begini terus, akan menyusahkan kita juga di dunia nyata. Mengingat kejadian Aoi saat itu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang sama, bukan?" balas Luke.
"Kalian membicarakan aku?" tanya Aoi menghampiri bersama dengan Felix.
Luke dan Silver menjadi sedikit salah tingkah. Mereka bingung ingin menjawab seperti apa, mengingat Aoi sendiri tidak mau membahas kejadian itu dengan siapapun kecuali Felix.
"Ah, itu.. kami tengah membahas.. tentang kekurangan.."
"POTION! Yup, Potion! Kau sangat ahli dalam membuat Potion juga kan? Kira-kira berapa lama lagi Potionnya tersedia?" potong Silver mengambil alih perkataan Luke dengan tertawa hambar.
"Hmm, benar juga. Aku saat ini tengah disibukkan dengan permintaan masuk Legion. Jadi tidak ada waktu untuk membuatnya," jelas Aoi yang membuat Luke dan Silver menghela nafas lega.
"Bukankah kalian bisa membelinya?" tanya Felix.
__ADS_1
"Inginnya sih begitu, tapi harga mereka akhir-akhir ini naik begitu tinggi," jawab Luke.
"Kita benar-benar kekurangan tim produksi yah?" ujar Aoi.
"Hey, Felix. Apa kamu tidak punya kenalan yang ahli produksi?" lanjut Aoi bertanya.
"Jika kau bertanya, tentu ada. Tetapi aku tidak berjanji mereka mau menerima undangan dariku," jawab Felix.
"Kalau begitu, lakukan saja! Masalah perizinan, biar aku yang memintanya dari Yuno," balas Aoi.
Felix hanya mengangguk dan menghubungi beberapa kenalannya. Menyadari topik pembicaraan telah berubah, Luke melirik kearah Silver dengan senyuman lega. Silver yang melihat senyuman dari Luke, segera mengacungkan jempolnya sebagai balasan.
***
Sementara itu disisi lain, tepatnya disebuah Dungeon yang dekat dengan Desa Krion. Mike, Sakura, Daisy, Sylvie dan Cynthia tengah sibuk menaklukkan seekor Metal Lizard yang menjadi Dungeon Boss.
"Sakura! Jangan terlalu sering menyerangnya dan biarkan agro-nya tetap padaku!" perintah Mike yang terus meninju sisik Metal Lizard.
"Aku tahu! Tapi dia yang menyerang aku lebih dulu! Apakah efek Taunt-nya telah berakhir?!" sahut Sakura yang menghindari serangan ekor Metal Lizard.
"Dari informasi yang beredar, Metal Lizard sangat sensitif terhadap ekornya. Jadi sebisa mungkin.. jangan terlalu sering menyerang bagian itu!!" jelas Daisy menembakkan panahnya dan mengenai tepat pada bagian kepala Metal Lizard.
Panah tersebut terpental setelah mengenai sisik kepala Metal Lizard. Membuat Daisy berdecak kesal karenanya.
"Cih! Twister Arrow pun tidak bisa menembusnya kah?" kesal Daisy.
"Hal seperti itu, seharusnya kamu jelaskan dari awal padaku!!" keluh Sakura.
"Sakura, kemarilah! Aku akan menyembuhkanmu!" panggil Cynthia.
Mendengar itu, Sakura memberikan sebuah tebasan dengan katana miliknya pada Metal Lizard. Sebelum melompat mundur untuk bisa disembuhkan oleh Cynthia.
"Ichi no kata, Chiri Sakura!!"
Tebasan dengan after image berupa tebaran Bunga Sakura itu tidak membuat Metal Lizard bergeming. Sakura melompat mundur menjauhi area pertarungan. Setelah cukup dekat, Cynthia memberikan Heal kepada Sakura.
"Terimakasih, aku terselamatkan," ujar Sakura yang dibalas dengan senyuman Cynthia.
Sementara itu, Sylvie masih terus fokus melantunkan mantra miliknya. Mike yang melirik itu, segera menghantamkan tinjunya sekali lagi. Membuat agro Metal Lizard tetap padanya.
__ADS_1
"Hey, Mike! Ada sesuatu yang ingin aku coba. Apa tidak masalah?" tanya Daisy sembari berlari masuk mendekati area pertarungan.
"Tidak masalah! Selama itu tidak membuat agro-nya tetap padaku!" jawab Mike.
"Maaf, tapi aku tidak bisa menjamin hal itu!!" sahut Daisy mengambil beberapa anak panah dan melemparnya ke udara.
"Gatling Shot!!"
Daisy mengambil satu persatu anak panah yang jatuh dan menembaknya secara beruntun di bagian yang sama pada Metal Lizard. Membuat bahkan sisik kerasnya tidak bisa menahannya dan hancur seketika.
"Mike! Aku telah siap kapanpun!!" panggil Sylvie dengan sihir api miliknya yang siap dilepaskan kapanpun.
"Bagus!! Assault Uppercut!!" sahut Mike yang segera memberikan pukulan kuat tepat dibawah kepala Metal Lizard.
Tubuh Metal Lizard tersebut terangkat cukup tinggi. Merasa belum cukup, Mike menggenggam sela-sela tubuh bagian bawahnya dan melemparkannya ke atas udara.
"Inferno Magic, Hell Flare!!"
Wush! Burn!
Sebuah hembusan api mengarah menuju Metal Lizard dan membakarnya. Mike segera menjauhi tempat itu, karena sadar kalau tubuh Metal Lizard yang cukup berat akan jatuh kembali ke tanah.
BRAK!
"HIISSS!!"
Desisan tersebut menjadi kali terakhir Metal Lizard berbicara. Sebelum terbakar habis dan berubah menjadi Drop Item yang dibutuhkan mereka.
"Bagus! Dengan begini, kita mendapatkan apa yang dibutuhkan! Jadi, ayo kembali sekarang!" ajak Mike.
Mereka semua mengangguk setuju dan segera keluar dari Dungeon menuju Kota Efraim dimana markas mereka berada.
***
"Kau pasti bercanda kan?!" umpat Yudha yang baru saja Logout karena mati dalam game.
Yudha tidak menduga, kalau dia benar-benar melawan kloningan dirinya dalam game. Dari cara memegang tombak, menyerang, bertahan, bahkan sihirnya sekalipun. Semuanya benar-benar sama persis seperti Yuno, karakter miliknya di dalam game. Hanya satu hal yang membedakan mereka, yaitu Yuno Kloningan itu mengenakan zirah dan tombak berwarna hitam pekat.
"Tetapi kenapa saat aku mati, tidak ada pembatalan Event?" bingung Yudha.
__ADS_1
Karena masih dalam masa restriksi login, Yudha memutuskan untuk menghirup udara segar. Dia tidak peduli lagi jika Event itu harus dibatalkan, meskipun kemungkinan dia tidak bisa menggunakan beberapa Arts miliknya lagi.