
"Mari tinggalkan pembahasan tentang warga desa. Sekarang sebelum kita memulai rapat ini, bagi kalian yang tidak setuju dengan pembentukan aliansi antar Legion. Silahkan keluar dari sini!" tegas Yuno.
Semua orang disana diam dan tidak berdiri. Mengabaikan suasana yang bisa dibilang canggung, Edgard mengangkat tangannya untuk bertanya dan dipersilahkan oleh Yuno.
"Bisa beritahu kami, apa keuntungannya membentuk aliansi ini?" tanya Edgard.
Mendengar pertanyaan itu, Yuno menyunggingkan senyumannya.
"Seperti aliansi antar Legion pada umumnya. Kita bisa saling meminjam kekuatan tempur satu sama lain, pertukaran setara, serta saling membantu antar Legion. Namun jika hanya itu saja tidak akan terlalu menarik bukan?" jelas Yuno.
"Legion Wars," celetuk Shiina yang memahami tujuan Yuno.
"Bingo!" sahut Yuno memetik jarinya.
"Seperti yang kita ketahui dari pihak pengembang, Legion Wars akan datang pada update bulan depan. Ketika itu dimulai nantinya, kita akan mengambil wilayah yang berdekatan sekaligus sumber daya yang melimpah. Kemudian dengan izin dari Raja, kita akan membangun sebuah Negara yang baru," lanjut Yuno menjelaskan tujuannya.
"Jadi ini alasan kenapa kau mengundang 9 Legion yang mendominasi Kerajaan Ecclesia yah?" ujar Kuro.
"Tepat sekali! Tetapi ada satu masalah lain," balas Yuno.
"Apa itu?" tanya Aria penasaran.
"Pengkhianat," jawab Yuno singkat yang membuat semua orang menatap dirinya dengan kesal kecuali Shiina, Yuki dan Aria.
"Apa kau menuduh kami akan berkhianat? Bahkan aliansi ini saja belum terbentuk!" kesal Drago.
"Itu benar! Membuat kami saling curiga satu sama lain, itulah tujuanmu yang sebenarnya bukan?!" umpat Yamato.
"Padahal aku pikir, kita bisa berteman satu sama lain," ujar Ieyashu menghela nafas.
Sedangkan sisanya hanya kesal tapi tidak berkata apapun karena masih bisa mengendalikan diri. Merasa kalau situasi mulai tidak kondusif, Yuno melepaskan aura intimidasi yang besar. Membuat semua orang bergetar takut ketika merasakannya.
"Apa kalian sudah selesai mengeluhnya? Aku bahkan belum menjelaskan semuanya lho?!" ungkap Yuno mengintimidasi.
"Apa-apaan aura intimidasinya itu!" batin Kuro tersentak.
"Auranya benar-benar pekat dan kuat!" ucap Shiina dalam hatinya.
"Ugh.. sesak!" batin Luna memegang kerah bajunya.
"Jika dia memiliki kekuatan sebesar ini, kenapa dia memilih mundur daripada menghentikan Event ini sendirian?!" pikir Yamato.
"Artinya, lawan yang akan kita hadapi jauh lebih merepotkan?" tebak Ieyashu dipikirannya.
"Menjadikannya musuh hanya akan mempersulit diri," pikir Yuki.
__ADS_1
"Haha, aku beruntung karena memilih datang daripada tidak," batin Edgard tertawa dalam hatinya.
"Sesuai dengan rumornya, pria ini.. kuat!" pikir Drago.
"Mungkinkah alasannya menghilang selama dua minggu karena ini?" bingung Aria dalam pikirannya.
Setelah dirasa cukup tenang, Yuno menarik kembali aura intimidasi miliknya. Semua orang disana akhirnya bisa bernafas lega setelah lepas dari aura intimidasi Yuno. Aoi segera menguatkan dirinya saat mendapatkan kode dari Yuno untuk membagikan surat perjanjian yang telah disiapkan sebelumnya.
"Untuk mencegah kejadian itu, aku telah membuat surat perjanjian ini. Jangan khawatir, karena aku juga telah menandatanganinya," jelas Yuno menunjukkan surat perjanjian miliknya.
"Boleh aku periksa?" tanya Aria.
"Silahkan," jawab Yuno menyerahkan suratnya pada Aria.
Aria lalu memeriksa kesamaan dari isi suratnya, setelahnya dia memberikan surat itu pada Drago. Kemudian Drago menyerahkannya pada Edgard, lalu ke Yuki dan seterusnya hingga kembali ke Yuno.
"Jadi apakah kalian ikut atau tidak?" tanya Yuno.
Tidak ada balasan dari mereka, hanya gerakan tangan yang menandatangani surat perjanjian yang diserahkan Aoi barusan. Menandakan kalau semua orang setuju untuk membangun aliansi.
"Kalau begitu, mari kita mulai rapatnya!" ucap Yuno.
***
"Maaf, Ayah. Sepertinya hari ini aku tidak bisa membantu toko," ujar Yudha saat sarapan bersama keluarganya.
"Bisa dibilang, begitu sih. Sekali lagi, maaf," jawab Yudha dengan perasaan sedikit menyesal.
"Tidak apa, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Bukankah Ayah sudah sering memberitahukannya padamu?" balas sang Ayah dengan lembut.
"Terimakasih," ungkap Yuno yang kembali melanjutkan sarapannya.
***
"Baiklah, aku sudah sarapan dan mengantar Raya serta Tiara ke sekolah mereka. Jadi sekarang, bagaimana kalau kita login kembali?" gumam Yudha yang segera kembali masuk ke dalam RYLO.
"Rise On! RYLO, Start!!"
Tidak butuh waktu lama, kesadaran Yudha segera hilang dan kini dia telah menjadi Yuno.
Krek!
"Oh, Master?! Kamu sudah kembali?" tanya Aoi saat melihat Yuno keluar dari kamarnya.
"Begitulah! Jadi bagaimana hasil evakuasi warga Desa Er'lokka?" jawab Yuno kali ini bertanya.
__ADS_1
"Mereka semua telah di evakuasi! Jadi Master tidak perlu khawatir tentang mereka," jelas Aoi.
"Bagus! Felix, aku serahkan pengaturan Party padamu!" pinta Yuno.
"Oh! Serahkan saja padaku!" sahut Felix.
"Hmm?"
"Ada apa, Master?" tanya Aoi ketika Yuno berhenti melangkah.
"Alice mengirimkan pesan untukku," jawab Yuno yang membuka notifikasi pesannya.
From: Alice
To: YUNO
Aku telah mendengarnya di Forum, bahwa ada Event besar yang kelihatannya mungkin akan membawa kehancuran untuk Kerajaan Ecclesia tempatmu tinggal. Jadi aku putuskan untuk memberikan beberapa Potion yang mungkin akan membantu disana!
Oh, ya. Aku juga telah memberikan harga yang cukup murah dengan stok yang bisa dibilang tak terbatas di Market. Tolong diperiksa, oke!
"Fina! Segera beli sebanyak mungkin Potion yang disediakan Alice untuk kita di Market!" perintah Yuno.
"Ah! Ba-Baik!" sahut Fina yang segera Logout dari game.
Aoi ingin menanyakan apa yang terjadi, tapi dengan segera Yuno mengirimkan salinan teks dari pesan tersebut kepada Aoi.
"Master, ini serius?" tanya Aoi.
"Ya! Dia sendiri yang mengirimkan itu, jadi sudah pasti ini bukan candaan," jawab Yuno.
"Kalau begitu, ayo segera pergi untuk menemui Legion Master lain disana!" lanjutnya mengajak Aoi.
"Baik!" balas Aoi.
Yuno dan Aoi pun segera keluar dari gedung Legion mereka, menuju keluar Kota dimana beberapa Player terlihat tengah menggali sebuah parit untuk melindungi Kota. Terdapat juga banyak tenda disekitar sana dengan beberapa Player terlihat tengah menunggu perlengkapan mereka diperbaiki. Yuno bersama Aoi pergi menuju salah satu tenda yang merupakan tempat Legion Master berkumpul. Dimana saat ini hanya tersisa Yuno saja yang belum hadir disana.
"Maaf membuat kalian menunggu lama!" sapa Yuno memasuki tenda.
"Jangan khawatir, kami juga tidak menunggu begitu lama," sahut Aria.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Menanti kedatangan mereka?" tanya Edgard.
"Ya, itu salah satunya. Tetapi mari kita lakukan sedikit pembicaraan. Mengingat beberapa dari kalian terlihat ragu dengan strategi yang kita bahas semalam," jawab Yuno.
Dengan begitu, pembahasan ulang terhadap strategi yang digunakan pun dilakukan oleh mereka semua. Hanya untuk menyelesaikan Event yang bisa menghancurkan Kerajaan, yaitu Gate of Hell.
__ADS_1
Waktu yang Tersisa Sebelum Gerbang Neraka Sepenuhnya Terbuka: 28 Hari/23 Jam/52 Menit!