The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
Volume 1 Epilogue


__ADS_3

Desa Krion...


"Apa semuanya sudah membawa barang yang diperlukan?" tanya seorang Player dengan pin berupa dua pedang yang disilangkan.


"Semuanya telah membawa yang diperlukan. Tetapi, apakah kami juga harus ikut di evakuasi?" tanya Kepala Desa.


"Kita tidak tahu apakah mereka menyerang desa ini atau tidak. Selain itu aku dengar, ini juga perintah dari Viscountess Lustess," jawab seorang pria dengan zirah ksatria dan mengenakan jubah yang memiliki lambang perisai berbentuk salib.


"Hey! Sudah waktunya kita berangkat!" panggil seorang wanita penyihir yang memiliki pin lambang bulan dan kristal salju berwarna biru.


Menyahuti panggilan tersebut, mereka pun segera berangkat menuju Kota Efraim untuk di evakuasi. Selain itu, kejadian ini tidak hanya di Desa Krion. Tapi juga di seluruh Desa yang berada dalam pengawasan Kota Efraim. Hal ini untuk mencegah kejadian yang berada di luar dugaan dan ini juga menjadi salah satu Request yang diturunkan oleh Viscountess Carmilla Lustess.


Karena bagaimanapun, dia telah diberikan tugas untuk mengelola Kota Efraim. Sebagai Bangsawan, dia diwajibkan untuk melakukan tindakan yang dapat melindungi rakyat yang bernaung di wilayah kekuasaannya.


Sementara itu di Golura Mountain, tepatnya dimana Tembok Es yang dibuat oleh Luke kemarin. Kini menjadi air akibat dilelehkan oleh puluhan Lesser Dragon. Membuat mereka kini bisa melanjutkan langkah menuju Kota Efraim untuk menghancurkannya.


"Ini gawat! Segera beritahukan hal ini pada Boss!" perintah pria dengan jubah hitam.


***


"Begitukah? Terimakasih informasinya, kerja bagus!" ungkap Yuki yang baru saja menerima Voice Call.


"Sesuai perkiraanmu, tembok es itu telah meleleh dan gerombolan Monster itu kini bergerak," ujar Yuki pada Yuno.


"Kemungkinan yang akan sampai kesini lebih dulu adalah Goblin. Sementara sisanya mungkin akan sampai saat siang hari," tebak Yuno menyusun beberapa pion yang berada di peta besar.


"Seharusnya sihir skala besar sudah cukup untuk membunuh mereka semua. Itulah yang aku ingin beritahukan pada kalian, tapi ada kemungkinan itu bisa membuat areanya jadi berantakan," ujar Luna.


"Tidak! Sihir skala besar itu akan lebih bagus digunakan ketika lawan-lawan kuat mulai berdatangan demi mengurangi kekuatan mereka," balas Kuro.


"Aku setuju dengannya," sahut Yamato.


"Selain itu akan lebih baik menggunakan tehnik darahku daripada sihir," lanjutnya.


"Huh? Kau serius ingin menggunakannya?" tanya Ieyashu.

__ADS_1


"Tentu saja! Lagipula, itu lebih praktis daripada sihir!" jawab Yamato.


"Ya, aku tidak terlalu mempermasalahkannya," sahut Luna.


Yuno berjalan mundur dan berbalik berniat untuk meninggalkan tempat ini lebih dulu.


"Yuno, kemana kau akan pergi?" tanya Shiina yang menyadarinya.


"Ada suatu tempat yang ingin aku kunjungi. Jangan khawatir! Aku akan kembali secepat yang aku bisa," jawab Yuno yang melanjutkan langkahnya.


"Seriusan? Disaat seperti ini dia malah pergi?" ungkap Drago kesal.


"Jangan pikirkan itu! Lagipula, aku percaya dengan kata-katanya itu. Jika dia akan kembali, maka dia akan kembali. Aku benar kan, Vice Master Aoi?" sahut Edgard dengan wajah sarkastik.


"Ya! Memang benar, Legion Master kami selalu melakukan hal yang sulit ditebak. Tapi jangan khawatir, karena Legion Master kami selalu memegang teguh janjinya!" balas Aoi tersenyum balik.


Edgard yang tadinya ingin memberikan sarkasme, merasa kesal dan takut dengan senyuman Aoi. Seolah-olah Aoi tahu apa yang direncanakan oleh Edgard dengan kata-kata tadi.


"Gadis ini, sama mengerikannya dengan Yuno!" batin Edgard.


Disisi lain, Yuno berlari sekencang mungkin meninggalkan tempat tersebut. Tujuannya adalah kedalaman Hutan Selatan dimana dia bertemu Raja Serigala Abu-abu. Shiryuu keluar dari tubuh Yuno, tepat setelah mereka telah cukup jauh dari keramaian.


"Jangan khawatir! Aku sangat percaya padanya," jawab Yuno.


"Begitu? Jadi kemana kita pergi?" tanya Shiryuu lagi yang penasaran dengan tujuan Yuno.


"Ke tempat dimana Raja Serigala berada," balas Yuno.


"Oh? Aku ingat sesuatu tentang itu! Kalau tidak salah, pemimpin mereka adalah Serigala Betina bukan? Cukup aneh mereka melantik Betina sebagai pemimpinnya," ungkap Shiryuu.


"Hey, bisa jangan kau katakan itu di depannya? Aku sendiri tidak berani menyinggung itu lho!" sahut Yuno.


"Hah! Jangan terlalu takut! Lagipula kau seorang pria bukan? Artinya kau seorang pejantan dimatanya!" balas Shiryuu.


"Apa kau menyamakan aku dengan hewan? Ya, terserahlah! Kembali masuk ke dalam atau aku yang akan memaksamu untuk masuk kembali!" kesal Yuno.

__ADS_1


"Heh? Tapi aku baru saja bernafas bebas!" keluh Shiryuu, walaupun dia menuruti perkataan Masternya.


Yuno menghela nafas, dia tidak menyangka kalau Shiryuu mengetahui rahasia Raja Serigala yang mana semua Player tidak tahu kecuali Yuno. Pada akhirnya, Yuno tetap melanjutkan langkahnya menuju hutan yang lebih dalam.


***


"KIEEK!!"


Teriakan kesenangan para Goblin terdengar saling sahut menyahut. Membuat para Player yang telah siap siaga menjadi ragu saat melihat begitu banyak Goblin dalam gelombang pertama. Hingga seorang Pria Oni berdiri didepan mereka dengan gagahnya dan meninju tanah hingga tangannya masuk ke dalam tanah.


"Oni Blood Arts Technique, Gravity Pressure!!"


Hanya dalam waktu singkat, seluruh Goblin dalam radius 15 Diameter terjatuh ke tanah. Membuat mereka tidak bisa bergerak kemanapun karena gaya gravitasi yang diperkuat oleh Pria Oni yang tak lain adalah Yamato.


Tak lama setelahnya, seorang wanita berzirah bersama dengan pedang yang memancarkan aura suci yang sangat pekat berjalan mendekati Yamato. Wanita itu menarik pedangnya serta mengangkatnya setinggi dada, sebelum menutup matanya dan melantunkan mantra miliknya.


"Divine Magic, Heaven's Sword Rain!" lirih wanita itu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya.


Ratusan? Mungkin ribuan pedang cahaya segera berjatuhan dari langit dan menancap ke para Goblin tersebut. Membuat mereka mati dalam sekejap akibat Sihir Surgawi milik wanita yang tak lain adalah Aria.


"Jangan ragu! Meskipun mereka menang jumlah, tapi kita unggul dalam strategi dan kekuatan! Maju dan ikuti arahan dari Raid Leader kalian!!" perintah Kuro menyemangati semua orang.


"Itu benar!"


"Jika kita mengikuti arahan sesuai rencana, kita mungkin menang!"


"Maju! Jangan biarkan mereka menghancurkan Kota Efraim kita!!"


"Ooouuu!!"


"Aku mulai semangat!!"


"Maju! Maju! Maju!!"


Semua orang segera bersemangat dan berlari menerjang Goblin yang lolos dari dua Arts gabungan Yamato dan Aria. Gerombolan Goblin juga tidak mau kalah, mereka segera menerjang para Player walaupun telah kehilangan anggota tubuh mereka.

__ADS_1


Hal ini membuat Legion Master yang ada disana segera membuat satu kesimpulan sama. Yaitu adanya dalang dari kejadian gempuran Monster ini dan dalang yang mereka maksud sekarang tanpa disadari telah keluar dari Gerbang Neraka itu. Bersiap untuk menghancurkan Benua Manusia dengan kekuatan penuhnya.


"Kekeke, masih belum! Ini belum waktunya untukku menunjukkan teror sebenarnya dari Raja Neraka Ilusi, Mephisto the Lord of Illusion!!"


__ADS_2