
"Kami pulang!" ucap Yudha dan Raya bersamaan.
Setelah berbincang di kafe selama satu jam, mereka memutuskan untuk pulang. Apa yang dibicarakan oleh Yudha hanyalah permohonan pada teman-teman Raya untuk tetap menjadi temannya apapun yang terjadi.
Harris dan Bella sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sedangkan Doni sendiri, perkataannya agak membuat Yudha terkejut. Tapi dia sama sekali tidak mempermasalahkan itu dan memutuskan untuk berpura-pura tidak mendengarnya.
"Maaf, tapi kami tidak mengenal siapa yang kalian panggil dengan Yuno. Jadi bisa kalian pergi dari sini?" mohon suara wanita yang tak lain adalah Ibunya Yudha, Yuna.
Yudha yang mendengar nama Yuno segera meminta adiknya untuk masuk lebih dulu. Sementara dirinya akan pergi memeriksa siapa yang mencari dirinya.
"Maaf, ada apa mencari Yuno?" tanya Yudha memasuki toko lewat pintu dari dalam rumahnya.
"Yudha? Apa kamu mengenal orang-orang berjas ini?" tanya Yuna bingung.
Yudha hanya menggelengkan kepalanya dan meminta Ibunya untuk masuk ke dalam. Sementara dia akan mengatasi orang-orang berjas hitam tersebut sendirian. Awalnya, Ibunya menolak. Tapi saat dia bilang kalau Raya mencarinya, Ibunya segera masuk ke dalam walau dengan perasaan khawatir.
"Apakah kau yang bernama Yuno?" tanya salah satu dari mereka.
"Sayangnya, aku bukanlah orang yang kalian cari. Setidaknya di dunia nyata," jelas Yudha seperti memberi kode.
"Begitu yah? Bawa dia," perintah pria tadi menyuruh dua orang dibelakangnya.
Kedua orang itu menekan pundak Yudha dengan kuat dan menahan tangannya agar tidak banyak tingkah. Yudha mencoba menanyakan kemana dia akan dibawa, tapi tidak dibalas sama sekali.
Karenanya tepat setelah berada di luar toko, Yudha menundukkan tubuhnya dan membuat kedua pria yang menahannya kehilangan keseimbangan. Sebelum akhirnya didorong jatuh oleh Yudha dengan sekuat tenaga.
"Dengar, aku tidak kenal siapa kalian! Tapi jika kalian berniat menculik ku hanya karena aku menolak bos kalian, maka kalian salah menghadapi orang!" ujar Yudha.
Pada saat yang sama, warga yang mengenal Yudha berdatangan sembari membawa berbagai alat yang membuat ketiga pria tersebut panik bukan main.
"Cih! Ayo pergi!" ajak salah satu dari mereka dengan kesal.
Yudha menghela nafas, dia tidak menyangka kalau para Investor itu kini mulai menargetkan dirinya dan bukan Felicia lagi. Meskipun pada satu sisi, dia juga merasa tenang mengetahuinya. Yudha lalu mengucapkan terimakasih kepada warga yang sempat ingin membantunya, meskipun kebanyakan sudah pada pergi meninggalkannya sendirian disini.
***
Usai makan malam, Yudha segera memasuki kamarnya setelah mengajarkan cara mendaftar RYLO untuk anak dibawah 15 tahun pada Tiara.
"Baiklah, ayo login! RISE On! RYLO Start!!"
Perlahan kesadaran Yudha menghilang dan kini dia telah berada dalam tubuh Yuno yang masih tertidur di dekat pintu masuk reruntuhan kuno.
"Baiklah, lebih baik aku segera bergegas ke kota sebelum Tiara menyelesaikan kustomisasi karakternya," ujar Yuno yang langsung berlari menuju Kota Efraim.
Beberapa Player yang mengenalnya menyapa dirinya. Tapi karena terburu-buru, Yuno tidak membalas mereka dan terus berlari hingga sampai di Kota Efraim.
__ADS_1
"Seharusnya disini tidak masalah kan?" ujar Yuno.
Seorang Player dengan Name Tia Meminta Izin Pengawasan Player Kepada Anda!
Sebuah panel notifikasi muncul dihadapannya dan Yuno memilih panel "Terima" tanpa ragu. Sesosok gadis kecil berambut ungu muncul dekat air mancur dengan tatapan penuh semangat dan antusiasme yang cukup tinggi.
"Wah! Jadi seperti ini dunia RYLO itu?! Hebat! Benar-benar seperti nyata!!" teriak gadis kecil bernama Tia itu dengan penuh kekaguman.
Yuno yang melihat kesan pertama yang cukup bagus dari adiknya itu, hanya bisa tersenyum. Bahkan beberapa Player ikut tersenyum dengan keimutan Tia yang penuh antusias tersebut.
"Ngomong-ngomong dimana kakak berada? Aku tidak bisa memanggil nama aslinya disini kan?" lanjut Tia yang mencari keberadaan kakaknya.
"Aku disini, Tia!" sapa Yuno menepuk pundak Tia.
"Uwaah!! Sejak kapan?!" tanya Tia terkejut.
"Sejak awal kamu masuk ke dalam game," jawab Yuno.
"Uhh.. itu memalukan," balas Tia.
Yuno hanya tertawa mendengar balasan tersebut. Membuat wajah Tia semakin memerah karena malu dan akhirnya memukul-mukul Yuno dengan pelan.
"Aw! Hey, itu sakit! Hentikan!" pinta Yuno.
***
"Jadi Skill apa saja yang kamu ambil diawal?" tanya Yuno.
"Etto.. Sword, Enhance Strength, Enhance Agility, Wind Magic dan Fire Magic," jawab Tia yang membuka statusnya.
"Hmm, fokus di kekuatan dan kecepatan yah? Mungkin Shortsword cocok untukmu diawal?" balas Yuno.
"Tapi aku juga ingin menggunakan sihir, Kak Yuno! Apa aku tidak bisa menggunakan pedang pendek dan tongkat pada saat yang sama?" pinta Tia.
"Itu bukan ide yang buruk sih? Tapi fokus milikmu mungkin akan terbagi, jadi aku tidak menyarankannya," jelas Yuno.
"Begitu yah?" balas Tia sedikit kecewa.
"Yah, jika kamu memang ingin mencoba itu. Aku tidak akan melarangnya," ungkap Yuno.
"Oh, kita sudah sampai! Pertama, mari beli perlengkapan yang bagus untukmu saat ini!" ajak Yuno.
"Eh? Apa perlengkapan awal tidaklah cukup? Aku tidak punya cukup uang untuk itu," jawab Tia.
__ADS_1
"Jangan pikirkan tentang itu! Aku akan membayarnya untukmu," balas Yuno.
"Sungguh? Yeay! Terimakasih, Kak Yuno!!" ucap Tia senang.
Mereka pun segera masuk ke toko perlengkapan untuk membeli pedang pendek, tongkat sihir dan perlengkapan set yang lebih baik. Sebelum akhirnya pergi keluar kota untuk berburu bersama.
***
"Hiyaa!!"
Zraassh! Zraassh!
Tia mengayunkan pedang pendeknya dengan lincah untuk mencoba membunuh Kelinci Bertanduk yang sangat lincah. Beberapakali Tia hampir mengenai tubuh kelinci itu, tapi sayangnya dia tidak pernah benar-benar mengenai Kelinci Bertanduk tersebut.
"Jangan hanya mengandalkan serangan fisik! Gunakan juga sihir yang kamu miliki!" peringat Yuno dari jauh sembari memasak makanan.
"Baik!!" sahut Tia yang kini bersiap dengan sihirnya.
"Melatih seorang gadis kecil? Aku tidak tahu ada Request seperti itu disini?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Sakura.
"Oh? Sakura dan Mike? Hanya kalian berdua saja?" sapa Yuno yang melanjutkan memasak.
"Begitulah! Ngomong-ngomong, apa dia benar-benar NPC?" tanya Mike.
"Tidak, dia adalah adikku. Karena usianya dibawah 15 Tahun, dia hanya bisa bermain dibawah pengawasanku," jelas Yuno.
RYLO telah cukup lama merilis fitur tersebut. Semua ini demi membiarkan anak-anak juga bisa ikut bermain tanpa memikirkan batasan usia yang telah ditetapkan. Karena itulah, Yuno menggunakan fitur ini untuk mengajak Tia bermain sekaligus mengawasinya.
"Aku tidak terlalu mengerti tentang pedang. Jadi aku hanya mengajarkannya dasar-dasar bertarung saja padanya. Termasuk bagaimana cara menggunakan sihir di game ini," lanjut Yuno.
"Hey, Yuno. Apakah kau bisa menyerahkan pengawasan adikmu padaku? Kebetulan tidak ada banyak hal yang bisa aku lakukan belakangan ini," ujar Sakura.
"Ah, apa ini tentang orang-orang baru yang mengambil Request Legion?" tanya Yuno memastikan.
"Jujur saja, aku sama sekali tidak masalah mereka begitu semangat dan mengambil banyak Request dari Legion. Tetapi itu membuat beberapa anggota inti tidak bisa melakukan apapun kecuali bersantai," jelas Mike.
"Ya, kau benar. Sepertinya sudah waktunya untuk meningkatkan batas penerimaan Request? Aku akan bicarakan ini pada Aoi," balas Yuno.
"Jadi bagaimana dengan permintaanku?" tanya Sakura mengingatkan.
"Oh, benar! Mungkin akan lebih baik menanyakannya langsung padanya," jawab Yuno yang kemudian memanggil Tia.
"Tia, kemarilah!" panggil Yuno.
Merasa namanya dipanggil, Tia lalu berlari menuju Yuno dan mengabaikan Kelinci Bertanduk yang menjadi target latihannya tadi. Yuno lalu menjelaskan pada Tia tentang Sakura yang akan menjadi pengawas bermain Tia sekaligus gurunya dalam game.
__ADS_1
Awalnya, Tia terlihat sedikit ragu. Tapi setelah berkenalan dengan Sakura, Tia pun langsung menerimanya begitu cepat. Membuat Yuno kagum dengan kemampuan Sakura yang bisa meluluhkan hati anak kecil begitu cepat.