The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB IX Kampung Halaman


__ADS_3

Setelah menyerahkan Tia pada Sakura, Yuno memutuskan untuk mengecek beberapa area berburu baru yang ditambahkan ke dalam game.


"Kalau tidak salah, dari sini aku hanya perlu mengikuti jalan ini kan yah?" gumam Yuno yang menyusuri jalanan.


"Oh, ternyata benar!" lanjutnya saat melihat sebuah papan yang menunjukkan arah.


Papan paling atas menunjuk kearah belakang Yuno dengan tulisan "Efraim Town", kemudian yang tengah menunjuk kearah kiri dengan tulisan "Howard Valley & Howard Village", lalu yang terakhir papan bagian bawah menunjuk kearah depan yang akan membawa Yuno ke Er'lokka Village.


Tujuan Yuno kali ini adalah Desa Howard, dimana disana adalah sebuah desa yang menghubungkan Lembah Howard dengan sebuah gunung bernama Golura Mountain.


Berbeda dengan jalan yang akan membawanya menuju Desa Er'lokka, dimana yang dia hadapi adalah Kelinci Bertanduk. Yuno masih belum tahu apa yang akan dia hadapinya selama perjalanan. Jadi dia memasang sikap penuh waspada sembari berjalan menuju tempat tujuannya.


"Huh? Kelinci Bertanduk? Tapi sepertinya dia jauh lebih besar dan.. apa dia memiliki dua tanduk sekarang?" ujar Yuno ketika melihat seekor Kelinci Bertanduk dua yang berukuran cukup besar menghampirinya.


"Maaf saja, tapi aku akan menjadikanmu bahan-bahan masakan ku!" ungkap Yuno yang mengalirkan petir ke tombaknya.


"God Dragon Spear Technique, First Roar - Heavenly Dragon Clash!!"


Zraassh! BAMN!


Yuno menghantamkan tombaknya ke tanah, berniat membelah Kelinci Bertanduk Dua itu dengan tombaknya. Namun serangan itu belum cukup untuk membunuhnya.


"God Dragon Spear Technique, Second Roar - Heavenly Dragon Fang!!"


Zraassh! Swoosh!


Yuno mengayunkan tombaknya dari kiri ke kanan, tapi sekali lagi itu masih belum cukup untuk membunuh Kelinci Bertanduk Dua tersebut.


"God Dragon Spear Technique, Third Roar - Heavenly Dragon Rush!!"


Yuno melepaskan tusukan beruntun selama 15 Detik. Namun tetap saja, itu belum cukup untuk membunuhnya.


"Apa dia memiliki durabilitas yang tinggi?" pikir Yuno.


"God Dragon Spear Technique, Fourth Roar - Heavenly Dragon Claw!!"


Sebuah after image berupa cakaran dalam bentuk silang. Merasa kalau itu belum cukup untuk membunuhnya, Yuno memutar tubuhnya dan mengayun kuat tombaknya yang mampu membelah Kelinci Bertanduk Dua itu.


"God Dragon Spear Technique, Fifth Roar - Heavenly Dragontail!!"


Zraassh!


"Menggunakan semua Tehnik Dewa Naga untuk mahluk rendahan seperti itu?" ledek Shiryuu yang keluar dari tubuhnya.


"Kau benar-benar sedikit lain yah, Yuno?" lanjutnya.


"Ya, mau bagaimana lagi. Kau sendiri tidak ingin aku menggunakan tombak ini saat melawan Zombie waktu itu. Jika saja tehnik itu bisa digunakan ketika aku memakai tombak lain, aku tidak akan sepenasaran ini tahu!" kesal Yuno.


Shiryuu tidak membalas perkataan Yuno. Dia memilih untuk diam dan membiarkan Yuno meluapkan kekesalannya. Merasa agak canggung, Yuno pun menanyakan beberapa hal yang Shiryuu ketahui tentang dunia ini.

__ADS_1


Shiryuu lalu menceritakan kalau dunia ini diciptakan oleh seorang Dewi bernama PROMETHEUS yang juga sekaligus menjadi Dewa yang Maha Kuasa.


Awalnya hanya ada Manusia dan Demon di dunia ini, tapi dikarenakan perang antara keduanya terus berlanjut. Akhirnya Sang Dewi memutuskan untuk memisahkan keduanya yang kemudian demi menjaga kedamaian dunia, Sang Dewi lalu menciptakan beberapa Ras lain ke dunia termasuk memecahkan dirinya menjadi dua bagian.


"Sebagian dari Dewi PROMETHEUS berpecah lagi menjadi tujuh pecahan yang kemudian setiap pecahan tersebut berpecah kembali. Satu dari ketujuh pecahan tersebut adalah kami, para Guardian God," jelas Shiryuu.


"Bagaimana dengan pecahan lainnya?" tanya Yuno sembari melakukan perburuan terhadap Monster yang menyerangnya.


"Aku tidak tahu tentang mereka. Tapi sebelum Guardian God lahir, sebagian dari pecahan kami terkontaminasi oleh kegelapan manusia. Karena itulah demi menghindari kontaminasi sepenuhnya, kami putuskan untuk memisahkan diri dari bagian gelap tersebut," jawab Shiryuu menerangkan.


"Pecahan gelap itu lalu menjadi Black Dragon kah?" tebak Yuno.


"Oh? Kau mengetahui tentangnya?" balas Shiryuu kagum.


"Ah, itu hampir mirip dengan sebuah cerita di duniaku," sahut Yuno.


"Woah~ Aku jadi semakin kagum dengan duniamu itu!" ujar Shiryuu.


"Tetapi, Black Dragon kah? Jadi mereka mengambil mitologi negeri China yah? Itu artinya, selain keempat Dewa Pelindung ada 4 Raja Surgawi yang mungkin menjadi kunci kebangkitan Black Dragon," pikir Yuno.


"Yah, itu bisa menjadi urusan dilain waktu! Jadi bagaimana cara membuatmu berevolusi?" tanya Yuno.


"Huh? Evolusi? Memangnya kau tidak tahu tentang itu?" sahut Shiryuu.


"Hey! Jika aku tahu, aku tidak akan menanyakannya padamu!" balas Yuno kesal.


"Kau bisa mengecek statusku bukan? Aku yakin sistem dari Dewi menjelaskannya dengan baik disana!" jawab Shiryuu.


Name: Shiryuu (Legendary)


Type: Pet


Race: Serpent


Evolution: 3% (Belum Mencukupi Tahap Evolusi!)


Passive:


- Dragon Aura


Mengurangi seluruh status lawan sekitar hingga 10%.


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Pertama diperlukan!)


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Kelima diperlukan!)


Arts:


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Kedua diperlukan!)

__ADS_1


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Ketiga diperlukan!)


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Keempat diperlukan!)


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Keenam diperlukan!)


- (Belum Terbuka! Evolusi Tahap Ketujuh diperlukan!)


"Hmm? Tujuh tahap evolusi? Cukup banyak yah!" ujar Yuno.


"Fufufu! Lagipula aku ini yang terkuat dari ketiga saudariku yang lain!" jelas Shiryuu.


"Saudari? Semuanya perempuan?" gumam Yuno terkejut.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Shiryuu.


"Ah, tidak ada!" jawab Yuno.


Tanpa mereka sadari, kini mereka telah melewati Lembah Howard dan sekarang Yuno telah berada di pintu masuk Desa Howard. Tidak ada pemain lain disekitar Yuno, membuatnya yakin kalau baru dia saja yang sampai disini.


"Baiklah, kalau begitu ayo periksa apa saja yang ada disini!" ujar Yuno yang memasuki desa setelah pemeriksaan.


Walaupun, dia tidak mengetahui kalau bukan dia yang pertama sampai di tempat ini. Karena saat ini, telah ada sekelompok party yang tengah melakukan perburuan yang mungkin akan menyebabkan sesuatu yang buruk akan terjadi.


***


"Oh? Apa ini?" ujar Tommy yang tengah menonton sesuatu.


"Ada apa, Profesor?" tanya Emily penasaran.


"Sepertinya ada seseorang yang memicu Event Gerbang Neraka," jawab Tommy.


"Tunggu! Bukankah ini terlalu awal? Apa itu tidak masalah?" balas Emily khawatir.


"Yah, jangan terlalu khawatir, Emily. Karena sepertinya Sang Pahlawan Tombak kita akan menyelesaikannya," jelas Tommy.


"Yuno? Maaf saja, Profesor. Aku tidak yakin dia bisa melakukannya sendiri," ungkap Emily.


"Apa aku mengatakan kalau dia akan menyelesaikannya sendirian? Tentu saja tidak!" balas Tommy.


Mendengar balasan itu, membuat Emily teringat dengan Legion milik Yuno. Membuatnya sedikit tenang dan sekaligus ragu apakah Legion Yuno bisa mengatasinya atau tidak. Karena Event yang dimaksud oleh Tommy dan dirinya adalah sebuah Event yang memiliki kemungkinan untuk menghancurkan sebuah kerajaan.


Event - Gate of Hell!


Gerbang Neraka telah terbuka! Kini Kerajaan Ecclesia dalam bahaya! Hentikan pembukaan Gerbang Neraka dan lindungi Kerajaan dari ancaman!


Hadiah 5.000 Emas bagi mereka yang berkontribusi, Gelar Baron bagi mereka yang berhasil menghentikan Gerbang Neraka!


Penalti Runtuhnya Kerajaan Ecclesia dan kematian seluruh penduduk kerajaan!

__ADS_1


Batas Waktu 30 Hari Sebelum Gerbang Neraka sepenuhnya terbuka!


__ADS_2