
"Hebat, desa ini benar-benar dikelilingi oleh kabut?" kagum Yuno.
Yuno lalu memutuskan untuk berkeliling desa sembari mengumpulkan informasi yang ada di sekitar. Kemudian dalam waktu 1 Jam dalam game, Yuno mendapatkan cukup banyak informasi yang penting.
Sumber penghasilan desa ini ada tiga jenis. Yaitu penambang, pemancing dan petani. Meskipun banyak hasil ikan disini, tapi daging disini cukup langka dan akan terjual sangat mahal di desa ini.
Penyebabnya adalah tidak adanya akses pedagang untuk ke desa. Bukan karena tidak ada jalan menuju ke tempat ini, melainkan jalan aman yang tidak dipenuhi Monster. Jikalau ada pedagang, biasanya mereka tidak membawa daging demi menghindari para Monster yang mungkin menyergap mereka.
"Aku bisa saja menjual stok daging di Inventory. Tapi jika begitu, malah yang ada akan membuat harga daging disini turun begitu drastis dan mereka akan jadi kebergantungan padaku," gumam Yuno.
"Tapi jika aku membeberkan hal ini di Forum, ada kemungkinan Legionku dirugikan nantinya," lanjut Yuno memperkirakan masa depan.
"Oh! Benar, juga! Kenapa aku tidak melakukannya saja?" ujar Yuno yang langsung membuka Menu Legion dan menghubungi Aoi.
"Ada apa, Master? Apakah kamu butuh bantuan disana?" sapa Aoi melalui Voice Call.
"Ya, begitulah. Tapi sebelum itu, bagaimana dengan kerjasama yang kita ajukan pada Asosiasi Pedagang?" tanya Yuno.
"Tentang itu, mereka bilang kalau mereka akan mengakuisisinya. Tapi dengan syarat pembelian 20% saham Legion kita," jawab Aoi.
"Itu terlalu besar, memangnya berapa yang mereka tawarkan?" tanya Yuno memastikan.
"80 Juta Emas dengan tambahan beberapa Pedagang Terbaik mereka," jelas Aoi.
"Harga Emas saat ini sedang tinggi, jadi aku pikir 80 Juta Emas itu terbilang cukup berani hanya untuk membeli 20% Saham Legionku. Apa dia tidak khawatir kalau aku menipunya?" pikir Yuno.
"Ditambah, dia juga mengirim pedagang terbaiknya kah? Aoi, bisa kirimkan datanya padaku?" pinta Yuno.
"Huh? Ya, tentu saja. Tapi apa kamu akan menerimanya, Master?" tanya Aoi.
Pesan berupa data yang dibutuhkan Yuno dari Aoi segera masuk. Yuno memeriksanya dengan seksama tanpa mematikan Voice Call-nya.
"Aku akan menerimanya, jika ini bukanlah Scam atau semacamnya. Tapi mengingat sikap waspada milikmu, aku rasa ini bukanlah sebuah Scam? Ngomong-ngomong, apa kau sudah meminta Felix untuk menyelidiki mereka?" balas Yuno bertanya sembari terus memeriksa file yang diterimanya.
__ADS_1
"Tentang itu, Felix mengatakan kalau dia sudah menyelidikinya. Informasinya juga telah ada di file tersebut," jelas Aoi.
"Kerja bagus! Sudah aku duga, kalian adalah kombinasi terbaik," puji Yuno.
"Oh, iya. Bisa beritahu Felix, Luke, Stella, Sarina dan Cynthia bersiap-siap?" lanjut Yuno meminta tolong.
"Tentu. Tapi, kenapa mereka?" sahut Aoi bertanya.
"Pengawalan. Aku ingin mereka mengawal para pedagang itu ke Desa Howard. Oh, ya. Tolong siapkan berbagai daging dalam jumlah besar, oke?" jelas Yuno.
"Itu artinya, Master setuju mereka membeli saham Legion kita?" tanya Aoi.
"Yup! Karena itulah, tolong urus sisanya untukku, Aoi," jawab Yuno.
"Baik! Serahkan sisanya padaku, Master!" sahut Aoi mematikan Voice Call-nya.
"Masalah daging sudah selesai, jadi berikutnya apa?" gumam Yuno.
"Bagaimana dengan pergi ke pertambangan? Bukankah orang-orang bilang di dalam sana ada mahluk kuat yang tidak boleh terganggu?" saran Shiryuu.
"Jadi kau ingin bagaimana? Duduk diam bersantai disini?" ujar Shiryuu.
"Mungkin aku akan pergi memancing? Lagipula aku butuh bahan untuk membuat masakan lain," ungkap Yuno.
Pada akhirnya, Yuno memutuskan untuk pergi ke danau didekat desa dan memancing beberapa ikan disana. Tanpa menyadari sebuah bahaya yang mungkin akan terjadi nanti.
***
Di dalam pegunungan atau lebih tepatnya disebuah gua yang menjadi tempat penambangan. Empat Player tengah melakukan tindakan investigasi terhadap mahluk yang meneror para penambang.
"Huh? Tunggu, bukankah ini sedikit sunyi?" tanya seorang pria pengguna pedang.
"Kau benar, entah kenapa ini membuatku sedikit takut," balas seorang gadis penyihir.
__ADS_1
"Hahaha! Kalian terlalu parno! Lagipula kita datang hanya untuk investigasi dan bukan mengalahkan mahluk yang dimaksud oleh warga!" jelas pria dengan perisai dan pedang di punggungnya.
"Ugh.. tetap saja ini sedikit membuatku takut, tahu!" keluh gadis penyihir.
"Sssstt! Diamlah! Apa kalian tidak mendengar sesuatu?" pinta pemimpin mereka yang membawa dua buah belati di tangannya.
Ketiga Player tadi segera berhenti dan memasang sikap waspada mereka. Wajah serius yang terlihat di wajah mereka, membuat semua orang yang melihatnya akan mengira mereka adalah Player yang berbeda.
"Fiana, gunakan sihir itu! Aku akan memeriksanya lebih dulu! Stealth!!" pinta pemimpin mereka.
Fiana yang merupakan gadis penyihir barusan segera menggunakan sihir yang membuat dirinya dan kedua rekannya menghilangkan keberadaan mereka. Sebelum akhirnya menyusul ke tempat pemimpin mereka kemudian. Tanpa menyadari kalau tindakan mereka ini akan membawa Kerajaan Ecclesia yang mereka tempati mungkin akan berada di ambang kehancurannya.
***
"Huh? Ada beberapa penduduk yang pergi ke dalam tambang dan belum kembali?" tanya Yuno terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Kepala Desa.
"Itu benar! Sudah hampir 24 Jam semenjak mereka pergi. Tapi hingga sekarang mereka belum kembali," jelas Kepala Desa.
"Jadi apa kau ingin aku pergi memeriksanya?" tanya Yuno memastikan.
"Inginnya begitu, tapi sudah ada 4 orang petualang yang pergi untuk investigasi tambang. Jadi kami hanya perlu menunggu kabar mereka," jawab Kepala Desa.
Saat ini, Yuno tengah berada di Balai Desa untuk bernegosiasi tentang izin berjualan di desa. Alasannya adalah karena Pedagang yang dikawal oleh Felix dan Party-nya sudah hampir sampai di Desa Howard.
Jadi Yuno memutuskan untuk pergi ke Balai Desa untuk bernegosiasi lebih dulu dengan Kepala Desa. Tapi siapa sangka, dia malah mendapatkan sebuah informasi yang mungkin akan memicu sebuah Event nantinya.
"Aku mengerti. Jika ada waktu, aku akan pergi bersama rekan-rekanku untuk memeriksanya," ujar Yuno.
"Oh? Benarkah! Tapi kami belum tentu bisa membayarnya," balas Kepala Desa.
"Jangan khawatir tentang itu! Lagipula membantu orang lain sudah menjadi kesenanganku sendiri," jelas Yuno.
"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Terimakasih karena sudah memperbolehkan kami untuk berdagang di Desa Howard ini," lanjut Yuno pamit.
__ADS_1
Yuno lalu berjalan meninggalkan Balai Desa dan pergi menuju dekat gerbang desa untuk menyapa rombongan Felix yang sedang melakukan pemeriksaan sebelum masuk desa. Sesampainya disana, dia menemukan Felix, Luke, Stella, Sarina, Cynthia dan tiga Player lain yang merupakan Pedagang dari Asosiasi Pedagang.
"Oh? Akhirnya mereka benar-benar sudah sampai yah!" ujar Yuno sebelum berjalan menghampiri mereka.