The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB V Kunjungan Keluarga


__ADS_3

"Taring Kembar, Taring Api!!"


Api segera menyelimuti kedua belati milik pria berambut coklat itu. Membuat Yuno dengan sigap masuk dalam posisi bertahan. Bahkan Yuno menggunakan Boost hanya untuk mengimbangi kecepatan pria tersebut.


Trang! Tring! Trang!


Yuno menangkis serangan dari pria tersebut. Beberapa kali ada serangan yang berhasil masuk dan menyebabkan Debuff Burn selama 3 detik. Bahkan dengan Passive Cold Wind miliknya, tidak dapat mengurangi SPD pria tersebut dengan banyak. Membuat Yuno terpaksa menggunakan Accel untuk bisa mengimbangi dan bahkan melampaui kecepatan pria tersebut.


"Circular Slash!"


Yuno melihat sebuah celah dan berhasil menyerang pria itu tepat pada bagian dadanya. Belum cukup, Yuno menggunakan Triple Strike dan Dragon Strike. Tapi apa yang dilakukan pria itu selanjutnya membuat Yuno terkejut.


"Taring Kembar, Taring Angin!!"


Zraassh!


Pria itu mengayunkan kedua belati miliknya di udara setelah dilempar ke udara oleh Yuno. Seolah telah menanti Yuno melakukan hal tersebut. Hal ini membuat Yuno terkena serangan angin pemotong tepat pada bagian dadanya. Membuat HP Yuno turun hingga 60% seketika dan mundur beberapa langkah demi menjaga keseimbangannya.


"Sungguh? Bisakah kau tidak mengulangi kesalahan yang sama?" ungkap pria tersebut.


"Bagaimana mungkin? Seharusnya kau masih mengalami Stun!" sahut Yuno bingung.


"Jangan menuduhku sebagai pengguna yang curang! Aku tidak menggunakan cheat ataupun aplikasi pihak ketiga," balas pria itu.


"Seperti yang diharapkan dari Death Assassin, Felix. Kau benar-benar tidak terduga seperti biasanya yah?" ungkap Yuno menyebut nama pria berambut coklat tersebut.


"Wahaha! Akhirnya kau mengingatku yah? Tapi pertarungan ini telah dimulai! Jadi ayo selesaikan dan hibur aku lebih banyak lagi!" tawa Felix.


"Tunggu, aku tidak salah dengar bukan?" bingung Silver.


"Tidak, aku sangat yakin kalau Yuno menyebutnya sebagai Felix," sahut Sakura.


"Memangnya dia siapa? Kenalanmu?" tanya Daisy.


"Yah, bisa dibilang dia adalah orang yang harus dihindari dan hanya Yuno saja yang bisa menghadapinya," jawab Silver.


"Kak, kamu baik-baik saja?" tanya Wulan yang menyadari Shiina memegangi tubuhnya sendiri.


"Ah, itu.. pria itu satu-satunya yang tidak ingin aku temui," jawab Shiina mulai menceritakan kejadian di masa lalu yang melibatkan Felix.


Shiina teringat kejadian dimana dia secara tidak sengaja mengambil buruan Felix. Bahkan dia terus di teror oleh Felix, sebelum akhirnya Yuno mengalahkannya. Aegis yang mendengar itu merasa kesal. Namun mengingat apa yang dia lakukan pada Mike sebelumnya, membuat dia berpikir dua kali untuk menantang Felix.


"Taring Kembar,"


"Tehnik Tombak Bulan,"

__ADS_1


"Taring Kematian!!"


"Tarian Cahaya Rembulan!!"


Yuno dan Felix mulai kembali beradu serangan, mereka terlihat menari. Meskipun yang terjadi adalah keduanya saling melukai satu sama lain. Yuno terkadang terkena sayatan belati milik Felix, membuatnya menerima Debuff berupa Cursed yang perlahan menggerogoti HP miliknya.


Tidak puas dengan satu Debuff saja, Felix menggunakan Arts miliknya yang lain dan memberikan Debuff pada Yuno. Namun Yuno sendiri tidak memperdulikan hal itu dan membiarkan HP miliknya jatuh hingga dibawah 20%.


Tenacy Terpicu! Menghapus Semua Debuff!


"Tehnik Tombak Bulan,"


"Gawat!" pikir Felix yang segera melompat mundur, ketika melihat Yuno mengangkat tombaknya.


Namun setelah menunggu lama di udara, Yuno tidak menghantamkan tombaknya ke tanah. Membuat Felix sadar akan apa yang diincar lawannya.


"Mungkinkah, dia menantiku untuk menginjak tanah dulu?!" gumam Felix.


"Hantaman Bulan Jatuh!!"


Benar saja, ketika Felix menginjakkan kakinya ke tanah. Yuno menghantamkan tombaknya ke tanah, membuat tanah bergetar dan Felix kehilangan keseimbangan tubuhnya. Tapi sayangnya, Felix bisa dengan cepat mengendalikan dirinya dan segera melakukan serangan balasan.


"Taring Kembar, Taring Naga!!"


Menyadari ini akan terjadi, Yuno menutup matanya dan menarik nafas cukup panjang. Sebelum mengaktifkan salah satu Arts terbaik miliknya, Adrenaline.


Dunia bergerak begitu lambat bagi Yuno ketika menggunakan Adrenaline. Pergerakan Felix benar-benar normal, bahkan setelah memasuki Dunia Adrenalin sekalipun. Ini membuktikan Agility Felix begitu tinggi, bahkan ketika dunia melambat bagi Yuno.


"Tehnik Tombak Bulan, Separuh Bulan Awal!!"


Yuno mengayunkan tombaknya dari bawah ke atas, menciptakan after image berbentuk bulan setengah. Belum berhenti disana, Yuno melepaskan tujuh buat tusukan dan mengayun kuat tombaknya yang menciptakan after image bulan purnama.


"Tehnik Tombak Bulan, Hujatan Bintang-Bintang! Tehnik Tombak Bulan, Putaran Bulan Penuh!!"


Hanya dengan tiga serangan, Yuno mengakhiri Adrenaline miliknya dan membuat dunia yang tadinya melambat, kini mendapatkan kembali waktunya. Menghempaskan Felix seketika dan merubuhkan pondok kayu ditempat dia mendarat.


Semua yang menyaksikan kejadian barusan terkejut bukan main. Bahkan Daisy sendiri yang fokus terhadap Agility sekalipun tidak bisa melihat apa yang dilakukan Yuno barusan.


"Apa yang terjadi?!" bingung Daisy.


"Begitu, kamu sampai menggunakan Adrenaline. Itu artinya pria itu sangat kuat?" gumam Dahlia yang ternyata didengar Shiina.


"Aku tahu kalau kau itu masih dekat dengan Yuno. Jadi bisa hentikan itu?" ungkap Shiina.


Dahlia tidak membalasnya sama sekali. Karena jika dia melakukannya, Dahlia pikir Yuno akan membencinya. Jika itu sampai terjadi, ada kemungkinan Yuno akan mengabaikannya.

__ADS_1


Menyadari tidak ada balasan dari Dahlia, membuat Shiina menjadi yakin dan kesal. Tapi jika dia meledak sekarang, itu hanya akan membuat Dahlia senang. Atau begitulah pemikirannya. Meski yang sebenarnya terjadi adalah, Dahlia yang tidak ingin mencari masalah.


Kembali lagi ke Yuno yang kini mendapatkan Debuff Half Stamina. Membuat Max SP miliknya hanya bisa pulih hingga 50% saja. Belum lagi kelelahan yang dia rasakan saat ini, meski tidak terlalu berat ketika mendapatkan Zero Stamina. Tapi tetap saja membuat tubuhnya menjadi sangat berat.


"Ini kemenangan ku, Felix!" ujar Yuno menghela nafas.


"Kau terlalu cepat mengambil kesimpulan, Yuno!" sahut Felix yang berdiri dibelakangnya.


"Gawat! Responku lambat setelah menggunakan Adrenaline! Jika dia menyerang sekarang.." pikir Yuno mencoba untuk memaksa tubuhnya bergerak.


"Taring Kembar, Taring Naga!!"


Dua buah sayatan diberikan Felix pada punggung Yuno. Membuat HP Yuno perlahan-lahan bergerak menuju 0%. Semua yang mengikuti Yuno memanggil nama Yuno dengan khawatir.


HP Mencapai 0%!


Anda Telah Mati Dibunuh oleh Felix!


Anda Menjatuhkan 20 Emas, Thunder God Spear, Omurice!


Waktu Dibangkitkan: 29 Menit 58 Detik!


Yuno yang membaca dan mendengar notifikasi tersebut merasa kesal atas kematian pertama miliknya. Tapi pada saat yang sama, dia juga merasa puas dengan pertarungan tersebut.


Yuno bangkit meninggalkan tubuhnya dengan bentuk astral, membuatnya dapat melihat apa yang terjadi setelah kematiannya. Meskipun tidak dapat mendengar apapun.


"Menyebalkan kalah melawannya, tapi ini bisa menjadi pelajaran untukku kedepannya," ujar Yuno.


Felix mengambil 20 Emas yang tergeletak dan membiarkan tombak serta Omurice disana. Seolah tidak tertarik dengan barang tersebut. Dia lalu berjalan kearah Fina, terlihat memaksanya untuk melakukan apa yang diinginkannya.


"Oy! Bukankah seharusnya kau melepaskan mereka? Targetmu itu aku bukan?" tanya Yuno bingung.


Fina Menggunakan Revive Pada Anda!


Ingin Bangkit Sekarang?


"Eh?"


Merasa bingung dengan yang terjadi, membuat Yuno pusing. Dia lalu mengabaikannya dan menekan tombol "Terima". Sebelum berakhir kembali memasuki tubuhnya dan hidup dengan 1% HP.


"Jadi bagaimana rasanya mengalami kematian pertamamu, Yuno?" tanya Felix mengulurkan tangannya.


"Kau membangkitkan aku hanya untuk menanyakan hal tersebut?" balas Yuno.


"Hahaha! Tentu saja tidak! Mana mungkin di pertarungan sengit barusan salah satu dari kita tidak ada yang mati? Bukankah itu kurang menarik? Hahaha," tawa Felix.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak berubah yah? Entah itu dalam game ataupun dunia nyata?!" umpat Yuno kesal.


"Memangnya apa yang kau harapkan dariku?" balas Felix tersenyum puas.


__ADS_2