
"Oh? Yudha? Kamu sudah selesai dengan ujian itu?" sapa seorang gadis berambut biru ponytail.
"Felicia? Menjenguk kekasihmu lagi?" sahut Yudha ketika melihat gadis bernama Felicia itu berdiri di depan pintu kos Kelvin.
"Begitulah, mungkin? Lagipula, kami masih belum berpacaran saat ini," balas Felicia tersenyum malu.
"Belum? Setelah apa yang kalian lakukan kema-- ups, lupakan," ujar Yudha yang batal menyelesaikan kalimatnya, ketika melihat wajah merona milik Felicia.
Apa yang Yudha maksud adalah, keduanya (Kelvin dan Felicia) telah melakukan apa yang setiap pasangan lakukan. Yudha bahkan hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar ******* mereka saat berada di kamar mandi.
Krek!
Pintu kos Kelvin terbuka, memperlihatkan Kelvin dengan gaya yang lebih rapi dan kasual. Bahkan rambut panjangnya kini telah dipotong pendek, membuat Yudha sempat terdiam dengan perubahan yang dilakukan teman sekaligus tetangganya itu.
"Ada apa Licia? Kenapa kamu tidak mas-- masih hidup kau?" ejek Kelvin saat menyadari Yudha berada di luar kos-nya.
"Hey! Apa maksud pertanyaan itu?! Ngajak ribut?!" balas Yudha merangkul Kelvin dan memutarkan tangannya di kepala Kelvin.
"Sakit! Hentikan bodoh!" tolak Kelvin mencoba melepaskan rangkulan Yudha.
"Lagian, kau sendiri tidak keluar selama seminggu kan? Aku pikir kau telah mati karena terlalu lama bermain game?!" lanjut Kelvin.
"Enak saja menyebutku telah mati! Aku hanya bosan di dalam terus, bodoh!" balas Yudha.
"Selain itu, apa-apaan rambut rapi nan keren itu? Kau bahkan menolak saranku untuk mencukur rambut sebelumnya," lanjut Yudha sedikit kesal.
"Kenapa? Iri dengan kegantengan ku?" ledek Kelvin.
"Bentar, mau ngambil pisau di dapur," balas Yudha datar berjalan ke dalam kos-nya.
__ADS_1
"Oy! Aku hanya bercanda!" sahut Kelvin panik.
"Pfftt.. hahaha, apa kalian berdua seakrab ini?" tawa Felicia.
Yudha dan Kelvin yang berhasil membuat Felicia tertawa, tersenyum puas. Mereka lalu melanjutkan pembicaraan tentang Legion, dimana Kelvin mengatakan akan ada 3 Player kenalannya yang akan bergabung dan mereka semua berfokus di bidang produksi.
Yudha tidak mempermasalahkan hal itu selama mereka bisa dipercaya dan tidak memata-matai Legion. Jika sampai ketahuan, Yudha akan mengeluarkan mereka tanpa ragu.
"Bagaimana keadaan Legion?" tanya Yudha.
"Tidak ada masalah untuk saat ini. Semua orang bekerjasama dengan baik untuk meningkatkan Level Legion. Aku juga telah memberikan Mia gaji sesuai yang kamu katakan," jelas Felicia.
"Itu terdengar bagus! Jadi apa masih ada Investor gila yang ingin membeli saham Legion kita lagi?" balas Yudha bertanya kembali.
"Soal itu, seharusnya kau sudah tahu tanpa dijelaskan bukan?" ujar Kelvin.
"Haha, kau benar," balas Yudha dengan tawa hambar.
"Hey, Felicia. Apa kau kesini bersama seseorang?" tanya Yudha penasaran.
"Kakakmu laki-laki?" tanya Yudha sekali lagi.
"Yudha, aku tahu apa yang ingin kau pastikan. Biar aku beritahu, pria itu bukanlah bagian dari keluarga Felicia," jelas Kelvin memahami.
"Eh? Apa maksudnya itu? Aku diiku--"
"Baik! Cukup sampai disitu!" potong Yudha yang semakin membuat Felicia takut.
"Yah, tidak perlu setakut dan sepanik itu! Kelvin, bawa Felicia masuk. Kali ini, biarkan aku mengambil tugas sebagai Legion Master dengan baik," lanjut Yudha meminta pada Kelvin dan berjalan menuju tempat dimana seorang pria berjas hitam mengintai.
"Hati-hatilah! Ada kemungkinan dia membawa senjata," peringat Kelvin sebelum menarik tangan Felicia dan masuk ke kamarnya.
Yudha melambaikan tangannya, memberitahu untuk tidak khawatir akan hal itu. Sementara itu pada saat yang sama, pria berjas hitam itu panik dan ingin masuk ke wilayah kos.
__ADS_1
"Apa ada yang bisa aku bantu, pak?" sapa Yudha ramah.
"Oh? Apakah Tuan Muda pemilik tempat ini?" tanya pria tersebut.
"Hmm? Tidak, aku tinggal ditempat ini. Jadi ada masalah apa?" balas Yudha yang masih bersandiwara.
"Begitu yah? Maaf, tapi aku hanya memiliki urusan dengan gadis itu. Jadi permisi--"
"Maaf, pak! Tapi tempat ini memiliki peraturan, hanya keluarga dan kenalan saja yang bisa memasuki tempat ini," jelas Yudha berbohong.
"Apa yang kau katakan? Kalau begitu, tidak ada masalah bukan?" balas pria tersebut.
"Tentu saja, ini adalah sebuah masalah! Karena yang gadis tersebut kunjungi adalah kenalanku yang tinggal disebelah kamar kos yang aku tempati, Pak Tua?!" ujar Yudha yang mulai jengkel.
Pria berjas hitam tersebut merasa terpancing dan menatap tajam Yudha. Pria itu mendekat dengan aura mengancam, seolah-olah mengatakan untuk tidak ikut campur urusannya. Namun apa yang dikatakan Yudha berikutnya, membuat pria tersebut menjadi sangat kesal padanya.
"Kau tahu, tindakan stalker seperti ini bisa dikenai hukuman! Ditambah mengancam dan melakukan teror, itu sudah lebih dari cukup untuk memenjarakan Pria Tua Bodoh seperti dirimu," ujar Yudha.
"Kau benar-benar mencari mati yah!!" kesal pria itu menarik sebuah handgun dari sakunya.
Namun dengan kesigapan Yudha yang telah menduga hal ini, itu bukanlah sebuah masalah. Hanya dengan menarik kerah baju pria tersebut, Yudha membantingnya cukup keras ke tanah. Menendang handgun yang tergeletak ke jalan raya.
"Pria Tua seperti dirimu, tidak pantas untuk menjadi Investor Legion milikku!" ujar Yudha dengan nada mengancam.
"Beritahu pada teman-teman Investor mu yang bodoh nan idiot itu! Jika salah satu dari mereka ada yang mengancam, bahkan meneror anggota Legionku. Maka tidak akan ada hari berikutnya bagi kalian," lanjut Yudha yang berhasil membuat pria tersebut ketakutan.
"A-Aku tidak menerima penghinaan ini! Akan aku pastikan untuk menghancurkan Legion bodoh milikmu itu!!" kesal pria itu mengambil handgun miliknya dan pergi melarikan diri.
"Sungguh? Kalau begitu, aku akan menantikannya dengan senang hati," sahut Yudha menantang.
Beberapa penghuni kos yang lain menyaksikan hal itu dan memberikan Yudha banyak pujian. Ibu kos datang dan menjelaskan kalau pria itu sudah sering mengikuti gadis yang diduga pacar Kelvin tersebut.
Namun ketika diusir, pria itu menodongkan senjatanya dan akhirnya membuat para penghuni kos takut untuk meladeninya. Ibu kos juga sempat menghubungi polisi, tapi tidak ada balasan sama sekali dari mereka. Membuat Yudha menduga kalau para polisi itu telah disuap oleh pria tersebut.
__ADS_1
"Ya, sudahlah. Aku lebih baik pergi ke taman untuk mencari udara segar saja dan bersantai disana!" gumam Yudha berpamitan pada semua orang disana.
Yudha melakukan joging, meskipun sudah tidak pagi lagi. Dia berlari menuju tempat tujuannya yang merupakan taman dimana dia bertemu dengan Diana terakhir kali. Dengan harapan, bisa bertemu dan berbicara lagi dengan Diana. Meskipun itu tidak akan pernah terjadi, tanpa Yudha ketahui sama sekali.