The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB VIII Kebangkitan


__ADS_3

Yudha duduk di sebuah bangku taman sendirian, menyaksikan anak-anak kecil berlari-larian saling mengejar satu sama lain. Mereka didampingi oleh orang tua mereka, membangkitkan kenangan masa kecil miliknya saat masih di kampung halamannya.


"Entah kenapa aku ingin pulang kampung, haha," gumam Yudha membuka sebotol minuman isotonik dan meminumnya.


"Kalau begitu, kenapa tidak pergi kesana saja?" ujar Diana atau itulah yang ada dipikirannya.


Karena ketika melihat kearah belakang, dia hanya menemukan seorang ibu yang bersama dengan anaknya.


"Apakah aku benar-benar sangat merindukan Diana?" gumam Yudha yang memutuskan untuk kembali bersantai.


"Anoo.. apa tidak masalah aku duduk disebelah kamu, kak?" panggil seorang gadis berkacamata dengan rambut coklat kemerahan dan mengenakan topi baret merah.


Q



Yudha lalu melirik ke bangku taman yang lain dan menyadari telah diduduki oleh beberapa pasangan muda dan beberapa sisanya adalah orang tua yang tengah mengawasi anak mereka. Karena tidak ada pilihan lain, Yudha mempersilahkan gadis tersebut untuk duduk disebelahnya.


Gadis tersebut mengucapkan terimakasih dan duduk disebelah Yudha. Kemudian mengambil botol isotonik yang sama dengan yang Yudha minum dari tasnya. Yudha lalu menawarkan diri untuk membuka tutup botol tersebut, membuat gadis tersebut salah tingkah dibuatnya.


"Apa kau baru selesai kuliah?" tanya Yudha menyerahkan botol yang telah dibukanya.


"Terimakasih," sahut gadis tersebut meminum botol isotonik tersebut.


"Hah~ Seperti yang kakak katakan, aku baru menyelesaikan kuis dadakan dari dosenku. Itu benar-benar merepotkan," lanjut gadis tersebut mengeluh.


"Aku pikir, aku mengerti apa yang kau rasakan," balas Yudha tertawa ringan.


"Selain itu, namaku Yudha Pramono. Tidak perlu ditambahkan "Kak" karena aku pikir kita seumuran," lanjut Yudha memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.


"Alicia Fitri. Orang-orang sekitarku memanggilku dengan sebutan Alice," balas Alicia menjabat tangan Yudha.


Mereka lalu bercerita banyak hal, tentang masalah yang mereka hadapi saat ini. Dimana Yudha menceritakan permasalahannya di RYLO yang tengah kesulitan dan terjebak dalam ujian kebangkitan. Sementara Alicia sendiri sedang kebingungan dengan biaya kuliahnya, dimana beasiswanya telah dicabut dari pihak universitas.


"Meskipun aku sudah menanyakan mereka apa alasan pencabutan beasiswa tersebut. Aku sama sekali tidak mendapatkan jawaban yang puas dari mereka," tutur Alicia menghela nafas.

__ADS_1


"Apa kau telah menjelaskannya pada keluargamu?" tanya Yudha memastikan.


Alicia menggelengkan kepalanya dan menjelaskan, "Aku tidak bisa merepotkan mereka lebih dari ini."


"Kau harusnya menjelaskan ini pada mereka. Jadi bagaimana caramu mendapatkan uang untuk biaya kuliah?" tanya Yudha.


"Melalui RYLO! Aku setidaknya bisa menghasilkan 5 hingga 20 Emas dalam sehari melalui penjualan Potion," jelas Alicia.


"Oh? Jadi kau juga memainkannya? Tapi 5 hingga 20 Emas itu terbilang standard bagiku sih," ujar Yudha.


"Dimana kau menjualnya? Market atau dalam game?" lanjut Yudha bertanya penasaran.


"Aku menjualnya melalui toko yang aku dapatkan dari sebuah event. Meskipun aku kurang yakin itu bisa disebut sebuah toko, haha," jelas Alicia.


Mereka berdua lalu menghabiskan banyak waktu untuk berbincang tentang RYLO. Hingga tanpa mereka sadari, hari telah menjelang sore. Keduanya saling bertukar kontak dan meminta ID Game untuk ditambahkan sebagai teman.


***


"Huh? Ternyata begitu yah? Meskipun aku mati, aku akan bangkit kembali ditempat ini dan Event akan tetap dilanjutkan?" ujar Yudha setelah Login ke dalam game sebagai Yuno.


"Baiklah! Ayo kita mulai lagi pertarungannya!" ujar Yuno!


"Spear Guard!!"


Klang!


Serangan tersebut berhasil digagalkan oleh Yuno, membuat tiruan tersebut kehilangan keseimbangannya sesaat. Dengan segera, Yuno menyiapkan tehnik miliknya.


"Moon Spear Technique, Full Moon Rotation!!"


Yuno mengayun kuat tombaknya, berniat untuk membelah tiruan tersebut menjadi dua. Tetapi belum sempat mengenai lawannya, tiruan tersebut menggunakan Spear Guard dan berhasil memberikan parry pada Yuno.


Tidak hanya itu, tiruan Yuno bahkan memberikan ayunan tombak dari bawah dan membentuk after image bulan setengah. Membuat Yuno terdorong mundur akibat serangan tersebut.


"Apa aku memang sekuat itu?" batin Yuno saat mendapati satu serangan tersebut mampu mengurangi 20% HP miliknya.

__ADS_1


"Kalau begini, apa boleh buat! Langsung saja aku gunakan segalanya!! Boost! Accel! Endure! Adrenaline!!" ungkap Yuno yang mengerahkan semua Arts Buff miliknya.


Mereka pun segera beradu serangan dengan sengit, meskipun pada akhirnya Yuno mati sekali lagi karena kecerobohannya sendiri.


***


Waktu terus berlalu, tapi hingga kini Yuno masih belum bisa menyelesaikan Ujian Keduanya sama sekali. Dia masih belum mengerti apa yang kurang sampai membuatnya selalu mati setelah menantang tiruannya tersebut. Hal ini terus berlanjut hingga Yuno menemukan petunjuk dari ujian yang dia lakukan.


"Lampaui dan Taklukkan Kegelapan di hatiku? Begitu ternyata, mungkinkah tujuan ujian ini bukanlah untuk mengalahkan tiruanku? Melainkan melampaui dan menaklukkan ketakutan yang aku miliki?" ungkap Yuno memahami sesuatu.


Dalam waktu 5 Hari di dunia nyata atau setara 20 Hari dalam game, Yuno telah menantang Tiruannya lebih dari 500 kali dan dia hanya memenangkan 20 dari jumlah tersebut. Namun meskipun bisa memenangkannya, Event ini masih belum berakhir. Membuat Yuno mulai berpikir dari sudut pandang lain.


"Satu-satunya ketakutan ku kah? Apa aku benar-benar takut kehilangannya?" bingung Yuno murung.


Apa yang Yuno maksud adalah dirinya yang takut akan kehilangan sosok Diana. Karena semenjak pertemuan terakhir mereka, Yuno atau Yudha masih belum bertemu dengannya lagi. Meskipun dirinya selalu pergi ke taman saat pagi hari hingga menjelang sore, dirinya belum pernah melihat Diana. Membuatnya sangat takut kehilangannya, setelah mengingat percakapan terakhir mereka.


Yuno memejamkan matanya, sebelum memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya lagi dan memutuskan untuk melepaskan beban pikiran itu tanpa ragu. Sebelum akhirnya menantang tiruannya sekali lagi.


Tiruannya segera maju menerjang Yuno tanpa pikir panjang. Sementara itu, Yuno mengaktifkan Adrenaline dan beberapa Arts yang memberikan dukungan pada status miliknya.


"Moon Spear Technique, Blamming of Stars!!"


Yuno memberikan enam buah tusukan beruntun, sebelum diakhiri dengan tusukan kuat pada tiruannya. Menghempaskan tiruannya tersebut hingga menabrak dinding dengan kuat.


"Kali ini aku, sudah tidak akan ragu lagi!!" ungkap Yuno yang langsung melesat kearah tiruannya.


Tiruan Yuno mencoba untuk melakukan perlawanan, tapi semua itu sia-sia karena Yuno berhasil menghindari semua serangan tersebut. Tidak ingin membuang waktu, Yuno segera melepaskan semua tehnik miliknya secara terus-menerus. Hingga tanpa dia sadari, sosok tiruan Yuno itu menghilang tanpa jejak dan sebuah notifikasi muncul tepat dihadapannya.


Awakening of Guardian God - Second Exam!


Anda adalah sosok yang terpilih oleh Guardian God Shiryuu untuk memiliki kekuatannya! Ikuti tiga ujian yang diberikan oleh Shiryuu untuk membuktikan kelayakan Anda! Kalahkan diri Anda sendiri! Lampaui dan taklukkan kegelapan yang ada pada hati Anda!


Hadiah Guardian God Spear - Shiryuu (Artifact)!


Pinalti Kekecewaan Shiryuu, Restriksi Login 1 Minggu, Penghapusan Legendary Skill - Guardian God Spear!

__ADS_1


Batas Waktu 30 Hari setelah menerima Event!


Event Telah Diselesaikan!


__ADS_2