The Legendary Spearman

The Legendary Spearman
BAB X Gerbang yang Terbuka


__ADS_3

Setelah berdiskusi singkat, akhirnya ketiga Pedagang itu bersedia membersihkan wagon mereka dari barang-barang dagangan dengan syarat Yuno akan membayar sewa wagon mereka nantinya.


Yuno lalu pergi bersama dengan Party-nya menuju tempat yang mungkin adalah lokasi Event ini terpicu. Sementara ketiga Pedagang itu akan mencoba melakukan evakuasi para warga secepat mungkin.


***


"Apa-apaan dengan jumlah itu?" ucap Stella tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Tidak hanya Goblin. Bahkan Orc, Minotaur, hingga Arachne juga ada disana dalam jumlah banyak?!" ungkap Sarina yang menggunakan Hawk Eye miliknya.


Deruan langkah kaki mereka benar-benar keras dan kencang. Bahkan tanah sekitar bergetar karenanya, walaupun jarak mereka masih sangat jauh.


"Apa yang akan kita lakukan? Jumlah segitu banyak dengan kekuatan kita sekarang, aku tidak yakin kita bisa menghentikannya," jelas Felix sembari memainkan belatinya.


"Ada dua pilihan, pertama kita mundur bersama dengan evakuasi warga desa dan kedua adalah kita mengulur waktu hingga evakuasi warga selesai," ungkap Yuno memberi saran.


"Pada akhirnya kita akan tetap mundur apapun yang terjadi yah?" sahut Luke.


"Tapi jika kita memilih pilihan pertama, bukankah itu akan jadi sangat buruk? Kita mungkin akan dikejar oleh mereka saat melakukan evakuasi warga, bukan?" balas Cynthia.


"Kalau begitu, kita hanya perlu menghambat mereka lalu mundur kan?" ujar Stella maju dan mengangkat palu besarnya tinggi-tinggi.


"Giant Hammer: Full Swing, Stampede!!"


BAMN!


Retakan tanah tercipta dan batu-batu mulai menjulang tinggi dari tanah yang perlahan-lahan bergerak mendekati gerombolan Monster disana. Membunuh banyak Goblin karena mereka berada di barisan paling depan, sementara sisanya hanya mengalami luka-luka saja.


Menyadari serangan yang dilancarkan kearah mereka, membuat gerombolan tersebut mempercepat langkah dengan berlari. Tapi tentunya, Luke tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena saat ini, dia telah siap melepaskan banyak sekali tombak air besar.


"Multi Cast: Water Magic, Aqua Lance! Barrage!!"


Tombak-Tombak Air itu melesat dan menghujani gerombolan Monster. Menenggelamkan mereka dalam kubangan air yang tercipta akibat Stampede milik Stella dan Aqua Lance milik Luke. Namun apa yang diincar Luke bukanlah itu, melainkan sesuatu yang kuat dan kokoh.


"Ice Magic, Frost Wall!!"


Air yang ada di kubangan tersebut meninggi dan perlahan mulai membeku seiring Luke mengangkat tangan kanannya yang terlihat berat. Menciptakan tembok es yang sangat panjang dan tinggi dengan beberapa Monster yang terjebak di dalamnya.

__ADS_1


Beberapa yang selamat melanjutkan langkah mereka. Mengabaikan rekan-rekannya yang terperangkap disisi lain maupun terjebak di dalam tembok es tersebut. Felix dan Yuno segera berlari menghabisi Monster yang lolos tanpa ampun.


Sementara Sarina yang sedari tadi melantunkan mantra, kini telah siap melepaskan anak panah dengan aura merah kejinggaan. Busurnya terlihat bersinar terang dan ketika Sarina melepaskan anak panahnya, busurnya seketika hancur tak bersisa.


"Star Falling Bow Style, Seventh Falling Star!!"


Bersamaan dengan lirihan tersebut, Sarina kehilangan tenaganya dan hampir jatuh ke tanah jika tidak ditahan Stella.


"Ya ampun, bukankah aku selalu bilang padamu untuk menahan diri?" ledek Stella.


"Itu yang kamu katakan setelah aku membantu?" balas Sarina.


Keduanya tersenyum bersama, sebelum Stella menggendong Sarina di punggungnya. Pada saat yang sama, panah yang dilepaskan kearah langit oleh Sarina sebelumnya telah menghilang. Kini tujuh buah meteor tengah turun dan bersiap menghantam tanah dimana gerombolan Monster terperangkap dibalik tembok es berada.


Yuno dan Felix kembali dengan selamat berkat sihir pendukung milik Cynthia. Berjalan mendekati Sarina, Yuno tertawa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.


"Apa itu kau yang melakukannya, Sarina?" tanya Yuno memastikan.


"Begitu.. lah, tapi sebagai gantinya.. MP dan Durability.. busurku.. yang menjadi korbannya," jelas Sarina kelelahan.


"Luke, berapa lama tembok es itu bertahan?" tanya Yuno.


"Mungkin satu hari? Tapi aku rasa itu sudah cukup untuk melakukan evakuasi kan?" jelas Luke.


"Kau benar! Kalau begitu, ayo susul mereka!" balas Yuno.


Setelah memastikan bahwa para Monster benar-benar terhambat. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke Kota Efraim bersama dengan warga desa yang di evakuasi. Tanpa menyadari gerbang di dalam gua Golura Mountain tengah terbuka secara perlahan.


Waktu yang Tersisa Sebelum Gerbang Neraka Sepenuhnya Terbuka: 29 Hari/11 Jam/59 Menit!


***


Kastil Kerajaan Ecclesia, tempat Keluarga Kerajaan tinggal. Saat ini di aula kerajaan tengah terjadi keributan yang luar biasa. Penyebabnya tidak lain dan bukan karena sebuah berita yang diterima oleh Raja.


"Apakah itu benar? Wahai Ksatria Gereja, Tuan Ronald?" tanya Raja.


"Itu adalah kebenaran! Bahkan para pengunjung juga mengatakan hal yang sama, Yang Mulia Raja Edward Silvester Ecclesia!" jawab Ronald.

__ADS_1


"Begitu yah? 500 Tahun yang lalu, Gerbang Neraka itu juga muncul dan membawa malapetaka besar di seluruh Benua Humania. Kita bahkan melakukan gencatan senjata dengan Demon hanya untuk menghentikan malapetaka tersebut," jelas Raja Edward.


"Bagaimana tanggapan Kaisar terhadap ini?" tanya Raja Edward.


"Yang Mulia Kaisar saat ini telah meminta kepada Raja-Raja lain untuk menyiapkan pasukan bantuan. Kemungkinan mereka akan sampai dua minggu lagi," jawab Ronald.


"Itu terlalu lama. Jika mengandalkan para pengunjung saja, aku tidak terlalu yakin," ujar Raja Edward.


"Maafkan atas ketidaknyamanan saya. Tetapi bukankah satu dari empat Dewa Pelindung telah bangkit? Apakah Yang Mulia masih belum menemukannya?" tanya Ronald dengan sopan.


"Sayangnya untuk saat ini, kami masih belum menemukannya. Meskipun kami telah mendapatkan beberapa dugaan tentang orangnya," jelas Raja Edward.


***


"Haachi!"


"Uwaah! Mengagetkan saja!" umpat Felix ketika mendengar suara bersin Yuno.


"Ah, maaf-maaf, haha," tawa Yuno canggung.


"Apa kamu terkena Cold?" tanya Cynthia memastikan.


"Huh? Aku pikir tidak? Tapi tadi ada yang menggesek-gesek hidungku, jadi aku bersin," jelas Yuno.


"Tetapi ini aneh sekali. Biasanya ada informasi terkait Event di dalam forum. Namun kenapa belum ada sama sekali?" bingung Luke yang sedari tadi memeriksa forum.


"Abaikan itu, bukankah para warga desa sedikit sulit untuk dibujuk?" sahut Stella.


Apa yang dimaksud oleh Stella adalah beberapa warga desa yang tidak mau di evakuasi dan memilih untuk menetap di desa. Bahkan Kepala Desa sampai harus turun tangan untuk meminta mereka ikut evakuasi.


"Maafkan saya karena gagal membujuk mereka," sahut Kepala Desa yang mendengarnya.


"Ah! Tidak perlu meminta maaf, Kepala Desa! Lagipula, mereka sendiri yang memutuskan untuk tinggal," balas Yuno menenangkan Kepala Desa.


Yuno lalu melirik Desa Howard, dia sedikit menyayangkan kehancuran Desa cepat atau lambat nantinya. Terlebih lagi, tujuannya yang harusnya menjadikan tempat itu sebagai perdagangan daging harus dibatalkan.


"Ya, aku sendiri yang menginginkan perdagangan itu. Jadi bisa dibilang kejadian diluar dugaan ini," pikir Yuno yang terus berjalan mengawal evakuasi warga bersama Party-nya.

__ADS_1


__ADS_2