
"Sangat disayangkan Adrenaline dan beberapa Skill yang berguna bagiku harus menjadi korban," ujar Yuno sembari berjalan menuju pintu rumahnya.
"Yah, lagipula aku masih bisa mendapatkannya lagi nanti," lanjut Yuno keluar dari rumahnya dan menuju Gerbang Utara Kota Efraim.
***
"Lihat, siapa disini?" panggil seorang pria yang tak lain adalah Mike.
"Oh? Apa kalian juga berniat pergi ke Ibukota?" tanya Yuno memastikan.
"Seharusnya begitu, tapi entah kenapa Luke dan Fina lama sekali datangnya," jelas Sakura.
"Huh?"
Yuno bingung dengan apa yang dijelaskan oleh Sakura. Itu karena dia sempat melihat Luke dan Fina tengah menikmati manisan di sebuah Cafe. Yuno berpikir kalau mereka tengah melakukan kencan, inilah kenapa dia tidak ingin menggangu mereka.
"Apa kalian tidak tahu mereka tengah berkencan?" tanya Yuno.
Mike dan Sakura memasang ekspresi kebingungan. Yuno lalu mulai menjelaskan apa yang dia lihat sebelumnya pada Mike dan Sakura. Mendengar itu, membuat mereka berdua menghela nafas.
"Ya ampun, kedua anak itu benar-benar menyebalkan! Pantas saja Luke mengabaikan pesan yang aku kirim!" kesal Mike.
"Fina juga tidak mengangkat Voice Call dariku. Tapi siapa sangka mereka malah tengah menikmati waktu bersama?" keluh Sakura.
"Ya, aku pikir tidak masalah membiarkan mereka berdua sedikit lebih lama? Bukankah kalian juga diuntungkan?" ungkap Yuno.
"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak mengerti?" bingung Mike.
Sakura yang mengetahui maksud Yuno, segera memerah dan memunculkan asap diatas kepalanya. Mike yang menyadarinya segera menanyakan keadaan Sakura dengan khawatir. Sementara Yuno sendiri hanya bisa tertawa puas dalam hatinya setelah berhasil menggoda mereka.
"Yah, apapun itu. Aku pergi duluan yah! Sampai bertemu di Ibukota!" pamit Yuno meninggalkan Mike dan Sakura.
***
Perjalanan Yuno menuju Ibukota akan memakan waktu satu minggu jalan kaki atau 3 hari dengan kereta kuda. Yuno bisa saja menyewa kereta kuda, tapi dia juga harus melakukan leveling skill. Karena itulah, baginya seminggu jalan kaki dalam game tidak akan membuatnya lelah.
Selain faktor jarak, Yuno juga tidak bisa melanjutkan perjalanan ketika malam tiba. Ini juga yang membuatnya memutuskan untuk beristirahat di Save Zone yang dibuat oleh beberapa Player demi memudahkan perjalanan.
Berkat hal itu juga, Yuno bertemu dengan Silver, Daisy dan Felix. Membuat mereka berempat sepakat untuk membentuk Party hingga mencapai Ibukota.
__ADS_1
"Felix! Bagaimana bagian depan?" tanya Yuno yang tengah berjalan bersama dengan Silver dan Daisy.
"Untuk sekarang, tidak ada tanda-tanda bahaya sih. Tapi lebih baik kalian waspada," jawab Felix melalu Party Voice.
Mereka berempat terus berjalan, hingga Felix meminta ketiganya untuk mempercepat langkah mereka. Merasa ada sebuah masalah, Yuno dan Silver mengangguk. Sementara Daisy dengan pergerakan cepatnya segera menyusul Felix tanpa menunggu lama.
"Sebuah karavan yang diserang Bandit?" ungkap Silver ketika melihat apa yang terjadi di hadapannya.
"Lebih baik kita segera membantu mereka! Felix, pergi lebih dulu dan lindungi gadis-gadis disana! Daisy akan menyerang dari sini dengan busurnya! Silver, seperti biasa. Aku percayakan punggungku padamu!" perintah Yuno yang segera berlari.
"Ou! Serahkan padaku!" sahut Silver yang mengikuti dari belakang.
"Benar-benar merepotkan," lirih Felix yang bergerak cepat setelah mendapat perintah.
"Snipe, Twister Arrow!!"
Sebuah anak panah dilesatkan kearah salah satu Bandit yang ingin memenggal kepala seorang pedagang. Bidikannya benar-benar tepat dan menembus kepala Bandit tersebut. Membuat darah segar menyembur keluar dan menyadarkan beberapa Bandit kalau mereka diserang.
"Cih! Pengganggu! Hajar!!" umpat salah satu dari mereka.
"Akan aku buka jalan! Wind Sword Technique, Surprise Wind Blows!!"
"Twin Fangs, Ice and Fire Fangs!!"
Masing-masing belati Felix mengeluarkan api dan es. Dia lalu menyerang para Bandit tanpa pikir panjang dan membunuh mereka dengan brutal. Hal ini mengejutkan semua gadis dan menakutkan mereka.
"Berisik! Aku menyelamatkan kalian dan umpatan yang aku dapatkan?!" kesal Felix saat mendapatkan beberapa umpatan untuk menjauh dari beberapa gadis.
"Boost! Spear Crash! Spear Rush Strike!!"
Yuno menggunakan Boost untuk meningkatkan tiga status utama miliknya. Sebelum mengayunkan tombaknya dari atas dan memberikan tusukan beruntun selama 10 Detik. Dia juga telah mengalirkan MP untuk memicu Lighting Impulse sebelum menyerang.
"Sialan!"
"Apa-apaan mereka ini?!"
"Aku menemukan Archer mereka!!"
"Incar Archer lebih dulu!!"
__ADS_1
Yuno, Silver serta Felix yang mendengar itu hanya diam dan mengabaikan beberapa Bandit yang menuju Daisy. Mereka sangat yakin dengan kemampuan Daisy, membuat Bos Bandit yang melihat itu kebingungan.
"Hey! Apa kalian tidak takut teman kalian dibunuh hah?!" umpat Bos Bandit kesal.
"Dibunuh? Siapa yang kau maksud?" sahut Silver tersenyum menyeringai yang diikuti senyuman percaya diri Yuno dan senyum merendahkan Felix.
"Sungguh? Kalian benar-benar menghampiriku?" gumam Daisy yang mengganti busurnya dengan dua buah belati ditangannya.
Hanya dalam waktu singkat, Daisy telah memenggal kepala para Bandit yang berniat menyerangnya. Membuat banyak darah menyembur dari setiap Bandit yang dibunuhnya.
"Terimakasih telah mengantarkan nyawa kalian," lirih Daisy membersihkan darah dari kedua belatinya sebelum dimasukkan kembali.
"Mu-Mustahil! Ini seharusnya tidak mungkin terjadi?!" ujar Bos Bandit yang melihat anak-anak buahnya berjatuhan dan menyisakan dirinya seorang.
Yuno membersihkan darah dari tombaknya. Dia dan Silver berjalan mendekati Bos Bandit yang disusul Felix dan Daisy dari jauh. Bos Bandit itu terjatuh duduk, dia mendorong tubuhnya menjauh dari Yuno dan lainnya. Membuat Felix melemparkan pisaunya, mengenai pelipis Bos Bandit tersebut.
"Oy! Apa kau ingin membunuhnya?" tanya Silver kesal.
"Tenanglah! Itu hanya pisau yang dilumuri racun pelumpuh. Menggoresnya tidak akan membuat dia mati!" jawab Felix.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan padanya? Membunuhnya? Atau membawanya ke Ordo Ksatria di Ibukota?" tanya Daisy.
"Aku pikir opsi kedua jauh lebih baik," ungkap Yuno.
"Hah! Kau benar-benar naif seperti biasanya yah?!" sahut Felix.
"Bisakah kau bedakan belas kasih dengan naif?" balas Silver.
"Apa? Kau ingin mati disini?" kesal Felix.
"Kalian berdua bisa hentikan itu?" pinta Yuno.
"A-Ano.. terimakasih atas bantuan yang kalian berikan! Namaku Zen, ketua kelompok karavan ini," jelas pria tua yang menghampiri mereka.
"Tidak masalah! Lagipula kami juga kebetulan lewat kok!" balas Yuno tersenyum.
"Oh, benar. Apa kalian tidak menyewa petualang?" lanjut Yuno bertanya.
"Sebenarnya, kami menyewa mereka. Tapi mereka semua telah tiada," jelas Zen.
__ADS_1
Mendengar itu, Yuno merasa sedikit berduka terhadap para petualang tersebut. Yuno bisa menduga apa yang akan terjadi berikutnya. Jadi sebelum itu, dia sendiri yang memberikan penawaran untuk mengawal mereka. Sebagai gantinya, mereka akan membiarkan Party Yuno untuk menaiki kereta kuda sembari mengawasi.