
“Jiwa? Jiwa adalah keahlianku! Mungkin aku dapat membantu mereka, tapi aku tidak dapat menumbuhkan tanamanku karena permukaan medan air ini, kalau begitu....” pikir Alexa
Natural Roots.
Alexa menumbuhkan akar tanaman dari tangan nya dan membuat tanaman itu masuk ke dalam medan air milik Verda.
“Natural Roots temukan keberadaan dari jiwa milik kak Verda!"
Dan akhirnya Natural Roots milik Alexa berhasil menemukan dimana letak jiwa dari Verda.
“Ketemu! Sekarang aku akan menyerang langsung jiwa dari kak Verda!”
Mushroom Boom.
Terjadi banyak ledakan dari dalam air yang disebabkan oleh skill milik Alexa.
(Hoh dia bisa menyerang jiwa, tapi itu saja masih kurang!) ucap dalam hati Verda.
Tak lama kemudian Verda timbul ke permukaan air.
Pedang Kakufuku milik Bryan dan pedang Yuki milik Yukina, kedua pedang itu juga mampu menebas langsung jiwa dari seseorang.
Gravity Blade.
Ice Blade.
Serangan dari Bryan dan juga Yukina telah dikeluarkan, tebasan dari mereka berdua mengarah ke arah Verda dan menimbulkan sebuah ledakan.
Namun.....
Serangan dari mereka masih belum cukup untuk menembus pertahanan dari Verda.
“Kalian cukup bagus karena dapat menyerang jiwa seseorang, tapi kekuatan itu saja masih belum cukup untuk melawanku!” Kata Verda.
Tiba – tiba .....
Akar milik Alexa melilit disekitar pertahanan milik Verda.
Freeze.
Yukina membekukan lilitan akar itu untuk mempererat cengkraman dari akar milik Alexa.
Gravity.
Bryan meningkatkan kekuatan gravitasi nya menjadi 10 kali lebih kuat daripada yang sebelumnya.
“SISANYA KAMI SERAHKAN PADA KALIAN BERDUA LEON, BARON!” teriak Bryan, Yukina, dan Alexa.
Unison Magic : Lightning Gold Flame, Sun Thunder.
Sebuah sihir gabungan antara Leon dan Baron baru saja terjadi, sihir petir milik Baron dan juga sihir api keemasan milik Leon telah bergabung menjadi satu dan membentuk kekuatan yang sangat kuat, serangan itu langsung di arahkan ke Verda.
*BOOOMMM!!!
Ledakan yang sangat dahsyat telah tercipta.
Tapi.....
“Itu adalah serangan yang luar biasa!”
__ADS_1
Verda muncul dari ledakan tersebut tanpa adanya luka sedikitpun dari tubuhnya.
“Cukup latihan untuk sekarang, kalian bersiap – siaplah!" Venuz menyuruh mereka untuk berhenti latihan.
“Kita mau kemana?" Bryan bertanya kepada Venuz.
“Aku telah mengambil misi untuk kalian selesaikan. Kalian harus mengalahkan Dago dan Dagi! 2 orang bersaudara ini telah banyak membunuh warga kota dan mengambil kekayaan mereka, mereka adalah pembunuh berdarah dingin!"
“Hah? Apa kami harus bertarung lagi? Ini sangat melelahkan!" Baron mengeluh tentang hal ini.
“Berhati – hatilah! 2 orang ini memiliki pertahanan yang kuat. Dari informasi yang aku dapatkan, pertahanan mereka bahkan dapat menahan serangan dari bintang yang jatuh." Veron memberi tahu mereka tentang pertahanan dari musuh yang harus mereka kalahkan.
“Kalau begitu, aku akan melakukan teleport untuk kita semua agar tidak membuang – membuang stamina kalian!"
Kemudian Venuz melakukan teleport ke tempat tepat posisi Dago dan Dagi berada.
“Kami bertiga menggunakan skill agar kami tidak terlihat, ini adalah tugas kalian!”
“Kak Dago lihatlah ada 5 bocah yang sedang menghalangi jalan kita," Dagi melihat Bryan dan teman - temannya.
“Tidak peduli itu siapa, jika mereka menghalangi jalan kita, maka bunuh saja!" Dago menyuruh untuk Dagi membunuh siapapun yang ingin jadi musuhnya.
“Ya ya ya. Aku sudah lelah! Mari kita akhiri ini dengan cepat!”
Baron langsung melesat ke arah Dagi dan melancarkan pukulan petir nya. Namun, pertahanan dari Dagi dapat menahan pukulan dari Baron, bahkan tubuh Dagi tidak bergeser sedikitpun.
Tiba – tiba Dagi memukulkan palu nya ke arah Baron. Namun Yukina langsung melindungi Baron menggunakan es miliknya, lalu Baron langsung mundur dan bergabung dengan teman – temannya.
“Terima kasih Yukina!"
“Jangan terlalu terburu – buru Baron!”
Ice Field.
Dengan Ice Field ini, Yukina bertujuan untuk memperlambat pergerakan dari mereka berdua.
Dago dan Dagi menghunuskan kapak dan palu nya, yang menyebabkan gedung – gedung di kota itu mengalami kehancuran.
Tiba – tiba.
“Kena kau gadis kecil!”
Dago dan Dagi berada di depan dan belakang Yukina, mereka berdua kembali menghunuskan kapak dan palu mereka ke arah Yukina.
Dengan baik, Yukina melindungi dirinya dengan pelindung es milik dia.
“Mundurlah Yukina!” Alexa berteriak menyuruh Yukina untuk mundur.
Natural Roots : Poisonous Flower.
Alexa menumbuhkan bunga dengan serbuk beracun disekitar Dago dan Dagi.
“Kalian hiruplah serbuk bunga yang ini! Dengan begitu kalian tidak akan terkena racun dari skill milikku!” Alexa menyuruh mereka untuk menghirup serbuk yang lain untuk kebal terhadap racun yang ia keluarkan.
“Kakak, serbuk ini mengandung racun!" Dagi memperingati Dago tentang serbuk beracun.
“Alexa!”
“Baik, mengerti!”
__ADS_1
Akar dari tumbuhan milik Alexa langsung melilit tubuh dari Dago dan Dagi.
Golden Fire : Gold Fire Tower.
Leon mengeluarkan sihirnya untuk membakar 2 orang bersaudara itu. Tapi, itu masih belum bisa menumbangkan mereka.
(Pertahanan mereka berbeda dengan pertahanan milik kak Verda! Pertahanan mereka langsung melekat pada tubuhnya, tidak dalam area yang luas seperti kak Verda. Pertahanan mereka memang kuat, tapi jika dibandingkan dengan pertahanan milik kak Verda, pertahanan mereka berdua sudah jelas jauh lebih lemah! Apa yang harus kami lakukan?) pikir Bryan.
(Mereka belum sampai pada tingkat sepertiku maupun kak Veron dan kak Venuz, itu berarti kelemahan mereka masihlah sama dengan makhluk hidup lainnya. Kalian tinggal menghancurkan kelemahan itu!)
Verda mengucapkan hal itu ke mereka berlima dengan menggunakan telepati.
“Kelemahan makhluk hidup?”
Bryan dan Yukina tersadar akan sesuatu.
Kakufuku.
Yuki.
Mereka berdua mengeluarkan pedangnya.
“Ayo langsung bunuh mereka kak!"
“Ya.”
Dagi dan Dago akan segera melancarkan serangan nya.
Dengan tersenyum, Bryan dan Yukina berada dibelakang Dago dan Dagi. Tiba – tiba tubuh 2 bersaudara ini tak bergerak.
“Tidak peduli dengan pertahanan tubuhmu yang kuat, kalian belum lah sampai pada tingkat kak Venuz, kak Veron, maupun kak Verda!” ucap Bryan.
“Dan kelemahan kalian ada pada organ dalam!” ucap Yukina
“Dan pedangku dapat menebas semua organ dalam kalian dalam sekejap dengan mengabaikan pertahanan kuat milik kalian!" Bryan dan Yukina menebas organ dalam mereka dengan mengabaikan pertahanan yang dimiliki oleh musuhnya.
Tubuh Dago dan Dagi langsung tergeletak diatas tanah.
“Kerja bagus kalian semua!"
“Kalian memang luar biasa!"
“Kakak sangat bangga pada kalian berlima!” Verda merasa bangga sambil memeluk mereka.
“Kalau begitu aku akan memindahkan mayat mereka berdua ke dalam dimensiku!"
Kemudian Venuz langsung memindahkan mayat dari Dago dan Dagi ke dalam dimensi miliknya.
“Dengan kekuatan kalian yang sekarang, pasti akan ada perubahan dengan sikap orang – orang di akademi, kalian berlima tidak akan mengalami penindasan sebagai anak dari pedesaan!"
“Aaarrrggghh akhirnya selesai, aku lapar!” Bryan merasa lapar.
“Kalau begitu mari kita kembali, dan aku akan membelikan kalian makanan yang enak!” Venuz akan membelikan mereka makanan.
“YEAAAAYYYY......” Teriak Bryan, Leon, Baron, dan juga Alexa.
*Berteriak seperti itu bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh Yukina.
Lalu Venuz melakukan teleport untuk kembali ke tempat mereka.
__ADS_1