
Dalam tempat tinggal Bryan, kedatangan dengan beberapa tamu.
Tamu itu adalah tiga bersaudara yaitu Venuz, Veron, dan Verda.
Mereka bertiga sekarang ini sedang mengunjungi tempat tinggal Bryan.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh sosok wanita yang sangat cantik, cerdas, kuat, anggun, dan juga tegas.
Wanita ini adalah sosok Ibu dari Bryan. Ia bernama Gladys.
“Lama tidak bertemu kak Gladys!” sapa Venuz kepada Gladys.
“Sudah lama sekali ya, sekarang kalian bertiga telah tumbuh dewasa dan menjadi sosok yang kuat dan juga hebat!” Kata Gladys.
“Oh iya, apa anda telah mengetahui kalau Bryan dan teman – teman nya telah berhasil memasuki akademi?”
“APAAA?? Mereka sudah berhasil memasuki akademi? Kenapa mereka belum kasih kabar padaku?” Gladys sedikit kesal karena baru mengetahui informasi ini.
“Mungkin mereka lupa kak Gladys!” jawab Verda.
“Iya mungkin, terus bagaimana dengan keadaan mereka semua?” Gladys menanyakan keadaan anak dan juga dengan teman - teman dari Bryan.
“Hmmm....... di hari pertama, mereka terkena masalah dengan anak – anak bangsawan dan pada akhirnya mereka mendapatkan pertandingan melawan anak – anak bangsawan. Hehehe."
“Apa? Dasar anak – anak itu. Bagaimana dengan hasil pertandingan mereka? apa mereka luka parah ?”
“Mereka menang telak, tim Bryan memenangkan pertandingan dengan skor sempurna tanpa mengalami kekalahan. Aku sangat kaget bahwa mereka sangat kuat di umur mereka yang sekarang!”
"Dari kecil mereka semua selalu rajin untuk berlatih, setiap hari mereka bekerja keras melatih kemampuan dan juga tubuh nya.
Mereka berlima nanti nya pasti akan tumbuh menjadi orang – orang hebat di masa depan!" dan itulah keyakinan dari seorang Gladys.
“Ngomong – ngomong aku telah mengangkat mereka berlima menjadi muridku secara resmi sekarang!" Venuz memberitahukan informasi ini.
“Wah benarkah? Masa depan anak – anak pasti sangat bagus karena dapat dilatih oleh orang hebat seperti kalian!”
“Tidak, anda bahkan lebih kuat dan lebih hebat daripada kami bertiga kak Gladys!"
“Kalian terlalu meninggikan diriku!"
“Tidak! Kami melihat dengan mata kami sendiri betapa kuatnya anda!”
(Ya, waktu itu kak Gladys menyelamatkan hidup kami saat kami bertiga masihlah kecil. Disaat nyawa kami sudah sampai di ujung tanduk, beliau datang dan menyelamatkan kami dengan kekuatan nya sendiri.)
“Jadi nostalgia ya.”
“Kalau begitu kami akan kembali ke Akademi lagi untuk melatih anak – anak itu, kami bertiga titip salam kepada suami anda."
“Iya, nanti kalau ada waktu datanglah kesini lagi, dan sampaikan salamku pada anak – anak!” Gladys titip salam pada mereka.
Setelah mereka selesai berbincang – bincang, Venuz, Veron, dan juga Verda melambaikan tangan kepada Gladys.
Dan mereka langsung melakukan teleport untuk kembali lagi ke Akademi.
Dan pelajaran dalam kelas D telah dimulai.
Materi pertama adalah “Lingkaran Sihir,” dimana seseorang ketika mengeluarkan kekuatan nya akan muncul sebuah lingkaran juga.
__ADS_1
Lingkaran sihir sempurna ketika bentuk dan warnanya benar – benar terlihat mencolok dan itu dapat meningkatkan kekuatan.
Dalam kelas D......
Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa sudah mampu menguasai lingkaran sihir sempurna.
Namun.....
Untuk teman – teman mereka yang lain, masih berusaha untuk menyempurnakan lingkaran sihir mereka.
Tidak lama kemudian Venuz, Veron, dan Verda datang ke dalam kelas D.
Mereka datang dengan tujuan meminjam siswanya yaitu Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa untuk mereka bawa latihan.
Lalu akhirnya mereka semua dibawa teleport oleh Venuz ke sebuah lapangan yang sangat luas, Verda disana akan melakukan pengujian pertarungan melawan mereka berlima.
“Ayo adik – adik, kakak Verda akan melakukan pertarungan melawan kalian berlima!” itulah yang dikatakan Verda.
“Baiklah, ini akan menjadi pengalaman yang bagus!” Bryan bersemangat.
“Kalau begitu aku yang akan menyerang terlebih dahulu!”
Setelah mengatakan hal itu, Baron langsung maju dan mengerahkan serangan dari sihir petir nya ke arah Verda.
Namun....
Pelindung milik Verda yang selalu aktif dapat melindungi dirinya dari serangan petir milik Baron.
“Tidak buruk! Namun, kamu terlalu terburu – buru, memang kamu memiliki keuntungan dengan sihir petirmu, tapi airku adalah air jernih," Verda menjelaskan sedikit tentang kekuatan airnya.
Ice Field.
Ice Sword “Yuki.”
Yukina juga mengeluarkan pedang es miliknya.
Water Army.
Sebuah pasukan prajurit yang terbuat dari sihir air milik Verda telah tercipta.
“Seranglah mereka prajuritku!"
Prajurit air milik Verda langsung bergerak menuju ke arah Yukina dengan sangat cepat.
Namun.....
Saat salah satu prajurit air milik Verda mendekati Yukina, prajurit air itu langsung membeku terkena efek dari Ice Field.
Tapi....
Prajurit air milik Verda memiliki kekuatan yang berbeda – beda, ada yang memiliki kekuatan yang lebih unggul, ada yang memiliki pertahanan yang lebih unggul, ada yang memiliki kecepatan yang lebih unggul, bahkan ada juga yang dapat menggunakan berbagai macam jenis sihir.
Salah satu prajurit air yang memiliki kecepatan yang sangat cepat langsunh melesat ke arah posisi Yukina berdiri bahkan tanpa disadari oleh Yukina.
Yukina langsung terpental setelah terkena pukulan dari prajurit air itu.
“Oh iya, prajurit airku itu kebal terhadap serangan fisik” Kata Verda
__ADS_1
Setelah mendengarkan hal itu, Yukina langsung berdiri dan mengatakan sesuatu.
“Meskipun prajurit air ini kebal akan serangan fisik, tapi kekuatanku adalah perwujudan dari es yang sangat dingin, yang dimana artinya adalah......”
Yukina langsung melesat ke arah prajurit – prajurit air ini berada, dengan pedang nya “Yuki” ia langsung menebas beberapa dari prajurit air dan menghancurkan nya.
“Aku bisa membekukan semuanya–”
“Tidak buruk juga! Tapi, untuk kalian tau, sebanyak apapun prajuritku yang kalian hancurkan itu percuma saja. Karena setiap kalian menghancurkan nya, mereka akan kembali muncul lagi, hal yang harus kalian lakukan ketika menghadapi situasi seperti ini adalah mengalahkan orang yang mengendalikan sihirnya!” Verda sedikit memberikan pengetahuan kepada mereka.
“Itu benar, maka kita harus langsung menyerang tubuh kak Verda!” pikir Bryan
“Ayo Kakufuku, mari kita lakukan! ”
Gravity.
Bryan mengeluarkan gravitasi dengan Verda sebagai titik pusatnya untuk membatasi pergerakan dari Verda.
*Wuu**ssshhhh~
Bryan langsung melesat ke belakang Verda.
“Aku akan menebas kakak dan juga pelindung nya!"
Disisi lain Verda hanya tersenyum.
Tebasan oleh Bryan telah diluncurkan, namun......
Tebasan itu bahkan tidak dapat menggores pelindung dari Verda.
“Kamu telah menyerangku secara langsung, kamu akan terkena efek dari pelindungku!"
Tiba – tiba muncul gelembung air, dan gelembung air itu memenjarakan Bryan di dalamnya.
“Ketika kalian menyerang pelindungku, maka efek itu akan muncul. Gelembung itu akan memenjarakan tubuh kalian di dalamnya, di situ kalian tidak akan bisa bernapas!”
“Oh iya Bryan, aku dapat memasukkan tubuhku ke dalam gelembung air dan bergerak bebas, itu menjadikan gravitasimu tidak akan berpengaruh terhadapku!”
Bryan yang terperangkap di dalam gelembung air itu harus segera menghancurkan nya, namun air Verda tidak mempan terhadap serangan fisik.
“Kakak bilang air kakak tidak mempan terhadap serangan fisik bukan? Tapi, hukum seperti itu tidak akan berpengaruh terhadap Kakufuku!”
Bryan langsung menebas gelembung air itu, dia berhasil menghancurkan nya dan terbebas dalam kurungan gelembung air milik Verda.
“Ngomong – ngomong Ice Field ini agak mengganggu, aku akan menimpanya dengan medan milikku!”
Water Field.
Ice Field milik Yukina seketika berubah menjadi Water Field milik Verda.
“Jiwa ku dan air adalah satu kesatuan, aku dapat merubah tubuhku menjadi air. Apalagi di dalam Water Field ku ini aku bisa menyerang kalian dari segala arah!” ucap Verda sambil menyerang mereka berlima.
“Kalau begitu aku akan membekukan nya!" Yukina mencoba membekukan air itu.
Namun air dalam medan milik Verda lebih kuat dari sebelumnya dan tidak dapat dibekukan.
“Kalau tidak bisa dibekukan, aku akan menyerang seluruh air ini, ayo Leon” Baron akan melancarkan serangan nya dengan Leon.
__ADS_1
Leon dan Baron menyalurkan kekuatan sihir mereka ke dalam air – air itu, namun...
“Percuma saja kalian menyerang air – air ini, letak tubuhku bukanlah di seluruh air ini, melainkan di posisi tertentu. Tentunya kalian harus bisa menyerang jiwaku untuk dapat melukaiku!"