
"Aku yang akan mulai terlebih dahulu, dan kau selaraskan denganku, Bryan!"
Yukina mulai membuka pertarungan ini. Seperti biasa, ia menggunakan 'Ice Field' miliknya, untuk meningkatkan kemampuan ability dari sihir esnya.
"Baiklah, sepertinya ini tugasku!"
Aku menggunakan sihir gravitasiku, untuk membuatnya tidak dapat terbang di udara.
"Oh, kalian cukup memahami kerja sama antar tim. Aku jadi semakin tertarik!"
Dilihat dari perkataan dan ekspresinya, terlihat Mr.5 seperti tertarik terhadap pertarungan ini.
"Ya, aku juga tertarik untuk menghabisimu, Mr.5!"
Amarahku semakin mendidih, jika melihat ekspresi di wajahnya secara terus - menerus.
Lalu, aku mengeluarkan banyak pedang yang berterbangan. Aku pun langsung menghujani dia dengan pedang - pedang yang sangat tajam.
"Gravitasimu ini unik, kau bisa mengendalikan gravitasi dalam lingkup sekitar, tapi kau juga dapat mengendalikan gravitasi melewati dalam tubuh seseorang. Gravitasimu hebat, namun masih belum cukup untuk menekan tubuhku!"
Mr.5 kembali melambung di udara. Dia dapat lepas dari gravitasiku, dan langsung menghindari serangan pedang - pedangku.
"Bryan!"
Aku langsung menoleh kearah Yukina yang memanggil namaku. Itu adalah kode bahwa, dia akan membuat sebuah serangan.
"Aku paham! Kau pasti memintaku untuk membuat orang itu turun kan?"
Sebelum aku melancarkan serangan, tanah disekitar dipenuhi oleh es - es yang sangat tajam.
"Kalau begitu, aku akan menurunkanmu dengan 6x layer gravitasiku!"
Sebuah gravitasi yang 6x lebih kuat dari gravitasi sebenarnya. Aku dapat melakukan lebih dari ini, tapi aku tidak yakin itu juga mampu menahan tubuhnya.
Tubuh dari Mr.5 tertarik kebawah, dimana tepat dibawahnya terdapat es dari Yukina yang sangat tajam. Ketika tubuhnya terkena itu, maka akan menjadi akhir baginya. Itu lah yang pikirkan, namun......
Asap terkumpul disekitar Mr.5, bahkan dengan banyaknya asap, itu membuat penglihatan tidak dapat melihat dengan jelas.
"Jadi, kalian berencana menusuk tubuhku dengan es yang berada di sini?"
Asap yang ada disekitar perlahan menghilang. Semakin terlihat, tubuh dari Mr.5 terlihat baik - baik saja tanpa luka apapun. Kakinya dilapisi oleh sebuah api, yang membuat es yang ada disekitarnya meleleh dan lelehan itu menguap.
Lalu, tiba - tiba Mr.5 berada dibelakang Yukina.
"Sihirmu bertipe AOE yang sedikit menyebalkan. Jadi, aku akan menyingkirkanmu terlebih dahulu!"
Bahkan dengan kecepatan yang aku miliki dan Yukina, tidak mampu menyeimbangi kecepatan dari orang itu. Sehingga, kami berdua tidak dapat bereaksi dengan pergerakannya.
Mr.5 memukul tubuh Yukina dengan tinjunya yang dilapisi oleh api. Dengan serangan itu, tubuh dari Yukina terlempar jauh dan membuat efek 'Ice Field' miliknya menghilang.
"YUKINAAAA!!!!!" aku berteriak menyebut nama Yukina.
"Sekarang, apakah akan menjadi pertarungan antar pria, wahai anak muda?!"
__ADS_1
Melihat Yukina yang terpukul begitu jauh, aku menatap wajah orang itu dengan penuh amarah. Amarahku yang meningkat, itu membuat sihir api hitam kebiruanku menjadi semakin panas. Bahkan, membuat area sekitar terbakar.
"Maju lah! Aku akan membunuhmu!"
Saat ini, pikiranku dikendalikan oleh emosi amarahku.
Mr.5 yang melihatku penuh amarah, hanya membuat senyuman di wajahnya.
...****************...
Di ruangan milik guru Delon, terdapat kak Veron dan juga kak Verda yang sedang melakukan sebuah obrolan.
"Apa? Jadi, Bryan dan Yukina langsung diberikan misi setelah mereka baru saja kembali dari misi sebelumnya? Apa itu benar, guru Delon?" kak Verda menanyakan hal itu kepada guru Delon.
"Iya, itu benar, Nona Verda!"
"Jadi, misi seperti apa yang mereka berdua kerjakan sekarang?" kak Verda kembali bertanya.
"Mereka berdua mengerjakan misi penyelamatan. Menyelamatkan 2 anak dari kelas C, dan 1 anak dari kelas B unggulan, yang sebelumnya tidak kembali dari misinya."
Di situ Verda terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh guru Delon.
"Jika anak dari kelas B unggulan tidak kembali dari misinya, musuh mereka tidaklah lemah. Aku tau bahwa Bryan dan Yukina kuat diantar anak seumuran mereka. Tapi, entah kenapa firasatku tidak enak!"
Kak Verda merasakan sebuah hal yang tidak enak tentang kami berdua yang sedang menjalankan misi.
"Tenang lah, Verda! Kita harus yakin bahwa, mereka berdua akan kembali membawa temannya yang lain dalam keadaan selamat."
Kak Veron menenangkan kak Verda yang sedang khawatir.
Guru Delon yang mengatakan hal itu, membuat kak Verda semakin mencemaskan kami berdua.
"Tch, aku akan pergi untuk menyusul mereka!"
"Verda!!!"
Kak Veron berteriak kepada kak Verda.
"Ada apa, kak Veron? Apa kau ingin mereka berdua juga tidak kembali dari misi ini, seperti teman - temannya yang lain?"
Suasana menjadi hening untuk waktu yang sebentar.
"Tidak, aku juga akan ikut denganmu!"
"Terserah, aku akan pergi sekarang! Apakah kita tidak bisa langsung berteleport?" kak Verda bertanya kepada guru Delon.
"Entah kenapa, kita tidak dapat melakukan teleport ke lokasi pulau tersebut. Seperti, pulau itu dilapisi oleh sebuah pelindung."
"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang!"
Verda pun langsung berlari keluar untuk menuju ke lokasi kami berada.
'Jika misi ini ada campur tangan dengan orang dari dimensi yang lebih tinggi, maka Bryan dan Yukina tidak dapat menyelesaikannya dengan kemampuan mereka yang sekarang."
__ADS_1
Gumam kak Veron dalam hatinya, yang mengkhawatirkan kami berdua.
"Hati - hati dalam perjalanan anda, Tuan Veron!" ucap guru Delon.
Lalu, kak Veron pun langsung bergegas pergi menyusul kak Verda, menuju ke lokasi kami berdua.
...****************...
Aku melapisi pedang kakufuku dengan api hitam kebiruanku.
Dengan pedang kakufuku yang masih bersarung, aku maju ke tempat Mr.5 berada.
Seranganku berhasil menebas tubuhnya. Namun....
"Tubuhku terbuat dari elemen api. Meskipun kau menebasnya, itu tidak akan melukai tubuhku." Mr.5 menjelaskan itu padaku.
Tapi, aku tetap melakukan tebasan berkali - berkali kepada Mr.5, tapi seranganku tidak ada yang mengenainya sama sekali. Seperti, dia telah memprediksi semua pergerakanku.
"Flame Blade!"
Aku melakukan tebasan dengan skala besar kepada Mr.5, bahkan membuat area disekitar mengalami kerusakan yang besar.
Namun.....
"Wow, itu tadi tebasan yang sangat berbahaya! Bagaimana kau melakukan hal hebat seperti itu?"
Dengan mengatakan hal itu, Mr.5 berhasil menghentikan tebasan pedangku, hanya dengan menggunakan satu tangan miliknya.
"A-apa? Bagaimana kau bisa menghentikan tebasanku hanya dengan satu tangan?"
"Hmmm... Kenapa ya? Ya, itu karena aku kuat!" Mr.5 mengucapkan itu dengan senyuman di wajahnya.
"Kau sudah memperlihatkan seranganmu padaku. Aku juga harus berbaik hati, memperlihatkan seranganku padamu." ucap Mr.5 yang akan melakukan serangan.
Mr.5 melemparku, tiba - tiba muncul sesuatu berbentuk bulat berwarna merah muncul didepan tubuhku.
Lalu, ledakan yang dahsyat pun terjadi, yang mengakibatkan kerusakan yang parah pada tempat kami bertarung.
Namun, tubuhku mampu bertahan dari ledakan tersebut.
"Oh, kau mampu bertahan dari ledakanku ya? Kalau begitu, aku akan menambah jumlah ledakan itu terus - menerus!"
Lalu, ledakan itu muncul kembali. Bahkan, ledakan itu tidak muncul sekali, tetapi muncul terus - menerus.
Mr.5 memunculkan ledakan di area sekitarku terus menerus, dan dia hanya tertawa melihatku bertahan dari serangannya.
Meskipun aku dapat bertahan, luka yang didapat tidak dapat terelakkan.
"Oh, kau masih belum mati ya? Hahaha, ya seperti itu! Jangan mati dengan mudah, dan hibur aku terus!" Mr.5 menikmati melakukan serangan padaku.
Aku mampu bertahan, tapi luka yang aku dapatkan cukup parah.
'Aku tidak ingin mengatakannya. Tapi, aku tidak dapat mengalahkan orang ini dengan kemampuan yang sekarang.'
__ADS_1
Aku yang tergeletak di tanah dengan luka cukup parah, berpikir bahwa aku tidak bisa mengalahkan orang itu.