The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 11: Hero


__ADS_3

Akhirnya mereka telah kembali lagi ke Akademi setelah melakukan latihan dan juga menjalankan misi pertama mereka. 


“Hoohhh..... Enak sekali dapat menggunakan skill teleport, bisa berpindah – pindah dengan sangat mudah. Aku harap bisa mendapatkan skill itu juga!” Bryan berharap mendapatkan skill teleport.


“Terserah apapun itu, tapi sekarang perutku sangat lapar dan ingin segera makan dengan sangat banyak makanan!” Baron juga merasa sangat lapar.


“Hahaha..... setelah aku mengkonfirmasi misi ini telah selesai dan menyerahkan mayat Dago dan Dagi, aku akan langsung membawa kalian ke tempat makan. Untuk sementara waktu Veron dan Verda akan menemani kalian!”


Venuz pun langsung pergi ke tempat lain.


“Baiklah adik – adik, kakak Verda ini akan menemani kalian melihat Akademi ini!"


“Aku akan memperkenalkan kalian dengan seseorang yang lumayan berpengalaman!" Veron mengajak mereka untuk bertemu dengan seseorang.


Setelah melakukan sedikit perbincangan, mereka pun langsung pergi untuk menemui “seseorang” itu.  


Dan pada akhirnya mereka tiba tepat di depan kelas dengan tingkat “S”, dimana kelas ini adalah kelas yang berisikan dengan orang – orang yang telah berevolusi menjadi “Hero."


Tiba – tiba salah satu orang yang telah berada di tingkat “Hero” keluar dari kelas nya.


“Oh halo Nathan!” 


Verda menyapa anak yang keluar dari kelas “S” itu.


Ya, dia adalah salah satu dari “Hero” yang memiliki nama, yaitu Nathan.  


“Oohhh halo kak Verda, halo kak Veron, lama tidak jumpa, aku sangat merindukan kalian!” balas sapa dari Nathan.


“Pas sekali, aku ingin mengenalkanmu dengan anak – anak ini.”


“Aku dengan anak – anak itu?” tanya Nathan.


“Iya, adik – adik, dia adalah Nathan, kalian perkenalkan diri kalian juga ya!” ucap Verda.


“Aku Briyan.”


“Aku Yukina.”


“Aku Leon.”


“Aku Baron.”


“Aku Alexa."


“Salam kenal kak Nathan!” 


Ucap mereka semua dengan memperkenalkan diri mereka berlima kepada Nathan.  

__ADS_1


“Aku Nathan, senang bertemu dengan kalian. Terus terang, aku kurang nyaman dengan sebutan “kak” ketika memanggilku, lebih baik kalian memanggilku dengan menggunakan namaku saja!”


“Oke Nathan!” 


Setelah semuanya melakukan perbincangan sebentar, tiba – tiba........ 


“Nathan, ayo kita bertarung!” 


Dengan lantang dan juga bersemangat, Baron berkata seperti itu padahal dia menantang seorang “Hero."


“Menyerahlah Baron!”


“Hah? Kenapa aku harus menyerah kak Veron?”


“Kamu tidak akan bisa mengalahkan nya dengan keadaan kamu yang sekarang!"


“Kenapa? Padahal kan kita belum mencoba nya!"


“Kamu tidak akan bisa menyentuh ataupun menyerang tubuh dari Nathan!"


“Apa?” bingung Baron dan juga teman – temannya yang lain.


“Aku akan sedikit menjelaskan nya!” 


Lalu Veron menjelaskan sedikit tentang sesuatu, Nathan yang telah berevolusi menjadi “Hero” memiliki eksistensi yang berbeda dengan makhluk lain yang berada dibawahnya. Tepatnya eksistensi seorang “Hero” lebih tinggi daripada makhluk lainnya yang berada di tingkat lebih rendah daripada “Hero." Lebih tepatnya adalah seseorang yang berevolusi ke tahap Hero, mereka memiliki struktur dari 5D.


“Maka dari itu kamu harus memiliki eksistensi yang sama sesama makhluk, atau bisa dibilang kamu harus berevolusi menjadi seorang “Hero” juga untuk bisa menyentuh Nathan. Tidak hanya itu, jika kalian beruntung bisa juga mendapatkan kehendak dari Dewa itu sendiri.”


“Sebelumnya aku juga merasakan sesuatu yang mengganjal ketika bertarung melawan kak Verda, waktu aku menyerang kak Verda, seakan – akan seranganku mengenai nya tetapi justru itu menjadi bergelombang dan tertembus. Itu berarti serangan dari kami berlima tidak bisa mengenai kak Verda karena eksistensi kita jauh berbeda bukan?” Bryan menanyakan ini.


“Yap benar, pintar sekali adik kakak yang satu ini! Kamu bisa memahami keadaan ini!” Verda sambil memeluk Bryan.


"Eksistensi kami bertiga jauh lebih tinggi daripada Nathan. Bisa dibilang kami adalah pencipta, dan makhluk dimensi bawah adalah ciptaan." Veron mengatakan tentang hal ini.


"Kalau Nathan adalah makhluk 5D, kalian yang jauh diatas itu merupakan makhluk berapa dimensi?" Bryan kembali bertanya.


"Kami adalah makhluk yang telah melampaui konsep dimensi beserta eksistensinya, serta mampu menghancurkan atau menciptakan struktur semacam itu. Makhluk yang tidak dapat dipengaruhi oleh kehancuran dalam batasan ruang, materi fisik, dan energi. Karena tidak ada batasan dalam dimensi itu," jelas Veron.


"Pada dasarnya kalian tidak dapat berinteraksi dengan kami, tapi kami menciptakan "avatar" agar dapat berinteraksi dengan kalian," Verda mengatakan hal itu.


“I-itu berarti serangan kami berlima sia – sia saja ya?” tanya Alexa. 


“Tidak sia - sia, itu juga termasuk latihan untuk kalian berlima!” jawab Verda.


“Aku memang merasa ada sesuatu yang berbeda ketika melawan kak Verda, ternyata seperti itu penjelasan nya, hmmm." Yukina sudah merasakan sesuatu sejak awal.


“Iya, setiap makhluk memiliki eksistensi yang berbeda, dan juga setiap kamu berevolusi, maka kamu juga semakin dekat dengan Dewa."

__ADS_1


“Dan dengan kemampuan nya yang sekarang setelah berevolusi menjadi Hero, Nathan bahkan dapat menghancurkan dunia yang tak terbatas dengan kekuatan nya.”


Seketika mereka berlima (Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa) tercengang mendengar apa yang telah dikatakan oleh Veron barusan.


“Se-sepertinya aku salah memilih lawan tanding hahaha,” ucap Baron sambil dengan perasaan kecewa 


“Hahaha, kamu tidak salah dengan pilihan yang telah kamu pilih, melawan seseorang yang kalian rasa jauh lebih kuat daripada diri kalian sendiri, itu akan membuka batas kekuatan yang ada pada diri kalian. Dan itu akan membuat perbedaan yang sangat jelas untuk perkembangan dari kekuatan kalian!”


“Kalau begitu, apakah nantinya kamu mau menjadi lawan tanding dengan kami untuk melakukan latihan? Aku sangat ingin berlatih dengan orang – orang yang kuat umtuk melatih diriku dan juga mendapatkan pengalaman dari pertarungan itu” kata Bryan.


“Tentu saja! Karena kalian adalah kenalan dari kak Venuz, kak Veron, dan juga kak Verda, lalu kalian juga asik dan memiliki tekad yang tinggi untuk menjadi seseorang yang sangat kuat. Aku mau melakukan lawan tanding untuk latihan kalian, dan aku juga tertarik untuk berteman dengan kalian berlima!" Nathan menyetujui untuk latihan bersama mereka.


Setelah mendengar apa yang telah dikatakan oleh Nathan, Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa benar – benar sangat senang dan berharap mereka memiliki hubungan yang baik dengan salah satu dari “Hero” Nathan.  


Dan secara tiba – tiba entah darimana Venuz muncul langsung berada di samping Bryan.


“Ohh, jadi kalian sekarang sudah menjadi teman ya?” 


Mereka semua kecuali Veron dan Verda langsung terkejut dengan datang nya Venuz Noble yang secara tiba – tiba.


“Astaga, aku kira tadi itu siapa, ternyata kak Venuz ya, hmm." Alexa terkejut.


“Hahahaha, maaf – maaf." 


“Lama tidak bertemu denganmu kak Venuz, bagaimana dengan kabarmu sekarang?” tanya Nathan 


“Ya seperti yang telah kamu lihat, aku baik – baik saja, lalu bagaimana dengan mu? Bagaimana dengan hari – hari mu setelah berevolusi menjadi seorang Hero?”


“Hahaha, itu menyenangkan. Tapi itu juga membuatku menjadi semakin sibuk karena banyak misi – misi yang berdatangan dan ditujukan padaku, dan aku harus menuntaskan misi – misi itu dengan sempurna tanpa adanya kegagalan!” jawab Nathan.


“Tentu saja! Apalagi kita yang berada pada dunia yang kacau ini, kamu pasti akan segera terbiasa untuk itu!"


“Ngomong – ngomong, kak Venuz kapan kita akan makan? aku sudah sangat lelah dan lapar setelah melakukan latihan dan juga menyelesaikan misi!" Bryan dan teman - temannya sudah sangat merasa lapar.


“Ya, aku juga sangat lapar, untuk sekarang aku ingin makan dengan banyak!" Baron ingin segera makan.


“Ya setuju, perutku sudah mengaum seperti seekor singa!” ucap Alexa.


“Hahaha kalian ini, setelah ini kita akan langsung makan, apa kamu juga mau ikut dengan kami Nathan?” ajak Venuz.


“Kalian pergi lah terlebih dahulu! Aku sedikit telat karena ada yang harus aku bereskan di kelas, tapi aku pasti akan menyusul kalian semua!” ucap Nathan.


“Baiklah kalau begitu kami akan pergi dulu, kami makan di Nagoya, kami menunggumu disana!"


“Dadaaaahhhh!” 


Mereka semua melambaikan tangan nya kepada Nathan untuk berpamitan, dan langsung pergi ke Nagoya, tempat mereka untuk makan dan mengisi perut mereka.

__ADS_1


__ADS_2