
"Jika kau menganggap bahwa aku memiliki mana sihir yang tidak cukup banyak, maka kau salah! Akan aku tunjukan sedikit kekuatanku padamu!" Yukina menjadi semakin kesal dari waktu ke waktu, ketika berbicara dengan Magma Pyre.
Magma Pyre hanya tersenyum dan melakukan serangan yang selanjutnya.
Langit yang cerah berubah menjadi gelap, awan - awan yang mula nya berwarna putih, sekarang berubah menjadi warna hitam. Dan muncul lah sebuah meteor yang sangat besar ke arah Yukina.
(Apa - apaan itu? Meteor itu memiliki diameter 3.500.000m, jika itu menyentuh permukaan, maka sudah dipastikan akan terjadi ledakan yang dahsyat!) Yukina terkejut dengan meteor yang dikeluarkan oleh Magma Pyre.
"HAHAHA...... Kau tadi dapat menciptakan pulau dan menghentikan kerusakan nya. Namun, sekarang bagaimana caramu mengatasi meteor ini?" Magma Pyre merasa dirinya telah unggul.
(Setidaknya aku harus bisa menghentikan ledakan dari meteornya! Tapi bagaimana? Andai saja meteor itu terbuat dari es.)
Yukina membayangkan bahwa meteor itu adalah sebuah es.
Secara mengejutkan, Yukina mampu mengubah realitas. Meteor yang terbuat dari meteorid, sekarang sepenuhnya telah berubah menjadi es, hanya dengan membayangkan nya!
(A-apa ini? Aku hanya membayangkan bahwa meteor itu adalah es. Namun, tiba - tiba apa yang aku bayangkan, berubah menjadi kenyataan.)
"APA? BAGAIMANA KAU MELAKUKAN NYA?" (Aku bahkan tidak melihat dia melakukan sesuatu, selain berdiri di sana,) lagi - lagi Magma Pyre terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yukina.
(Aku juga masih bingung, namun aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini!)
Lalu Yukina mengeluarkan pedangnya "Ice Sword: Yuki."
"Ice Field."
Yukina mengeluarkan medan es miliknya. Lalu ia melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya, dan langsung menebas meteor itu hingga hancur lebur.
"Kau bisa menghancurkan meteor itu. Kalau begitu ini adalah serangan terkahirku! Tunjukan padaku kalau kau bisa menanganinya seperti seranganku sebelumnya!"
(Tekanan sihir ini sangat kuat! Jika aku menghindarinya, maka itu akan menghancurkan pulau ini bahkan area sekitar diluar pulau. Kalau begitu aku harus menghentikan serangan itu! Bagaimana aku menghentikan serangan itu tanpa harus menghindarinya?)
'Ingat! Sihir es identik dengan pembekuan. Jika level sihir kamu berada ditahap ini, maka kamu bisa membekukan jiwa, membekukan tubuh fisik yang tidak dapat diserang, menghancurkan hukum sebab dan akibat, dan juga dapat membekukan waktu atau biasa disebut menghentikan waktu. Apabila kamu bisa menggunakan salah satu dari skill itu, berarti kamu berada di level yang lebih kuat, dan otomatis mendapatkan semua skill yang ayah sebutkan tadi.'
"Iya, aku ingat! Terima kasih, ayah!
Yukina teringat apa yang telah disampaikan oleh ayahnya ketika dia melakukan latihan bersama sewaktu masih sangatlah kecil.
" Lava Nuclear Cannon."
Magma Pyre mengeluarkan serangan terakhirnya! Sebuah serangan dari sihir nuklir telah dikerahkan dengan sangat cepat.
__ADS_1
Namun, seketika waktu diseluruh dunia telah berhenti.
"Jadi seperti ini ya menghentikan waktu, dan dalam waktu yang terhenti ini, aku masih bisa bergerak."
Yukina telah membuat waktu diseluruh dunia berhenti, dan akan mengakhiri pertempuran nya kali ini.
"Aku masih penasaran dengan kemampuanku ketika dia mengeluarkan meteor tadi. Aku akan mencobanya!"
Lalu Yukina membayangkan bahwa tubuh dan sihir nuklir Magma Pyre adalah sebuah es. Tiba - tiba apa yang dibayangkan oleh Yukina menjadi kenyataan.
"Oh, sekarang aku paham! Kalau begitu aku akan menghancurkan nya sekarang!"
Yukina menyelimuti pedangnya dengan energi dari sihir es miliknya, dan itu membuat serangan nya 10 kali lebih kuat dari sebelumnya.
"Aku akan bergerak dengan sangat cepat dan menebasnya!"
"Cold Slash."
Yukina bergerak dengan kecepatan 1000 kali lebih cepat dari kecepatan cahaya, dan langsung menghancurkan tubuh dan juga sihir dari Magma Pyre.
"Akhirnya pertempuran ini berakhir! Aku harus segera pergi ke tempat Fang!"
Tak lama kemudian, Yukina melihat para penduduk Magma Village dan juga tubuh Fang yang sedang dalam keadaan diperban.
"FANG!" Yukina berteriak memanggil nama Fang.
"Oh nona! Anda sudah kembali? Apa itu berarti anda telah mengalahkan boss monster itu?" tanya salah satu penduduk.
"Iya, aku telah mengalahkan nya! Ngomong - ngomong bagaimana dengan keadaan temanku?" Yukina menanyakan keadaan dari Fang.
"Oh, jadi ini teman anda? Luka nya cukup serius. Namun, kami tidak memiliki orang yang dapat menggunakan sihir penyembuh."
"Aku bisa menggunakan sihir penyembuh! Biarkan aku mengobati luka dari Fang!"
"Freeze."
Yukina membekukan tubuh dari Fang, dan dalam sekejap luka - luka dari Fang langsung sembuh.
Kemudian perlahan - lahan Fang mendapatkan kesadaran nya kembali dan membuka matanya.
"Oh, Yukina. Apa kamu baik - baik saja? Bagaimana situasinya sekarang?" Fang menanyakan tentang keadaan yang terjadi.
__ADS_1
"Siapa yang kamu khawatirkan? Harusnya kamu mengkhawatirkan dirimu terlebih dahulu! Tubuhmu terluka dengan cukup serius. Dan untuk situasinya, kita menang!"
"Oh begitu ya, hahahaha! Syukurlah kalau kita telah menyelesaikan misinya."
"Permisi, namaku adalah Barley. Aku adalah kepala desa di sini. Bolehkah aku mengetahui nama kalian?"
"Aku Yukina, dan temanku ini bernama Fang."
"Aku mengucapkan terima kasih. Karena, kalian berdua telah menyelamatkan nyawa dan juga pulau kami."
"TERIMA KASIH!" para penduduk mengucapkan terima kasih kepada Yukina dan juga Fang.
"Tidak, tidak. Aku tidak dapat melindungi pulau kalian, dan terpaksa membuat ulang pulau yang penuh dengan salju dengan banyak es nya ini."
"Tidak, nona Yukina. Kalau anda tidak menciptakan pulau ini, maka kami semua akan mati tenggelam dilautan atau tertelan lava!" ucap Barley.
"Hmmm... Ngomong - ngomong, kami harus segera kembali dan melaporkan misi kami di akademi."
"Kalau begitu, gunakan sihir teleport yang dipasang di sana! Itu akan langsung membawa kalian menuju ke akademi."
Yukina dan Fang berdiri ditempat teleport itu.
Lalu ada anak perempuan berusia sekitar 12 tahun datang ke mereka dengan membawa bunga.
"A-anu, ini bunga hadiah untuk kakak - kakak. Namaku Mary." ucap anak ini.
"Ini bungan yang indah, makasih ya!" Yukina menerima bunga dari anak perempuan itu.
"Hehehe. Kalau aku besar nanti, aku ingin menjadi kuat seperti kakak Yukina, agar aku bisa melindungi desa ini!"
"Itu bagus Mary, punya semangat dan juga tekad kuat untuk menjadi seseorang yang kuat. Aku akan menunggu kamu saat sudah besar dan menjadi kuat."
Yukina mengusap kepala anak kecil itu dengan tersenyum.
(Sa- sangat manis! Yukina sangat manis ketika ia tersenyum.) pipi Fang memerah melihat senyuman dari Yukina.
"Datanglah kesini lagi lain kali! Kami akan selalu menyambut pahlawan kami!" para penduduk akan selalu menyambut kedatangan mereka dengan hangat, ketika mereka berdua kembali lagi ke desanya.
"Baiklah paman! Kami pasti akan kembali lagi!" balas Fang.
Mereka semua melambaikan tangan. Lalu Yukina dan Fang pun kembali ke akademi untuk melaporkan keberhasilan misi nya.
__ADS_1