The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 8: Murid Sang Light of Hope


__ADS_3

Penghalang dalam arena telah dihilangkan, dan sihir pelindung dari Venuz juga dihilangkan.


Tiba – tiba ..... 


Alexa terjatuh pingsan.


“ALEXAAAAA!!!” teriak Yukina, Bryan, Leon, dan juga Baron.


Mereka langsung bergegas turun menuju ke tempat Alexa.


“Alexaa Alexaa!” panggil Yukina membangunkan Alexa


“Alexa bangunlah."


“Mungkin karena luka yang didapatkan Alexa dari lawan nya tadi."


“Tim medis cepat sembuhkan Alexa!" 


“Tenang saja, kalian tidak perlu panik!"


Venuz, Veron, dan Verda berjalan menuju ke tempat Alexa.


“Tuan Venuz.”


“Teman kalian hanya pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan energi sihir untuk mengaktifkan sihir terakhirnya tadi, itu sihir yang luar biasa." Venuz memberitahu mereka bahwa Alexa hanya pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan mana sihir.


“Jadi bagaimana Tuan Venuz?” tanya Bryan.


“Verda.” 


Venuz memanggil saudarinya itu.


“Baik, kak Venuz!”


Water Of Life. 


Verda mengeluarkan sihir airnya, dan membentuk gelembung dengan Alexa di dalam nya. Dalam sekejap luka dan stamina Alexa telah dipulihkan.


Perlahan – lahan mata Alexa terbuka.


“Alexaaaaaa!”


Teman – teman nya langsung memeluk tubuh dari Alexa.


“Terima kasih Nona Verda!” Bryan dan teman – teman nya berterima - kasih kepada Verda.


“Kalian tidak perlu bersikap terlalu formal padaku, panggil saja aku kakak Verda."


“Baik kak Verda!” 


“Pertarungan yang menakjubkan, kerja bagus kalian berlima!” Venuz memuji pertarungan mereka.


“Ehmm... anu... Tuan Venuz."


“Ada apa Bryan?” tanya Venuz.


“Anuu.. bolehkah aku melihat kekuatan anda?”


“Kamu ingin melihat kekuatanku kah?” 


“Bo-bolehkah?”


Apollo Sword.


Sebuah pedang yang berukuran panjang langsung muncul dalam genggaman Venuz.


(Jadi itukah pedang dari peringkat nomor 1? luar biasa,) gumam dalam hati nya Bryan sambil terkagum.


Pedang dari Venuz Noble memancarkan aura yang sangat kuat, dengan lapisan cahaya yang berkilauan disekitarnya.


“Coba kalian lihat 2 gunung disana!” Venuz menyuruh mereka untuk melihat 2 gunung yang telag ia tunjuk.


Mata mereka semua langsung menatap kearah 2 gunung yang diucapkan oleh Venuz Noble.


Kemudian dengan santai nya Venuz mengayunkan Apollo Sword nya kearah 2 gunung tadi.


Dan........


*Sliiingggg.


Dua gunung tersebut langsung tertebas oleh tebasan dari Apollo Sword milik Venuz Noble.

__ADS_1


“Du-dua gunung kembar itu terbelah menjadi 2."


“Terbelah menjadi 2? Tidak, kamu perhatikan lagi sampai selesai! Kamu terlalu cepat menyimpulkan Bryan,” ucap Venuz.


Dan ternyata, gunung itu tidak hanya terbelah, melainkan tidak tersisa hingga menyerupai sebuah debu.  


“Tu-tuan Venuz, gu-gunung itu bahkan tak tersisa!” Bryan terkejut melihat tebasan dari Venuz.


“Tidak perlu kaget begitu Bryan!"


“Apa ini kekuatan anda yang sebenarnya Tuan Venuz?” 


Dengan ekspresi datar, Venuz Noble menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh Bryan.


“Kekuatan asli ku? Tidak, bahkan itu tidak ada secuil dari kekuatan asli ku.”


“Hah?” 


“Bryan. Jika kak Venuz dengan serius mengayunkan pedang nya, maka dia dapat menghancurkan dunia yang tak terbatas!” Veron menjelaskan sebuah faktanya.


“A-apa? Sepertinya impianku untuk menjadi nomor 1 dan melampaui Tuan Venuz masih sangatlah panjang!” Bryan merasa sedih karena dia menyadari bahwa dirinya masihlah lemah. 


(Hahaha memang benar apa yang dikatakan oleh Veron, untuk sekarang aku dapat menghancurkan dunia tak terbatas hanya dalam sekali tebasan.)


"Tapi perjalananmu masih panjang, kamu pasti dapat melampauiku di masa depan nanti."


Ucap Venuz kepada Bryan agar Bryan mendapatkan semangatnya untuk mengembangkan skill – skill dan kemampuan nya.


“Oh iya ngomong – ngomong waktu anda mengayunkan pedang untuk menghancurkan gunung – gunung itu, kenapa aku tidak melihat tebasan nya?” tanya Bryan. 


“Pertanyaan yang bagus, jawaban nya sederhana. Itu karena aku menebas melalui dimensi yang berbeda,” jawab Venuz.


“Hah? Anda bahkan dapat melakukan hal seperti itu?" 


“Yap, itu salah satu dari kemampuanku. Baiklah sekarang waktunya untuk membereskan kekacauan ini!” Venuz akan membereskan apa yang telah dia lakukan.


“Hah? Membereskan?” Bryan dan teman – teman nya bingung dengan apa yang telah Venuz katakan.


“Kamu tinggal lihat saja dan tidak perlu bingung adik kecilku!” ucap Verda sambil memeluk Bryan


Rewind.


Venuz Noble menunjukkan sedikit kemampuan nya, area yang hancur, bangunan yang hancur, bahkan gunung – gunung yang telah dihancurkan, dalam sekejap langsung kembali ke bentuk asalnya.


“Ini? Aku memutar ulang waktu sebelum semua ini dihancurkan.” jawab Venuz 


“Apa? Memutar ulang waktu? Apa maksud anda sekarang kita berada di masa lalu?” Baron bertanya kepada Venuz.


“Tidak.Kita masih tetap berada di timeline yang sama seperti sebelumnya, aku mengatur ulang waktu kepada hal – hal yang aku hancurkan tadi, dan mengontrol kekuatan ku agar waktu kita tidak ikut kembali juga."


“Tapi anda bisa bisa memutar ulang waktu makhluk hidup seperti manusia?” Alexa bertanya.


“Iya tentu saja aku bisa, aku dapat memanipulasi waktu, mengembalikan waktu ke masa lalu, melihat masa depan, bahkan menghentikan waktu, dapat bergerak di waktu yang telah berhenti, dan aku juga bisa berjalan melintasi ruang dan waktu.” jawab Venuz.


“AARRGGGHH.... Aku tau jarak antara aku dan Tuan Venuz sangatlah jauh, tapi aku tidak menyangka jika jarak nya benar – benar sejauh ini!” Bryan semakin mengeluh mendengarkan kemampuan dari Venuz Noble.


"Hmm... baiklah aku telah memutuskan nya!"


Apa yang telah di putuskan oleh sang nomor 1? 


“Ada apa kak? “ 


“Apa yang telah kamu putuskan?”


Pertanyaan – pertanyaan ini terlontarkan dari kedua saudara dari Venuz.


Dengan suara yang keras, ucapan dari Venuz Noble terdengar ke seluruh area arena.


Dan yang di ucapkan oleh Sang Light of Hope adalah.....


"Kalian berlima “Briyan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa” akan aku jadikan sebagai murid ku!"


Itulah yang dikatakan oleh Venuz Noble.


"HAAAAAHHH???" 


Semua orang yang mendengar perkataan yang diucapkan oleh Venuz Noble membuat terkejut, siapa sangka orang terkuat di kota nya sekarang mengangkat lima murid.


Telah resmi suara lantang Venuz Noble dengan keputusan itu telah menjadikan mereka berlima sebagai murid nya.


"Kakak kamu membuat semua orang terkejut loh!”

__ADS_1


“Iya setidaknya beri tahu kami dulu!”


Dengan nada tak bersalah Venuz Noble mengucapkan permintaan maaf kepada Verda dan Veron karena tiba – tiba menyatakan pernyataan seperti itu di depan publik. 


“Baiklah, pertandingan ini telah selesai, kalian semua dapat kembali ke kelas kalian masing – masing dan latihlah kemampuan kalian agar menjadi lebih kuat daripada yang sekarang!”


Dan untuk kalian berlima (Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa) aku akan menemui kalian lagi setelah menyelesaikan urusanku.


Setelah Venuz mengatakan itu, dia langsung menghilang....


Tidak.... 


Lebih tepatnya dia melakukan teleport bersama dengan kedua saudaranya yaitu Veron dan Verda. 


“Sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh Tuan Venuz, pertandingan ini telah selesai, dan dimenangkan oleh pihak Bryan. Kalian segera langsung kembali ke kelas kalian masing – masing!” Wasit menyuruh mereka semua ke kelasnya masing - masing.


Semua orang langsung kembali ke kelas mereka, begitupun dengan tim Bryan dan juga Zora.


Setelah berjalan menuju ke kelas nya, akhirnya Bryan dan juga teman – teman nya sampai di kelas mereka, dan juga mereka disambut oleh Guru Delon.


“Baiklah, semuanya telah kembali, kita akan melanjutkan perkenalan kita kemarin. Namun, sebelum itu aku mengucapkan selamat atas kemenangan kalian Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa,” Guru Delon mengucapkan selamat atas kemenangan mereka.


“Yaaaaa, selamat atas kemenangan kalian melawan bangsawan, kalian sungguh hebat!” 


“Terima kasih, padahal awalnya aku lah yang terkena masalah dengan mereka. Tapi, malah kalian yang bertarung melawan para anak bangsawan itu ” Elen meresa tidak enak dengan mereka.


"Ya, tidak masalah. Lagipula kami juga kesal dengan orang – orang yang seperti itu," itulah yang dikatakan oleh Bryan.


Kelas D memperkenalkan masing – masing dari nama mereka semua.  


“Aku Bryan.” 


“Aku Yukina.” 


“Aku Leon.” 


“Aku Baron.” 


“Aku Alexa.” 


“Aku Elen.” 


“Aku Rouge.”


“Aku Fang.” 


“Aku Cherry.”


“A-aku Ria.”


 


Terdapat 10 orang yang berada dalam kelas D, 5 orang pria, dan juga 5 orang wanita.


Aku harap kalian semua akan akrab satu dengan yang lainnya, kalau begitu mari kita mulai pelajaran nya.


Dan begitulah harapan dari Guru Delon untuk para murid nya di kelas D.


Di tempat yang berbeda...... 


Lapor Tuan, saya melihat Tuan muda Leon berada di Akademi Iroas dan melakukan pertandingan melawan tim dari Tuan Muda Zora.


"Apa? Bagaimana dengan hasil pertandingan nya?" 


"Tim Tuan Muda Leon menang telak melawan tim Tuan Muda Zora!"


"Apa katamu? Jangan sampai identitas dari Leon diketahui oleh Zora!"


"Baik Tuan!"


Percakapan antara 2 orang, Tuan dan juga pengawal nya berakhir di situ. Lalu pengawalnya menghilang untuk melakukan tugas nya.


“Haaaahh, aku tidak menyangka kalau kita akan kalah melawan mereka!” Lefer masih terkejut dengan kekalahan nya.


“Iya, aku juga tidak menyangka kalau mereka berlima sangat kuat!” ucap Windsor.


“Ngomong – ngomong apa kalian menyadari sesuatu?” tanya Metria. 


“Menyadari tentang apa Metria?” tanya Rodeo.


“Bukankah pria yang berada di tim Bryan yang bernama Leon itu sangat mirip dengan Zora?”

__ADS_1


“Kupikir juga begitu, mulai dari warna rambut hingga wajah nya, dia sangat mirip dengan Zora! Bahkan karakteristik sihir kalian berdua juga sama – sama api.”


“Aku dari tadi juga memikirkan hal itu, dia dan aku benar – benar mirip!”


__ADS_2