
Bryan dan Yukina menelusuri tempat sekitar, di Heat Island.
"Apa - apaan ini? Apa tidak ada kehidupan di pulau ini? Tidak hanya tanah yang kering, tapi pohon - pohon pun juga mengering!" keluh Bryan.
"Benar! Seharusnya masih ada kehidupan sebelumnya. Tapi, tempat ini sekarang tidak bisa disebut sebagai pulau berpenghuni!" ucap Yukina.
"Kemungkinan besar, hal yang terjadi pada pulau ini adalah ulah dari musuh yang dihadapi oleh Zora dan yang lain!"
"Kamu benar, Briyan! Jika dilihat dari iklimnya juga tidak memungkinkan, pulau ini tiba - tiba menjadi mengering seperti ini."
Lalu, Bryan dan Yukina kembali melihat keadaan disekitar.
Dalam perjalanan mereka menelusuri pulau tersebut, tiba - tiba mereka berdua mendengar suara....
"Astaga, mau berapa banyak lagi orang yang akan dikirimkan ke tempat ini?"
Mereka berdua yang terkejut, langsung melihat ke arah belakang.
Namun, mereka tidak melihat adanya keberadaan dari seseorang.
"Tidak ada siapa - siapa! Lalu, datang dari mana suara yang kita dengar sebelumnya?" Bryan kebingungan.
"Aku ada di sini loh! Aku ada di sini! Aku ada di sini!"
Suara itu menggema dalam pendengaran mereka berdua.
"Bryan, sepertinya kita telah masuk dalam perangkap musuh!" ucap Yukina.
"Sepertinya begitu! Sepertinya kita telah masuk ke dalam perangkap, sejak kita menginjakan kaki di pulau ini!"
"Sekarang aku paham, mengapa pulau ini tiba - tiba mengering seperti ini. Tempat yang kita pijak sekarang bukanlah Heat Island yang asli, melainkan Heat Island buatan yang berada pada dimensi yang di buat oleh musuh kita!" jelas Yukina.
"Iya, makanya dari awal aku merasa aneh! Seharusnya pulau itu tidak mengering seperti ini. Dan dimensi ini pasti memiliki, setidaknya 2 lantai. Karena, dia dapat berbicara kepada kita melalui tempat lain di dalam dimensi ini!" ucap Bryan.
"Jackpot! Benar sekali! Kalian telah memasuki dimensi yang telah aku buat! Ini bukanlah Heat Island yang asli, aku membuat Heat Island di dalam dimensiku! Dimensiku ini ada 2 lantai. Jadi, jika kalian ingin mengalahkanku maka datanglah kepadaku sendiri!"
"Bryan, kita harus cepat bergerak menuju ke sana!" Yukina ingin segera menuju ke lawan mereka.
"Oh iya, aku telah membawa 3 orang. Aku tidak tahu siapa mereka, mungkin itu adalah orang - orang yang kalian kenal! Jadi, kalau kalian ingin menyelamatkan mereka, maka cepatlah sebelum aku mengambil nyawa mereka bertiga!"
"3 orang? A-apa itu adalah Zora, Rodeo, dan juga Regy? Sialan! Jangan kau sentuh mereka bertiga!" Bryan menyuruh musuhnya untuk tidak menyentuh mereka bertiga.
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan padaku, jika aku menyentuh mereka?"
"Aku akan membuatmu membayarnya!" Bryan mengatakan hal itu dengan ekspresi marah.
"Hahaha lucu sekali kau ini! Aku akan menunggu kalian berdua di sini! Tapi, sebelum itu kalian harus mengalahkan semua monster - monster yang ada di sana. Sampai jumpa di sini!"
Tiba - tiba di sekitar mereka muncul banyak monster.
"I-ini?"
"Bukankah aku telah melawan monster - monster ini di misi sebelumnya?"
Muncul Magma Salamander, Shade, Lizardman, monster robot, dan Fire Wolf di sekitar mereka, dengan jumlah yang sangat banyak.
"Apa-apaan ini? Monster yang muncul di sini adalah monster yang muncul pada misi kita sebelumnya!"
"Sepertinya, ini ada kaitannya dengan orang tadi! Apapun itu, kita harus mengatasi monster - monster ini terlebih dahulu, agar bisa menemui orang itu!"
"Baiklah! Ayo kita hajar mereka semua, Yukina!"
"Ice Field!"
"Hati - hati Bryan! Magma Salamander memiliki semburan magma yang lumayan kuat!" Yukina memberi peringatan kepada Bryan, akan semburan yang bisa dikeluarkan oleh Magma Salamander.
Tiba - tiba Magma Salamander menyemburkan magma ke arah Bryan.
Bryan yang melihat serangan itu setelah mendengarkan peringatan dari Yukina pun tersenyum.
Serangan magma yang tadinya mengarah ke Bryan pun, langsung di tebas menggunakan pedang kakufuku miliknya.
"Kamu tidak perlu khawatir, Yukina!"
"Sepertinya kekhawatiranku padamu, cuma sia - sia!"
Bryan melihat ke arah Yukina, terdapat Shade yang mengarah padanya.
"Di belakangmu, Yukina!" Bryan berteriak kepada Yukina.
"Ya! Aku tahu itu, Bryan!"
(Meskipun begitu, Shade itu adalah sebuah jiwa yang tidak memiliki tubuh fisik! Apa Yukina bisa menyerangnya?)
__ADS_1
Tiba - tiba para Shade yang mendekati Yukina langsung berubah menjadi es.
"Dengan es milikku ini, aku bisa menyentuh, berinteraksi, bahkan menyerang sebuah jiwa tanpa tubuh fisik!"
Shade yang telah berubah menjadi es pun langsung hancur berkeping - keping.
"Kamu juga tidak perlu mengkhawatirkan diriku, Bryan!"
Sambil tersenyum, Bryan berkata kepada Yukina, "Hahaha, sepertinya kekhawatiranku padamu, juga sia - sia!"
"Ada 5 jenis monster di sini! Jika 2 jenis monster ini adalah monster yang telah kita lawan sebelumnya, kemungkinan besar, 3 jenis monster yang lain adalah monster yang di lawan oleh Leon, Baron, dan juga Alexa!" asumsi dari Bryan.
"Aku setuju dengan pemikiranmu, Bryan! Kemungkinan, monster - monster yang kita lawan sekarang adalah semua jenis monster yang kita lawan sebelumnya! Dan dalang yang mengendalikan monster - monster ini adalah musuh yang akan kita hadapi sekarang!"
"Tapi, ini sedikit aneh!" Bryan merasakan ke anehan.
"Apa yang mengganggu pikiranmu, Bryan?" tanya Yukina.
"Monster - monster itu seharusnya tidak spawn di sini. Apalagi dengan bermacam - macam jenis monster berada pada 1 wilayah! Aku rasa, dia tidak hanya mengendalikan monster - monster, tapi dia juga menciptakan monster - monster ini!"
"Aku setuju dengan pemikiranmu, Bryan. Aku juga memikirkan hal itu dalam pemikiranku! Namun, jika dia dapat mengendalikan dan menciptakan para monster yang sebelumnya kita lawan, akan ada kemungkinan bahwa boss monster juga akan menjadi lawan kita!" ucap Yukina.
"Siapa tahu! Kita akan tahu, kalau kita bertemu dan menghajar orang itu! Maka dari itu, kita selesaikan keadaan di sini terlebih dahulu!"
Bryan sangat bersemangat untuk mengalahkan musuh - musuh yang ada di hadapannya.
Dalam pertarungan Bryan dan Yukina untuk mengalahkan para monster, dari lapisan kedua pada dimensi yang telah ia buat, ia mengamati terus pertarungan mereka berdua.
"Luar biasa!!! Mereka berdua dapat mengetahui bahwa aku bisa mengendalikan dan menciptakan monster - monster ini. Untuk seukuran bocah di bawah umur 20 tahun, mereka cukup pintar! Nah, cepatlah kemari! Selanjutnya, aku yang akan menjadi lawan kalian berdua! Aku menantikan itu."
Setelah mengatakan hal itu, dia tetap melihat pertarungan dari Bryan dan Yukina. Sepertinya, ia benar - benar tertarik terhadap kedua anak itu.
"Ternyata, monster yang paling merepotkan di sini adalah Shade ya? Mereka bisa terbang, bahkan menembus objek padat," Yukina merasa bahwa Shade lebih merepotkan daripada monster yang lain.
"Iya! Dan yang paling mudah dikalahkan adalah Lizardman. Karena, kemampuan Lizardman akan jauh lebih meningkatkan ketika berada di dalam air. Monster robot memiliki tubuh yang keras, dan untuk Fire Wolf memiliki kelincahan. Mereka memiliki kemampuan yang berbeda - beda!" jelas dari Bryan.
"Kalau begitu, kita cepat selesaikan urusan kita yang ada di sini, Bryan!"
"Ya! Dan kita akan melaju ke tempat orang itu berada! untuk menyelamatkan teman - teman yang lain, dan menghajar dirinya!"
Akankah Bryan dan Yukina dapat dengan cepat mengalahkan semua monster yang ada di sekitar mereka?
__ADS_1