The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 22: Roh Angin


__ADS_3

Lalu, para Lizardman itu pun langsung melaju dengan sangat cepat ke arah Leon.


Leon yang melihat para Lizardman itu bergerak menuju ke arahnya, ia langsung bergerak menjauh dari monster - monster itu.


Namun, perbandingan kecepatan bergerak antara Leon dan para Lizardman ketika berada di dalam air itu sangat berbanding jauh. Meskipun Leon telah bergerak menjauh dari mereka. Namun, dengan sangat cepat para Lizardman itu mampu mengejar Leon.


Dengan cakar tajam milik Lizardman, mereka melancarkan serangan dari cakar - cakar tersebut. Cakar milik Lizardman itupun berhasil memberikan luka pada tubuh Leon.


(Argghh.. Para Lizardman ini ternyata lebih tangguh daripada yang aku kira! Ketika aku melakukan serangan, aku juga harus mempertahankan aliran mana sihir yang menyelimuti tubuhku, agar diriku ini dapat bertahan di dalam air. Tapi, aku juga harus memperkuat sihirku, agar seranganku dapat menjangkau para monster - monster ini!)


Leon pun mulai memfokuskan mana sihir miliknya! Dia memperkuat serangan dan mempertahankan aliran mana yang menyelimuti tubuhnya.


Api keemasan mulai mengelilingi tubuh dari Leon, yang membuat tekanan serangan nya meningkat, dan membuat api keemasan nya semakin memanas.


(Golden Fire: Golden Flame Tornado.)


Leon mengeluarkan tornado api ke arah para Lizardman, yang membuat beberapa Lizardman itu pun musnah.


Tidak hanya itu, bahkan suhu air yang tadinya dingin, sekarang air itu memiliki suhu yang panas. Bahkan, air di situ mulai mendidih.


(Ah, tidak! Aliran mana sihir yang menyelimuti tubuhku sekarang mulai goyah! Itu pasti dikarenakan fokusku telah terbagi ketika aku melepaskan serangan yang barusan, dimana aku meningkatkan daya serangan pada sihirku. Aku harus kembali ke permukaan sekarang!)


Namun, ketika Leon ingin segera naik permukaan, para Lizardman itu pun dengan cepat langsung bergerak ke arah Leon.


Leon melihat disekitarnya, para Lizardman bergerak untuk mencegah dirinya kembali ke permukaan.


(Gawat! Dengan kecepatan ini, mereka pasti dengan mudah dapat menggapaiku sebelum aku mencapai ke permukaan air!)


Ketika para Lizardman itu mulai memperpendek jaraknya dengan Leon, tiba - tiba ada sesuatu yang besar masuk kedalam air. Lalu, Leon pun langsung ditelan masuk kedalam tubuhnya oleh sesuatu ini.


"A-aku ada dimana ini? Aku bisa bernapas di dalam sini! Seingatku, ada sesuatu yang besar masuk kedalam air. Dan sepertinya aku tadi telah ditelan oleh sesuatu yang besar itu, dan berakhir berada di sini. Tapi, ini apa? Ini seperti berada di dalam ruangan," Leon bertanya - tanya tentang keberadaan dia sekarang.

__ADS_1


"Halo, Leon! Selamat datang di dalam ruangan dari Bunnyku!"


"Su-suara ini kan..."


Leon mendengar suara yang sudah tak asing lagi oleh telinganya. Tiba - tiba, Elen muncul dan langsung berjalan ke arah tempat Leon berdiri sekarang.


"Elen! Ternyata benar itu kamu! Bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik - baik saja? Apa kamu berhasil menghindari serangan - serangan yang tadi dikeluarkan oleh para Lizardman itu ke arahmu?" Leon menanyakan keadaan Elen, yang bahkan dia sendiri tidak melihat bagaimana keadaan dirinya sendiri sekarang.


"Ya, ya, aku baik - baik saja! Aku tadi agak terkejut karena serangan itu mengarah padaku, dan pada akhirnya aku sedikit terkena serangan nya. Tapi, bagaimana keadaanmu sendiri? Apa lukamu ini baik - baik saja? Kamu bahkan lebih khawatir kepada keadaan orang lain, dibanding dengan keadaanmu sendiri. Aku tidak mengira bahwa kamu akan mendapatkan luka seperti ini. Dan untuk yang terakhir itu tadi..... Hmmm itu sangat bahaya sekali! Untung aku tidak telat untuk menolongmu Leon! Kalau aku telat sedikit, pasti lukamu akan bertambah parah dari ini!"


"Iya, keadaanku baik - baik saja! Luka - luka ini tidak masalah untukku, aku masih bisa menanganinya! Aku sedikit melakukan kecerobohan tadi. Terima kasih, sudah datang tepat waktu, Elen!" Leon berterima kasih kepada Elen, karena ia telah datang tepat waktu untuk menyelamatkan nya.


"Ingat! Lain kali jangan ceroboh, Leon!" Elen meminta kepada Leon, untuk lebih berhati - hati dalam pertempuran.


"Ngomong - ngomong kita sekarang berada dimana, Elen? Apa ini adalah kemampuan untuk menciptakan semua yang ada di sini sekarang? Karena, seingatku tadi aku telah ditelan oleh sesuatu yang besar ketika berada di dalam air, tepat saat kamu menyelamatkanku tadi," Leon bertanya kepada Elen, tentang apa yang sedang terjadi disekitarnya.


Lalu, Elen pun mulai menjelaskan kepada Leon, tentang bagaimana keadaan sekitar dapat menjadi sebuah ruangan. Seperti yang telah mereka berdua lihat sekarang ini.


"Apa maksudmu dengan berkontribusi?" Leon kembali bertanya dengan pernyataan yang telah dijelaskan oleh Elen.


"Apakah kamu ingat dengan boneka kelinci, memiliki telinga panjang, berwarna coklat, dan selalu aku bawa itu?" tanya Elen kepada Leon.


"Ya, aku ingat! Kamu selalu membawa boneka itu dari awal! Bahkan ketika di dalam akademi."


"Iya, kita sekarang berada di dalam perutnya!"


"APA? Ta-tapi, bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kita bisa berada di dalam perutnya? Apa jangan - jangan sesuatu yang besar yang aku lihat di dalam air itu adalah boneka kelincimu?" Leon pun masih terus bertanya - bertanya kepada Elen.


"Jadi begini Leon, aku dapat mengendalikan jiwa! Aku dapat mengendalikan makhluk hidup, asalkan dia masih memiliki sebuah jiwa!"


"Tapi, ini kan hanyalah sebuah boneka, dan boneka itu seharusnya tidak memiliki sebuah jiwa. Karena, boneka bukanlah makhluk hidup," Leon masih bingung karena yang dia tahu bahwa, boneka itu adalah sebuah benda mati, dan bukanlah makhluk hidup yang memiliki jiwa.

__ADS_1


"Kamu telah salah dalam hal itu, Leon! Boneka ini memang bukan makhluk hidup, melainkan sebuah benda mati. Namun, benda mati dapat bergerak ketika kita memasukan jiwa ke dalam boneka tersebut," penjelasan dari Elen.


"Ja-jangan bilang......" Leon memikirkan tentang sesuatu.


"Iya, benar sekali! Seperti yang kamu pikirkan sekarang. Aku telah menjalin kontrak dengan Roh Angin, dan memasukkan jiwanya ke dalam boneka kelinciku ini! Ya meskipun, itu bukan tubuh aslinya!"


"Oh, jadi begitu ya! Ini masuk akal jika kita sekarang berada di dalam perut kelinci ini. Lalu bagaimana dengan ruangan yang ada di perut kelinci ini?" Leon kembali bertanya kepada Elen.


"Ruangan ini telah dibangun dengan skill milik Roh Angin itu, karena di dalam kelinci ini juga telah menjadi rumahnya."


"Halo.... Sepertinya kalian sedang senang mengobrol di sini ya?"


Seketika, Leon pun langsung menengok ke arah sumber suara itu datang.


Dalam sebuah ruangan dengan bayangan kegelapan, muncul secercah cahaya yang mendekat kepada mereka berdua. Itu adalah Roh Angin yang telah menjalin kontrak dengan Elen.


"Halo... Aku adalah Roh Angin yang telah menjalin kontrak dengan Elen. Namaku adalah Teddy! Aku telah diberi tahu oleh Elen, kamu teman nya Elen kan? Kalau aku tidak salah mengingat namamu adalah.... Hmmmm.. Anuuu..."


Roh Angin itu mulai mengingat nama yang ada dipikiran nya.


"Nama dia adalah Leon!" bisik Elen ke Roh Angin.


"Ah, ya! Leon! Kamu pasti Leon! Salah satu teman Elen yang ada di akademi kan? Ya, ya, aku aku pasti tidak salah mengingatnya! Hahahaha."


"Ya-ya! Aku adalah Leon, teman dari Elen! Bahkan kami berada di kelas yang sama!" Jawab Leon dengan ekspresi heran.


"HAHAHA... Meskipun umurku panjang, ingatanku masih berfungsi dengan sempurna!" Roh Angin itu tertawa dengan keras.


"Teddy, kita harus segera menyerang balik kepada monster - monster ini!" Elen menyuruh Roh Angin itu untuk melakukan serangan balik.


"Baik Elen! Keinginanmu adalah perintah untukku!" Roh Angin itu menjawab keinginan dari Elen.

__ADS_1


Dan selanjutnya mereka akan melancarkan serangan balik kepada para Lizardman.


__ADS_2