The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 31: Sang Penjaga Hutan - Dryad


__ADS_3

"Roh Api - Salamander? Bukankah Roh itu bertempat tinggal di dunia Roh saja? Kenapa dia ada di sini?" Alexa bertanya - tanya kenapa ada Roh Api di dunia mereka.


Mereka semua bingung tentang alasan Roh Api itu berada di dunia ini.


Dalam kebingungan mereka, Roh Api itu menyemburkan napas api miliknya.


Napas api yang keluar dari mulut Roh Api sungguh berada di tingkatan yang berbeda. Dengan sekali mengeluarkan itu, semua hal yang berada di sekitarnya hangus terbakar.


Bahkan dengan api milik Roh Api - Salamander, dapat membakar sebuah konsep dan hukum alam.


"I-ini sangat panas!"


Mereka bertiga merasakan rasa panas yang sangat hebat, bahkan kulit mereka sampai terluka akibat suhu panas tersebut.


"Plant Magic: Tree's!"


Alexa menumbuhkan pohon - pohon di tempat yang tidak terkena serangan api.


"Gunakan pohon - pohon ini dengan sihirmu untuk menyerang, Cherry!" Alexa menyuruh Cherry menggunakan pohon yang telah ia tumbuhkan, untuk dikendalikan oleh Cherry.


"Puppet Magic: Life!"


Cherry mengendalikan pohon dan juga bebatuan menjadi sebuah golem.


"Aku juga akan menambahkan buff penguatan dan fire resistance kepada kalian semua!" Cherry menambahkan buff kepada Alexa, Pixie, dan juga makhluk yang ia kendalikan.


"Semuanya serang!!!"


"Aku akan mengikatnya! Roses Enrouless!" Alexa menggunakan sihirnya untuk membatasi pergerakan dari Roh Api - Salamander.


(Buff dari Cherry ini luar biasa. Tidak hanya menambahkan fire resistance kepada pengguna, tapi kepada sihirnya juga. Dengan ini aku bisa membatasi pergerakan Roh Api itu! Meskipun ada fire resistance, itu tidak akan bertahan lama melawan api dari Roh Api itu sendiri!) pikir Alexa


"Wind Magic: Aerial Blade!"


Pixie mengeluarkan sihirnya untuk menyerang langsung tubuh dari Roh Api - Salamander. Sedangkan Cherry, menahan gerombolan fire wolf.


Dengan sihir yang dikeluarkan oleh Pixie, bahkan belum cukup untuk menggores tubuh dari Roh Api.


Dan juga sihir milik Alexa yang membatasi pergerakan dari Roh Api, sekarang telah hangus terbakar.


"Sial! Meskipun dengan adanya buff fire resistance ini, bahkan belum cukup untuk menahan api miliknya!"


Tiba - tiba tubuh dari Roh Api - Salamander memancarkan sebuah gelombang sinar, yang membuat suhu disekitar menjadi sangat panas.


Dengan gelombang sinar itu, membuat kehidupan alam disekitar menjadi mati.


"I-ini sangat buruk! Tanahnya kering dan hancur! Keadaan dari alam di sini juga hancur! Semua kehidupan alam di sini, di hanguskan oleh Roh Api!" Pixie terjatuh lemas dan putus asa melihat keadaan sekitar.


(Fire Resistance ini seperti tidak ada apa - apanya di hadapan api milik Roh Api! Bahkan, sekarang tubuh kami mengalami luka bakar karena suhu panas ini!) Alexa dan juga teman - teman yang lain mengalami luka bakar dalam tubuhnya.


Tiba - tiba Roh Api - Salamander terbang dan langsung melesat ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


Dengan tubuhnya yang sangat panas, ia menabrakan kepalanya ke tubuh Pixie, yang membuat Pixie terlempar dengan sangat jauh.


Setelah menyerang Pixie, ia langsung menuju ke arah Cherry. Dan Roh Api itu langsung menabrakan ekornya yang panas ke tubuh Cherry, yang membuat Cherry terhempas.


"Kak Pixie! Cherry!" Alexa meneriakan nama mereka berdua.


Roh Api - Salamander pun langsung melesat dengan sangat cepat, dan melancarkan serangan kepada Alexa.


Dengan cakarnya yang tajam dan panas, ia menggunakan itu untuk melukai Alexa.


"I-ini kecepatan yang tidak bisa aku tandingi! Dan sekarang lengan dan kaki kiriku terkena cakar dari Roh Api tersebut! Eh-"


Tiba - tiba tubuh Alexa terjatuh.


"A-aku kehilangan keseimbangan dari tubuhku! Serangan itu tidak hanya melukai tubuh luarku, akan tetapi melukai tubuh bagian dalamku juga. Serangan yang ia lancarkan tidak hanya membakar darah pada lenganku, tapi itu juga membakar aliran mana yang mengalir pada tubuhku!"


Serangan tersebut membuat Alexa tidak berdaya.


(Kak Pixie dan juga Cherry juga terkena serangan dari Roh Api. Apakah ini menjadi akhir bagi kita? Apakah kita semua akan mati dan gagal di sini? Tidak hanya gagal menyelamatkan pulau dan hutan ini, aku juga gagal menyelamatkan teman - temanku?) Alexa memikirkan hal itu, seakan - akan dia menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan itu.


"Wahai manusia yang sedang melindungi hutan, aku akan meningkatkan ketahanan tubuhmu, sehingga kau dapat bergerak untuk sementara waktu."


Terdengar suara perempuan yang berbicara dengan Alexa.


"Tu-tubuhku yang tidak dapat bergerak, dan aliran manaku yang sebelumnya membuatku tidak bisa mengeluarkan sihir, sekarang aku dapat menggerakan nya! Meskipun luka, dan api yang ada di dalam tubuhku masih ada. Namun, dengan ini aku bisa mengeluarkan sisa dari kekuatan sihirku!" Alexa akan mengeluarkan kekuatan dari sisa sihirnya.


"Jika seranganmu masih belum cukup untuk mengalahkan Roh Api itu, maka serahkan saja padaku!" suara misterius itu terdengar lagi.


"Plant Magic: Roots of The World Tree!"


Akar - akar yang sangat besar muncul dalam kobaran api, dan langsung mengikat tubuh dari Roh Api - Salamander.


(Aku masih belum bisa mengeluarkan salah satu skill dari sihir pohon dunia, aku akan menyerangnya menggunakan sihir terkuatku sebelumnya!)


"Poisonous Mushroom Boom!"


Alexa mengurung Roh Api - Salamander dalam jamur beracun miliknya, dan langsung membuatnya meledak.


Namun, serangan tersebut masih belum cukup untuk mengalahkan Roh Api - Salamander.


Alexa yang telah mengeluarkan kekuatan nya pun kembali terjatuh lemas.


Dalam kesempatan ini, Roh Api - Salamander langsung menyemburkan api nya ke arah Alexa.


(Sial! Jadi, ini kah akhirnya?) Alexa berkata, sambil memejamkan matanya.


"Sudah tidak apa - apa, sekarang pertarungan ini jadi milikku!"


Suara yang sebelumnya terdengar, kembali bersuara lagi. Namun, sekarang muncul sosok di balik kobaran api tersebut.


......................

__ADS_1


Veron yang tiba di River Village pun langsung menuju ke tempat ia merasakan sihir dari Leon.


"Permisi, aku di sini mencari anak yang bernama Leon dan Elen."


"Astaga, Tuan Veron datang ke sini! Mari - mari Tuan, Leon dan Elen sekarang sedang istirahat, karena mereka tidak sadarkan diri."


Lalu mereka membawa Veron masuk ke dalam ruang dimana Leon dan Elen sedang terbaring.


"Tuan Leon, apa anda di sini untuk mencari Leon dan Elen?" tanya salah satu penduduk tersebut.


"Iya, aku akan membawa mereka bersamaku!"


"Keadaan mereka pasti akan jauh lebih baik, ketika ia bersama Tuan Veron!" penduduk itu percaya pada Veron.


Veron pun langsung membawa mereka masuk ke dalam dimensi miliknya.


"Kalau begitu aku akan langsung pergi!"


"Baiklah, hati - hati Tuan Veron!"


Lalu Veron pun langsung pergi dari River Village.


Setelah melakukan teleport, Veron pun sampai di Machine Village. Dan ia langsung bergegas menuju ke tempat Laura.


"Tuan Veron, mengapa anda berada di sini?" tanya Laura.


"Aku akan membawa Baron dan juga Rouge bersamaku!"


"Oh, baiklah! Tapi, mereka sekarang tidak sadarkan diri karena terkena serangan musuhnya."


"Iya, tidak apa - apa! Terima kasih telah merawat mereka berdua!"


Baron dan Rouge pun langsung di bawa masuk ke dalam dimensi miliknya.


"Kalau begitu aku pergi dulu!"


"Baik, tolong jaga mereka berdua!"


(Aku harus cepat, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi!) Veron merasa ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi pada misi mereka.


......................


Alexa membuka matanya


"Tu-tubuhku baik - baik saja? Siapa di sana?" Alexa melihat ada bayangan yang berada pada kobaran api tersebut.


Kobaran api di sekitarnya tiba - tiba menghilang, dan muncul sosok wanita yang cantik.


"Aku adalah Sang Penjaga Hutan - Dryad!"


Kemunculan dari salah satu makhluk dari dimensi tinggi, Sang Penjaga Hutan - Dryad.

__ADS_1


__ADS_2