The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 15: The Battle of "D" Class (Bryan & Ria vs Ghost Shade)


__ADS_3

"Mereka datang Ria!" teriak Bryan.


"Tenang saja Bryan, cotton wall!"


Ria mengeluarkan sihir kapas nya, dia membuat sebuah dinding kapas dengan tujuan untuk menghadang para shade. Akan tetapi, para shade dapat menembus dinding kapas itu sekaligus menembus tubuh Ria.


"Uuugghh..." Ria merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Apa kamu baik - baik saja Ria?" tanya Bryan.


"Tu - tubuhku tiba - tiba menjadi lemas ketika shade itu mengenai tubuhku," jawab Ria.


"Serangan shade adalah mengambil mana sihir dari tubuh seseorang, jadi ketika kamu terkena tubuh shade atau serangan nya maka mana sihir mu akan di ambil oleh shade itu."


(Shade dan Ghost Shade adalah monster yang tidak memiliki tubuh fisik, aku dapat menyerang shade dan ghost shade dengan kemampuanku. Namun, untuk Ria aku tidak yakin serangan nya dapat menyentuh shade yang tubuh nya tidak dapat diserang menggunakan serangan yang biasa,) pikir Bryan.


Lalu Bryan tidak mengizinkan Ria untuk maju dan masuk ke dalam pertempuran. Bryan menyuruh Ria untuk mundur dan membawa penduduk Bunny Village yang tergeletak ke tempat mereka berlindung.


Kemudian Ria langsung membawa penduduk yang tergeletak itu untuk pergi ke tempat yang aman bersama dengan penduduk yang yang lainnya. Karena tubuh nya masih lemas yang disebabkan oleh serangan Shade, dia menggunakan sihir kapas nya untuk mengangkat tubuh nya dan juga tubuh penduduk itu lalu terbang menuju tempat berlindung.


Namun, Ria merasa sedikit kecewa pada dirinya sendiri karena dia kurang kuat untuk bisa membantu Bryan dalam pertempuran.


"Aku belum cukup kuat untuk dapat membantu Bryan dalam pertempuran ini. Maka dari itu, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi para penduduk ini dengan kemampuan terbaik ku. Bahkan nyawa sebagai taruhan nya, aku akan tetap melindungi mereka! Meskipun hanya 1 nyawa yang dapat aku selamatkan aku akan melakukan nya!" Ria menekankan hal ini pada dirinya sendiri.


Para Shade melakukan serangan, mereka mengeluarkan sihir kegelapan dan menelan pijakan dari Bryan. Namun, Bryan berhasil menghindarinya dengan melompat ke atas udara.


Para Shade yang melihat Bryan melompat, langsung dengan cepat terbang ke arah Bryan. Bryan yang memiliki reflek cepat langsung menyadari bahwa beberapa dari Shade itu menuju kepadanya.


Bryan menggunakan sihir gravitasi nya untuk bergerak bebas di udara. Dan dengan itu, Bryan dapat menghindari para Shade. Dengan cepat Bryan langsung menggunakan sihir gravitasinya untuk menarik tubuh beberapa Shade di sekitarnya ke atas tanah.


Para Shade itu pun langsung terjatuh karena tarikan gravitasi milik Bryan membuat nya berpusat pada atas tanah. Dari atas udara Bryan mengeluarkan pedang kakufuku nya, Bryan melakukan tebasan jarak jauh dan Shade yang tertekan gravitasi langsung lenyap tertebas oleh serangan Bryan.


Lalu Bryan kembali memijakkan kaki nya ke atas tanah.


(Shade ini masih ada banyak, belum lagi masih ada Ghost Shade, aku harap dapat bertahan dan memenangkan pertempuran ini. Kalau tidak maka pulau ini akan diambil alih oleh para Shade ini!) ucap dalam hatinya Bryan.


Kemudian para Shade kembali melakukan serangan, sekarang mereka mengeluarkan energi sihir dari mulut dan menembakan energi sihir itu ke arah Bryan. Mereka terus - terusan menembakan energi sihir itu seperti tidak ada batasan mana yang mereka miliki, sambil menghindari serangan - serangan itu Bryan terpikirkan oleh suatu hal.


"Mereka dapat mengeluarkan energi sihir itu secara terus - menerus tanpa henti, apa mereka tidak memiliki batasan? Atau mereka mendapatkan konsumsi mana sihir dari sesuatu?" itu lah yang dipikirkan oleh Bryan.


Energi sihir yang dikeluarkan oleh Shade ketika mengenai tanah maka itu akan meledak. Tetapi, ketika mengenai seseorang yang memiliki mana sihir maka mana sihir orang itu akan terhisap oleh energi sihir milik Shade tersebut.


Bryan terus - menerus menghindari serangan dari para Shade yang dilontarkan tanpa henti, ketika kaki Bryan kembali berpijak ke atas tanah, sebuah energi sihir dari Shade datang dengan sangat cepat, energi sihir itu mengenai kaki dari Bryan dan keseimbangan dari tubuh nya mulai goyah. Salah satu Shade memanfaatkan keadaan itu lalu bergerak dengan cepat sehingga dia berhasil menyentuk tubuh Bryan dan menghisap mana sihir miliknya.


Tubuh Bryan terjatuh lemas. Namun, dia menancapkan pedang miliknya ke tanah untuk mempertahankan keseimbangan tubuh nya agar tetap berdiri.


Bryan mulai terpikirkan sesuatu.....


"Bagaimana bisa para Shade itu menembakan energi sihir mereka secara terus - menerus tanpa henti? Seakan - akan mereka menerima konsumsi mana sihir tanpa batas, (menerima mana sihir) ya? Iya tentu saja mereka pasti mendapatkan nya dari Ghost Shade! Kalau begitu hanya ada 2 pilihan. Pilihan pertama adalah mengalahkan Ghost Shade terlebih dahulu untuk menghilangkan efek tambahan mana sihir pada Shade. Akan tetapi, kalau mengalahkan Ghost Shade terlebih dahulu itu akan lebih susah karena para Shade pasti akan mengganggu pertarungan. Dan pilihan yang kedua adalah mengalahkan para Shade dalam satu serangan sekaligus, lalu menghadapi Ghost Shade secara 1 lawan 1 tanpa gangguan!" itu lah pemikiran dari Bryan.


Kemudian Bryan melapisi kaki nya menggunakan sihir gravitasi nya untuk dapat bergerak, lalu Bryan bergerak dengan kecepatan cahaya, dia tiba - tiba berada di tengah - tengah gerombolan Shade.


(Aku pernah melihat ibu menggunakan skill ini, aku memang belum pernah memakainya, tapi aku juga memiliki atribut sihir suci, aku pasti bisa!) gumam dalam hatinya Bryan


Cahaya keluar dan menyebar dari tubuh Bryan.


"Holy Magic : Heaven's Light."

__ADS_1


Cahaya yang keluar dari tubuh Bryan menyebar dan menyelimuti seluruh area itu. Sihir suci dengan cahaya yang dapat melenyapkan energi negatif, kegelapan, kutukan, dan juga kejahatan yang dianggapnya sebagai musuh, dengan kekuatan ini Bryan berhasil melenyapkan semua Shade dan hanya menyisakan Ghost Shade.


"Ghost Shade tidak ikut lenyap, mungkin itu karena aku masih belum terlalu menguasai teknik ini. Tapi, tidak masalah karena pengganggunya sudah lenyap, aku akan mengalahkan nya sekarang!" Bryan berhasil melenyapkan para Shade.


Bryan bergerak ke depan Ghost Shade, ia langsung menghunuskan pedang nya dan menusuk tepat pada dada Ghost Shade, namun......


"Kenapa dia masih belum lenyap?" Bryan bingung.


Ada sebuah keanehan pada Ghost Shade, bahkan tubuh nya tidak bergerak.


"Tidak, ini kan? Ini adalah tubuh boneka. Lalu dimanakah tubuh Ghost Shade yang asli? Jangan - jangan ......?" Bryan terpikirkan dengan suatu tempat.


Bryan langsung bergegas menuju ke tempat itu berada.


-Sementara itu di tempat Ria dan juga paran Bunny Village.


"Maaf sebelumnya aku tidak memperkenalkan diriku, nama ku adalah Beni," ucap penduduk yang tadi tergeletak di jalanan.


"Tidak apa - apa paman, namaku Ria dan nama temanku yang sekarang sedang bertarung dengan Shade adalah Bryan," Ria memperkenalkan dirinya.


"Ngomong - ngomong apakah tidak apa - apa meninggalkan teman mu untuk bertarung sendirian di sana? Melawan Shade saja sudah sangat menyusahkan, apalagi ditambah dengan melawan Ghost Shade seorang diri!" Beni mengkhawatirkan Bryan.


"Sebenarnya aku ingin membantu Bryan dalam pertarungan itu! Tapi, kalau kita ikut dalam pertempuran. Maka itu akan menyulitkan untuk Bryan, karena dia harus fokus menyerang musuhnya sekaligus melindungi kita dalam satu waktu!" Ria sedikit kecewa.


"Ta - tapi kami merasa tidak enak kalau membiarkan Bryan bertarung sendirian!"


"Kalian tidak perlu khawatir, percaya saja pada Bryan bahwa dia dapat mengatasinya dan menyelamatkan desa ini. Tidak, lebih tepat nya pulau ini, karena Bryan itu kuat!" Ria meyakinkan para penduduk untuk percaya kepada Bryan.


Tiba - tiba Ria dan penduduk dari Bunny Village merasakan adanya energi kegelapan yang datang.


"Ri - Ria itu kan......"


"I - itu kan...... Ghost Shade!"


Ria terkejut dengan kehadiran dari Ghost Shade yang berada di tempat mereka berlindung, dan dia juga berpikiran dengan adanya kehadiran Ghost Shade di tempat nya, itu berarti Bryan telah dikalahkan.


"Dimana Bryan?! (tidak mungkin monster ini dapat mengalahkan Bryan.)" ucap Ria dengan mencemaskan akan keselamatan Bryan.


"Misiku adalah untuk mengambil alih pulau ini dan menghancurkan Bunny Village, aku tidak memiliki urusan dengan kalian berdua. Tapi jika kalian menghalangiku maka aku juga akan melenyapkan kalian bersamaan dengan penduduk Bunny Village ini!!!" Ghost Shade memberi peringatan kepada Ria.


"Dan misi ku adalah menyelamatkan pulau, desa, dan penduduk nya! jadi, jika kau ingin menghancurkan nya maka kau harus mengalahkan ku terlebih dahulu!!!" Ria mengucapkan hal itu kepada Ghost Shade dengan tegas.


Meskipun Ria mengatakan itu dengan tegas. Namun, nyata nya dia menyadari bahwa dirinya yang sekarang tidak mampu untuk mengalahkan Ghost Shade.


Ria mengeluarkan sihir kapas nya untuk mengangkat para penduduk Bunny Village agar tidak ada yang terkena dampak sihir dalam pertempuran yang terjadi sekarang.


Lalu Ria mengeluarkan energi sihir nya, energi sihir itu membentuk bulatan - bulatan kapas, dan itu langsung diarahkan tepat pada Ghost Shade. Namun, serangan nya bahkan tidak dapat menyentuh jiwa dari Ghost Shade.


Ghost Shade langsung bergerak dengan cepat ke arah Ria, bahkan dengan kedua mata Ria, ia tidak dapat melihat pergerakan dari Ghost Shade yang tiba - tiba berada di depan nya.


Ghost Shade langsung memukul Ria menggunakan tongkat sihir milik nya, serangan itu membuat Ria terdorong jauh.


"RIIIIAAAA!!!!" teriak penduduk Bunny Village yang melihat Ria terdorong jauh setelah terkena pukulan dari Ghost Shade.


"Kita tidak boleh berdiam diri, ini adalah desa kita, ini adalah pulau kita, keadaan kepala desa sekarang sedang tidak baik - baik saja. Maka dari itu, semua orang yang masih bisa bergerak dan memiliki tenaga yang cukup mari kita bantu Ria dalam pertarungan ini!!!" ucap Beni dengan tegas.


"YAAAAAA!!!!!"

__ADS_1


Kemudian para penduduk Bunny Village langsung lompat dari kapas milik Ria dan kembali berpijak pada tanah.


Lalu semua orang menyerang Ghost Shade menggunakan tinju mereka. Namun, tidak ada seorang pun yang bisa mengenai tubuh dari Ghost Shade, Beni pun langsung melompat ke depan Ghost Shade, ia meluncurkan sebuah pukulan, pukulan itu dapat mengenai jiwa dari Ghost Shade, dan karena itulah yang membuat Ghost Shade menjadi sangat marah.


Bayangan hitam keluar dari tanah di sekitar Ghost Shade, bayangan tersebut langsung menyerang para penduduk Bunny Village. Akan tetapi, dengan kemampuan khusus mereka, mereka dapat melompat dengan sangat jauh dan tinggi, sehingga mereka dapat menghindari serangan dari musuh.


Setelah melihat itu, Ghost Shade pun memperpanjang, mempercepat, dan memperbesar jangkauan dari serangan nya, dengan begitu tidak ada satupun orang di sana yang berhasil lolos dari serangan nya kecuali Beni, Ria, dan penduduk yang berada di atas udara. Dan seketika semua orang terkapar lemas dan terjatuh di atas tanah.


Ria yang bersandar pada pohon mulai mendapatkan kesadaran nya kembali.


"A - aku dimana? Ah kepalaku sakit dan berdarah (ah aku ingat aku telah dihempaskan oleh pukulan tongkat sihir dari Ghost Shade) aku harus segera kembali!!" Ria yang kembali setelah terkena pukulan dari Ghost Shade.


Setelah itu Ria berusaha bangun dan akan berlari kembali, namun.....


"Ouhh.... Tubuh ku merasa sakit semua padahal hanya terkena satu kali pukulan dari tongkat sihir nya itu, kalau begitu aku akan terbang menggunakan kapas ku!"


Lalu Ria pun terbang menggunakan sihir kapas nya dan kembali menuju ke tempat penduduk Bunny Village, ketika Ria telah kembali ia melihat Beni sedang bertarung melawan Ghost Shade.


Di tangan Beni terlihat sebuah cahaya, ia mengumpulkan energi sihir dan memusatkan energi itu pada tangan nya.


Dengan kemampuan lompatan super nya dia melompat ke arah Ghost Shade, dengan energi sihir yang telah di pusatkan pada tangan nya ia langsung menghantam Ghost Shade.


Ghost Shade menahan pukulan dari Beni menggunakan satu tangan nya, meskipun pukulan Beni dapat ditahan. Namun, tetap saja energi sihir yang telah dipusatkan pada tangan Beni dapat menciptakan sebuah ledakan.


Ria yang melihat itu langsung menggunakan sihir kapas nya untuk melindungi orang - orang yang telah terkapar di atas tanah agar tidak terkena dampak dari ledakan itu.


*DUUUAAARRRR.....


Energi sihir yang ada di tangan Beni pun meledak. Meskipun dengan adanya ledakan ini, namun itu masih belum cukup untuk memberikan kerusakan yang parah pada Ghost Shade.


Lalu Ghost Shade memukul Beni menggunakan tongkat sihir nya, Beni pun terlempar. Namun, dengan cepat menangkap tubuh Beni menggunakan sihir kapas nya.


"Maaf Ria, aku tidak dapat banyak membantu!" Beni meminta maaf kepada Ria karena tidak dapat banyak membantu dalam pertempuran.


"Tidak apa - apa paman, itu sudah cukup untuk mengulur waktu. Sisanya aku yang akan mengulur waktu sampai Bryan tiba di sini!"


Namun ketika Ria dan Beni terbang ke atas menggunakan sihir kapas dari Ria tiba - tiba tubuh Ria terkurung dalam lingkaran sihir kegelapan, energi kegelapan itu berasal dari kekuatan Ghost Shade.


"Riiiaaaa!!!" teriak Beni.


"Energi kegelapan ini perlahan - lahan menghisap energi sihirku, jika terus dibiarkan seperti ini maka aku bisa mati. Tapi, aku percaya pada Bryan, aku yakin dia akan datang, aku harus mengulur waktu!" Dengan tekad yang kuat, Ria tetap teguh untuk mengulur waktu melawan Ghost Shade.


"Cotton Trap."


Ria mengeluarkan sihirnya, tubuh dari Ghost Shade terkunci oleh sihir kapas milik Ria yang membuat nya tidak dapat bergerak dan hanya dapat berdiri di tempat ia berdiri sekarang.


"Dasar gadis nakal, sebelumnya kau bahkan tidak dapat menyentuhku. Mari kita lihat sampai berapa lama kau dapat bertahan."


(A - aku sudah mencapai batasan, Bryan kumohon cepatlah datang kemari!!)


Sihir yang mengunci tubuh Ghost Shade pun menghilang.


Tiba - tiba....


*Slingg.


Terdengar suara tebasan pedang, energi kegelapan yang mengurung Ria telah hilang setelah terkena tebasan itu.

__ADS_1


"Maaf aku terlambat!"


"Tidak, kamu tepat waktu Bryan!" Ria tersenyum karena melihat Bryan telah datang kembali.


__ADS_2