The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 16: Kalahkan Dia, Bryan!


__ADS_3

Lalu Bryan menitipkan tubuh Ria yang sudah lemas dikarenakan energi sihirnya telah diserap oleh Ghost Shade kepada Beni.


"Mulai sekarang aku yang akan mengurus pertempuran ini," ucap Bryan yang menatap Ghost Shade dengan tatapan penuh keyakinan.


"Ternyata kau cepat menyadari jebakanku ya."


Dan Bryan langsung bergerak ke belakang Ghost Shade, ia menjawab....


"Aku tidak sebodoh makhluk menjijikan sepertimu!"


Lalu Bryan melakukan tebasan ke arah Ghost Shade. Namun, Ghost Shade dapat bergerak dengan cepat untuk menghindari tebasan dari Bryan.


Bryan terkejut karena monster seperti ini seharusnya tidak memiliki kecepatan seperti monster yang bertype assasin.


Lalu Ghost Shade menyerang menggunakan tongkat sihirnya. Akan tetapi, serangan itu berhasil di tahan oleh Bryan menggunakan pedang nya.


Dan pada akhirnya mereka berdua bertukar serangan hanya menggunakan senjata masing - masing. Mereka terus - terusan beradu serangan seperti itu, sampai pada akhirnya Ghost Shade mengeluarkan sihir kegelapan dibawah pijakan Bryan.


"Ah sial, aku lengah!" ucap Bryan.


Sihir kegelapan itu mengenai salah satu dari kaki Bryan, dan energi sihir Bryan diserap oleh sihir kegelapan itu yang membuat kaki Bryan kehilangan keseimbangan.


Terlihat sebuah pancaran energi sihir kegelapan dari tongkat milik Ghost Shade.


(Sial! Aku harus mengumpulkan energi sihir ku kembali, kaki ku tidak dapat di gerakan, aku tidak akan bisa menghindari serangan ini,) dalam hatinya dia mengatakan hal bahwa dia tidak akan bisa menghindari serangan yang selanjutnya akan datang.


"******Darkness Beam******."


Sebuah laser serangan dari sihir kegelapan yang dikeluarkan Ghost Shade. Serangan itu mengarah langsung ke Bryan dengan sangat cepat, sehingga mengakibatkan ledakan yang cukup besar.


"A - apa? Aku tidak terluka?" Bryan terheran - heran.


Alasan Bryan tidak terluka karena sebelum serangan dari Ghost Shade mengenai nya, sihir kapas dari Ria mengangkat dan menjauhkan Bryan dari serangan Darkness Beam.


"Ria ya?" Bryan terkejut karena Ria masih bisa mengeluarkan sihirnya.


"Meskipun aku belum pulih sepenuhnya, aku akan tetap berusaha membantumu, aku akan menjadi kaki mu Bryan!"


Bryan hanya tersenyum dan berkata,


"Aku mempercayakan kakiku padamu Ria! Sampai aku mengumpulkan energi sihirku kembali yang terkena efek serangan sebelumnya," Bryan mempercayakan pergerakan kakinya pada Ria.


"Serahkan padaku, kamu hanya perlu menyerang nya menggunakan serangan jarak jauh!" Ria percaya pada kekuatannya untuk menggerakkan tubuh dari Bryan.


"Flame Ball."


Muncul beberapa bola api biru kehitaman yang cukup besar, serangan itu langsung ditujukan ke Ghost Shade.


"****Shadow Barrier****."

__ADS_1


Sebuah pertahanan milik Ghost Shade dikeluarkan, dengan Shadow Barrier miliknya, ini berhasil menahan serangan dari Bryan beserta efek ledakan nya.


"Pertahanan itu sangat kokoh!"


"Darkness Beam."


Ghost Shade lagi - lagi mengeluarkan serangan laser itu, namun Ria dapat membuat tubuh dari Bryan menghindari serangan itu.


(Kerja bagus Ria) ucap dalam hati nya Bryan.


"Flame Tower."


Sebuah lingkaran sihir muncul dibawah Ghost Shade, lalu keluarlah api biru kehitaman yang menjulang ke atas, Bryan berniat menghancurkan pertahanan milik Ghost Shade. Namun, serangan itu masih belum cukup untuk menghancurkan pertahanan milik nya.


"HAHAHA, serangan mu masih belum bisa menghancurkan pertahanan milik ku pria kecil," ucap Ghost Shade dengan tertawa.


"Aku harus bergerak dengan sangat cepat untuk menambah daya serangan dan memusatkan energi sihirku pada satu serangan!" itu lah yang sedang dipikirkan oleh Bryan.


Tubuh Bryan terlapisi oleh sebuah cahaya.


"Aku mengingat apa yang telah diajari Ibu dalam latihanku yang keras. Sebuah kemampuan yang digunakan untuk meningkatkan seluruh statistik ability, meskipun kemampuan ini juga memiliki batasan nya sendiri."


"Holy Magic : Holy Stat's Creator."


Seluruh statistik ability dari Bryan meningkat dengan sangat pesat secara permanen, semua energi sihir, luka, dan stamina nya juga langsung pulih.


(Pertahanan dari Ghost Shade ini setingkat dengan Dago dan Dagi. Tidak, ini lebih kuat dan kokoh dari pertahanan Dago dan Dagi. Maka dari itu, aku akan pertaruhkan pada serangan ini.)


Ghost Shade mengeluarkan bola - bola energi sihir kegelapan dengan sangat banyak yang langsung dilemparkan ke arah tempat Bryan berada.


Dengan kecepatan yang dimiliki Bryan sekarang, ia bergerak dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dari kecepatan cahaya dan ia langsung melesat ke arah Ghost Shade.


(Aku bisa lebih cepat daripada ini! Tapi, sepertinya dengan kecepatan ini pun cukup untuk mengalahkan nya!)


Tidak ada orang di situ yang dapat mengikuti ataupun melihat pergerakan dari Bryan, kemudian Bryan menyerang pertahanan milik Ghost Shade dan dia berhasil menghancurkan nya.


Setelah menghancurkan pertahanan nya, Bryan dengan cepat langsung menyelimuti pedang milik nya menggunakan sihir api hitam kebiruan nya, dengan pedang nya yang masih bersarung ia meluncurkan tebasan nya pada Ghost Shade.


Bryan berhasil menebas Ghost Shade, ia berhasil mengalahkan nya serta membakar hingga ke jiwa nya Ghost Shade sampai ia lenyap.


Kemudian Ria dan Beni pergi mendatangi tempat Bryan.


"Kamu berhasil mengalahkan dan menyelamatkan tempat ini Bryan!" Ria senang Bryan berhasil mengalahkan Ghost Shade.


"Bukan aku yang berhasil, tapi kita semua yang berhasil."


"Bryan, Ria, aku Beni sebagai perwakilan dari Bunny Village mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan desa kami, dan menghentikan invasi oleh para monster ini."


"Oh tidak apa - apa paman kelinci, lagipula memang ini adalah misi kami, jadi kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan nya," Bryan merasa bertanggung jawab karena menyelamatkan desa dan pulau ini adalah misinya.

__ADS_1


"Paman kelinci?" Beni memikirkan tentang sebutan nama dia yang diucapkan oleh Bryan.


"Oh iya, terima kasih karena telah menjadi kaki ku dan membantuku untuk menghindari serangan dari musuh hehe," ucap Bryan yang berterima kasih kepada Ria dengan tersenyum.


"Ti - ti - ti - ti - ti - tidak, i - itu semua hanya sebuah kerja sama yang harus dilakukan oleh sebuah tim!" Ria tersipu malu.


"Oh kamu benar, kenapa pipi mu memerah? Apa kamu demam? Ngomong - ngomong bagaimana keadaan yang lainnya?" tanya Bryan.


"Orang - orang sekarang pingsan, dan sebelum nya ada beberapa yang meninggal!" jelas Beni.


"Aku turut berduka paman!" Bryan berduka atas meninggalnya beberapa penduduk desa.


"A - aku dapat menyembuhkan mereka yang masih bernapas! tapi energi sihirku tidak cukup untuk menyembuhkan orang sebanyak ini sekaligus," Ria berkata pada mereka berdua bahwa dirinya mampu menyembuhkan para penduduk.


"Kalau untuk itu kamu tidak perlu khawatir, aku akan menyalurkan energi sihirku dan memperkuat penyembuhanmu menggunakan atribut sihir suciku!"


Kemudian Bryan memegang bahu Ria dan menyalurkan energi sihir dan atribut sihir suci nya untuk memperkuat penyembuhan Ria untuk sementara waktu.


"Cotton Magic : Healing Cotton."


Ria membungkus semua tubuh penduduk dari Bunny Village dan mulai menyembuhkan mereka semua.


Setelah beberapa waktu, Ria menurunkan kapas nya ke bawah dan mulai membukanya. Lalu tidak lama mata para penduduk mulai terbuka satu persatu, keadaan mereka sepenuh nya telah pulih dari stamina, luka, maupun energi sihir mereka.


"Oh iya paman kelinci, kami tidak dapat berlama - lama di sini, karena misi kami telah selesai. Maka harus segera melaporkan dan beristirahat di akademi," ujar Bryan harus segera melaporkan keberhasilan misinya pada akademi.


"Jadi begitu ya."


"Tunggu! Aku adalah kepada desa dari desa ini, namaku Andrey, atas nama kepala desa aku benar - benar berterima kasih pada kalian berdua!" Kepala Desa Andrey berterima kasih kepada mereka karena telah menyelamatkan desa dan pulau ini.


"Kami sebagai penduduk di sini juga berterima kasih atas bantuan kalian!"


"TERIMA KASIH!!!"


Semua penduduk menundukkan kepala mereka dan mengucapkan terima kasih kepada Bryan dan Ria.


"Oh, iya. Jika kalian ingin kembali, di sana ada alat untuk berteleport langsung ke tempat akademi, untuk menggunakan nya kalian hanya perlu mengalirkan sihir kalian!" ucap Beni.


"Terima kasih paman!" ucap Bryan dan Ria berterima kasih kepada Beni karena diberitahu akan adanya tempat untuk berteleport langsung menuju akademi.


Lalu Bryan dan Ria berdiri di atas sebuah lingkaran sihir.


"Sampai jumpa lagi!!!"


"Kalau kalian memiliki waktu luang, silahkan mampir ke desa ini lagi!"


Ucap para penduduk Bunny Village.


"Kami pasti akan kembali kesini lagi!"

__ADS_1


Bryan dan Ria tersenyum dan melambaikan tangan mereka.


__ADS_2