The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 27: Rage Magic


__ADS_3

"Kalian semua, seraaaanggg!!!"


Kepala desa Rudy, memberikan perintah kepada semua penduduk yang berada di medan pertempuran, untuk melancarkan serangan mereka ke arah para monster robot.


"Missile Gun."


Kepala desa dan juga para penduduk, mengeluarkan tembakan missile yang berasal dari robot mereka masing - masing. Serangan itu langsung menghantam pada pasukan para monster robot. Namun, para monster robot itu dapat menahan serangan yang datang dan tidak ada goresan apapun.


"Sial! Kita, harus menambahkan dampak serangan yang lebih besar!"


Kepala desa menyuruh kepada semua penduduk menambah kekuatan serangan mereka, untuk menjatuhkan monster - monster robot itu.


Mereka semua menambah jumlah missile yang ditembakan. Meskipun dengan banyak jumlah tembakan yang telah dikerahkan, itu masih belum cukup untuk menjatuhkan gerombolan monster robot.


Lalu, para monster robot itu memanjangkan lengan nya. Mereka mempunyai rantai di dalam lengan nya. Para penduduk yang terkena ikatan rantai itu pun tidak dapat bergerak dengan bebas.


Dengan keadaan yang terikat oleh rantai, para monster robot ini langsung menyalurkan sebuah petir melewati rantai yang mereka keluarkan.


Seketika, para penduduk yang terikat oleh rantai itu pun langsung tersambar oleh petir.


"Kepala desa, kalau terus begini kita tidak bisa memenangkan pertempuran! Dan tempat ini akan segera dimusnahkan!" salah satu penduduk itu merasa bahwa, mereka tidak dapat menahan para monster terlalu lama.


(Itu benar! Kami tidak akan sanggup menahan para monster ini terlalu lama. Apa mereka berdua masih belum ke sini?) Kepala desa berharap Baron dan Rouge untuk segera datang ke medan pertempuran.


Salah satu monster robot itu langsung tiba di depan Kepala desa. Kepala desa yang sedang melamun pun tidak dapat bereaksi dengan cepat terhadap kedatangan monster robot itu. Monster robot itu akan melakukan pukulan nya ke arah Kepala desa.


"Kepala desa!!!" penduduk yang melihat itu pun berteriak memanggil Kepala desa.


Tiba - tiba, muncul sebuah kilatan - kilatan dari petir.


Sebelum pukulan dari monster robot itu mengenai Kepala desa, tubuh dari monster itu terjatuh di atas tanah.


"A-apa? Apa yang telah terjadi?" salah satu penduduk itu terheran dengan kejadian yang baru saja terjadi.


"Itu mereka! Mereka akhirnya telah sampai di sini!" Kepala desa merasa lega.


Baron dan Rouge telah sampai di medan pertempuran!


"Jadi, seperti ini ya bentuk dari monster robot. Tidak jauh berbeda dengan robot pada umumnya," Baron merasa bentuk dari monster itu mirip dengan robot pada umumnya.


"Tidak, Baron! Lihatlah tubuh mereka! Mereka mempunyai tubuh yang agak besar, lebih besar, dan juga lebih pendek," Rouge menjelaskan tentang perspektif dari dia.

__ADS_1


Baron pun kembali mengamati bentuk tubuh dari monster robot ini.


"Monster robot yang terjatuh barusan, itu pasti ulah dari kalian kan?" Kepala desa bertanya tentang kejadian tadi.


"Itu bukan ulahku, itu adalah ulah Baron."


"Hahahaha, aku hanya memukulnya sekali menggunakan pukulan yang dilapisi oleh petir, dan itu membuat monster robot itu terjatuh."


"Aku sungguh berterima kasih untuk itu! Kalau tidak, maka aku pasti akan terkena serangan nya."


"Tidak masalah paman robot! Kami yang akan melanjutkan perjuangan kalian untuk mempertahankan tempat ini!" Baron mengatakan bahwa dia akan mempertahankan tempat ini.


Lalu, Kepala desa pun langsung menyuruh mereka untuk membawa para penduduk yang terluka kembali ke tempat Claudia.


"Kalian yang masih bisa bergerak, segera bawa mereka yang terluka kembali ke tempat Claudia, sekarang juga!" Kepala desa memberi perintah untuk membawa mereka yang terluka, untuk mendapatkan penyembuhan.


Lalu, para penduduk yang masih bisa bergerak pun membawa rekan mereka yang terluka, kembali ke tempat Claudia. Sedangkan sisanya, masih tetap berada dalam medan pertempuran.


"Kami semua berharap dengan adanya kalian berdua, membuat keadaan berbalik menjadi kemenangan desa ini!" Kepala desa berharap dengan kedatangan Baron dan Rouge.


"Paman dan penduduk yang lain tidak perlu khawatir akan hal itu! Karena....."


"Kami itu kuat!"


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Baron?" Rouge bertanya tentang langkah apa yang harus mereka ambil, untuk sekarang.


"Kamu bertanya apa yang harus kita lakukan sekarang? Hahaha, tentu saja maju dan hajar mereka semua!"


Lalu, Baron langsung maju menerjang para monster robot tanpa strategi apapun. Dia hanya bertarung dengan kekuatan yang ia miliki.


"Dasar, bodoh! Melakukan serangan seperti ke para monster, tanpa memikirkan sebuah strategi. Tapi, aku menyukai cara bertarung seperti itu!" Rouge tersenyum melihat cara bertarung dari Baron.


"A-anu, kepala desa! Apa tidak masalah mereka langsung menerjang ke arah musuh seperti itu? Bukankah itu terlalu bahaya?" salah satu penduduk khawatir terhadap cara bertarung Baron dan Rouge.


"Ya-ya, aku juga tidak mengerti seperti apa cara mereka bertarung. Setidaknya, mungkin itu adalah cara terbaik mereka untuk mengalahkan musuh - musuhnya."


Di tempat Baron berada, sekarang ia sedang melakukan serangan kepada para monster robot. Pukulan demi pukulan, ia lancarkan kepada musuh - musuhnya.


"Hahaha, apa cuma segini kemampuan dari kalian?" Baron tertawa meremehkan kemampuan dari musuhnya.


Para monster robot itu pun langsung mengeluarkan serangan milik mereka. Mereka menembakan peluru - peluru yang mengarah kepada Baron.

__ADS_1


"Ops! Serangan kalian terlalu lambat!" Baron menghindari serangan - serangan itu.


"Kalau kalian terus menyerang seperti ini, kalian tidak akan dapat mengenai tubuhku loh!"


Tiba - tiba sebuah serangan api muncul! Serangan api dengan jarak serang yang luas langsung mengarah ke arah Baron dengan cepat.


(Apa itu tadi? Tembakan yang mereka keluarkan berbeda! Sekarang, itu menjadi tembakan berapi!)


Para monster - monster robot itu pun kembali menyerang Baron menggunakan serangan api dengan jangkauan yang luas.


(Sial! Jangkauan serangan mereka bertambah luas! Meskipun aku dapat menghindarinya. Namun, udara disekitar sini menjadi panas, itu menjadi membuat diriku tidak nyaman!)


Baron yang merasa kesal karena serangan api milik para monster robot pun langsung bergerak maju dengan kecepatan yang cepat. Ia berusaha untuk mengalahkan para monster itu dengan sekali maju.


Baron menyelimuti tangan dia dengan menggunakan petir. Kilatan - kilatan petir mulai keluar melalu tangan nya. Dengan laju yang sangat cepat, ia langsung melancarkan pukulan petirnya kepada para monster robot itu.


"Hahaha, kalian akan kalah jika tetap menggunakan serangan itu, dasar robot - robot tua!" Baron kembali mengejek para monster robot, setelah melancarkan beberapa pukulan kepada mereka.


Namun, tiba - tiba muncul satu robot dibelakang Baron.


(Aku merasakan adanya robot dibelakangku! Tapi, sejak kapan?)


Lalu, robot itu akan melakukan pukulan kepada Baron.


Sebelum pukulan itu mengenai Baron, tiba - tiba robot itu terpukul mundur.


"Astaga, kamu ini sangat bodoh sekali Baron!"


(E-eh, apa itu? Apa itu Rouge? Apa itu kemampuan dari sihir miliknya?) Baron pun bertanya - tanya dalam hatinya, ketika melihat Rouge.


Dengan pergerakan yang cepat dan kekuatan yang besar, Rouge bergerak menghancurkan para monster robot itu.


"Ini adalah sihirku, Rage Magic."


*Rage Magic \= Sihir amukan


Sihir dari Rouge adalah sihir amukan. Dimana sihir itu menekan sirkulasi darah dan meluapkan emosi dari pengguna, sehingga itu menyebabkan tubuh dari penggunanya menjadi merah. Namun, itu membuat peningkatan dari seluruh statistik ability miliknya.


"Baron, ini adalah misi kita berdua. Aku akan kesal, jika kamu tidak membagi pertarungan denganku!" Rouge merasa kesal pada Baron.


"Hahaha, ternyata kamu suka dengan pertarungan ya Rouge. Kalau begitu, mari kita hajar semua monster robot ini!"

__ADS_1


Dengan begitu, tim fight dari Baron dan Rouge akan dimulai! Apakah dengan tim fight ini, mereka berdua dapat mengalahkan para monster robot itu?


__ADS_2