The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 30: The Battle of "D" Class (Alexa & Cherry vs Roh Api - Salamander)


__ADS_3

Sementara itu, Alexa, Cherry, dan juga Pixie sekarang sedang melakukan perjalanan ke tempat Nature Village berada.


Mereka menuju ke tempat yang sekarang sedang di landa oleh api yang berkobar - kobar.


"Itu, di depan sana tempatnya!" tunjuk Pixie.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke tempat yang mereka tuju. Namun, pemandangan yang ia lihat sekarang hanyalah sebuah kobaran api.


"Di sini sangatlah panas! Hutan yang berada di sekitar sini telah berubah menjadi ladang api. Ini sangat menyeramkan!" Alexa melihat keadaan sekitar yang telah terbakar oleh api.


"Lihatlah di sana! Itu adalah Fire Wolf!" Cherry menunjuk ke arah Fire Wolf itu berada.


Mereka pun langsung menengok ke arah Fire Wolf tersebut.


"Ya, tempat ini sebelumnya juga telah di serang oleh beberapa Fire Wolf. Tapi, kali ini menjadi semakin parah," ujar Pixie.


"Kalau begitu, kita harus menghentikan kekacauan ini! Natural Roots."


Tanpa berpikir panjang, Alexa pun mengeluarkan skill miliknya. Sebuah akar langsung dikeluarkan menuju ke arah Fire Wolf. Namun, Fire Wolf yang mengetahui itu pun langsung menyemburkan api ke arah skill Alexa.


"Apa? Skill yang aku keluarkan langsung terbakar oleh apinya! Terus bagaimana cara kita menghadapinya?" Alexa memikirkan cara untuk menghadapi musuh - musuh yang ada di hadapan mereka saat ini.


................


Di dalam akademi, Veron yang telah kembali langsung melakukan pembicaraan dengan guru Delon.


"Sepertinya anda sedang memikirkan sesuatu, apa yang mengganggu pikiran anda, guru Delon?" Veron yang melihat guru Delon, langsung menanyakan apa yang dia pikirkan.


"Aku hanya memikirkan tentang misi yang telah anak - anak kelas D itu kerjakan!"


"Anak - anak dari kelas D sekarang lagi melakukan misi? Memang apa yang telah mereka lakukan, sehingga itu mengganggu pikiran anda?" tanya Veron.


"Ya! Sebenarnya, aku tidak menyangka bahwa akan adanya monster - monster yang seharusnya tidak spawn di sana. Seharusnya, para monster yang mereka lawan itu tidak meninggalkan wilayah mereka!"


"Memang monster apa yang telah mereka lawan?"


"Bryan dan Ria melawan Ghost Shade, sedangkan Yukina dan Fang melawan Magma Pyre."


Seketika suasana menjadi hening untuk sebentar.


"Apa? Mereka melawan monster itu? Lalu bagaimana dengan keadaan mereka?" Veron mengkhawatirkan mereka.


"Seperti yang diketahui, Bryan dan Yukina dapat membereskan itu. Dan dari laporan mereka, Ria dan Fang terluka cukup parah, namun mereka telah disembuhkan."


"Huhh... Anak - anak yang dipercaya oleh kak Venuz memang luar biasa! Tapi, jika monster - monster itu spawn di sana, maka ada campur tangan oleh seseorang!" Veron curiga akan adanya campur tangan seseorang.


"Aku setuju! Tapi, entah kenapa yang ada dalam pikiranku adalah orang - orang yang berada di dimensi yang lebih tinggi? Tuan Veron, mau kau anda pergi ke tempat - tempat itu?" guru Delon meminta Veron untuk pergi ke tempat di mana anak kelas D sedang melakukan misi mereka.


"Jika ini ada campur tangan oleh orang yang berada di dimensi lebih tinggi, jelas aku harus pergi!"


Lalu, Veron pun langsung pergi menuju ke tempat - tempat itu, setelah diberikan informasi tentang di mana tempat itu berada oleh guru Delon.

__ADS_1


(Bunny Village yang pertama ya? Tempat dimana Bryan bertarung sebelumnya.)


"Maaf, apakah sebelumnya ada anak yang melakukan misi di sini?" Veron bertanya pada salah satu penduduk itu.


"Oh, jika anda berbicara tentang anak yang bernama Bryan dan Ria, mereka memang melakukan misi di sini."


"Apa yang ada di sini telah di bereskan semuanya?"


"Iya, mereka berdua luar biasa!"


(Jadi, di sini tidak ada masalah ya? Luar biasa mereka berdua!) Veron memuji mereka berdua dalam hatinya.


"Ah, kalau begitu aku akan pergi jika tak ada masalah!"


Lalu, Veron melakukan teleport ke tempat selanjutnya.


......................


Di Nature Village, Alexa dan yang lainnya sedang melakukan pertempuran.


"Wind Magic: Aerial Blade."


Pixie mengeluarkan sihir angin miliknya.


Angin terhembus dengan sangat kencang, bahkan hembusan angin itu seperti sebuah tebasan pedang.


Dengan serangan yang telah dikeluarkan oleh Pixie itu, mampu mengalahkan beberapa dari Fire Wolf tersebut.


"Bagus, kak Pixie! Mungkin dengan ini, kita dapat melindungi desa!" Alexa mengatakan itu dengan semangat.


"Puppet Magic: Life."


Cherry mengeluarkan sihirnya! Tiba - tiba, pohon yang masih ada disekitar mereka pun bergerak.


"Hanya pohon - pohon ini yang tersisa!"


"Wow, pohon - pohon itu bergerak. Itu luar biasa, Cherry!" Alexa memuji Cherry.


Sihir Cherry adalah Puppet Magic. Berbeda dengan Elen yang dapat mengendalikan jiwa, Cherry tidak dapat mengendalikan sebuah jiwa.


Lalu, pohon - pohon itu bergerak dan melakukan pukulan pada para Fire Wolf.


Namun, Fire Wolf itu langsung membakar habis pohon - pohon yang telah dikendalikan oleh Cherry.


"Ki-kita tidak akan bisa mengalahkan mereka! Sihirku dan sihir Alexa tidak akan mampu mengalahkan para Fire Wolf!" Cherry merasa putus asa.


"Diam!"


Pixie dan Cherry terkejut mendengar Alexa tiba - tiba berteriak menyuruh untuk diam.


"Jika ingin menyerah, maka menyerah saja! Jika tidak ingin menghadapinya, maka akan aku hadapi sendiri! Aku tidak akan menyerah!" Alexa berteriak tentang hal itu, dan ia terus berusaha.

__ADS_1


(Jika dia melihat seranganku, maka itu akan langsung dihanguskan. Jadi....)


"Roses Enroulees."


(Maka aku akan mengeluarkan dari bawah tubuhnya, sehingga dia tidak dapat menyadarinya!)


Tangkai mawar berduri keluar dari bawah para Fire Wolf. Fire Wolf tidak dapat mengetahui dari mana sihir itu keluar, sehingga para Fire Wolf terkena serangan dari Alexa.


......................


(Aku tidak mungkin salah ingat! Seharusnya, ini kan Magma Village. Kenapa pulau ini jadi es?) Veron terheran dengan hal yang ia lihat.


Lalu, Veron pun mendatangi para penduduk di pulau itu, dan mulai bertanya.


"Maaf, apakah ada anak yang menyelesaikan misinya di sini?"


"Apa yang anda maksud itu, Nona Yukina dan Tuan Fang?"


(Nona? Tuan?) Veron bingung dengan sebutan itu.


"Kak Yukina dan kak Fang telah menyelamatkan pulau ini. Jadi, semua orang memanggil mereka dengan sebutan seperti itu untuk menghormati mereka berdua," ucap Mary.


"Jadi seperti itu ya! Itu, kenapa pulau ini menjadi es?" Veron bertanya, meskipun dia tahu kalau ini pasti adalah karena pertarungan dari Yukina.


"Sebelumnya, pulau ini dihancurkan oleh monster yang sangat besar. Namun, Nona Yukina melindungi kita semua dengan membuat ulang pulau menggunakan sihir es miliknya," salah satu penduduk itu menjelaskan kepada Veron.


"Meskipun ini berbeda dengan pulau kami sebelumnya, kami bersyukur ada tempat untuk kami!"


"Kalau begitu, aku akan mengembalikan pulau ini kembali seperti semula!" Veron akan mengembalikan pulau tersebut.


"Dengan mataku ini, aku akan melihat ke masa lalu pulau ini."


Lalu, Veron pun melihat masa lalu dari pulau tersebut sebelum berubah menjadi es.


"Replica Magic: Remake!"


Pulau yang sebelumnya terbentuk karena es milik Yukina, sekarang telah kembali seperti semula.


"Te-terima kasih Tuan!"


"Aku telah menyelesaikan tugasku di sini, aku akan pergi ke tempat selanjutnya!"


Lalu, Veron pun pergi ke tempat yang akan ia tuju selanjutnya.


......................


Di tempat Nature Village, sebuah makhluk hidup lain telah muncul.


"A-apa itu?"


Mereka pun terkejut dengan kedatangan makhluk ini.

__ADS_1


"I-itu adalah Roh Api! Roh Api - Salamander!"


Kedatangan Roh Api - Salamander di depan mereka membuat kobaran api semakin besar! Apa yang akan mereka lakukan untuk menghentikan kobaran api tersebut?


__ADS_2