The Magic Knight

The Magic Knight
Chapter 13: Misi Pertama "D" Class


__ADS_3

Tiba – tiba Nathan datang, dan dia datang bersama dengan Mistar, mereka berdua pun langsung menghampiri meja makan dimana tempat Venuz dan yang lainnya sedang makan.


“Halo, sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu!” sapa Nathan kepada mereka.


“Oh panjang umurmu Nathan, baru saja dibicarakan kamu langsung datang!” ucap Venuz sambil tertawa. 


Dan di situ pun Nathan terdiam bingung sebentar dikarenakan dia tidak mengerti apa yang telah mereka bicarakan sebelum dia dan juga Mistar datang.


“Verda tadi sedang menceritakan awal pertemuan dia denganmu dan juga kakakmu."


“Oh kakak ya.......” 


Nathan termenung karena mengingat sosok kakak yang sangat ia rindukan. 


“Sudah sudah, kalian berdua duduk dan pesanlah makanan yang kalian berdua ingin makan, aku yang akan membayar semua biayanya!"


“Oh Mistar kamu juga ikut datang kesini bersama Nathan ya."


Lalu Mistar mendekat ke Bryan, dan ia berkata...  


“Tentu saja! Aku tidak sengaja bertemu Nathan di jalan, dan dia mengatakan bahwa kamu ada di sini juga, makanya aku langsung ikut dengan dia untuk kesini. Ngomong – ngomong kalian curang sekali, kan aku ingin makan gratis juga!” Mistar mengatakan itu sambil memukul kepala Bryan dengan pelan.


Kemudian mereka melanjutkan makan makanan nya, namun di sela - sela waktu mereka makan, Venuz melihat ke arah Yukina, dia melihat keadaan Yukina seperti orang yang habis teringat trauma nya.


"Yukina, apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Venuz.


Lalu mereka langsung melihat ke arah Yukina. Yukina berkeringat padahal di tempat yang mereka tempati adalah tempat yang bersuhu dingin, dan juga tatapan dia ketika makan seperti orang yang ketakutan.


"Sebenarnya, setelah mendengarkan cerita dari kak Verda yang berkata tentang 8 tahun yang lalu, aku teringat akan masa lalu yang tak ingin ku ingat lagi!"


"Ada apa dengan masa lalu mu 8 tahun yang lalu itu Yukina?" tanya Venuz.


"8 tahun yang lalu, pulau tempat tinggalku berada dihancurkan oleh sekelompok orang. Tapi aku menyadari bahwa ada 1 orang yang memiliki tekanan yang kuat diantara mereka semua, bahkan dia mampu mengalahkan ayahku!"


Dan Venuz pun langsung terpikirkan sesuatu, kejadian 8 tahun yang lalu, tragedi penghancuran sebuah pulau yang hanya menyisakan seorang anak. Tragedi yang dijuluki sebagai Purnama Merah Berdarah, di situ Venuz terkejut dan langsung bertanya kepada Yukina.


"Kalau aku boleh tau siapakah nama ayahmu?"


"Iclayn, nama ayahku adalah Iclayn Glace!" jawab Yukina.


Venuz, Veron, dan juga Verda langsung terkejut setelah mendengar nama ayah dari Yukina.

__ADS_1


(Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Bahkan karakteristik sihir es Yukina berbeda dengan sihir es orang - orang pada umumnya. Sihir es Yukina berwarna putih dan tidak ada campuran warna biru, dikarenakan sihir es miliknya adalah sihir es murni yang dikombinasikan dengan atribut sihir suci. Dan yang memiliki sihir es murni ini hanyalah tuan Iclayn, salah saty dari Nine Of Fallen Angel Door Guards, yang berarti sihir Yukina adalah turunan langsung dari tuan Iclayn!) pikir dalam otaknya Venuz.


"Ka-kak Venuz, kak Veron, dan kak Verda kenapa? Apa ada sesuatu yang berhubungan dengan ayahku?"


"Tidak apa - apa Yukina! Kami hanya terkejut bahwa kamu adalah anak dari orang yang kami kenal."


"Kalian mengenal ayahku?" tanya Yukina dengan sedikit terkejut.


"Iya, kami mengenal kak Iclayn dari Ibu Bryan, kak Gladys waktu itu mengenalkan kami ke kak Iclayn," ucap Verda.


"Dia adalah sosok pria bijaksana, kuat, dan bertanggung jawab, aku ingin menjadi sosok pria seperti beliau haha!" Venuz ingin menjadi sosok seperti ayahnya Yukina.


Setelah mereka sedikit berbincang tentang ayah dari Yukina tiba - tiba simbol nama yang ada di tangan Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa menyala.


Bersamaan dengan simbol nama mereka yang menyala, suara guru Delon keluar dari sana, guru Delon berkata "Harap semua anggota kelas D segera berkumpul di kelas akademi sekarang juga!" dan itulah yang dikatakan oleh guru Delon.


Setelah mendengar pesan dari guru Delon, mereka berlima langsung pergi menuju kelas D di akademi.


"Kalau begitu kami berlima pergi dulu, dan terima kasih atas makanan nya kak Venuz!" ucap Bryan.


"Terima kasih atas makanan nya!" ucap Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa.


"Tidak masalah! Dan juga biar aku teleport kalian kesana, pasti kalian akan lelah setelah makan dan langsung berlari menuju ke tempat nya!" Venuz akan menggunakan sihir teleportnya.


"Iya sampai jumpa lagi, kalian semua hati - hati!" Nathan juga menanggapi Bryan.


"Sampai jumpa lagi Bryan, dan kalau nanti ada misi yang diharuskan kalian berlari, kamu jangan sampai tersandung dan jatuh seperti waktu kecil kamu berlatih dengan ayahmu hahaha!" Mistar tertawa.


Pipi Bryan langsung memerah karena malu.


Setelah itu Venuz langsung menggunakan skill teleport nya untuk memindahkan Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa ke tempat kelas D.


Dan di sana telah berkumpul seluruh anggota kelas D, guru Delon langsung menjelaskan bahwa kelas D akan diberikan sebuah misi.


"Pulau dan pedesaan ini juga merupakan bagian dari kerajaan kita, dan di 5 pulau ini telah diserang oleh monster. Monster yang menyerang ke-5 pulau ini memiliki kekuatan yang berbeda - beda, dan mereka tidak akan sama dengan monster yang pernah kalian jumpai selama ini. Jadi misi kalian adalah mengalahkan semua monster ini dan menyelamatkan pulau, terlebih lagi para penduduknya. Ada 5 pulau berbeda yang diserang, maka dari itu kalian akan dibagi menjadi 5 tim dengan tim yang beranggotakan 2 orang, dan aku ingin Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan juga Alexa yang akan menjadi ketua tim dalam setiap tim!" ucap guru Delon.


Kemudian guru Delon membagi tim nya, tim 1 adalah Bryan dan Ria, tim 2 Yukina dan Fang, tim 3 Leon dan Elen, tim 4 Baron dan Rouge, tim 5 Alexa dan Cherry.


"Untuk pergi ke masing - masing pulau Bryan, Yukina, Leon, Baron, dan Alexa akan membutuhkan waktu 4 hari untuk sampai kesana. Namun, untuk yang lainnya akan membutuhkan waktu lebih dari 4 hari untuk sampai kesana, dan ketika kalian sampai kesana maka pulau itu pasti akan hancur dan dikuasai oleh monster karena tidak ada orang di pedesaan yang bisa menahan serangan dari monster ini. Maka dari itu aku akan melakukan teleport untuk memindahkan kalian semua ke masing - masing pulau sesuai dengan misi yang kalian dapatkan!"


"Yoooossshhh!!! Meskipun kita terbagi menjadi 5 tim, tapi kita semua tetaplah bagian dari kelas D yang akan menyelesaikan misi, kita harus semangat!!!" teriak Bryan.

__ADS_1


"YAAAAA!" teriak semua anggota kelas D.


"Mari kita hancurkan monster - monster yang berani menunjukkan diri untuk menghancurkan pulau - pulau ini!" ucap Yukina.


Lalu guru Delon menggunakkan skill teleport nya untuk memindahkan mereka semua ke tempat pulau sesuai dengan misi mereka masing - masing.


(Dalam misi ini kalian juga dapat berlatih dan mendapatkan banyak pengalaman bertempur. Tetapi keberhasilan misi dan keselamatan kalian yang paling utama. Aku yakin kalian pasti bisa bertambah kuat! Aku percaya pada kalian semua murid - muridku!)


Sekarang Bryan dan Ria berada di Bunny Island dan tepat nya sekarang mereka di desa yang ada di Bunny Island, yaitu Bunny Village.


"Pulau apa ini? Suasananya terlalu ceria, memiliki banyak bukit dan juga banyak ladang."


Bryan dan Ria terus berjalan, sampai di tengah - tengah perjalanan nya Ria melihat sesuatu.


"Apa itu yang tergeletak di jalanan? Ayo kita periksa Bryan!"


Kemudian Bryan dan Ria bergegas menuju ke "sesuatu" yang tergeletak di jalanan itu.


Setelah mereka sampai, mereka berdua kaget karena itu ternyata......


"Ri-Ria? Ini kan?" Bryan terkejut.


Ternyata "sesuatu" yang tergeletak di jalanan itu adalah penduduk dari Bunny Village, para penduduk Bunny Village mereka semua memakai pakaian kelinci karena itu adalah ciri khas dari mereka.


"I - ini adalah para penduduk Bunny Village, beberapa dari mereka tidak bernapas, tapi entah yang sudah mati ataupun yang masih hidup, mereka tidak ada yang mengeluarkan darah dari tubuhnya!" jelas Ria.


"Jadi begitu, sepertinya aku bisa menebak monster type apa yang akan aku dan Ria hadapi." pikir dalam otak Bryan.


"Ria bersiap - siaplah, mereka datang!" ucap Bryan yang merasakan keberadaan monster - monster itu.


"I - iya!" jawab Ria.


Lalu segerombolan monster datang, segerombolan monster - monster itu adalah "Shade", monster yang memiliki type " Ghost."


"Seperti dugaan ku! Dengan ciri - ciri korban yang tergeletak tadi sudah dipastikan bahwa itu adalah ulah dari monster yang memiliki type ghost. Jika shade ini merupakan pasukan nya, itu berarti pemimpin nya kalau tidak salah adalah salah satu monster yang juga bertype ghost yaitu " Ghost Shade" dan untung nya itu bukan Grim Reaper. Karena itu akan jauh lebih sulit dan lebih menyusahkan untuk dikalahkan!" ucap Bryan yang sedang menjelaskan kepada Ria.


"Se - sepertinya ka - kamu mengerti banyak hal ya Bryan."


"Tentu saja! Aku belajar banyak hal dari orang tuaku, ya meskipun latihan dengan ayahku itu sangat - sangat mengerikan haha."


"Kyaaaaa~" teriak Ria.

__ADS_1


Dalam percakapan mereka berdua, tiba - tiba salah satu penduduk dari Bunny Village yang tergeletak dibawah memegang kaki dari Ria, dan dia berkata.....


"Berhati - hati lah, mereka tidak bisa diserang dengan serangan yang biasa!" ucap salah satu penduduk Bunny Village.


__ADS_2