
“Kamu luar biasa seperti biasanya Yukina."
“Ya, dia benar – benar luar biasa."
“Yaaaaa, dia seperti wanita yang sangat sempurna."
“Hahahaha, aku tidak luar biasa seperti itu, bahkan aku juga memiliki banyak titik kelemahan,” jawab dari Yukina.
“Hmmm....”
“Titik lemah yaaaa.”
Gumam Bryan, Baron, dan juga Alexa dalam hati mereka memikirkan titik kelemahan Yukina.
“Ngomong – ngomong, setelah ini giliranmu ya Leon?” tanya Yukina.
“Iya, setelah ini adalah giliranku."
“Apa kamu bisa memenangkan nya dengan mudah juga?”
“Aku akan mengakhiri pertarungan ku dalam sekali serangan.” jawab Leon
“Tunjukkanlah kekuatanmu Leon!” suruh Baron.
“Bagaimana kalau setiap orang menghancurkan 1 gedung yang memiliki tinggi 500m itu?” tanya Bryan.
“Waaahhh itu sangat menarik,” ucap Alexa.
“Baiklah kalau begitu, aku bertambah semangat," Baron bertambah semangat.
“Setelah itu kita akan dikenal sebagai perusak fasilitas akademi.”
“Hehehehehe,” senyum mereka berlima.
“Baiklah, petarung ketiga silahkan maju ke arena!"
“Aku akan pergi!”
“Hajar dia Leon!”
“Kasih tau dia kekuatanmu yang mengerikan!”
“Dan berikan pukulan yang sangat menyakitkan di pantat nya, hehehehehe.” ucap Baron dan Alexa sambil tersenyum jahat.
“Kalian gila” Leon mengatakan hal itu sambil melotot.
Leon dari pihak Bryan, dan juga Lefer dari pihak Zora telah memasuki arena pertandingan.
“Kak..... anak dari pihak Bryan, rambut itu kan?” bingung Verda.
“Rambut merah keemasan, apa dia keturunan dari bangsawan yang menjijikan itu?” tanya Veron.
“Kita lihat dulu pertarungan nya!” ucap Venuz.
“Baiklah, kalian berdua bersiap – siaplah!"
“Asal kau tahu, kau akan kalah seperti teman – temanmu yang sebelumnya.” Dengan percaya dirinya, Leon berkata seperti itu kepada lawan nya.
“Apa kau bilang?! jangan sama kan aku dengan mereka berdua, aku lebih kuat daripada mereka!” jawab Lefer.
“Apa iya kau lebih kuat daripada mereka berdua?”
“1....... 2.......3..... mulai”
“keluarlah Iron Golem!"
Setelah Lefer menggunakan sihir itu, keluarlah sebuah golem yang terbuat dari besi.
“Kau tidak akan bisa menghancurkan golem ku ini!”
“Omong kosong!”
“Golden Fire, Gold Flame Wall.”
Sihir api keemasan milik Leon telah dikerahkan.
Pada dasarnya api keemasan ini jauh lebih kuat dan jauh lebih panas daripada api pada umumnya.
Bahkan kekuatan api milik Zora tidak dapat dibandingkan dengan api keemasan milik Leon ini.
Leon mengeluarkan api keemasan nya untuk membuat dinding mengelilingi arena.
“Api keemasan ya? Luar biasa! Itu berarti dia adalah keturunan dari bangsawan itu!" Venuz memastikan bahwa Leon adalah salah satu bagian dari bangsawan.
“Hah? Tetap saja api adalah api! Kau tidak akan bisa merusak golem ku!”
“Kau tetaplah diam di situ! Aku masih punya kesepakatan dengan teman – temanku."
“Kesepakatan apa yang kau bicarakan ini?” tanya Lefer.
“Kesepakatan untuk menghancurkan gedung setinggi 500m itu!” jawab Leon.
“Sialan kau! Malian semua sudah gila!”
“Kau tunggulah sebentar? Aku akan menghancurkan gedung itu terlebih dahulu!” Leon akan menghancurkan gedung.
“Mana bisa aku diam saja melihat lawan ku melakukan sesuatu, iron golem serang dia!”
Iron golem milik Lefer langsung mengeluarkan besi panjang lalu melemparkan besi itu ke arah Leon dengan sangat cepat, namun skill “Gold Flame Wall” milik Leon seketika langsung melindungi Leon dari serangan Iron golem milik Lefer.
“A-apa?” kaget Lefer.
“Sudah kubilang bukan untuk tetap diam dan menunggu!” ucap Leon.
__ADS_1
Golden Fire, Gold Flame Javellyn.
Skill milik Leon telah diluncurkan, seketika terbentuk sebuah tombak dari keemasan Leon.
Serangan tersebut langsung mengarah ke gedung yang memiliki tinggi 500m dengan sangat cepat, lalu......
*Booommm !!!
Serangan Leon langsung meledak ketika mengenai target nya, sehingga menghancurkan gedung tersebut.
Akibat dari serangan itu, terjadi kebakaran yang disebabkan oleh ledakan dari serangan Leon.
“Anak itu boleh juga, Verda apakah kamu bisa memadamkan api nya itu?" Venuz menyuruh Verda memadamkan api dari Leon.
“Ya aku bisa kak! Tapi, ntahlah di masa depan nanti. Bagaimana berkembang nya dia dan api emas nya itu, dan dua lagi si Bryan dengan api hitam kebiruan nya, serta es dari Yukina!” Verda khawatir dengan kekacauan yang akan disebabkan oleh mereka di masa depan nanti.
“Kalau untuk Bryan tidak perlu khawatir, dia dapat menetralkan sihirnya!"
Verda langsung menyelimuti api emas itu dengan sihir air nya, dan seketika api emas dari Leon itupun langsung lenyap dan kebakaran yang terjadi pun telah berhenti.
“Oke waktunya mengalahkan dirimu!" Leon mengatakan itu dengan santai nya.
"Golden Fire, Gold Sun."
“A-apa apaan itu?” kaget Lefer menatap skill milik Leon.
Sebuah api berwarna emas membara yang sangat besar dan seolah – olah itu matahari, bahkan iron golem milik Lefer pun langsung meleleh terkena panas nya suhu dari skill milik Leon.
“Pertarungan ini telah berakhir!"
Gold Sun milik Leon langsung diluncurkan ke arah Lefer, dan.......
*BLAAAAMMM.
Ledakan dahsyat ditambah dengan suhu yang sangat panas dari skill milik Leon dirasakan semua orang.
“Hahaha untung telah kuaktifkan sihir pelindung untuk semua orang!"
“Bryan kamu bisa padamkan api ku ini kan? Hehe," Leon meminta Bryan untuk memadamkan api miliknya.
(Dasar! Orang ini benar – benar gila, mengeluarkan sihir seperti itu tapi tidak bisa menghentikan nya.)
“Kakufuku mari kita tebas sihirnya!” ucap Bryan.
Dan...
*Sliiinggg....
Bryan telah menebas sihir milik Leon dan langsung melenyapkan sihir tersebut.
“Hahaha, terima kasih Bryan!"
“Tidak masalah, kamu dapat mengandalkanku” ucap Bryan.
“Skor sudah 3 – 0, mereka sangat kuat! Meskipun mereka ini adalah orang – orang yang berasal dari desa!"
Leon pun langsung kembali ke tempat teman – teman nya berada.
“Oi Leon, kalau kamu tidak dapat menghentikan serangan dari sihirmu sendiri, kenapa kamu mengeluarkan nya?” tanya Bryan.
“Hah? Kan ada kalian, jadi aku tidak perlu khawatir ketika mengeluarkan sihirku. Karena ada kalian di sini teman – teman yang sangat ku percaya, dan teman – teman yang bisa aku andalkan untuk menghentikan sihirku,” jelas Leon .
Seketika Bryan, Yukina, Baron, dan juga Alexa tersipu malu.
“Aahhh kamu ini bisa saja Leon."
“Iya nih hahaaha."
“Hahaha kamu tenang saja tentang sihir yang akan kamu keluarkan Leon."
“Ehem ehem,” sedikit batuk dari Yukina.
“Petarung selanjutnya maju ke Arena pertandingan!"
“Sekarang giliranku ya!” ucap Baron
“Kasih dia pelajaran Baron!” Alexa menyuruh Baron untuk menghajar musuhnya.
“Akan kutendang pantat nya!"
“Hahahaha.” tertawa jahat Baron dan Alexa.
(Otak mereka sudah tidak benar!) gumam dalam hatinya Bryan.
Kemudian Baron pun langsung bergegas berjalan menuju ke arena pertandingan.
“Yooooo...” Baron menyapa lawannya.
“Tchh...” sikap acuh tak acuh dari Windsor.
“Baiklah kalau begitu, Baron dari pihak Bryan dan Windsor dari pihak Sora bersiap – siaplah, dalam hitungan ketiga pertandingan akan di mulai”
1.....
2.......
3......
Mulai!!!
Wind Shoot.
Serangan sihir angin dari Windsor telah dikeluarkan, tembakan angin ditembakkan terus menerus ke tempat Baron berada
__ADS_1
“Wohoooo.... sihir angin ya, yah masih bisa aku hindari sih,” Baron menghindari sihir angin yang dikeluarkan oleh Windsor.
“Sialan, bagaimana dengan ini."
Wind Cutter.
Sebuah lingkaran angin yang berbentuk seperti gerigi besi telah tercipta. Ketajamannya bahkan mampu memotong besi tanpa menyentuhnya.
“Wow menarik! Aku akan menghindari serangan itu ketika hampir mengenaiku.” Baron mencoba menghindari serangan itu.
“Apa kau yakin?”
Bahkan sebelum Wind Cutter mengenai Baron, tiba – tiba pipi Baron tergores dan mengeluarkan darah.
“A-apa? Pipiku tergores bahkan serangan itu belum mengenai diriku!” gumam Baron.
“Hoh dia berhasil menggores pipi dari Baron ya!" Yukina sedikit terkejut.
“Apa dia yang terbaik di antara mereka?” tanya Leon.
“Sepertinya iya. Dari penguasaan sihir, dia lebih baik dari orang – orang sebelumnya,” jawab Bryan.
“Apa yang kamu lakukan Baron? Bukankah kamu tadi bilang akan menendang pantat nya? Kenapa sekarang malah kamu yang tergores? Kalau kamu tidak bisa menang melawan nya, maka langsung kembali saja duduk di sini hahaha,” teriak Alexa kepada Baron.
“Hah? Kamu bilang apa tadi? Aku hanya memberikan dia kesempatan untuk menggores pipiku!" teriak Baron kepada Alexa.
“Jangan acuhkan lawanmu ketika bertarung dasar sampah!” ucap Windsor.
Windsor langsung mengeluarkan hembusan angin yang sangat kencang, setiap angin yang berhembus itu sangat tajam, bahkan itu dapat membuat goresan pada tubuh Baron.
Baron yang mendapatkan beberapa goresan di tangan dan kaki nya pun merasa kesal.
Di dalam hembusan angin itu terpancarkan kekuatan sihir berwarna kuning menyelimuti tubuh Baron.
Tubuh Baron yang telah diselimuti oleh sihir itu membuat peningkatan pada pertahanan, serangan, dan kecepatan nya.
Static Elect.
*Wuusshhh....
Baron menerjang hembusan angin itu secepat kilat dan langsung berada tepat di samping Windsor.
“A-apa kalian semua memiliki kecepatan seperti ini?” tanya Windsor.
“Ya, kami memiliki kecepatan yang sama, tapi untuk 2 orang itu Bryan dan Yukina masih lebih unggul.” jawab Baron.
“A-apa?”
“Sekarang giliranku untuk menyerangmu!"
Baron memusatkan energi sihir pada tangan nya yang membuat tangan nya diselimuti oleh petir – petir.
“Rasakan ini !!! Thunder Dynamite.”
Baron meluncurkan pukulan nya yang telah dilapisi oleh sihir petir miliknya, dan langsung menghantam tepat pada pinggang Windsor.
Akibatnya Windsor yang terkena pukulan itu langsung terpental sampai ke dinding Arena dan membuat dinding itu hancur.
“Bagaimana rasanya pukulan ku itu tuan bangsawan?” tanya Baron.
“Hahaha tidak terlalu buruk, tapi masih bisa ku tahan."
“Hoh sepertinya kau perlu dipukul sekali lagi agar menyadari betapa hebat nya Tuan Baron ini KWAHAHAHA.”
“Si idiot itu ngapain sih?” Bryan merasa heran terhadap sifat idiotnya Baron.
“Aku tidak mau berkata apa – apa!” ucap Yukina.
“Hahaha.” tawa kecil Leon.
“Hajar dia Baron!” teriak Alexa.
“Aku siap menerima seranganmu!" Windsor siap menerima serangan dari Baron.
Baron kembali bergerak dengan kecepatan secepat kilat dan langsung berada tepat disamping Windsor.
Namun, ketika Baron akan melancarkan pukulan nya kearah Windsor, Windsor mengeluarkan skill miliknya.
“Rasakan ini lagi Thunder Dynamite!”
“Kau lah yang akan merasakan sihir anginku, Hurricane Dance.”
“Apa?”
Angin tornado muncul menyelimuti seluruh arena pertandingan.
“Kau terlalu santai anak desa!"
“Ah aku tidak menyangka dia itu kuat, tekanan angin nya begitu berat,” Baron menahan rasa sakit dari goresan angin Windsor.
“Kekalahanmu sudah dipastikan anak desa!” Windsor menetapkan hal yang belum pasti itu.
"Hah?"
"Aku?"
"Kalah?"
Baron terdiam.
Dengan tatapan kosong, dia tetap berdiri menerima semua goresan luka akibat serangan Windsor.
Sihir terpancarkan dari tubuh Baron, kekuatan mengalir dalam tubuhnya.
__ADS_1