
Aku suka tenang nya malam dan sunyi tanpa suara. Tapi, aku juga tidak suka kesepian. Berisik mu dulu, kadang mengganggu. Tapi, saat kau pergi, aku hilang arah. Lihat aku sekarang, redup tanpa cahaya mu. Cinta aku rindu, dengarkan seruanku!
- Brandon -
Alisya tertunduk. Ia seketika merasa bersalah. Ia tidak tahu kalau Putra sedang sibuk membantu kakak sepupu nya.
"Hei, kenapa menunduk!" tegur Putra, ia mengangkat dagu Alisya agar gadis itu menatap dirinya.
"Ngga apa-apa. Maaf, ya!" Ucap Alisya lirih.
"Udah, jangan merasa bersalah begitu. Bukan lo yang salah, tapi gue. Harusnya gue balas pesan lo lebih dulu. Maaf, gue ngga peka."
Putra berjongkok di depan Alisya. Ia meraih jemari gadis yang di cintai nya itu lalu ia kecup lama, beberapa menit kemudian ia menggenggam nya dengan erat." Ngga usah minta maaf, gue yang sejak awal salah di sini. Udah, ngga apa-apa. Bantu doa, semoga kak Ayako bisa segera ketemu."
Putra menenangkan Alisya ia tahu betul gadis yang ada di hadapan nya merasa bersalah. Walaupun Alisya terkesan cuek tapi di dalam hatinya ia peduli dengan orang-orang di sekitar nya. Terkadang, cuek itu ah ya sebuah tameng pelindung diri.
Tak terasa biru nya langit tergantikan oleh indah nya jingga. Dua insan yang sedang di mabuk asmara berdua berjalan beriringan, dan sesekali mereka tertawa. Seharian menghabiskan waktu bersama, seolah tak cukup untuk keduanya. Bukan kah ini yang namanya cinta? Terasa sebentar walaupun seharian. Dan begitu rindu, saat antara satu dan yang lain tak saling berkirim kabar.
...----------------...
Beberapa hari kemudian.
Louis tak henti-henti nya mengumpat. Kini ia berada di sebuah mall di Jakarta. Seperti biasa ia akan bekerja sebagai SPB saat pulang kuliah. Dan hari ini ia menunggu Kia tapi tak kunjung datang. Padahal sesuai jadwal harus nya ia shift kerja bersama Kia.
"Di telepon ngga bisa, dia chat ngga balas. Apa ngga punya kuota internet ya? Eh, aneh. Anak dosen masa iya kagak mampu beli kuota internet?" tanya nya pada diri sendiri.
"Lo ngapain sih dari tadi muka lo tekuk gitu? Udah kusut kayak setrikaan aja," tanya seorang laki-laki. Tak, lain adalah teman kerja nya.
"Nungguin Kia. Dari tadi ngga ada nongol. Tuh cewek kagak peka banget udah gue tungguin juga kagak datang-datang juga," keluh Lou.
Loius emang beda, di mana-mana juga kagak janjian juga ngga akan nongol. La ini malah ngeluh ngatain Kia ngga peka. Dia kalau ngomong suka blak-blakan. Tapi, giliran ada orang nya nyali menciut.
" Emang lo, ada janjian sama dia? Dan pasti ngga ini jadwal nya Kia jaga?"
"He... he... ngga tahu juga gue."
"Bisa aja dia tukar shift kan, lo itu aneh bro!" Teman kerja Lou tak habis pikir akan tingkah teman nya tersebut.
"Bro, makan yuk! Lapar nih gue." Ajak Lou.
__ADS_1
"Ogah, gue kenyang." Jawab teman Lou. Karena ia tahu, ujungnya pasti dia yang akan membayar nya dulu.
"Dih kalian nyebelin banget sih, tenang aja, gue cuma mau ngajak makan bukan minta traktir,"
"Udah, kerja yang bener lo!" tegur salah satu teman Lou yang lebih senior dari dirinya.
"Iya," jawab Lou cuek.
Di sela-sela ia bekerja membagi brosur produk nya. Ia bertemu dengan Lulu.
"Eh, lo ngapain kesini?" tanya Lou.
Yang namanya ke mall kan ya, jalan-jalan lah, mau nonton atau hanya sekedar makan bersama. Tapi, bukan Louis namanya kalau dia tidak usil.
"Kamu, nanyak! Kamu, bertanya - tanya!" Jawab Lulu, yang juga nyeleneh menjawab pertanyaan Loius.
"Ngga, dah pergi sana!" usir Louis.
"Tadi aja, nanya sekarang ngusir gue. Kalau gue mau beli produk yang lo jual gimana?"
"Kagak gue jual sama lo. Palingan juga tanya-tanya saja. Cuma bandingin harga di sini sama di sana, ntar ujung-ujungnya belanja online yang lebih murah, bener ngga?"
"Bukan gue yang pengalaman sama emak-emak. Tapi, emang, emak gue kayak gitu. Kadang gue yang nganterin dia belanja malu sendiri. Nawar nya ampun deh, pura-pura ngga kenal dia kalau jurus melas nawar nya keluar. Ya, walaupun gue lebih banyak bikin dia malu sih," Loius tertawa saat mengingat kenalan nya yang membuat kedua orang tuanya malu. Ya, walaupun itu masih tahap wajar.
Lulu tertawa mendengar cerita Louis. Apa yang di katakan teman kampus nya itu adalah benar adanya. Biasalah ya, kalau emak- emak tak nawar tak afdol. Bener, apa ngga nih bu, ibu? Ngga semua, karena tawar menawar bisa di lakukan hanya di tradisional market seperti pasar Kalau sudah ke mall atau ke supermarket pastilah harga pas tak bisa di tawar.
"Yasudah, sekarang lo beli produk gue!" Pinta Louis.
"Kagak mau," jawab Lulu.
"Tadi katanya mau beli, ayo buruan, beli! Ada banyak promo dan diskon. Ada bonus plus-plus nya juga." Ujar Louis.
"Bonus apa, emang. Kan itu makanan palingan ngga ada bonus apa-apa. Kan udah dapat diskon."
"Bonus makan malam sama gue, atau bonus jadi pacar gue. Atau, apa lah pokoknya yang buat lo seneng." Ucap Lou penuh percaya diri.
"Dih, ogah gue bonus dapat lo. Yang ada bukan nya gue seneng, malah gue tambah sedih dan terasa berat hidup gue."
"Ayolah! Lo jomblo kan? Sama gue juga,"
__ADS_1
"Terus kenapa kalau jomblo? Sendiri itu asyik,"
"Iya sih, asyik. Tapi, berdua kita jauh lebih menarik,"
"Udah, ah ngga jelas obrolan lo. Gue mau ke atas dulu. Udah di tungguin sama sahabat-sahabat gue," Lulu pamit pada Loius. Ia pun pergi meninggalkan Lou begitu saja.
Malam ini geng scorpio sedang ke mall untuk menonton bersama. Ya, begitulah keseruan mereka, di hari libur tak hanya rebahan di atas kasur empuk mereka. Tapi, mereka lebih senang melakukan aktivitas di luar menghabiskan waktu berenang-senang bersama seperti nonton atau sekedar nongkrong.
"Duh dia manis juga sih, sedikit cuek. Tapi seru juga di ajak debat. Duh, jadi bingung pilih Kia atau Lulu. Baru sadar gue, si Lulu asyik juga dia. Padahal udah sering ketemu juga di kampus. Bahkan beberapa kali kita nongkrong di tempat yang sama." Loius memandang punggung Lulu yang sudah mulai menjauh darinya.
" Lo lama sekali sih, pamit nya ke toilet sebentar tapi ngga datang juga. Kita udah nungguin dari tadi di sini," begitu melihat Lulu yang berjalan ke arah nya dengan tersenyum. Mona langsung memarahi sahabat nya. Karena mereka sudah menunggu cukup lama.
"Maaf, tadi ketemu Lou di bawah," ucap Lulu.
"Lou, teman kampus kita?" tanya Alisya.
"Iya,"
"Ngapain lo, sama dia?" Saut Vi.
"Ha, pertanyaan apa itu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Catatan author : Hai guys aku menyapa lagi 🤗
Terima kasih telah menyempatkan membaca karya ku, jangan lupa like dan komen ya 🙏
Ikuti terus ceritanya akan banyak kejutan di dalam nya, tentang cinta, persaingan dan juga persahabatan. Mencari arti sebuah cinta dan apa itu ketulusan. Semua bercampur dalam sebuah ruang rasa di karya The Random Zodiak.
Aku menulis di sela-sela aktivitas ku yang sedikit sibuk. Bahkan saat bekerja pun aku luangkan waktu untuk menulis. Hanya penulis receh, yang masih banyak sekali kekurangan tapi berharap setiap goresan tulisan ku akan meninggalkan kesan kepada semua pembaca ku. Karena aku menulis dari hati, dan aku juga berharap bisa menyentuh hati kalian ❤️.
Saat menulis, aku mendengar kan musik. Dan semua yang melow adalah favorit ku, lebih santai dan membuat rileks. Aku juga suka biola dari setiap gesekan nadanya mengeluarkan ekspresi yang bisa membangkitkan emosi, marah ataupun kesedihan. Selain itu semua, ada satu hal yang aku suka, yaitu kamu.... iya, kamu 😉🤭
Udah dulu, ya curhatan ku, ntar panjang kayak jalan kenangan ku sama mantan 🤭.
Big thanks all 🙏
Aku, sayang kalian ❤️
__ADS_1