
Beberapa hari kemudian.
Di kampus seperti biasa geng kawa-kawa sedang duduk santai kayak di pantai, walaupun mereka ada di kantin kampus. Saling santai nya, kita sebut aja kayak di pantai lah ya. Putra sibuk dengan benda pipih nya. Louis sibuk dengan es teh manis, yang katanya semanis senyum author nya. Si kembar Andra dan Andre sedang makan snack kesukaannya.
"Lo serius banget sih dari tadi? Tuh ponsel grogi lama-lama lo pantengin gitu!" Celetuk Andre yang memandang tajam ke arah Putra.
Andre menghentikan aktivitas mengunyahnya, ia menatap heran ke arah Putra. Seperti sedang suntuk, pusing atau entah ada masalah apa yang membuatnya hanya fokus pada benda pipih nya.
"Di tanya ngga jawab juga, ini anak udah kayak mikir negara aja hadeh." Ucap Andre lagi.
__ADS_1
"Salah, yang bikin pusing itu bukan negara. Menurut gue, cewek itu lebih bikin pusing bro." Saut Louis.
"Kok bisa cewek sih. Menurut gue biasa aja hadapi mereka. Gampang lah, kalau ngambek kasih perhatian dikit ntar juga luluh dia." Andre berpendapat lain, ia tak sepaham dengan apa yang di katakan Louis.
Tentu saja itu hanya opini Andre yang belum pernah jatuh cinta dan merasakan yang namanya pacaran. Coba saja kalau dia sudah jatuh cinta dan bucin, nanti juga pusing sendiri.
"Cewek itu susah di mengerti bro, dan juga susah di atur. Buktinya, di kasih alis sama Tuhan aja di hapus di gambar alis lagi." Kata Louis.
"Gue koreksi, bukan susah. Tapi susah banget," celetuk William yang baru datang menyusul para sahabat nya lalu mendudukkan tubuhnya di samping Putra.
__ADS_1
Tanpa memberi argumen, Putra hanya mendengar ucapan para sahabatnya. Jika para sahabat nya tahu, apa yang ada di pikiran Putra, pastinya mereka tak akan berpendapat begitu.
"Kayak lo sama Nikki ya? Cewek lo suka sensi bro. Kok tahan sih lo? Kalau gue ogah. Belum nikah aja gini, ntar udah nikah gimana. " tanya Andre yang sedikit bergidik ngeri membayangkan kalau dirinya jadi bucin seperti Andra dan William.
William hanya tersenyum mendengar ucapan Andre. Mungkin mereka yang melihat terkesan kalau Will jadi kalah-kalahan Nikki. Tapi yang sebenarnya mereka saling memahami satu sama lain. Dan mereka tidak tahu sisi lain dari Nikki yang sabar dan penyayang. Karena, cewek yang terkesan judes itu hanya lah bentuk pertahanan diri. Dan bukankah pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang?
"Kalian udah ngobrol ngga jelas nya? Gue bukan mikirin cewek. Ini lagi mikirin gimana nemuin istri kakak gue."
"Kak Brandon ya? Bukannya udah ada titik terang ya?" tanya Andra.
__ADS_1
"Terang nih udah, terang lampu nya. Titiknya yang belum kelihatan bro." Jawab Putra.
Mereka berempat diam sejenak. Apakah Ayako tidak akan bisa ketemu? Pertanyaan yang sama di dalam kepala mereka.