The Random Zodiak

The Random Zodiak
Chapter 42: Flashback.


__ADS_3

Akhhhhhh, lakuin kalau bikin lo puas. Lagian gue udah lama mati. Lebih tepatnya jiwa gue kosong, hati dan hidupku ada padanya, bukankah, itu sama aja dengan mati." ucap Ayako dengan susah payah.


Ayako tak bergeming, ia tak takut lagi dengan orang yang ada di hadapan nya. Redup nya sudah cukup. Bahkan hampir satu tahun ia hanya diam dalam tekanan. Saat nya melawan, walaupun nyawanya jadi taruhan. Atau justru kebalikan nya? Ayako sudah lelah dan saat nya ia pasrah, dan tak peduli lagi dengan hidupnya.


"Sekali lagi lo sebut namanya dengan mulut kotor ini, akan ku pastikan kau menyesal."


"Brandon Wijaya suamiku, dia milikku. Tak seorang pun berhak atasnya selain diriku. Dan dia juga sangat mencintai ku. Dan kau, hanya benalu di antara kami berdua. Kau saudara yang tidak tahu malu! Kau tak lihat dirimu seperti apa, ha! Mana mungkin suamiku bisa suka padamu. Ck, jangan kan suka, melirik saja pasti enggan ia lakukan." Teriak Ayako dengan kencang.


Plak...Plak... Plak... Tamparan bertubi-tubi di pipi dan kanan Ayako terdengar keras. Dan sudut bibir nya sudah mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Tapi justru tak membuat Ayako takut. Ia justru tersenyum sinis menatap sang pelaku.


"Aku mati pun, tak akan mengubah perasaan Brandon. Dia akan tetap cinta padaku. Karena hubungan kami lebih dari yang kau lihat."


"Diam!"


"Aku pernah menunggu nya satu jam di kencan pertama kami. Huh, wajah tampan nya masih terekam jelas di ingatan. Senyumnya, dan sentuhan bibirnya saat memagut lembut bibirku. Tangan nakalnya yang menyusuri tiap jengkal tubuh mulus ku. Saling bersautan kami saling mendesahh karena sedang sama-sama menikmati surga dunia. Iya, aku sudah jadi miliknya seutuhnya begitupun dia."


" Akh, brengsek diam!"


" Dan satu lagi, dia bilang puas dengan pelayanan ku."


Tepat pukul sebelas malam waktu Indonesia bagian barat. Putra sampai di rumah Brandon setelah pulang dari mengantar Alisya. Putra menyapu segala arah, sedikit temaram karena hanya beberapa lampu yang menyala di ruang tamu. Tubuhnya bergerak menuju lantai dua kamar Brandon. Tak biasanya sang kakak sudah tidur jam segini. Saat sampai di depan pintu kamar ia ketuk beberapa kali tak juga di respon pemilik kamar.


"Kakak! Lo udah tidur?" tanya Putra dari balik pintu kamar Brandon. "Ngga biasanya tidur jam segini." lanjutnya kemudian.


Remember that night i had to leave you


You said is alright and i believe you


You know i'm no good


No good at good bye


No good without you better by your side


Wish i could be there with you

__ADS_1


I'm feeling lost without you...


Samar terdengar lagu yang tak asing di telinga Putra. Iya, karena Brandon sering sekali menyanyikan lagu itu. Lagu dari band asal Jepang One Ok Rock.


Ceklek. "Oh, tumben ngga di kunci? Atau jangan-jangan lupa?" tanya Putra pada dirinya sendiri.


Gelap, serta aroma khas tembakau yang di bakar menusuk indera penciuman Putra. Angin malam yang berhembus seolah tak mampu menghalau aroma itu. Iya, tak terhitung berapa batang rokok yang di nyalakan Brandon malam ini.


"Eh, lo udah pulang?" tanya Brandon saat menyadari adik sepupu nya sudah ada di hadapannya.


"Kak, sebentar lagi kak Ayako ketemu. Jadi jangan siksa dirimu."


"Iya, hanya malam ini. Besok ngga lagi."


"Selalu itu yang kakak ucapkan tapi tak ada bukti. Saat siang kau bagai raja sabana, tapi saat malam kau bagai anak ayam yang kehilangan induknya."


Yang di maksud Putra di sini adalah dua sifat Brandon yang berbeda. Ia angkuh, terlihat gagah saat siang bertemu banyak orang. Tapi saat gelap di sunyi nya malam ia lemah. Bahkan Brandon yang dulu ceria tak ada lagi.


***


Dua insan memadu kasih curahkan rasa


Iya, malam ini aku dan kamu bersatu dalam cumbu, dalam balutan gelora asmara yang berkobar yang ku sebut cinta.


Ku siram dengan kasih, ku jaga dengan sebuah setia. Tapi, berujung bungkam karena derita tinggalkan lara menikam jantung sesak kan jiwa.


Cinta itu adalah perasaan indah dan dahsyat, tapi juga perih.


- *Catatan Diandra* -


Catatan author : Hai guys aku menyapa 🤗


Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karya ku, dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian ya 🙏


Ah, sedikit cerita ini tantangan buatku. Aku yang bisanya menulis dengan kalimat baku, harus menulis dengan kata elu, gue, elu gue and... eh, bukan and kayak hubungan ku dan dia yang udah and 😅. Maaf kan aku mantan 😆. Gitu lah pokoknya 🤭

__ADS_1


Dan ya, aku suka menulis cerita sad yang ala-ala melow gitu, dan ini adalah caraku menyentuh hati pembacaku. Entah lah, selalu berpikiran bahwa hidup itu tak semulus paha model kan ya 😅. Okay, hanya opini ku ya 🙏


Tapi satu hal yang selalu aku terapkan di keseharian ku. Learning by doing. Kayak dia bisa masa gue ngga sih! Jadi gini singkatnya yang aku selalu yakini. Tuhan itu sudah atur semua sampai aku di titik yang sekarang ngga mungkin dong tanpa hasil apa-apa. Dari yang aku pembaca dan gabut saat kerja, ceilah gabut saat kerja ( Semoga temen atau atasan ku ngga ada yang baca ya 😅 bersyanndaaa) yaudah coba deh nulis. Dan, trallaaa jadilah sebuah cerita dengan amburadul wkwkw. Ngga apa-apa, kan masih pemula, pemula bukan pemalu 😎. Indri itu cuma kalem aja kok 😚.


Ada saat di mana aku merasa redup, entah di situ aku benar-benar ngga mood buat nulis . Dan aku ngga mau ulangi hal itu lagi.


Alasannya adalah aku akan mengecewakan banyak pembaca yang selalu menunggu karyaku update.


TRZ ku siapkan dari mei dan mangkrak di draft dan akhirnya up di bulan berikutnya. Oh, my God lama bettt yah 😭


Maafkan aku yang moody an ya ✌️. Maklum usia separuh baya 😎


Untuk semua sahabat virtual ku yang ngga bisa aku sebutkan nama satu persatu, pokoknya akan ku berikan yang terbaik sebisa ku 🙏 💞


Eh, btw kok panjang sih ceritaku kayak jalan kenangan ku sama mantan aja. Mantan lagi, sebut terus kelihatan gamon ngga sih 😁.


Satu lagi, yang suka ala-ala puisi melow. Entah itu puisi atau bukan. Aku sebut aja, kata gabut lah. Kalau kalian mau meng galau bareng yuk follow ig ku @indri_diandra.


Bukan kah, kadang beberapa telinga sengaja menuli untuk cerita mu yang tak terlalu penting untuk mereka?


Bahkan sebagian orang bertepuk tangan atas beberapa kegagalan mu?


Iya, kadang tak ada tempat untuk kita bercerita. Kejam, bukan? Begitulah dunia. Eh jangan lupa ada satu tempat mengadu ternyaman, yaitu Tuhan.


Patah sudah, jatuh sering, gagal apalagi, jangan ditanya tak terhitung pastinya. Jika kalian yang baca tulisan ku ini salah satunya iya kita sama.


Gagalnya kali ini saja kok, semoga besok ngga!


Redupnya akan kembali terang kok, bahagia itu ada. Jangan di cari, tapi ciptakan!


Tak apa, tetap semangat ya!


Tetap jadi manusia baik!


Wow...panjang sekali cerita ku 🤭, udah segini aja. Lanjut besok aja, atau di kolom komentar yuk 😉

__ADS_1


Aku sayang kalian ❤️


__ADS_2