
Saat Fahmi sedangkan menikmati hidangannya, tiba-tiba ia berhenti saat melihat sosok teman lama nya. Tanpa pikir panjang ia berdiri dan berjalan ke arah sang gadis tersebut.
"Mau kemana?" tanya Kia yang melihat kakak sepupunya sudah berjalan mendekat ke arah seorang gadis.
Fahmi tak menghiraukan Kia, ia hanya fokus ke arah seorang gadis yang sedang tersenyum dengan seorang laki-laki. Kalau di lihat, seperti nya mereka sepasang kekasih. Walaupun tak terlihat romantis, seperti kebanyakan anak muda yang sedang di mabuk asmara, tapi dari tatapan mata keduanya sudah menjadi bukti bahwa hubungan mereka lebih dari seorang teman.
"Hai, kamu Alisya ya?" tanya Fahmi tanpa basa-basi saat ia sampai di hadapan Alisya dan Putra.
Putra langsung memandang tajam ke arah Fahmi. Dirinya sedang menunggu apa yang akan di lakukan oleh laki-laki yang menurut nya kurang sopan tersebut.
"Eh...Kita saling kenal kah?" Alisya tak menjawab Pertanyaan Fahmi. Ia justru malah bertanya balik karena merasa asing dengan laki-laki yang ada di hadapan nya.
"Dulu kita teman satu sekolah saat SMP. Lalu gue pindah ke luar kota. Sejak itu ngga pernah bertemu lagi sama lo." Jawab Fahmi.
Alisya mengerutkan alis sembari mengingat sosok laki-laki yang ada di hadapannya. Ia pandang dari atas hingga bawah.
"Ehem, sayang lihatin apa sih," Seru Putra. Ia tak suka melihat Alisya yang memandang Fahmi.
__ADS_1
"Lihatin dia. Aneh banget, gue ngga ngerasa kenal dia deh. Atau gue yang lupa ya."
"Iya, lo lupa. Gue Fahmi." Tanpa di tanya nama ia langsung memperkenal kan diri.
"Cewek gue ngga tanya, udah sono pergi aku lo!" Usir Putra.
Dengan pandangan yang semakin tak suka ia sedikit meninggikan nada suaranya saat mengusir Fahmi. Tentu saja selain cemburu, Fahmi sangat menggangu dirinya dan Alisya.
"Gue mau ngomong sama dia. Buka elu!" Sentak Fahmi yang tak mau kalah dengan Putra.
"Kalau lo sepet lihat gue, mending lo pergi aja deh. Atau Alisya yang gue bawa pergi?" Fahmi semakin menantang Putra.
Pertemuan pertama dua laki-laki itu sudah sangat menegangkan. Fahmi yang nyolot terus dan Putra pun tak kalah. Alisya yang melihat keduanya hanya menepuk jidat pelan. Tentu saja sang kekasih benar, tapi kadang kalau sudah soal cemburu dengan laki-laki lain urusan nya bisa bahaya.
"Lo, ngajakin gue ribut ya!" Putra berdiri dari tempat duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Fahmi.
"Ck... Kayaknya ini cowok lo suka ngajakin ribut orang deh Alisya. Mending lo tinggalin aja deh!" Bukannya mereda, Fahmi justru memancing emosi Putra.
__ADS_1
Putra tersenyum mengejek, tangan kirinya memegang kerah baju yang di kenakan Fahmi.
"Woi...Udah ngajakin duel aja lo ya."
"Lo itu ngerti bahasa manusia ngga sih? Alisya belum ingat lo siapa. Jadi, gue ingat kan jangan sok kenal dan sok dekat. Dan cara lo nyapa itu bikin gue muak. Kalau saja ini tidak di tempat umum sudah gue hajar habis elu."
"Dan gue juga ngga takut sama ancaman elu."
Alisya hanya melihat perdebatan dua laki-laki tersebut. Tentu saja apa yang di lakukan Putra benar, karena dirinya juga merasa terganggu dengan tindakan Fahmi.
"Pergi atau gue seret lo!" Ancam Putra.
"Ck, main ancam. Sok asyik lo! Oke kapan-kapan gue jabanin."
Fahmi akhirnya mengalah ia pergi meninggalkan Alisya dan Putra begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1