The Random Zodiak

The Random Zodiak
Chapter 40: Jomblo itu asyik atau ngga?


__ADS_3

Jika air mata mampu mengungkapkan rindu, tentu Brandon adalah si paling kalah. Jika kesetiaan adalah sebuah penantian yang tak berujung ia adalah pemenangnya. Cinta itu bukan hanya sekedar aku dan kamu jadi cinta. Tapi lebih dari itu. Menerima dan juga menjaga cinta keduanya agar terus bersemi dalam hati tapa lelah sampai akhir hayat.


"Hah, berapa lama lagi aku hidup seperti ini?" Lirih Brandon di sertai helaan napa panjang.


"Sial," umatnya sambil menendang kursi yang ada di hadapan nya.


Brandon membuang putung rokok dalam asbak. Ia menatap langit-langit kamar yang redup dan tak lama setelah itu tubuhnya berguncang hebat. Iya, pria ini menangis. Ia merasa sesak di rongga paru-paru nya, rindu yang sudah lama ia rasakan semakin lama semakin membuncah. Dan air mata yang tumpah ini adalah bukti ia rapuh. Iya, pria itu saat ini rapuh dan hampir patah.


Bukan kah, tak ada yang baik-baik saja saat kita kehilangan seseorang. Begitupun yang di rasakan oleh Brandon. Rasa sakit mampu mengubah dirinya. Mulai dari sikap dan sedikit demi sedikit sifat nya yang periang pun berubah menjadi tak tersentuh saat berhadapan dengan orang lain. Miris, ku rasa itu hanya bentuk pertahanan diri, agar tak terlihat lemah.


"Ayako...! Teriak Brandon.


Di cafe Putra merasa tidak tenang. Selain pertemuan nya dengan Fahmi yang sedikit mengganggu, dirinya juga melihat ekspresi Louis yang dari tadi ngga ada senyum nya. Kaku, gitu kayak kanebo kering.

__ADS_1


" Kalian ngapain sih? Pada ogah-ogahan gitu." Tanya William.


"Hem, ngga apa-apa bro." Jawab Putra.


"Sama, gue baik-baik saja. Di tolak cewek dua belum tiga." Ujar Louis.


"Anjirrr, lo di tolak cewek dua bangga ye! Emang lo layak jadi jomblo sejati." Alisya tak mampu menahan tawanya saat melihat ekspresi Louis.


"Dih, sialan lo ngatain gue jomblo. Ngga ada di kamus gue itu. Pokoknya prinsip gue hilang satu tumbuh seribu."


"Pro? Protein ya?" Tawa Alisya semakin kencang. Bagaimana di sebut pro, sedangkan mendapatkan hati Kia aja ngga bisa.


"Terus! Terus! Ketawain gue sampai lo puas. Senang banget lihat gue menderita sih."

__ADS_1


"Emang," jawab mereka berempat kompak.


"Sialan kalian," umpat Loius.


Sejatinya persahabatan yang tulus adalah seperti ini. Saat satu sama lain saling bicara yang sedikit kasar tak akan membuat yang lainnya merasa tersakiti. Begitupun sebaiknya, saat salah satu dari mereka ada yang sedih pasti yang lainnya akan menghibur. Dan yang sedang kesusahan akan di tolong. Berselisih itu wajar, tapi antara mereka akan menyelesaikan nya dengan baik. Karena hubungan yang terjalin lama dan di dasari rasa tulus tak akan mudah goyah.


"Udah, makan yuk! Lapar gue," ajak William. Ia tanpa sungkan langsung melahap sepotong pizza yang sudah menggoda untuk di nikmati.


"Sayang, ini makan!" Putra memberikan suapan pada Alisya.


"Eh, makasih ya," Alisya membuka mulutnya dan menerima suapan sang kekasih.


"Minumnya jangan lupa ya, ini!" Putra menggeser gelas kaca bening yang berisi cairan warna hijau tersebut.

__ADS_1


Tentu saja Putra sengaja melakukan nya, ia ingin membuat Louis geram akan tingkah nya yang sengaja memanjakan Alisya. Ya, biar iri gitu. Bisanya kan Andra merana karena cintanya di tolak Vi. Malam ini Louis yang merasa paling menderita karena meratapi nasib di tolak dua cewek. Baru dua, belum tiga lo ya.


__ADS_2