
Apa itu arti saudara? Menurut ku, saat bersama tiada hari tanpa perdebatan. Saat kita berjauhan, ku rindu perdebatan yang di dalam nya di balut kasih dan sayang.
Yasudah, balik!" Pinta Indri tanpa memandang ke arah Andre.
" Oke, kita balik saja," tanpa merasa bersalah Andre langsung putar balik mobil nya melaju ke arah rumah mereka.
Di sepanjang perjalanan, Indri hanya bisa mengumpat dalam hati. Matanya mulai berkaca-kaca, dan tanpa bisa ia bendung cairan bening lolos begitu saja membasahi pipi.
"Mau beli martabak manis dulu, ngga?" tanya Andre saat mobil nya melintas di depan minimarket yang jual martabak langganan keluarga nya.
"Ngga," jawab sang adik tanpa menoleh ke arah kakak nya.
"Oke, kalau ngga mau."
Indri meremas ujung gaungnya. Malam ini adalah acara ulang tahun teman sekelas nya. Padahal ia sudah berjanji pada temannya kalau malam ini akan hadir dan memaki dress yang warna yang senada. Tapi, semua di gagalkan oleh sang kakak Andre.
" Udah sampai dek," ucap Andre yang baru saja memarkirkan mobil nya di garasi.
__ADS_1
"Hem," jawab Indri yang langsung turun tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Ia berlari menuju lantai dua kamar nya. Tas kecil dan paper bag yang berisi gaun ia buang begitu saja. Tangis nya pecah, air mata nya tumpah di atas bantal.
"Dasar Andre, awas aja kalau mama pulang gue aduin lo!" ucap Indri di sela tangisan nya.
Kedua orang tua mereka sedang pergi ke luar kota, kemungkinan pulang satu minggu lagi karena urusan pekerjaan. Jadi apapun yang Indri lakukan harus izin dari kedua kakaknya, termasuk larangan memakai baju yang sedikit seksi dan make up yang menurut Andre tebal dan kurang pantas di kenakan sang adik.
"Hah, marah ini pasti bontot. Siap-siap di omelin tiga pahlawan yang sedikit menyebabkan." Ucap Andre.
" Bodoh amat lah, palingan juga mewek. Biarin aja dulu ntar air mata nya udah mulai habis baru gue samperin. Lapar nih, bibi masak apa ya?" Andre yang terlihat cuek itu pun langsung menuju ruang makan untuk melihat menu apa yang di masak oleh asisten rumah tangga nya.
* **
Sepertinya nya kalian berdua cocok. Sama-sama patah hati," celetuk Putra.
"What.... Gila lo, gue masih normal anjirrr! Lagian cewek bukan dia doang." Saut Louis. Tentu saja bukan Lou namanya kalau ia tidak protes.
__ADS_1
Andra hanya tersenyum menanggapi ucapan Putra. Menurutnya mencintai adalah hal yang tak mudah. Walaupun ia berkata ingin melupakan Silvia, tapi pada kenyataannya tak semudah itu. Lebih tepatnya berkata itu mudah, menjalaninya yang susah payah.
Drett... Drett... Suara ponsel milik Andra di atas meja menghentikan perdebatan mereka.
Andra melihat nama yang tertera catat di ponselnya 'Bontot manja'.
"Adik lo ya? Udah, buang aja ke laut berisik gitu!" Pinta Lou.
"Sembarangan, gitu-gitu adik berisik gue sayang. Tapi usul lo boleh lah. Gue pertimbangkan lagi. Kalau bisa gue buang ke Antartika sekalian dia." Ucap Andra disertai dengan candaan.
📞"Napa dek? Udah pulang?" tanya Andra.
📞"Udah, kakak di mana?"
📞"Lagi nongkrong sama temen-temen. Eh, tunggu lo nangis ya?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1