The Random Zodiak

The Random Zodiak
Chapter 21: Lulu yang kagum akan sosok Louis.


__ADS_3

Lou, teman kampus kita?" tanya Alisya.


"Iya,"


"Ngapain lo, sama dia?" Saut Vi.


"Ha, pertanyaan apa itu?"


"Apa?" Vi malah berbalik bertanya.


"Lo, tuh aneh. Tanya ngapain gue sama dia. Tuh, orang nya lagi kerja. Eh, tapi gue salut deh sama dia. Kuliah sambil kerja gitu," Lulu tersenyum saat menceritakan tentang Lou. Terbesit, sedikit rasa kagum.


"Cie... uhuk, suka lo sama dia?" goda Mona.


"Apaan sih, ngga lah." Lulu masih mengelak, padahal dalam hati ia ada sedikit rasa kagum pada Lou.


Terkadang satu hal kecil mampu membuat orang tertarik pada kita. Seperti apa yang di alami Lulu. Ia kagum dengan apa yang di lakukan Louis. Ia bekerja paruh waktu untuk menambah uang jajan nya, ya walaupun kadang Lou masih suka merepotkan anggota geng kawa-kawa nya seperti minta traktir.


"Udah deh, ayo kita masuk! Ajak Alisya.


...----------------...

__ADS_1


Di rumah sakit.


" Tuan dia, belum sadar kah?" tanya asisten rumah tangga yang bertugas menjaga Ayako.


" Belum, sial. Kalau saja dia buka saudara jauh gue. Udah gue bunuh dia. Udah, gue mau berangkat ke kantor dulu. Nanti sore mau terbang ke Indonesia. Kabari gue kalau dia udah mampus ya!"


Sang asisten rumah tangga tersebut hanya menundukkan kepala. Ia paham betul sikap tuan nya, jadi tak akan ada bantahan apapun atas perkataannya. Saat majikan sudah keluar ia mendekat ke arah ranjang Ayako.


"Non, maaf ya! Bibi ngga bisa bantu apa-apa."


Jari Ayako bergerak pelan. Setelah dirinya tertidur beberapa jam akhirnya ia bangun. Matanya menyapu ke segala ruangan. Lalu pandangan nya jatuh pada sosok yang ia kenal.


"Bi, ini di mana?" tanya nya dengan tangan memegang kepala karena terasa sedikit nyeri di kepala.


"Heh... Kenapa gue ngga mati aja bi, hidup ku udah ngga ada gunanya lagi. Bahkan aku lebih memilih bunuh diri tapi jelas aku akan ke neraka dari pada aku hidup tapi-" Ayako tak sanggup melanjutkan ucapannya.


Putus asa, serta luka yang berkepanjangan membuat nya ingin mengakhiri hidupnya.


" Permisi, kita periksa dulu keadaan nona Ayako, "ucap seorang perawat.


" Iya silahkan! " Jawab sang bibi.

__ADS_1


" Permisi nona," ujar seorang dokter.


Ayako diam dan pandangan hanya menatap ke arah luar jendela. Bahkan penjelasan dokter tersebut tak di dengar nya. Sang dokter yang menemukan kejanggalan pada Ayako langsung memberikan isyarat pada perawat yang mendampingi nya.


"Baiklah, pemeriksaan hari ini cukup. Nina sudah melewati masa kritis, istirahat lah yang cukup, makan teratur dan jangan lupa minum obat!"


"Iya, dokter." Jawab sang bibi.


"Oke saya permisi dulu. Istirahat yang cukup nona!" Pinta dokter tersebut.


Ayako mengangguk kan kepala, tanpa memandang sedikit pun ke arah dokter tersebut.


"Dokter Andreas apa yang dokter pikirkan sama dengan apa yang saya pikirkan?" tanya sang perawat.


"Iya, dan kita harus ambil tindakan segera!"


"Tapi, apa tidak bahaya dokter? Mau langsung lapor polisi kah?" tanya sang perawat tersebut.


"Bukan, lapor saja ke pak RT sudah cukup." Jawab Andreas.


"Oh gitu ya. Kirain harus ke polisi,"

__ADS_1


"Hadeh, sana kamu sekolah lagi biar pintar sedikit!


__ADS_2