
Tentu saja Putra sengaja melakukan nya, ia ingin membuat Louis geram akan tingkah nya yang sengaja memanjakan Alisya. Ya, biar iri gitu. Bisanya kan Andra merana karena cintanya di tolak Vi. Malam ini Louis yang merasa paling menderita karena meratapi nasib di tolak dua cewek. Baru dua, belum tiga lo ya.
Tak...Tak... Louis yang geram menusuk steak daging yang ada di hadapannya dengan kuat. Ya, ibaratnya dia lagi emosi gitu. Tak ada samsak daging steak pun jadi.
"Lo ngapain sih, anjirr! Makan tinggal makan berisik tahu!" tegur Putra.
"Sedang mencurahkan segala kekesalan gue anjirr." Jawab Louis.
"Salah siapa pamer ke mesra an di depan jomblo!" Lanjutnya kemudian disertai senyuman sinis yang menatap ke arah Putra.
"Salah elu, yang jomblo." Saut Alisya.
Sepasang kekasih itu kompak menertawakan Louis yang menurut nya layak di sebut jomblo sejati. Walaupun dia pernah menyandang predikat buaya darat, tapi kali ini bisa berbeda. Ya, sekali-kali jomblo sejati lah, masa iya ada pasangan nya terus. Kan sendiri itu asyik, walaupun bersama dia jauh lebih asyik.
Di Singapura.
Sepasang mata memandang ke arah jendela kaca yang sedang basah karena sisa-sisa air hujan yang menempel. Hujan membasahi tanah, berbaur dengan debu dan menyebarkan aroma khas yang menusuk indera penciuman. Iya, aroma hujan setelah kemarau panjang. Sayang nya itu hanya di angan Ayako, itu hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata.
Ceklek... Suara pintu menyadarkan lamunan Ayako. Matanya beralih menatap pintu yang terbuka. Beberapa detik kemudian, ia menghela napas panjang.
"Ck, sudah sadar ya? Heran gue napa lo ngga cepat mati sih. Mau gue bunuh, takut ngotot tangan gue. Bingung juga mau gue apain. Lagian, laki lo itu setia bangat dari cowok. Udah lama juga masih aja nungguin. Lo pakai pelet apa sih?" tanya seseorang pada Ayako.
Senyum terselip di bibir tipis Ayako. Lalu tanpa ragu ia menatap seseorang yang ada di sampingnya sambil berkata." The power of love."
" Lo, ngga bakal tahu apa arti cinta." Lanjut Ayako.
" Heh, gue cinta sama Brandon dari lama. Bahkan sebelum kalian jadian. Asal lo tahu saja ya! Gue udah berusaha mati-matian buat dapatin hatinya, tapi karena kehadiran manusia busuk kayak lo, jadi penghalang hubungan kita."
__ADS_1
" Cuihhh, " Ayako meludah di samping orang tersebut.
Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Ayako.
" Ck, hanya pukulan kecil. Ngga bakal buat gue mati. Bunuh aja sekalian! " tantang Ayako.
"Lo ngelunjak ya. Seandainya gue bisa lakuin itu. Udah dari dulu gue lakuin," ucapnya sambil mencekik leher Ayako.
"Akhhhhhh, lakuin kalau bikin lo puas. Lagian gue udah lama mati. Lebih tepatnya jiwa gue kosong, hati dan hidupku ada padanya," ucap Ayako dengan susah payah.
...----------------...
Secangkir kopi dan sebuah cerita.
Dingin pagi, karena rintik hujan membasahi bumi. '
Hanya terbesit satu kata rindu untukmu
Saat hujan, ada cerita tentang kita
Iya, tentang kita yang tak pernah bersatu walaupun pernah bersama.
Lucu, tapi ada. Iya, aku dan kamu tak pernah jadi kita.
Kenapa?
Aku marah, aku benci, aku ingin mengumpat!
__ADS_1
Takdir, kenapa kejam?
September yang kata mereka ceria, tapi tidak buatku. Kenapa harus aku? Kenapa?
Pertanyaan sama di setiap bulan september di setiap tahun.
Apakah janji itu untuk di langgar?
Apa kata setia hanya sebuah omong kosong?
Bahkan menunggu ku terlalu lama, dan letih ku pun, kau tak tahu!
Semesta sedang bercanda lagi
Iya, sedikit kejam dan terasa lebih pilu.
Harusnya, dulu saat aku mati rasa kau tak usah hadir memberi cinta.
Kau menyiram bunga yang mulai layu, saat hidup lagi kau pergi lagi.
Kau pergi dengan sebuah janji yang tak pernah kau tepati.
Cinta, kau sungguh tega!
- *CatatanDiandra*-
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1